cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
IMPLEMENTASI BATUK EFEKTIF PADA KELUARGA NY.S DENGAN TUBERKULOSIS PARU DI KECAMATAN PATRANG JEMBER: STUDI KASUS Amal Hayati; Dwi Yunita Haryanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4796

Abstract

Latar Belakang: Tubercolosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam paru paru dan menyebabkan pengidapnya mengalami sesak nafas disertai batuk kronis. Batuk efektif merupakan cara untuk melatih pasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif dengan tujuan untuk membersihakan laring, trakea, dan bronchioles dari sekret atau benda asing dijalan nafas. Tujuan: dari penelitian ini adalah mendeskripsikan intervensi batuk efektif terhadap klien yang terkena tuberkolosis paru. Pengumpulan dta dalam stusi kasus ini dilakukan dengan wawancara, observasi dari studi dokumen. Metode: yang digunakan adalah deskriptif dengan bantuk studi kasus adalah tuberculosis pada Ny. S dengan implementasi batuk efektif di Kecamatan Patrang Jember. Target keberhasilan dari tindakan batuk efektif yaitu selama 2 minggu dengan 4 kali kunjungan. Media yang digunakan adalah lembar pengkajian atau askep, hasil pemeriksaan fisik, leaflet, dan hasil laboratorium. Hasil: implementasi menunjukkan bahwasannya klien mampu mengeluarkan sputum dengan mandiri secara benar. Keluarga mampu mendampingi Ny.S saat melakukan tindakan batuk efektif pada pagi hari. Pendampingan keluarga terhadap klien selama keberhasilan klien dalam masa penegakan diagnose sangat efektif terhadap penyembuhan dan memberikan sputum untuk pemeriksaan laboratoriu sebagai diagnose medis bisa di tegakkan. Kata kunci : Implementasi batuk efektif, Tuberkolosis
HUBUNGAN KONSUMSI MIE INSTAN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KALIWATES Mulyaningsih, Ellya; Asmuji, Asmuji; Adi, Ginanjar Sasmito
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4802

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg atau lebih pada dua kali pengukuran. Prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan meningkat dari waktu ke waktu. Salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan hipertensi yaitu perilaku gaya hidup dalam mengkonsumsi makanan seperti konsumsi garam yang berlebih. Salah satu makanan yang mengandung garam adalah mie instan. Menurut Kementrian Kesehatan batas konsumsi garam per hari tidak boleh melebihi 2000 mg natrium atau setara 1 sendok teh, sedangkan kandungan natrium dalam mie rata – rata keseluruhan 1256 mg natrium. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi mie instan terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Kaliwates Kabupaten Jember. Desain Penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah 217 pasien rawat jalan usia 40 – 60 di Puskesmas Kaliwates. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu kelompok kasus 27 responden dan kelompok kontrol 27 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner . Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan konsumsi mie instan terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Kaliwates p value 0,004 <(0,05), dengan Nilai OR didapatkan yakni 6,192 dengan CI lower upper masing-masing 1,683 dan 22,785 dimana jika mengkonsumsi mie instan berisiko mengalami hipertensi sebesar 6.192 kali dibanding yang tidak mengkonsumsi mie instan, dengan sekurang-kurangnya lebih berisiko sebesar 1,683 kali dan paling besar lebih berisiko sebesar 22,785 kali lipat dapat menderita hipertensi. Saran: Diharapkan responden dapat mengurangi konsumsi makanan instan, tinggi kalori, berlemak, berpengawet dan kurangi asupan garam yang dapat menyebabkan hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Mie Instan ABSTRACT Background: Hypertension or high blood pressure is a condition in which blood pressure exceeds the systolic normal limit of 140 mmHg or more and diastolic 90 mmHg or more at two measurements. The prevalence of hypertension in Indonesia is estimated to increase over time. One of the risk factors that can cause hypertension is lifestyle behavior in eating foods such as excess salt consumption. According to the Ministry of Health, the salt intake limit should not exceed 2000 mg of sodium per day or the equivalent of 1 teaspoon, while the sodium content in peanuts averages a total of 1256 mg. The purpose of this research is to find out the relationship between the consumption of instantaneous noodles and the occurrence of hypertension in Kaliwates Health Center district of Jember. Design is a descriptive correlation with a case control approach. The study population was 217 street care patients aged 40 – 60 in Puskesmas Health Center. The sample in the study was divided into two cases of 27 respondents and a control group of 27. The instinct used is a questionnaire. bivariant analysis using the Chi-square test. Results: There is a relationship between instantaneous meat consumption and hypertension incidence in Kaliwates Health Center p value 0,004 <(0,05), with OR value obtained is 6,192 with lower upper CI respectively 1,683 and 22,785 where if consuming instantaneu meat has a risk of developing high blood pressure of 6.192 times compared to those who do not consume instantaneus meat, with at least a higher risk of 1, 683 times and the greatest a greater risk of suffering from hypertensive 22.785 times. Advice: Expect respondents to reduce the consumption of instant foods, high-calorie, fatty, preserved and reduced salt intake that can lead to hypertension. Keywords: Hypertension, instantaneous noodles
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERSARI JEMBER Sari, Ika Yesika; Hidayat, Cahya Tri Bagus; M. Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular di Indonesia, dan sering tidak menunjukkan gejala serta baru disadari setelah menyebabkan gangguan organ. Kebiasaan seseorang yang kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan penyakit lainnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sumbersari. Metode: penelitian ini menggunakan desai korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sumbersari. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel paling minimum yaitu 30 responden.Tehnik sampling purposive sampling dengan menetapkan beberapa kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) dan sphygmomanometer aneroid ABN, stetoskop. Hasil: dari hasil uji spearman rank didapat nilai signifikan p value 0,000 atau α< 0,05 dengan demikian, H1 diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sumbersari. Kesimpulan: Mayoritas responden dengan kualitas tidur buruk memiliki kenaikan tekanan darah, sehingga perlu dilakukan penyuluhan dan pendampingan pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Tekanan Darah, Hipertensi ABSTRACT Background: Hypertension is one of the non-communicable diseases in Indonesia, and often does not show symptoms and is only realized after causing organ disorders. A person's habit of not getting enough sleep or poor sleep quality can increase the risk of high blood pressure, heart disease, and other diseases. Objective: This study aims to determine the relationship between sleep quality and blood pressure in hypertensive patients in the Sumbersari health center work area. Method: This study uses a correlational design with a cross-sectional approach. The population in this study were all hypertensive patients in the Sumbersari health center work area. This study used the minimum sample size of 30 respondents. The sampling technique was purposive sampling by setting several inclusion and exclusion criteria. The research instrument used the PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) questionnaire and ABN aneroid sphygmomanometer, stethoscope. Result: from the results of the Spearman rank test, a significant p value of 0.000 or α <0.05 was obtained, thus, H1 was accepted, which means that there is a significant relationship between sleep quality and blood pressure in hypertensive patients in the Sumbersari health center work area. Conclusion: The majority of respondents with poor sleep quality have increased blood pressure, so it is necessary to provide counseling and assistance to hypertension sufferers. Keywords: Sleep Quality, Blood Pressure, Hypertension
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LUMAJANG Afida Lailadzani; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4805

Abstract

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung lama bila tidak mendapat pengobatan yang memadai akan menyebabkan kerusakan otak (stroke) dan kematian. Obesitas atau Indeks Massa Tubuh (IMT) terbukti menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel yang diteliti dalam penelitian ini sebanyak 52 responden. Instrumen penelitiaan ini menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,007 < 0,05 artinya ada hubungan Indeks Massa Tubuh dengan tekanan darah. Indeks Massa Tubuh di poli penyakit dalam rumah sakit Bhayangkara rata-rata 30,79 kg/m2 dan tekanan darah sisitole rata-rata 176,73. Ada hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan tekanan darah. Oleh karena itu, menerapkan perilaku hidup sehat seperti konsumsi makanan sehat dan melakukan aktifitas fisik secara teratur sebagai upaya pencegahan kenaikan Indeks Massa Tubuh dan tekanan darah..
DAMPAK PSIKOSOSIAL PEREMPUAN KORBAN PEMERKOSAAN: LITERATUR REVIEW Abdurachman Habib Al Hakim; Hastin Trustisari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4822

Abstract

Di era modern, kasus pelecehan seksual seperti pemerkosaan semakin meningkat, dengan korban terbanyak adalah perempuan. Hal ini disebabkan karena perempuan cenderung lebih lemah, memudahkan pelaku mengendalikan mereka. Korban pemerkosaan mengalami trauma psikologis yang mendalam. Studi literatur ini bertujuan mengidentifikasi masalah psikososial korban pemerkosaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur jurnal dari database ilmiah seperti Google Scholar, dengan kriteria full text dan tahun 2013-2022. Hasil penelitian menunjukkan korban pemerkosaan mengalami trauma psikologis parah dan merasa harga dirinya rendah. Pendampingan keluarga dan pekerja sosial sangat dibutuhkan untuk membantu korban memulihkan citra diri. Trauma berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan ekonomi. Dukungan berbagai pihak penting untuk membantu korban dalam pemulihan dan reintegrasi ke masyarakat. Kesimpulan: Kejahatan kekerasan seksual seperti pemerkosaan memberikan dampak traumatis yang sangat mendalam bagi korbannya, khususnya perempuan. Korban seringkali mengalami stres dan gangguan psikologis berupa Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD) yang membutuhkan penanganan medis dan psikologis komprehensif agar korban dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.
IMPLEMENTASI PENERAPAN GUIDED IMAGERY TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS KOESNADI BONDOWOSO Lestari, Rizky Dwi; Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4825

Abstract

ABSTRAK Tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolic di atas 90 mmHg, yang didapatkan dari dua kali pengukuran dalam keadaan tenang, didefinisikan sebagai hipertensi (Suciana et al., 2020). Menurut WHO, tekanan darah masih normal pada 140/90 mmHg, namun dikategorikan hipertensi jika mencapai 160/95 mmHg (Adam, 2019). Guided Imaginary pada penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan darah walaupun penurunannya berbeda-beda. Hal lain yang dapat mempengaruhi perbedaan setiap individu yang bervariasi, serta tingkat pencapaian relaksasi yang berbeda beda dan umumnya tekanan darah akan naik seiring dengan betambahnya usia (Lannasari et al., 2023). Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam (in depth interview) untuk menggali informasi secara mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan Hipertensi di Ruang Teratai Rs. dr. H. Koesnadi Bondowoso. Standar Guided Imagery yaitu untuk menurunkan rasa cemas serta memberikan relaksasi kepada orang dewasa dan anak-anak. Selain itu, teknik ini efektif dalam mengurangi nyeri, masalah tidur, dan perubahan terhadap tekanan darah. Klien hipertensi akan mengalami perubahan tekanan darah sebagai hasil dari teknik ini, yang dilakukan selama tiga puluh menit setiap latihannya. Evaluasi hasil implementasi keperawatan selama 4x24 jam yaitu, pada hari terakhir setelah melakukan teknik guided imagery, tekanan darah pasien menurun dari 155/98 mmHg menjadi tekanan darah 150/100 mmHg. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa masalah keperawatan pada Ny.M telah diselesaikan sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil. Saran bagi keluarga sebaiknya dapat menerapkan Guided Imagery dirumah demi mencegah tekanan darah naik. Kata Kunci: Hipertensi, Guided Imagery ABSRACT Systolic blood pressure above 140 mmHg and diastolic pressure above 90 mmHg, obtained from two measurements in a calm state, are defined as hypertension (Suciana et al., 2020). According to WHO, blood pressure is still considered normal at 140/90 mmHg, but the diagnosis of hypertension is made if it reaches 160/95 mmHg (Adam, 2019). Guided Imagery in hypertensive patients can reduce blood pressure, although the decrease varies and the level of relaxation achieved differs from individual to individual and can increase with age (Lannasari et al., 2023). This study uses an in-depth interview method to explore phenomena related to the researched cases. This research uses a phenomenological approach to explore nursing issues in the Hypertension Room of the Teratai Ward at Rs. Koesnadi Bondowoso. Standard Guided Imagery, which aims to reduce stress, provide relaxation to adults and children. In addition to reducing anxiety, sleep problems, and changes in blood pressure. Hypertensive clients will experience changes in blood pressure as a result of undergoing this technique for thirty minutes each training session. Evaluation of the 4x24 hour period shows a decrease in the patient's blood pressure by 155/98 mmHg to 150/100 mmHg. The results of the evaluation show that the application of guided imagery can be completed in accordance with the expected objectives. The recommendation for the patient's family is to apply Guided Imagery at home to prevent blood pressure from rising. Keywords: Hypertension, Guided Imagery
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MANAJEMEN FRAKTUR TERHADAP KETERAMPILAN MENGATASI TRAUMA EKSTREMITAS KECELAKAAN LALU LINTAS BAGI DRIVER OJEK ONLINE DI KABUPATEN JEMBER Ningrum, Zulfaa Ariyani Cahya; Cipto Susilo; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4826

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab terbesar yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang pada kehidupan sehari-hari Kecelakaan lalu lintas menyebabkan korban meninggal dunia, korban luka berat dan korban luka ringan. Trauma ekstremitas merupakan kondisi kegawatdaruratan yang disebabkan karena terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dalam pertolongan awal korban dengan trauma ekstremitas, hidup atau matinya korban sangatlah bergantung kepada penolong pertama di lokasi tempat terjadinya kecelakaan Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-exsperimental dengan pendekatan Pretest-posttest Design yang bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan manejemen fraktur terhadap keterampilan mengatasi trauma ekstremitas kecelakaan lalu lintas dengan sampel sejumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampling dengan menggnakan purposive sampling dan uji analisis menggunakan Uji T-Test (α = 0,05). Hasil penelitian setelah dilakukan Uji T-test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara keterampilan mengatasi trauma ekstremitas kecelakaan lalu lintas sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan manajemen fraktur. Pengaruh pendidikan kesehatan manajemen fraktur terhadap keterampilan mengatasi trauma ekstremitas kecelakaan lalu lintas dengan analisis statistik menggunakan Uji T-test menunjukkan P Value 0,0001 lebih kecil dari α = 0,005. Sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh pendidikan kesehatan manajemen fraktur terhadap keterampilan mengatasi trauma ekstremitas kecelakaan lalu lintas. Rekomendasi penelitian ini yaitu pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap keterampilan seseorang dalam menolong korban kecelakaan lalu lintas sehingga diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan petugas pelayanan kesehatan dan dapat mengurangi resiko kecacatan bahkan kematian diluar Rumah Sakit. Kata kunci : Manajemen Fraktur, Trauma Ekstremitas, Kecelakaan Lalu Lintas ABSTRACT Traffic accidents are the biggest cause of loss of life in everyday life. Traffic accidents cause deaths, serious injuries and minor injuries. Extremity trauma is an emergency condition caused by traffic accidents. In the initial aid of victims with limb trauma, the life or death of the victim is very dependent on the first helper at the scene of the accident. This study used a pre-experimental research design with a Pretest-posttest Design approach which aims to determine the effect of fracture management health education on skills to overcome traffic accident limb trauma with a sample of 30 respondents. The sampling technique used purposive sampling and the analysis test used the T-Test (α = 0.05). The results of the study after the T-test showed that there was a significant difference between the skills of overcoming traffic accident limb trauma before and after being given fracture management health education. The effect of fracture management health education on skills to overcome traffic accident limb trauma with statistical analysis using the T-test shows a P Value of 0.0001 smaller than α = 0.005. So that H1 is accepted. The conclusion of this study is that there is an effect of fracture management health education on skills to overcome traffic accident limb trauma. The recommendation of this study is that health education affects a person's skills in helping victims of traffic accidents so that it is expected to help ease the work of health care workers and can reduce the risk of disability and even death outside the hospital. Key words: Fracture Management, Extremity Trauma, Traffic Accident
HUBUNGAN PERILAKU MENGKONSUMSI JAJANAN TIDAK SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK SDN KARANG DUREN 1 Prasetyo, Arie Wahyu; Nikmatur Rohma; Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4827

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Mengkonsumsi jajanan merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat terutama pada anak sekolah. Akan tetapi mengkonsumsi jajanan yang tidak sehat dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan apabila tidak diolah dengan benar. Jajanan yang terkontaminasi bakteri, virus atau bahan kimia masuk kedalam tubuh melalui mulut menuju saluran pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku mengkonsumsi jajanan tidak sehat dengan kejadian diare pada anak SDN Karang Duren 01. Metode: penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan rancangan Cross Sectional yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabel dependen dan variabel independen. Pengumpulan datanya dengan kuesioner secara datanya secara korelasi. Dalam penelitian ini ada satu subyek anak sekolah dasar yang memilih jajanan tidak sehat sehingga menyebabkan anak sekolah dasar dapat terkena penyekit diare. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3,4 dan 6 SDN Karang Duren 01 yakni 62 responden. Analisis data dilakukan dengan uji hipotesis. Hasil: Hasil penelitian menujukkan bahwa salah satu penyebab terjadinya penyakit diare, yaitu karena anak sekolah dasar mengonsumsi jajanan tidak sehat sehingga dapat berdampak diare pada anak SDN Karang Duren 01. Hasil penelitian ini dengan uji Rank Spearmen Rho (0,05) menunjukkan bahwa adanya hubungan antara jajanan tidak sehat dengan kejadian diare pada anak SDN Karang Duren 01. Hasil penelitian ini di dapatkan dengan uji Spenman Rho dengan p value sebesar 0,010. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat hubungan signifikan antara perilaku jajanan tidak sehat dengan kejadian diare Kata kunci: Jajanan Tidak Sehat, Kejadian Diare, Anak Sekolah ABSRACT Introduction: Consuming snacks is an inseparable part of people's lives, especially for school children. However, consuming unhealthy snacks can have a negative impact on health if they are not processed properly. Snacks contaminated with bacteria, viruses or chemicals enter the body through the mouth and into the digestive tract. Objective: This research aims to determine the relationship between unhealthy snack consumption behavior and the incidence of diarrhea in children at SDN Karang Duren 01. Method: This research is a correlation research with a cross sectional design which emphasizes the time of measurement or observation of data on the dependent and independent variables. The data was collected using a questionnaire in a correlational manner. In this study, there was one elementary school child subject who chose unhealthy snacks, which caused the elementary school child to contract diarrhea. The sample in this research was students in grades 3, 4 and 6 of SDN Karang Duren 01, namely 62 respondents. Data analysis was carried out by hypothesis testing. Results: The results of the study show that one of the causes of diarrhea is because elementary school children consume unhealthy snacks so that it can have an impact on diarrhea in children at SDN Karang Duren 01. The results of this study using the Rank Spearman Rho test (0.05) show that there is a relationship between unhealthy snacks and the incidence of diarrhea in children at SDN Karang Duren 01. The results of this research were obtained using the Spenman Rho test with a p value of 0.010. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a significant relationship between unhealthy snacking behavior and the incidence of diarrhea. Keywords: Unhealthy snacks, diarrhea, students
IMPLEMENTASI TERAPI TOTOK PUNGGUNG TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Reza Amelia Agustin; Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4831

Abstract

Latar Belakang : Keadaan dimana tekanan darah sistole lebih dari maupun sama dengan 140 mmHg ataupun tekanan darah diastole lebih dari ataupun sama dengan 90 mmHg dikenal sebagai Hipertensi. Tujuan : untuk mengevaluasi pasien hipertensi yang menerima terapi komplementer yaitu Totok Punggung yang merupakan salah satu upaya untuk peningkatan kesehatan serta mengurangi sakit di punggung, totok punggung memberikan tekanan dan memberikan getaran area tertentu di punggung. Metode : Desain riset ini memakai riset permasalahan studi kasus observasi. Hasil : pasien tidak mengenali gimana cara gaya hidup sehat paling utama untuk penderita hipertensi. Responden kurang menjaga gaya makan sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi kambuh dan menyebabkan nyeri kepala, tekanan darah awal 159/92 mmHg. Diagnosa yang ditemukan yakni manajemen kesehatan tidak efektif. Rencana tindakan keperawatan yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan dengan memberikan ajaran perilaku hidup sehat. Tindakan keperawatan yang dilakukan selama 3 x 24 jam dengan edukasi kesehatan. Evaluasi keperawatan setelah diterapkan implementasi didapatkan hasil Responden sudah mengerti bagaimana gaya hidup sehat dan bagaimana menjaga gaya makan dan didapatkan tekanan darah dihari ketiga yaitu tekanan darah Responden normal yaitu 125/73 mmHg. Kesimpulan : Setelah dilakukan implementasi terapi totok punggung terhadap Responden didapatkan tekanan darah normal yaitu 125/73 mmHg. Kata Kunci : Hipertensi, Totok Punggung
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN WANITA PCOS (POLYCYCSTIC OVARIAN SYNDROME) DI POLI KANDUNGAN RS TK. III BALADHIKA HUSADA JEMBER Anggi Marnata Putri; Diyan Indriyani; Awatiful Azza
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4832

Abstract

Introduksi : Kehadiran PCOS ini tidak hanya serta merta berdampak pada fisik seorang wanita, tetapi juga dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan. PCOS ini sendiri menjadi salah satu penyakit yang signifikan karena mekanisme penyakit ini memiliki dampak kesehatan. Dukungan dari suami merupakan salah satu komponen dukungan sosial yang diartikan sebagai penghiburan, pengakuan, penghargaan, atau bantuan yang diberikan kepada individu dengan kondisi yang diterima baik oleh individu maupun kelompok. Dengan diberikan dukungan positif oleh suami, tingkat cemas istri akan berkurang dari sesuatu hal yang berbau negatif dalam hidupnya. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectionalbertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan suami dengan wanita PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) di poli kandungan RS TK III Baladhika Husada Jember dengan besar jumlah populasi 80 wanita PCOS pada bulan Juni - Juli. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling jenis quota sampling. Penelitian ini menggunakan uji analisis Spearman Rho. Hasil : Didapatkan data bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan suami yang optimal yaitu sebanyak 53 responden (66,3%) dan 27 responden (33,8%) mengalami dukungan suami kurang optimal. Sementara untuk variabel kecemasan sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan yang ringan yaitu sebanyak 51 responden (63,8%), sedangan 20 responden (25,0%) mengalami tingkat kecemasan ringan, dan 20 responden (25,0%) mengalami tingkat kecemasan sedang, serta 9 responden (11,3%) mengalami tingkat kecemasan berat dengan p value 0,000 yang berarti ada hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan wanita PCOS Diskusi : Ada hubungan yang signifikan dukungan suami dengan tingkat kecemasan wanita PCOS di poli kandungan RS TK III Baladhika Husada Jember. Saran peneliti untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan studi banding untuk membandingkan efektivitas dukungan suami dengan dukungan keluarga atau sumber dukungan lain dalam penatalaksanaan PCOS dengan menggunakan instrumen lain. Hal ini dapat memberikan informasi tambahan tentang peran dukungan suami dalam konteks penelitian lebih lanjut. Sehingga, peneliti selanjutnya diharapkan mampu melanjutkan penelitian penelitian memanfaatkan instrumen atau teknik sampling yang berbeda dari waktu ke waktu.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue