cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORRAGIC DENGAN HEMIPHARESE MELALUI PEMBERIAN INTERVENSI TERAPI GENGGAMAN BOLA KARET Nur Rohmah; Kristina Everentia Ngasu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i1.4990

Abstract

Latar Belakang : Stroke non haemorrhagic merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah sehingga memutus supai darah ke otak. Akibat dari penyumbatan pembuluh darah diantaranya yaitu terjadi kelemahan anggota tubuh atau hemipharese. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan adalah dengan pemberian Terapi Genggaman Bola Karet untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non haemorragic. Tujuan : Pemberian asuhan keperawatan ini bertujuan untuk melakukan asuhan yang komperhensif melalui intervensi terapi genggaman bola karet, khususnya pada pasien stroke non haemorragic yang mengalami kelemahan. Metode : Metode pada asuhan keperawatan yaitu dengan mendemontrasikan tentang cara melakukan terapi genggaman bola karet dan edukasi terkait terapi yang diberikan, serta pengukuran sebelum dan sesudah terapi. Hasil : Hasil yang didapatkan melalui penerapan terapi non farmakologis dengan terapi genggaman bola karet selama 3 hari 10 menit, menunjukkan adanya peningkatkan kekuatan tonus otot pada pasien yang sebelumnya nilai kekuatan otot 3, kemudian sesudah diberikan terapi menjadi 4. Kesimpulan : Terapi menggenggam bola karet terhadap kekuatan otot pada pasien stroke non hemorrhagic yang dilakukan intervensi selama 3 hari mampu meningkatkan kekuatan otot pasien.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SINDROM NEFROTIK (SN) DENGAN TERAPI AKTIVITAS BERMAIN MEWARNAI TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN DI RUANG DAHLIA BAWAH RSUD KABUPATEN TANGERANG Sari, Mey Indah; Ns.Rianti.,S.Kep.M.Kep; Ns.Siti Napsiah., S.Kep
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.4995

Abstract

Definisi: Sindrom nefrotik adalah kerusakan pada ginjal yang menyebabkan kadar protein di dalam urine meningkat. Tingginya kadar protein tersebut disebabkan oleh kebocoran pada bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah (glomerulus). Rumusan Masalah: “Bagaimanakah asuhan keperawatan pada pasien Sindrom Nefrotik (SN) dengan pemberian intervensi terapi bermain mewarnai terhadap penurunan kecemasan”. Tujuan: Gambaran umum tentang asuhan keperawatan pada pasien Sindrom Nefrotik (SN) dengan pemberian intervensi terapi bermain mewarnai terhadap penurunan kecemasan”. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan kuesioner SCAS terdiri dari 20 item pertanyaan untuk mengukur tanda adanya kecemasan pada anak. Setelah dilakukan inovasi pemberian terapi bermain mewarnai pada penyakit Sindrom Nefrotik (SN) terhadap penurunan Tingkat kecemasan dari berat menjadi ringan. Hasil penelitian: Berdasarkan karya tulis ilmiah di atas tentang penanganan Tingkat kecemasan pada penyakit SN atau Sindrom Nefrotik dengan intervensi pemberian terapi bermain mewarnai dapat disimpulkan bahwa terapi bermain mewarnai secara bermakna dapat menurunkan Tingkat kecemasan pada anak.   Kata Kunci: Sindrom Nefrotik, Mewarnai, Kecemasan   ABSTRACK   Definition: Nephrotic syndrome is damage to the kidneys that causes protein levels in the urine to increase. High levels of protein are caused by leaks in the part of the kidney that functions to filter blood (glomerulus). Problem Formulation: "How does nursing care for Nephrotic Syndrome (SN) patients by providing colored play therapy intervention reduce anxiety?" Objective: General description of nursing care for Nephrotic Syndrome (SN) patients by providing colored play  therapy interventions to reduce anxiety. Research method: This research uses the SCAS questionnaire consisting of 20 question items to measure signs of anxiety in children. After the innovation of providing coloring play therapy for Nephrotic Syndrome (SN), anxiety levels were reduced from severe to mild. Research results: Based on the scientific paper above regarding the treatment of anxiety levels in NS disease or Nephrotic Syndrome with the intervention of coloring play therapy, it can be concluded that coloring play therapy can significantly reduce anxiety levels in children. Key words: Nephrotic Syndrome, Coloring, Anxiety
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN INTERVENSI JUS SEMANGKA UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI DI PANTI WERDHA MARFATI Indah, Indah; Siti Robeatul Adawiyah; Regina Windyastuti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.4997

