Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles
668 Documents
IMPLEMENTASI KOMPLEMENTER BEKAM UNTUK KEBUTUHAN RASA NYAMAN PADA KLIEN HIPERTENSI
Diana Putri Ayu Pangestu;
Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4750
Hipertensi atau tekanan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih besar atau sama dengan 80 mmHg, atau sedang mengkonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi medis kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung meskipun sering tidak menunjukkan gejala. Pasien hipertensi dengan gangguan rasa nyaman dapat diatasi dengan terapi komplementer bekam yang diharapkan dapat meningkatkan rasa nyaman pada pasien hipertensi. Implementasi dilakukan selama 2 kali dalam 2 minggu, dilakukan sejak tanggal 16 juni sampai dengan 24 juni 2024. Dari hasil evaluasi dari implementasi terapi komplementer bekam mampu meningkatkan rasa nyaman dibuktikan dengan evaluasi hari pertama keluhan tidak nyaman cukup menurun (4) dan hari terakhir keluhan tidak nyaman menurun (5).
HUBUNGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN INSTRUMENTAL ACTIVITY OF DAILY LIVING DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PUSKESMAS ROWOTENGAH KABUPATEN JEMBER
Nurul Fitriana Lestari;
Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4765
Proses penuaan normal terjadi pada lansia yang memasuki usia 60 tahun keatas yang mengalami berbagai penurunan baik dari segi fisik, psikis, sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual. Penurunan aktivitas sehari-haripada lansia terjadi karena penurunan fungsi, salah satu faktor utama penurunan lansia mengalamiketergantungan pada kemampuan status fungsionalnya adalah penurunn fungsi kognitif, sehingga dapatmempengaruhi kemandirian lansia dalam mempertahankan hidup, kesehatan, kesejahteraan, dan pemenuhan Instrumental Activity of Daily Living (IADL). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemandirian lansia dalam pemenuhan Instrumental Activity of Daily Living (IADL) dengan kualitas hidup lansia. Metode: penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rowotengah sejumlah 241 lansia, sedangkan sampelnya berjumlah 54 lansia diambil dengan menggunakan cluster random sampling. Hasil: penelitian diperoleh p value = 0,000 dengan nilai α = 0,05 dan r = 0,946, hal ini menunjukkan ada hubungan antara kemandirian lansia dalam pemenuhan Instrumental Activity of Daily Living (IADL) dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Rowotengah Kabupaten Jember. Kemandirian lansia dalam pemenuhan Instrumental Activity of Daily Living(IADL) semakin meningkat maka semakin meningkat kualitas hidup lansia. Kesimpulan: Diharapkan kepada keluarga dan masyarakat menjaga kesehatan lansia maupun status fungsionalnya sehingga lansia dapat aktif melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik.
IMPLEMENTASI RANGE OF MOTION (ROM) PADA NY.H DENGAN IMOBILISASI DI UPT PSTW JEMBER: STUDI KASUS
Izza Afkarina;
Dian Ratna Elmaghfuroh
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4776
Latar belakang: Lansia akan mengalami berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, stroke, diabetes melitus, yang menyebabkan menurunnya produktivitas lansia dalam kehidupan sehari-hari. Akibat berkurangnya fungsi fisik terjadi penurunan produktivitas yang menyebabkan lansia lebih rentan terserang penyakit dan berujung pada menurunnya kemampuan aktivitas fungsional lansiayang disebabkan oleh faktor penuaan, proses penuaan lansia akan mengalami imobilisasi yaitu terganggunya ektermitas yang tidak bisa bergerak secara bebas karena adanya gangguan pada organ tubuh akibat dari proses penuaan ataupun penyakit kronis yang diderita. Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan imobilisasi pada Ny.H dengan Implementasi Range Of Motion (ROM) di PSTW Jember. Metode: Metode Penelitian menggunakan studi kasus tunggal untuk mengeksplorasi implementasi Range Of Motion (ROM) pada lansia dengan imobilisasi pada Ny.H di UPT PSTW Jember. Hasi: Setelah penelitian ini dilaksanakan dalam waktu 7 hari didapatkan hasil latihan Range Of Motion ROM, hari pertama hingga hari ketiga kekuatan otot ektremitas atas kiri yaitu 5 bagian kanan 2 pada bagian ektermitas bawah didapatkan hasil bagian kiri 5 dan kanan 3. Hasil hari keempat hingga keenam mengalami peningkatan kekuatan otot ektremitas atas kiri yaitu 5 bagian kanan 3 pada bagian ektermitas bawah didapatkan hasil bagian kiri 5 dan kanan 4. Hasil hari terakhir atau hari ke tujuh mengalami peningkatan kekuatan otot ektremitas atas kiri yaitu 5 bagian kanan 4 pada bagian ektermitas bawah didapatkan hasil bagian kiri 5 dan kanan 4. Range Of Motion (ROM) sangat efektif bagi lansia untuk mengurangi imobilisasi pada lansia.
IMPLEMENTASI KOMPRES HANGAT JAHE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA LANSIA NY. L DENGAN RISIKO JATUH BERULANG DI UPT PSTW JEMBER:STUDI KASUS
Maghfiro, Audrey Amalia Shakira;
Dian Ratna Elmaghfuroh
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4789
Latar Belakang: Risiko jatuh pada lansia merupakan terjadinya peningkatan kerentanan terhadap jatuh yang menimbulkan kerusakan dan gangguan fisik akibat terjatuh. Jatuh sering kali dikaitkan dengan perubahan struktur dan fungsi sel, jaringan, dan sistem organ yang mempengaruhi kesehatan fisik lansia secara keseluruhan, perubahan ini berhubungan dengan nyeri sebagai cara perlindungan tubuh yang terjadi ketika jaringan rusak.Tujuan: Mendeskripsikan data dan implementasi penggunaan kompres hangat jahe terhadap penurunan skala nyeri dengan risiko jatuh berulang di UPT PSTW Jember. Metode: Studi kasus deskriptif pada 1 responden. Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil: Berdasarkan data yang didapat lansia yang mengalami risiko jatuh berulang mengalami nyeri dengan skala 5 yang diiterpretasikan nyeri sedang, selain itu lansia yang mengalami risiko jatuh berulang terlihat pada skor TUG 15 detik dengan interpretasi berisiko tinggi jatuh. Kompres hangat jahe efektif dalam menurunkan nyeri dari skala 5 (nyeri sedang) menjadi skala 2 (nyeri ringan) dalam perawatan 1x15 menit selama 6 hari. Rekomendasi: Karya tulis ilmiah ini menunjukkan implementasi kompres hangat jahe efektif digunakan untuk menurunkan skala nyeri pada lansia dengan risiko jatuh berulang sehingga masukkan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan terapi kompres hangat jahe sebagai intervensi keperawatan dan memberikan pendidikan kesehatan mengenai kompres hangat jahe terhadap lansia yang mengalami nyeri dengan risiko jatuh berulang.
EDUKASI NUTRISI JUS BAYAM PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENGALAMI GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI : STUDI KASUS
Almaedah, Vina Agustin;
Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4790
Latar Belakang : Gagal Ginjal Kronik adalah kondisi dimana ginjal mengalami kerusakan yang berlanjut melebihi jangka waktu lebih dari 6 bulan. Gagal ginjal biasanya disertai dengan beberapa komplikasi, salah satunya ialah kekurangan nutrisi yang dimana hal ini menyebabkan penurunan kadar hemoglobin yang disebabkan karena ketidakmampuan ginjal membentuk hormone eritropoiten. Pasien gagal ginjal kronik dengan gangguan pemenuhan nutrisi dapat diatasi dengan pemberian jus bayam dengan edukasi nutrisi yang diterapkan dengan diet rendah protein. Tujuan : Untuk mengetahui Edukasi nutrisi pemberian Jus bayam pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang mengalami Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi. Metode : menggunakan studi kasus pengumpulan dokumentasi dan angket hasil dari pemerikasaan diagnostic dan data lain yang relevan untuk mengeksplorasi masalah Edukasi nutrisi jus bayam pada pasien gagal ginjal kronik yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Hasil Evaluasi hasil dari Edukasi nutrisi jus bayam dalam waktu 3 x 24 jam mendapatkan hasil dari pengaruh pemberian jus bayam, dibuktikan bahwasannya pada hari pertama pasien mengatakan nafsu makan menurun dengan kadar hemoglobin 8,2 g/dl, hari terakhir edukasi nutrisi pada jus bayam pasien mengatakan nafsu makan meningkat dengan kadar hemoglobin 9. Kata Kunci :Gagal ginjal kronik, gangguan pemenuhan nutrisi, jus bayam ABSTRACT Background: Chronic Kidney Failure is a condition where the kidneys experience damage that continues beyond a period of more than 6 months. Kidney failure is usually accompanied by several complications, one of which is nutritional deficiency which causes a decrease in hemoglobin levels due to the inability of the kidneys to form erythropoiten hormone. Chronic renal failure patients with impaired nutritional fulfillment can be overcome by giving spinach juice with nutritional education applied with a low protein diet. Objective: To determine the nutritional education of giving spinach juice to Chronic Renal Failure patients who experience impaired fulfillment of nutritional needs. Methods: using case studies collecting documentation and questionnaires from diagnostic examinations and other relevant data to explore the problem of spinach juice nutrition education in patients with chronic renal failure who experience impaired fulfillment of nutritional needs. The results of the evaluation of the results of spinach juice nutrition education within 3 x 24 hours get the results of the effect of giving spinach juice, as evidenced that on the first day the patient said his appetite decreased with a hemoglobin level of 8.2 g / dl, the last day of nutritional education on spinach juice the patient said his appetite increased with a hemoglobin level of 9. Keywords: Chronic renal failure, nutritional fulfillment disorders, spinach juice
HUBUNGAN RESIKO JATUH DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA KABUPATEN BONDOWOSO
Setyo, Fitria Malya Rizki;
Cahya Tribagus Hidayat;
Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4791
ABSTRAK Pendahuluan: Lanjut usia mengalami kemunduran dalam fungsi fisik maupun sosial. Kemunduran pada lanjut usia menyebabkan penurunan aktivitas fisik serta resiko jatuh yang dialami para lanjut usia seiring bertambahnya jumlah usia. Faktor resiko jatuh pada lanjut usia dipengaruhi penurunan aktivitas fisik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan Resiko Jatuh Dengan Aktivitas Fisik Pada Lansia Di Upt Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kabupaten Bondowoso. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 80 lansia menggunakan teknik sampling simple random sampling. Pada penelitian ini menggunakan analisis uji statistik Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian diperoleh dengan r hitung 0,329 yang termasuk kedalam kategori rendah (0,20-0,399). Arah kolerasi pada hasil penelitian ini adalah positif (+). Dengan demikian H1 diterima yang berarti ada Hubungan Antara Resiko Jatuh dengan Aktivitas Fisik pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kabupaten Bondowoso. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini diharapkan lansia lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas fisik agar mengurangi tingkat risiko jatuh dan Tenaga kesehatan dapat mengantisipasi terjadinya risiko jatuh pada lansia dengan memberikan motivasi latihan fisik seperti menjelaskan dampak risiko jatuh dan manfaat melakukan latihan fisik. Kata kunci: Aktivitas Fisik, Resiko Jatuh, Lansia ABSRACT Introduction: The elderly experience a decline in physical and social functions. Setbacks in the elderly cause a decrease in physical activity and the risk of falls experienced by the elderly as they age. Risk factors for falls in the elderly are influenced by decreased physical activity. purpose: The aim of this research is to determine the relationship between the risk of falls and physical activity in the elderly at the Tresna Werdha Social Services Unit, Bondowoso Regency. Methods: This research design uses a correlative with a cross sectional approach. The sample size was 80 elderly using simple random sampling technique. In this study using Spearman Rho statistical test analysis. Results: The results of the study obtained with r count 0.329 which is included in the low category (0.20-0.399). The direction of correlation in the results of this study is positive (+). This H1 is accepted, which means that there is a relationship between the risk of falling with physical activity in the elderly at the Bondowoso Regency Tresna Werdha Social Home. Conclusion: From the results of this study, it is hoped that the elderly will be more careful in carrying out physical activities in order to reduce the level of risk of falling and health workers can anticipate the risk of falling in the elderly by providing physical exercise motivation such as explaining the impact of the risk of falling and the benefits of doing physical exercise. Keywords: Physical Activity, Fall Risk, Elderly
PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL TRIMESTER 2 DAN 3 DI DESA KARANGPRING KECAMATAN SUKORAMBI KABUPATEN JEMBER
Jannah, Faiqotul;
Azza, Awatiful;
Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4792
ABSTRAK Latar Belakang: Anemia dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan yang utama di negara berkembang dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi pada ibu hamil dan janin. Kejadian anemia dipengaruhi salah satunya kepatuhan konsumsi tablet Fe. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experimental dengan pendekatan pre test post test group desain yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi terhadap kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil trimester 2 dan 3 di desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 2 dan 3 di desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember sebanyak 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adal menggunakan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) dan lembar kuisioner closed ended discovery. Hasil penelitian ini di analisis dengan menggunakan uji wilcoxon (α = 0,05). Hasil: setelah dilakukan uji wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe sebelum dan sesudah diberikan edukasi. pengaruh edukasi terhadap kepatuhan konsumsitablet Fe pada ibu hamil trimester 2 dan 3 dengan analisis statistik menggunakan uji wilcoxon menunjukkan P value 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh edukasi terhadap kepatuhan konsumsi tabletFe pada ibu hamil trimester 2 dan 3. Rekomendasi penelitian ini yaitu bahwa edukasi bermanfaat untuk kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil sehingga ibu hamil utamanya trimester 2 dan 3 diharapkan mengkonsumsi tablet Fe secara teratur. Kata kunci: Edukasi, Ibu Hamil, Kepatuhan Konsumsi, Tablet Fe ABSTRACT Background: Anemia in pregnancy is a major health problem in developing countries with high morbidity and mortality rates in pregnant women and fetuses. The incidence of anemia is influenced by adherence to Fe tablet consumption. Methods: This study used a pre experimental research design with a pre test post test group design approach which aims to identify the effect of education on compliance with Fe tablet consumption in trimester 2 and 3 pregnant women in Karangpring village, Sukorambi District, Jember Regency. The population in this study were trimester 2 and 3 pregnant women in Karangpring village, Sukorambi District, Jember Regency, totaling 45 people. The sampling technique used total sampling. The instruments used in this study were the Counseling Event Unit (SAP) and the closed ended discovery questionnaire sheet. The results of this study were analyzed using the Wilcoxon test (α = 0.05). Results: after the Wilcoxon test showed there was a significant difference between compliance with Fe tablet consumption before and after education. the effect of education on compliance with Fe tablet consumption in trimester 2 and 3 pregnant women with statistical analysis using the Wilcoxon test showed a P value of 0.000 less than α = 0.05 so that H1 was accepted. The conclusion of this study is that there is an effect of education on adherence to Fe tablet consumption in pregnant women in trimester 2 and 3. The recommendation of this study is that education is useful for adherence to Fe tablet consumption in pregnant women so that pregnant women, especially trimester 2 and 3, are expected to consume Fe tablets regularly. Key words: Education, Pregnant Women, Consumption Compliance, Fe Tablet
PEMBERIAN JUS MENTIMUN TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN NY.S DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS SUMBERSARI JEMBER:STUDI KASUS
Rensania Nancy Fitria Bayuningtias;
Dwi Yunita Haryanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4793
Latar Belakang: Hipertensi secara umum di definisikan keadaan dimana meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Terapi pemberian jus mentimun adalah salah satu pengobatan herbal antara lain efek samping yang relatif rendah serta memiliki efek non farmakologi sesuai untuk penyakit metabolik dan degeneratif seperti hipertensi. Tujuan: studi kasus ini adalah melakukan observasi tekanan darah pada hipertensi dengan penerapan terapi pemberian jus mentimun. Metode: digunakan yaitu deskriptif dengan bentuk studi kasus adalah gangguan hipertensi pada Ny. S di wilayah Puskesmas Sumbersari Jember. Pengumpulan data dalam studi kasus ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan pemeriksaan tekanan darah. Hasil: Hasil pengkajian didapatkan klien tidak mengetahui bagaimana pola hidup sehat terutama bagi penderita hipertensi. Klien kurang menjaga pola makan sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi kambuh dan menyebabkan nyeri tengkuk, tekanan darah 157/70 mmHg. Pemberian jus mentimun dilakukan selama 2 pekan. Setelah diterapkan implementasi didapatkan hasil klien sudah mengetahui bagaimana menjaga pola hidup sehat dan pola makan pada pertemuan terakhir didapatkan tekanan darah klien normal yaitu 120/80 mmHg. Rekomendasi: Karya tulis ilmiah ini menunjukkan implementasi pemberian jus mentimun efektif digunakan untuk menurunkan tekanan darah Peneliti berasumsi bahwa perubahan tekanan darah dipengaruhi secara signifikan oleh jus mentimun yang diberikan kepada pasien hipertensi. Terapi jus mentimun merupakan pengobatan alternatif dan mudah didapat, namun tetap harus didukung dengan pemantauan tekanan darah secara berkala. Kata kunci: Hipertensi, Jus Mentimun, Tekanan Darah
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DIET RENDAH GARAM PADA ANGGOTA KELUARGA NY.S YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS ARJASA
Dwi Ayu Cahyaningsih;
Dwi Yunita Haryanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4794
Latar Belakang: Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah kondisi tekanan darah sistole lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastole lebih dari 90 mmHg keadaan yang meningkat diatas normal. Pendidikan kesehatan diet rendah garam dapat menambah pengetahuan klien dan keluarga. Salah satu penyebab tekanan darah meningkat yaitu penggunaan konsumsi natrium yang berlebih. Tujuan: Diharapkan klien dan keluarga mampu memahami dan menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi natrium untuk menjaga tekanan darah tetap stabil di Desa Kemuning Lor Wilayah Puskesmas Arjasa. Metode: Deskriptif dengan bentuk studi kasus adalah gangguan hipertensi pada Ny. S dengan pendidikan kesehatan diet rendah garam di wilayah Puskesmas Arjasa. Pengumpulan data dalam studi kasus ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Target keberhasilan dari tindakan pendidikan kesehatan diet rendah garam yaitu 1 minggu dengan 5 kali kunjungan pada tanggal 04 Januari 2024 sampai 11 Januari 2024. Pelaksaan tindakan pada tanggal 05 Januari 2024 jam 14.00-15.00. Media yang digunakan adalah SAP, leaflet, dan kuisioner. Hasil: Implementasi menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan diet rendah garan didapatkan TD klien 201/90 mmHg dan tingkat pengetahuan klien dan kelurga dari hasil pre test adalah kurang. Setelah diberikan pendidikan kesehatan diet rendah garam didapatkan pada tanggal 11 Januari 2024 TD klien 160/80 mmHg membaik, kelurga mampu menerapkan diet rendah garam, tingkat pengetahuan dari hasil post test klien dan keluarga meningkat. Pendidikan kesehatan diet rendah garam berpengaruh untuk dapat menurunkan tekana darah. Kata Kunci : Diet Rendah Garam, Hipertensi, Pendidikan Kesehatan
IMPLEMENTASI LATIHAN TANDEM STANCE EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA NY. J DI UPT PSTW JEMBER: STUDI KASUS
Rechika Amelia Eka Putri;
Dian Ratna Elmaghfuroh
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4795
Latar Belakang: Lanjut usia merupakan suatu kelompok yang berusia 60 tahun atau lebih, pada saat memasuki fase lanjut usia ini akan mengalami penurunan fungsi tubuh sehingga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan pada lansia merupakan ketidakmampuan untuk mempertahankan postur tubuh yang stabil. Gangguan keseimbangan disebabkan karena adanya penurunan kekuatan otot dan fungsi kognitif yang dapat menyebabkan penurunan persepsi sensori, respon motork dan reseptor proprioseptif pada sistem saraf pusat (SSP). Tujuan: Mendeskripsikan bagaimana implementasi latihan tandem stance exercise pada lansia dengan gangguan keseimbangan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dalam bentuk studi kasus mendalam pada lansia dengan gangguan keseimbangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil: Berdasarkan data yang didapat lansia yang mengalami gangguan keseimbangan terlihat skor BBS 34 dengan interpretasi gangguan keseimbangan sedang. Implementasi latihan tandem stance exercise efektif dalam meningkatkan keseimbangan dari skor BBS 34 (gangguan keseimbangan sedang) menjadi skor 42 (gangguan keseimbangan ringan) selama latihan Implementasi latihan tandem stance sebanyak 6 kali dalam waktu 2 minggu dengan durasi 15 menit. Kesimpulan: Karya tulis ilmiah ini menunjukkan implementasi latihan tandem stance exercise efektif digunakan untuk meningkatkan keseimbangan pada lansia sehingga masukan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan implementasi latihan tandem stance exercise sebagai intervensi keperawatan serta memberikan pendidikan kesehatan mengenai latihan tandem stance exercise terhadap lansia yang mengalami gangguan keseimbangan. Kata Kunci: Gangguan Keseimbangan, Lansia, Tandem stance exercise