Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles
668 Documents
HUBUNGAN PERILAKU KONSUMSI NUTRISI DAN TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 3 JEMBER
Nitalia Pebri Susanti;
Awatiful Azza;
Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4682
Latar Belakang: Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal (12g/dl). Anemia masih banyak terjadi terutama pada remaja putri dan hal ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama dan mengkhawatirkan. Anemia sering dikaitkan dengan hasil pembangunan kesehatan yang buruk, termasuk kematian neonatal dan perinatal, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan tumbuh kembang anak yang tertunda. Pertumbuhan yang pesat pada remaja menjadikan kebutuhan nutrisi juga turut meningkat. Salah satunya adalah kebutuhan akan zat besi. Kekurangan zat besi dianggap sebagai penyebab paling umum dari kejadian anemia secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terkait perilaku konsumsi nutrisi dan juga tablet tambah darah pada remaja. Metode: desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan metode cross sectional, tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 92 remaja putri. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner dan study dokumen dari hasil pemeriksaan Hb. Analisa data menggunakan Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,000 < (=0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,501 dan 0,457 yang termasuk dalam kategori kuat dan moderat. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi nutrisi, perilaku konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia.
HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN MOTIVASI MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATRANG
Alvy Andriani;
Awatiful Azza;
Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4683
Motivasi melakukan deteksi dini kanker serviks merupakan keinginan untuk mengenali gejala awal penyakit kanker serviks. Rendahnya motivasi menyebabkan angka kejadian kanker serviks semakin meningkat dan menyebabkan mortalitas lebih besar akibat kondisi kanker yang sudah ditemukan pada stadium lanjut. Deteksi dini kanker merupakan kunci upaya penyembuhan semua jenis kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi dengan motivasi melakukan deteksi dini Kanker Serviks. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling dengan metode two stage cluster sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 210 responden. Instrumen penelitiaan ini menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,757 yang termasuk dalam kategori kuat (0,6 – 0,8). Persepsi wanita usia subur di wilayah kerj puskesmas patrang tergolong positif dan motivasi melakukan deteksi dini kanker serviks tergolong kuat. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi dengan motivasi. sehingga semakin positif persepsi maka semakin kuat motivasi melakukan deteksi dini kanker serviks.
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN DENGAN PERSEPSI KESEHATAN LANSIA HIPERTENSI DI KELURAHAN GEBANG WILAYAH UPTD PUSKESMAS PATRANG
Tri Aji Prasetyo;
Sofia Rhosma Dewi;
Cahya Tribagus Hidayat
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4684
Lansia merupakan salah satu kelompok populasi yang rentan terhadap penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah kondisi medis yang sering kali terkait dengan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Menjaga perilaku makan yang sehat sangat penting dalam mencegah dan mengelola hipertensi pada lansia, namun persepsi individu terhadap kondisi kesehatan mereka juga memainkan peran krusial dalam pengelolaan penyakit ini. Desain penelitian ini yang di gunakan ialah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah lansia hipertensi dengan sampel sejumlah 75 responden. penelitian ini lakukan di Kelurahan Gebang di wilayah UPTD Puskesmas Patrang. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling . Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner pada variabel independen dan dependen. Penelitian ini menggunakan uji statistik spearman rho. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku makan kategori baik sebesar 33%, kategori cukup sebesar 63%, dan kategori kurang sebesar 4%. Persepsi kesehatan kategori baik sebesar 85%, kategori cukup sebesar 15%,dan kategori Kurang sebesar 0%. Terdapat hubungan antara perilaku makan dengan persepsi kesehatan lansia hipertensi (p value = 0,023, p value<0,05). Penelitian ini merekomendasikan pentingnya dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia dengan hipertensi melalui peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku makan yang lebih baik. Langkah selanjutnya dapat meliputi pengembangan program intervensi yang lebih terfokus dan adaptif untuk mendukung upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi pada populasi lansia secara efektif.
IMPLEMENTASI PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN RISIKO HIPOVOLEMIA : STUDI KASUS
Nova Risma Ramadhani;
Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4702
Latar Belakang : Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) rentan mengalami Risiko Hipovolemia karena virus dengue yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti beredar di daerah endemik yang menyerang peredaran darah manusia khususnya cells trombosit. Pencegahan hipovolemia pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat diatasi melalui pemberian jus jambu biji merah untuk menaikkan nilai trombosit. Tujuan : Untuk mengimplementasikan pemberian jus jambu biji merah pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan risiko hipovolemia di RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode : menggunakan studi kasus deskriptif dengan bentuk studi kasus mendalam pada pasien DBD dengan masalah risiko hipovolemia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi serta pemberian asuhan keperawatan pada pasien DBD dengan menerapkan implementasi pemberian jus jambu biji merah. Hasil : Asuhan keperawatan pemberian jus jambu biji merah diimplementasikan selama 3 hari dengan frekuensi 3x200cc/hari pada pagi hari pukul 09.00 WIB, siang hari pukul 12.00 dan malam hari pukul 19.00 WIB serta dilakukan selama 3 hari., dilakukan sejak tanggal 06 februari 2024 sampai 08 februari 2024. Evaluasi dilaksanakan pada hari ketiga. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sebelum diberikan asuhan keperawatan pada pasien DBD melalui pemberian jus jambu biji merah nilai trombosit 93 ribu/mm3 dan setelah implementasi pemberian jus jambu biji merah menjadi 182 ribu/mm3. Implementasi pemberian jus jambu biji merah dapat meningkatkan trombosit pasien DBD hingga 89 ribu/mm3 setelah dilakukan perawatan selama 3x24 jam.
IMPLEMENTASI TEKNIK BATUK EFEKTIF PADA Tn. S DENGAN PPOK DI RSD BALUNG JEMBER
Farida Hidayatullah;
Mad Zaini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4717
Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) yaitu terjadinya kelainan pada saluran udara kecil diparu-paru yang menyebabkan keterbatasan aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru.Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami asuhan keperwatan pada pasien yang mengalamiPPOK dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas di ruang Melati RSD Balung Jember. Metode Penelitian: Studi kasus pada klien yang mengalami Penyakit Paru Obstruksi Kronik, yang dilaukan pada bulan September 2023,pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik,serta studi dokumentasi. Hasil: Pengkajian yang dilakukan pada klien didapatkan keluhan berupa sesak napas, disertai batuk dan pada pemeriksaan fisik didapatkan suara napas tambahan berupa ronchi dan wheezing pada lobus kanan. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif.Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah mengajarkan Teknik batuk efektif dan memposisikan pasien semi fowler selama 3x24 jam, didapatkan hasil batuk dan sesak napas berkurang. Kesimpulan: Asuhankeperawatan pada pasien yang mengalami PPOK dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan produksi sekret berlebih teratasi Sebagian. Saran: Perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pemberian posisi semi fowler dan batuk efektif sebagai penatalaksanaan awal untuk menguranhi sesak dan batuk.
IMPLEMENTASI RANGE OF MOTION (ROM) PASIF DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA CVA INFARK di RSUD Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO
Riska Nurdianti;
Mad Zaini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4718
CVA Infark merupakan suatu gejala penyakit klinis yang disebabkan oleh keterbatasan atau kerusakan jaringan otak, sehingga menurunkan akses oksigen dan aliran darah ke otak serta dapat menyebabkan nekrosis lokal jika aliran darah tidak segera pulih. Metode: Desain ini menggunakan study kasus deskriptif dengan bentuk studi kasus. Kerangka studi kasus yang menggabungkan wawancara, observasi, terapi ROM, dan analisis dokumen digunakan untuk metodologi ini. Tujuan: Inti dari analisis kontekstual ini adalah pasien menunjukkan peningkatan besar dalam kekuatan otot ekstremitas. CVA dengan penerapan Range Of Motion(ROM) di RSUD Dr. H.Koesnadi Bondowoso. Hasil: Berdasarkan instruksi penulis kepada klien tentang cara penggunaan asuhan keperawatan pada tanggal 18 Oktober 2023 - 20 Oktober 2023, dapat meningkatkan kekuatan otot pada klien. Dengan memberikan asuhan keperawatan pada pasien, Ny. A dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik di paviliun Teratai RSUD DR. H. Koesnadi Bondowoso, memahami bahwa Range Of Motion (ROM) 3 hari, bila dilakukan dengan tepat, dapat meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan beradaptasi yang baik pada pasien.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, TINGKAT STRES DAN JENIS KELAMIN DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN ASMA BRONKIAL DI POLI PARU RUMAH SAKIT PARU JEMBER
Dayinta Wintang Rukmi;
Luh Titi Handayani;
Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4743
Latar belakang: Asma bronkial merupakan penyakit kronis yang dapat kambuh dan memberikan efek negatif pada kualitas hidup penderita. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kekambuhan asma bronkial antara lain indeks massa tubuh (IMT), tingkat stres, dan jenis kelamin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh, tingkat stres, dan jenis kelamin dengan tingkat kekambuhan asma bronkial di Poli Paru Rumah Sakit Paru Jember. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian ini sejumlah 32 pasien dengan diagnosa asma bronkial. Teknik sampling yang digunakan adalahtotal sampling. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Hasil uji statistik Spearman’s Rho menujukan hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh, tingkat stres, dan jenis kelamin terhadap tingkat kekambuhan asma (p= 0,03 1 , p= 0,0 19 , dan p= 0,0 33). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian Indeks Massa Tubuh, tingkat stres, dan jenis kelamin memiliki hubungan dengan tingkat kekambuhan asma bronkial.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN RASIO LINGKAR PINGGANG PINGGUL (RLPP) DENGAN KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RSUD dr. H. KOESNADI BONDOWOSO
Evis Amaliyah;
Luh Titi Handayani;
Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4744
Latar belakang: Diabetes melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolism kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein yang dapat menyebabkan terganggunya kestabilan Indeks Massa Tubuh, Rasio Lingkar Pinggang Panggul, Kadar Gula Darah dan kolesterol. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan Indeks Masa Tubuh dan rasio lingkar pinggang panggul dengan kadar kolesterol pada penderita diabetes melitus di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 pasien penderita diabetes melitus yang ada di poli interna RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan teknik pengambilan sampelrandomsampling. Alat ukur penelitian ini adalah lembar observasi. Hasil: Hasil univariat menujunya bahwa indeks massa tubuh dialami oleh 17 (44,7%) pasien berada pada kategori obesitas, rasio lingkar pinggang panggul dialami oleh 30 (78,9%) pasien berada dalam kategori obesitas dan kadar kolesterol berada dalam kategori batas normal 27 (71,1%). Hasil uji statistik spearmanrho menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol pada penderita diabetes melitus di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan nilai signifikan sebesar 0,635, terdapat hubungan antara rasio lingkar pinggang panggul dengan kadar kolesterol pada penderita diabetes melitus di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan nilai signifikan sebesar 0,791. Kesimpulan: Tingginya kadar kolesterol pada pasien diabetes melitus dipengaruhi oleh indeks masa tubuh dan rasio lingkar pinggang pinggul, salah satu cara untuk menjaga berat badan dan lingkar pinggang pinggul melaluiolahraga dan diet untuk mengontrol kadar kolesterol pada pasien diabetes melitus.
HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUAL DENGAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG JEMBER
Diva Yumeka Putri;
Wahyudi Widada;
Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4745
Latar Belakang: Tingginya angka kejadian diabetes melitus tidak lepas dari masalah rendahnya kepatuhan pasien dalam manajemen diri. Kepatuhan manajemen diri diabetes melitus yang baik dapat mencapai keberhasilan jika individu memiliki efikasi diri untuk melakukan pengelolaan diabetes melitus. Keberhasilan pengelolaan diabetes melitus tergantung pada proses efikasi diri untuk melakukan manajemen perawatan diri untuk menghindari komplikasi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat spiritual dengan efikasi diri pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Daerah Balung Jember. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini 260 pasien diabetes melitus dengan sampel 157 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah non- probability sampling dengan purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner tingkat spiritual dan kuesioner efikasi diri. Hasil:uji statistic Spearman’s Rho dengan α=0,05 didapatkan p value=0,000 dan r=0,790 yang artinya tingkat spiritual memiliki hubungan dalam kategori tinggi dengan efikasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 79 pasien DM memiliki tingkat spiritual dengan kategori tinggi (50,3%), sementara pasien DM dengan efikasi diri tinggi sebanyak 79 orang. Kesimpulan: ada hubungan antara tingkat spiritual dengan efikasi diri, semakin tinggi tingkat spiritual maka semakin tinggi efikasi diri pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Daerah Balung Jember.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OP BENIGNA PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) HARI KE-2 DENGAN IMPLEMENTASI TERAPI RELAKSASI BENSON
Diana Susilorini;
Mad Zaini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4746
Pendahuluan: Benign Prostate Hyperplasia (BPH) mengacu pada pembesaran kelenjar prostat non-kanker pada pria dewasa. Kondisi ini, yang melibatkan perubahan volume prostat biasanya mulai terlihat pada pria berusia di atas 50 tahun. Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami asuhankeperwatan pada pasien post op benigna prostatic hyperplasia dengan implementasi terapi relaksasi benson di RSD. Balung Jember. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan desain Studi Kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi. Hasil: Evaluasi keperawatan pada Tn. R dilakukan selama 3 hari, pada tanggal 24 Maret s.d 26 Maret 2024 dengan melakukan penerapan teknik relaksasi benson selama 15 menit. Setelah menerapkan teknik relaksasi Benson, masalah nyeri akut yang dialami Tn. R teratasi. Data subyektif dari klien menunjukkan penurunan nyeri, dan data obyektif seperti tanda-tanda vital normal dan penurunan skala nyeri dari sedang (6) menjadi ringan (2) mendukung perbaikan ini. Klien juga melaporkan merasa lebih rileks. Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada pasien post op benigna prostatic hyperplasia dengan implementasi terapi relaksasi benson di RSD. Balung Jember efektif dalam membantu mengatasi masalah keperawatan nyeri akut di ruang mawar RSUD. Balung Jember. Saran: Perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang teknik relakasasi benson sebagai penatalaksanaan dalam mengatasi nyeri.