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Lansia merupakan tahap akhir dari pertumbuhan dan perkembangan manusia yang merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap manusia. Pada tahap ini, seseorang akan mengalami banyak perubahan baik fisik, mental, social, maupun kemunduran dalam berbagai fisiologis tubuh. Terdapat dua cara untuk menurunkan hipertensi, farmakologis dan non farmakologis. Non farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian jus semangka untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada pasien. Tujuan: Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui efektivitas jus semangka untukmenurunkan tekanan darah tinggi pada lansia. Metode: Desain metode kasus menggunakan asuhan keperawatan, sampel studi kasus menggunakan 1 pasien pada Ny. E dengan pengaplikasian terapi jus semangka selama 7 hari dengan jumlah 300 g di dapatkan tekanan darah tinggi menurun. Hasil: Berdasarkan hasil implementasi Pada hari pertama, Jumat 05 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 153/95 mmHg. Pada hari Kedua, Senin 08 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 148/85 mmHg. Pada hari Ketiga, Selasa 09 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 143/80 mmHg. Pada hari keempat, Rabu 10 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 138/78 mmHg. Pada hari kelima, Kamis 11 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 130/75 mmHg. Pada hari keenam, Jumat 12 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 125/72 mmHg. Pada hari ketujuh, Sabtu 13 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 120/70 mmHg. Kata Kunci: Jus Semangka, Hipertensi, Lansia ABSTRACT Background: Elderly is the final stage of human growth and development which is part of the life process that cannot be avoided and will be experienced by every human being. At this stage, a person will experience many changes, both physical, mental, social, as well as deterioration in various physiology of the body. There are two ways to reduce hypertension, pharmacological and non-pharmacological. Non-pharmacological treatment can be done by giving watermelon juice to reduce high blood pressure in patients. Purpose: The purpose of this paper is to determine the effectiveness of watermelon juice in reducing high blood pressure in the elderly. Method: Case method design using nursing care, case study sample using 1 patient in Mrs. E, by applying watermelon juice therapy for 7 days with a total of 300 g, high blood pressure was reduced. Results: Based on the results of implementation. On the first day, Friday 5 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 153/95 mmHg. On the second day, Monday 8 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 148/85 mmHg. On the third day, Tuesday 09 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 143/80 mmHg. On the fourth day, Wednesday 10 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 138/78 mmHg. On the fifth day, Thursday 11 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 130/75 mmHg. On the sixth day, Friday 12 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 125/72 mmHg. On the seventh day, Saturday 13 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 120/70 mmHg. Keywords: Watermelon Juice, Hypertension, Elderly
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI JUS MENTIMUN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI PANTI WERDHA MARFATI TAHUN 2024 Dwi Andrianto; Siti Robeatul Adawiyah; Regina Windya
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.4998

Abstract

Latar Belakang : Kelompok lanjut usia merupakan kelompok penduduk yang berusia 60 tahun keatas. Hipertensi merupakan factor risiko utama pada Kesehatan masyarakat hipertensi ini suatu penyakit yang tidak menonjol tetapi ini masalah yang sangat serius. Karena menyebabkan nyata pada Kesehatan fungsional penderita yaitu penyakit jantung coroner, gagal jantung, serta stroke. Tujuan : Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan gerontik pada pasien hipertensi dengan pemberian intervensi jus mentimun untuk menurunkan tekanan darah di panti werdha marfati. Metode: studi kasus yang dilakukan dengan observasi selama 3 kali pertemuan dengan intervensi pemberian jus mentimun. Hasil : studi kasus yang didapatkan bahwa setelah klien melakukan penerapan pemberian jus mentimun selama 3 hari terjadi penurunan tekanan darah. Kesimpulan : terdapat pengaruh pemberian jus mentimun terhadap penurunan hipertensi.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGUE HAEMORAGIC FEVER DENGAN PEMBERIAN EDUKASI AUDIO-VISUAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESIAPAN PENGETAHUAN DI RUANG PERAWATAN UTAMA LANTAI 4 RS AN-NISA TANGERANG TAHUN 2024 Safitri, Aulia Nur; Rangga Saputra
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5002

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyebaran virus dengue haemoragic fever atau penyakit virus dengue yang sering menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena penyebarannya semakin meningkat akibat faktor perubahan cuaca, kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat yang kurang pengetahuan tentang dengue haemoragic fever. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan pasien melalui media audio visual. Metode: yang dipakai dalam karya ilmiah ini Pre experimental one shot study case Pre-Post test design. Hasil: evaluasi tingkat pengetahuan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan klien, sebelum diberikan edukasi klien memiliki pengetahuan cukup, dengan skor 50 dari 11 pertanyaan, setelah di berikan edukasi audio visual pengetahuan klien baik dengan skor 110 dari 11 pertanyaan. Kesimpulan: setelah di lakukan intervensi berupa edukasi menggunakan media audio visual yang berdurasi 5 menit maka tingkat pengetahuan pasien meningkat. Kata Kunci: Dengue Haemoragik fever, Pengetahuan, Audio visual
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN INTERVENSI PEMBERIAN EDUKASI PERSONAL HYGIENE DI RUANG YUDISTIRA Dr. SITANALA TANGERANG Pratama, Akne Putri; Kristna Everentia Ngasu; Juwita Adiningsih
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5007

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Stroke terjadi karena ada gangguan aliran darah ke bagian otak. Bila ada daerah otak yang kekurangan pasokan darah secara tiba-tiba dan penderitanya mengalami gangguan sistem syaraf sesuai daerah otak yang terkena. Bentuknya dapat berupa lumpuh sebelah (hemiplegia), berkurangnya kekuatan sebelah anggota tubuh (hemiparesis), gangguan bicara, gangguan rasa (sensasi) di kulit sebelah wajah, lengan atau tungkai. Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yang berarti personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Model Orem diperluas dari perawatan individu menjadi perawatan keluarga dan keluarga dibutuhkan jika seorang dewasa tidak mampu melaksanakan perawatan diri secara memadai untuk memepertahankan kehidupan, memelihara kesehatan, atau penyakit. Hal tersebut juga dapat meminimalkan kecacatan dan mengurangi ketergantungan pada orang lain dalam beraktifitas. Kurangnya perawatan diri terlihat dari ketidakmampuan merawat kebersihan diri antaranya mandi, mandi, berhias, toileting(Nurrohmah et al. 2021).Tujuan : ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pasien non hemoragik dengan intervensi melalui pemberian edukasi personal hygiene meningkatkan derajat kesehatan, memelihara kesehatan diri, memperbaiki personal hygiene, mencegah penyakit. Metode :ini menggunakan metodelogi deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup pengkajian, diagnosa, rencana keperawatan, tindakan keperawatan dan evaluasi. Hasil : Selama 3 hari Pemberian Personal Hygiene Selama 30 Menit mampu perawatan diri. Kesimpulan : Terdapat Pengaruh Perawatan diri terhadap Edukasi Personal Hygiene pada pasien stroke non hemoragik yang dilakukan intervensi selama 3 hari. Kata kunci : Asuhan Keperawatan, Stroke Non Hemoragik, Edukasi, Personal Hygiene
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN GOUT ARTHRITIS DENGAN PEMBERIAN TERAPI JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DI PANTI WERDHA MARFATI TANGERANG Kholipah, Kholipah; Siti Robeatul Adawiyah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5008

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut aging process atau proses penuaan. Asam urat atau gout adalah penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah. Prevalensi hiperurisemia berdasar diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia adalah 11,9% dan berdasar diagnosis atau gejala 24,7%.4 Prevalensi berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan tertinggi di Bali (19,3%), diikuti Aceh (18,3%), hasil pengkajian didapatkan 6 lansia mengalami Asam Urat di Panti Werdha Marfati. Salah satu menanggulanginya dengan pemberian Jus Jambu Biji Merah. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh pemberian Jus Jambu Biji Merah terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia. Metode Penelitian : studi kasus (case study) pada seorang pasien dengan Gout Arthritis. Analisa data menggunakan analisis deskriptif. Hasil Penelitian : Hasil penerapan menunjukan terjadi penurunan kadar asam urat setelah pemberian Jus Jambu Biji Merah selama 7 hari berturut-turut, dari 10,5 mg/Dl menjadi 8,8 mg/dl. Maka, dapat disimpulkan Terapi Pemberian Jus Jambu Biji Merah memiliki pengaruh dalam penurunan kadar asam urat pasien Gout Arthritis. Kata Kunci : Lansia, Gout Artritis, Jus Jambu Biji Merah, Kadar Asam Urat. ABSTRACK Background: Elderly is an age group in humans who have entered the final stage of their life phase. This group categorized as elderly will experience a process called the aging process. Gout is a joint disease caused by high levels of uric acid in the blood. The prevalence of hyperuricemia based on the diagnosis of health workers in Indonesia is 11.9% and based on the diagnosis or symptoms 24.7%. 4 The prevalence based on the diagnosis of health workers is highest in Bali (19.3%), followed by Aceh (18.3%), the results of the study found 6 elderly people experiencing Gout at the Marfati Werdha Panti. One way to overcome it is by giving Red Guava Juice. Research Objective: to determine the effect of giving Red Guava Juice on reducing uric acid levels in the elderly. Research Method: case study on a patient with Gout Arthritis. Data analysis using descriptive analysis. Research Results: The results of the application showed a decrease in uric acid levels after administering Red Guava Juice for 7 consecutive days, from 10.5 mg/dl to 8.8 mg/dl. Therefore, it can be concluded that Red Guava Juice Therapy has an effect on reducing uric acid levels in Gout Arthritis patients. Keywords: Elderly, Gout Arthritis, Red Guava Juice, Uric Acid Levels.
KOMPRES HANGATPADA PASIEN ANAK DEMAM THYPOID DENGAN MASALAH HIPERTERMI DI RUMAH SAKIT BINA SEHAT JEMBER Novia Maulidia
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5023

Abstract

Latar Belakang: Hipertermi merupakan masalah utama yang muncul pada anak dengan Demam Tyhpoid. Penderita cenderung akan mengalami demam atau kenaikan suhu diatas rentang normal serta mengigil (Lismayanti et al. 2021;Kamesyworo and Sri Hartati 2022). Suhu tubuh pada anak dengan demam typoid akan mengalami kenaikan yang signifikan dengan rentan suhu 38,5-39 0C jika tidak ditangani dengan segera, hipertermi akan menimbulkan efek samping yang berbahaya seperti penuruanan kesadaran,gagal ginjal,perdarahan di dalam tubuh,hingga dapat menyebabkan kematian pada anak (Sulistyorini et al. 2023).Metode : Metodologi studi kasus yang digunakan dalam desain penelitian ini. Pembahasan : Untuk memberikan asuhan keperawatan yang dibutuhkan An.Z,dilakukan kompres hangat dan fungsinya. Kesimpulan : Setelah 3 hari dilakukan tindakan terapi kompres hangat.Kata Kunci : Hipertermi, Demam Thypoid,Kompres hangat
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS UMBULSARI KABUPATEN JEMBER Ratna Herawati; Awatiful Azza
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5024

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada klien. Kepuasan pasien menjadi tolak ukur kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan oleh instansi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden. Instrumen penelitiaan ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,903 yang termasuk dalam kategori sangat kuat (0,9 – 1). Kualitas pelayanan keperawatan di Ruang Rawat Inap Puskesmas Umbulsari Kabupaten Jember mayoritas tingkat pelayanan baik. Tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Puskesmas Umbulsari Kabupaten Jember mayoritas tingkat puas. Ada hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien. sehingga semakin semakin baik kualitas pelayanan keperawatan semakin besar tingkat kepuasan pasien
PENGARUH PENERAPAN KARTU KONTROL TERHADAP NILAI TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS JOMBANG Siti Mashuda; Asmuji, Asmuji; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5028

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mematikan didunia yang dikenal juga sebagai silent killer. Dengan tingginya angka hipertensi untuk mengendalikan hipertensi tersebut masih kurang sehingga dapat menekan angka hipertensi. Keberhasilan penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi obat antihipentensi secara rutin, namun kebanyakan penderita hipertensi lupa untuk meminum obat secara rutin sehingga tensi darah tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pemberian kartu kontrol terhadap nilai tekanan darah penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Jombang Kabupaten Jember. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Pra-experimental dengan rancangan One Group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Jombang Kabupaten Jember dengan jumlah sampel 30 orang.teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian ini tekanan sistolik dan diastolik didapatkan p-value 0,00<0,05 menunjukkan ada pengaruh yang signifikan rata-rata nilai hipertensi sebelum dan sesudah diberikan kartu kontrol. Diskusi : Faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi untuk melakukan kontrol hipertensi seara rutin dapat meningkatkan kestabilan kondisi tekanan darah pada pasien hipertensi.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue