cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DENGAN KEBIASAAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI PATEMON 1 Yuniar, Miranda Ulfa; Nikmatur Rohmah; Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5054

Abstract

Abstrak Pendahuluan: pentingnya kebiasaan menyikat gigi dalam mencegah kerusakan gigi pada anak. Menyikat gigi dengan benar dapat mengurangi risiko perkembangan bakteri yang merusak gigi. Pengetahuan tentang kesehatan gigi memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan menyikat gigi yang baik pada anak usia sekolah dasar. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa anak yang pernah mendapatkan pendidikan kesehatan gigi lebih disiplin dalam menyikat gigi dan menjaga asupan makanan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan kesehatan gigi dengan kebiasaan menyikat gigi pada anak di Sekolah Dasar Negeri Patemon 1. Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas 3, 4, dan 5 di SDN Patemon 1 dengan sampel sebanyak 79 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa 69,6% responden memiliki pengetahuan kesehatan gigi yang baik, sementara 83,5% memiliki kebiasaan menyikat gigi yang baik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi dengan kebiasaan menyikat gigi pada anak di SDN Patemon 1 (p < 0,001). Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan tentang kesehatan gigi maka akan semaik baik pula kebiasaan menyikat gigi ada anak.. Kata kunci: Pengetahuan, Kesehatan Gigi, Kebiasaan Menyikat Gigi Abstract Introduction: the importance of tooth brushing habits in preventing tooth decay in children. Brushing your teeth properly can reduce the risk of developing bacteria that damage your teeth. Knowledge about dental health has an important role in forming good tooth brushing habits in elementary school age children. Preliminary studies show that children who receive dental health education are more disciplined in brushing their teeth and maintaining food intake. This study aims to analyze the relationship between dental health knowledge and tooth brushing habits in children at SD Negeri 1 Patemon. Method: This research uses a correlative descriptive design with a cross-sectional approach. The research population was students in grades 3, 4 and 5 of SDN Patemon 1 with a sample of 79 respondents. Data was collected through questionnaires and analyzed using the Spearman rho test. Results: research shows that 69.6% of respondents have good dental health knowledge, while 83.5% have good tooth brushing habits. Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between dental health knowledge and toothbrushing habits among children at SDN Patemon 1 (p < 0.001). Conclusion: The higher the knowledge about dental health, the better the child's tooth brushing habits will be. Keywords: Knowledge, Dental Health, Teeth Brushing Habits
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN POLA MAKAN ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-5 TAHUN DI PAUD KHARISMA KEJAWAN Roisa, Siti; Nikmatur Rohmah; Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5055

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Pola asuh orang tua menenutukan kebiasaan perilaku anak, salah satunya adalah pola makan. Tujuan penelitian untuk mengetahui adalah hubungan pola asuh orang tua dengan pola makan anak pra sekolah usia 3-5 tahun di Paud Kharisma Kejawan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan pola makan anak pra sekolah usia 3-5 tahun. Metode: desain penelitian ini adalah korelasional dengan metode cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mengacu pada seluruh orang tua dan anak usia 3-5 tahun di PAUD Kharisma Kejawan sebanyak 50 orang. Sampel terdiri dari 38 orang tua dan anak usia 3-5 tahun dengan metode simple random sampling. Penelitian ini berpegang pada standar etika dengan mendapatkan informed consent dan menjamin kerahasiaan data. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan pola makan anak usia 3-5 tahun tersebut berdasarkan hasil spearman rhoyang menunjukkan nilai p-value sebesar 0.110. Karena p-value lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 makaH₁ ditolak dan H0 diterima yang berarti tidak ada korelasi yang signifikan antara kedua variabel. Kesimpulan: Penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan pola asuh orang tua dengan pola makan anak usia 3-5 tahun. Dengan demikian, dengan kata lain bahwa tumbuh kembang anak dapat dipengaruhi oleh perlakuan orang tua dalam mengasuh anak. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Pola Makan Anak, Anak Usia 3-5 Tahun Abstract Introduction: Parental parenting patterns determine children's behavioral habits, one of which is eating patterns. The aim of the research was to determine the relationship between parenting patterns and the eating patterns of preschool children aged 3-5 years at PAUD Kharisma Kejawan. The aim of the research is to analyze the relationship between parenting patterns and the eating patterns of preschool children aged 3-5 years. Method: The design of this research is correlational with a cross-sectional method. The population in this study was all 50 parents and children aged 3-5 years at PAUD Kharisma Kejawan. The sample consisted of 38 parents and children aged 3-5 years using the simple random sampling method. This study complied with ethical standards by obtaining informed consent and ensuring data confidentiality. Results: research shows that there is a significant relationship between parenting patterns and the eating patterns of children aged 3-5 years based on Spearman Rho results which show a p-value of 0.110. Because the p-value is greater than the 0.05 significance level, H₁ is rejected and H0 is accepted, which means there is no significant correlation between the two variables. Conclusion: The study concluded that there is no significant relationship between parenting patterns and the eating patterns of children aged 3-5 years. Thus, in other words, a child's growth and development can be influenced by the treatment of parents in raising the child. Keywords: Parenting Patterns, Children's Eating Patterns, Children Aged 3-5 Years
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS PADA SISWA DI SMA NEGERI 2 SUBANG Arniawati, Arniawati; Fitri Handayani; Ade Nuraeni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i4.5062

Abstract

Latar Belakang: Bahaya dari seks bebas dikalangan remaja sudah sangat mengkhawatirkan. Salah satu penyebab remaja bisa terjerumus ke arah seks bebas adalah karena pengetahuan yang minim tentang kesehatan reproduksi termasuk dampak dari seks pranikah yang tidak aman. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya seks bebas. Metode: penelitian ini merupakan jenis penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian Studi Korelasi menggunakan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 2 Subang sebanyak 89 sampel dengan teknik disproportionate stratified random sampling. Hasil: hasil penelitian diperoleh 64 responden (71,9%) responden memiliki pengetahuan baik tentang bahaya seks bebas dan 48 responden (53,9%) memiliki sikap positif terhadap bahaya seks bebas. Dari hasil Uji Chi Square diperoleh nilai p-value < 0,05. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya seks bebas pada siswa di SMA Negeri 2 Subang. Rekomendasi: Untuk meningkatkan pengetahuan siswa maka sekolah perlu mengadakan kegiatan penyuluhan untuk para siswa agar terhindar dari perilaku seks bebas. Kata Kunci: Bahaya Seks Bebas, Pengetahuan, Sikap.
PENGARUH MINUMAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PMB DENI MARDIYUANA BEJI DEPOK EFFECT OF RED GINGER DRINK TO DECREASE EMESIS GRAVIDARUM IN PREGNANT WOMEN I TRIMESTER THE PMB DENI MARIJUANA BEJI DEPOK Mardiyuana, Deni; Rina Sri Widayati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i4.5064

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Wanita hamil mengalami berbagai ketidaknyamanan pada trimester I seperti: emesis gravidarum, hipersalivasi, pusing, mudah lelah, heartburn, sering buang air kecil, konstipasi. Emesis gravidarum terjadi pada awal kehamilan, terjadi pada pagi hari disebut juga morning sickness Emesis biasanya disebabkan oleh perubahan pada sistem endokrin selama hamil, paling utama penyebabnya adanya peningkatan fluktuasi kadar HCG. Jahe merah merupakan obat non farmakologis yang aman untuk meredakan mual muntah dimana pada jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi dibandingkan jahe gajah dan jahe lainnya Tujuan: penelitian ini untuk Mengetahui Pengaruh minuman Jahe Merah Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-eksperimetal dengan designs One-Group Pretes-Posttest desaign. Penelitian ini berlokasi di PMB Deni Mardiyuana Beji Depok Penelitiaj dilakuakm pada Bulan Mei – Juni 2024. Teknik Sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Dan didapat 20 orang. Hasil: tingkat emesis gravidarum sebelum diberikan minuman jahe merah pada 20 Responden adalah sebagian besar 45 % atau 9 Responden mengalami tingkat emesis gravidarum sedang. Tingkat emesis gravidarum setelah diberikan seduhan jahe pada 20 Responden adalah sebagian besar 50% atau 10 Responden mengalami tingkat emesis gravidarum ringan.. Terdapat pengaruh pemberian seduhan jahe terhadap tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil Trimster I di PMB Deni Mardiyuana tahun 2024 berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan p- value=0,001 <0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian minuman jahe merah terhadap peneurunan emesis gravidarum pada ibu hami trimester 1 di PMB Deni Mardiyuana Beji Depok. Kata kunci: Emeisi gravidarum, Jahe merah, Ibu hamil Trimeter 1 ABSTRACT Background: pregnant women experience various discomforts in the first trimester such as: emesis gravidarum, hypersalivation, dizziness, easy fatigue, heartburn, frequent urination, constipation. Emesis gravidarum occurs in early pregnancy, occurs in the morning also called morning sickness Emesis is usually caused by changes in the endocrine system during pregnancy, the main cause of which is an increase in fluctuations in HCG levels. Red ginger is a non-pharmacological drug that is safe to relieve nausea and vomiting in which red ginger has a higher content of essential oils than elephant ginger and other ginger Objective: This study was to determine the effect of red ginger drink on the reduction of Emesis Gravidarum in pregnant women Trimester 1. Methods: this study is a quantitative research with the type of Pre-eksperimetal research with designs one-Group Pretes-Posttest design. This research is located at PMB Deni Mardiuana Beji Depok research is conducted in May-June 2024. Sampling technique used in this study using total sampling technique. And got 20 people. Results: the level of emesis gravidarum before being given red ginger drink in 20 respondents was mostly 45% or 9 respondents experienced moderate levels of emesis gravidarum. The rate of emesis gravidarum after ginger infusion in 20 respondents was mostly 50% or 10 respondents experienced mild emesis gravidarum. There is an effect of ginger steeping on the level of emesis gravidarum in Trimster I pregnant women in PMB Deni Mardiuana in 2024 based on the results of the Wilcoxon test with p - value=0.001 <0.05. Conclusion: there is an effect of red ginger drink on the decrease of emesis gravidarum in pregnant women trimester 1 in PMB Deni Mardiuana Beji Depok. Keywords: Emeisi gravidarum, Red Ginger, pregnant women Trimeter 1
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWA BARAT Naufal Rifqi Rommy Pratama; Yenny B. Makahagi; Habsyah Saparidah Agustina
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i4.5068

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan jiwa merupakan hal serius di seluruh dunia. Provinsi Jawa Barat sendiri jumlah angka pasien dengan gangguan jiwa sebanyak 63% pada tahun 2018. Hasil riset Rikesdas tahun 2018 menemukan sebanyak 70% pasien skizofrenia mengalami halusinasi.. Tujuan: mengetahui apakah terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Metode: penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan pengambilan sample menggunakan metode Purposive Sampling dan didapatkan total sample sebanyak 89. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner MMAS-8 dan Kuisioner dukungan keluarga. Uji yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil: hasil dengan nilai p-value 0.027. Yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien halusiansi dengan korelasi koofisiensi cukup dan ke arah yang positif. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu pasien dan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien secara baik dengan dukungan keluarga ataupun dengan mandiri dari kesadaran diri pasien sendiri untuk kesembuhannya. Kata Kunci : Dukungan keluarga. Kepatuhan Minum Obat. Halusiansi
PENGARUH RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT KAKI DAN RENTANG GERAK SENDI PADA LANSIA DENGAN OSTEOARTRITIS Syifa Nur Fauziah; Yeanneke L. Tinungki; Dwi Diana Putri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i4.5069

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan degeneratif pada populasi lanjut usia sering kali berujung pada gangguan pada sistem muskuloskeletal, seperti osteoartritis, yang dapat mengakibatkan penurunan kekuatan otot serta rentang gerak sendi, terutama pada bagian ekstremitas bawah, seperti kaki. Latihan range of motion (ROM) aktif merupakan jenis latihan yang dapat mempertahankan atau meningkatkan kemampuan individu dalam melakukan gerakan persendian. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi dampak latihan range of motion (ROM) aktif terhadap peningkatan kekuatan otot pada kaki serta peningkatan rentang gerak sendi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental pre-post test with control group. Populasi penelitian ini terdiri dari lansia yang menderita osteoartritis di wilayah kerja Puskesmas Kalijati Subang, yang berjumlah 112 orang. Melalui teknik non probability purposive sampling, diperoleh 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri dari 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol. Hasil: Hasil penelitian mengindikasikan peningkatan nilai rata-rata dalam kelompok intervensi sebelum dan sesudah pelaksanaan latihan ROM aktif. Hasil analisis menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan nilai p-value yang signifikan, yaitu 0,005 untuk kekuatan otot kaki, 0,003 untuk rentang gerak sendi lutut, dan 0,001 untuk rentang gerak sendi pinggul (<0,05). Hal ini menggambarkan adanya dampak latihan ROM aktif terhadap peningkatan kekuatan otot kaki dan rentang gerak sendi pada lansia dengan osteoartritis. Rekomendasi: Melakukan latihan ROM secara teratur dapat meningkatkan kekuatan otot dan rentang gerak sendi, yang dapat dilakukan secara mandiri baik dalam bentuk pasif maupun aktif. Kata Kunci : Lansia, Osteoartritis, Range of Motion (ROM) aktif, Kekuatan otot kaki, Rentang gerak sendi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN FEBRIS DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT Nola Andriani; Siti Kusnul Khatimah; Neneng, Neneng
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i4.5070

Abstract

Latar Belakang:. Demam merupakan suatu keadaan suhu tubuh di atas keadaan normal sebagai akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus. Sebagian besar demam pada anak merupakan akibat dari perubahan pada pusat panas (termoregulasi) di hipotalamus ada beberapa tindakan farmakologis dan non farmakologis untuk mengelola demam. Pemberian obat antipiretik adalah salah satu terapi farmakologi untuk mengatasi demam seperti paracetamol. Sedangkan contoh terapi non-farmakologis seperti terapi rendam kaki dengan air hangat. Beberapa penelitian telah dilaporkan bahwa demam dapat diobati secara alami tanpa efek samping seperti terapi rendam kaki air hangat
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN RAJEG KABUPATEN TANGERANG Aulia, Mustika; Siti Rochmani; Ida Faridah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i4.5073

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Hipertensi adalah keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Prevalensi hipertensi sebesar 33% antara tahun 2010-2030 WHO (2018). Pasien yang menderita hipertensi di Puskesmas Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang berjumlah 125 jiwa pada bulan Februari 2024. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Rajeg. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rajeg pada bulan Mei-Juli 2024 dengan jumlah responden 95 orang. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p value 0,001). Kesimpulan:Pengobatan hipertensi sangat berhubungan dengan dukungan keluarga yang baik pada pasien, peran dukungan keluarga memiliki kemampuan yang mendukung meningkatkan kepatuhan minum obat dan keyakinan diri pasien Hipertensi Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat ABSTRACT Background Hypertension is a condition where systolic blood pressure increases greater than 140 mmHg and/or diastolic blood pressure greater than 90 mmHg on two measurements with an interval of 5 minutes in a state of sufficient rest or calm. The prevalence of hypertension is 33% between 2010-2030 WHO (2018). There were 125 patients suffering from hypertension at the Rajeg District Health Center, Tangerang Regency, in February 2024. Research Objectives: This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence in hypertensive patients at the Rajeg District Health Center. Research Method: This research used an analytical survey design with a cross-sectional approach. This research was conducted at the Rajeg Community Health Center in May-July 2024 with a total of 95 respondents. Research Results: shows that Ha is accepted and Ho is rejected, which means there is a relationship between family support and adherence to taking medication (p-value 0.001). Conclusion: Hypertension treatment is closely related to good family support for patients, the role of family support can support increasing medication adherence and self-confidence in hypertension patients. Keywords: Family Support, Medication Adherence
GAMBARAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN DI BAGIAN PENDAFTARAN PUSKESMAS KECAMATAN PENJARINGAN JAKARTA UTARA DESCRIPTION OF PATIENT SATISFACTION WITH QUALITY IN THE REGISTRATION SECTION OF THE PENJARINGAN DISTRICT HEALTH CENTER Maeimunah, Siti; Noor Yulia; Dina Sonia; Puteri Fannya
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i4.5075

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Kepuasan pasien merupakan tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperoleh dibandingkan dengan apa yang diharapkannya. Tujuan penelitian : mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan di bagian pendaftaran Puskesmas Kecamatan Penjaringan. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang melakukan pendaftaran di TPP rawat jalan sebanyak 106 responden. Hasil penelitian : Petugas pendaftaran sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan SPO yang berlaku. Karakteristik responden terbanyak Wanita (60%), Usia terbanyak antara 20 – 30 tahun (72%), Pendidikan terbanyak D4/S1 (34%). Hasil kepuasan pada pada dimensi Tangible didapatkan persentase terendah sebesar 15%, sedangkan persentase tertinggi sebesar 49%. Dimensi responsive didapatkan persentase terendah sebesar 12%, sedangkan persentase tertinggi sebesar 54%. Dimensi reliability didapatkan persentase terendah sebesar 12%, sedangkan persentase tertinggi sebesar 47%. Dimensi empathy didapatkan persentase terendah sebesar 7%, sedangkan persentase tertinggi sebesar 44%. Dimensi Assurance didapatkan persentase terendah sebesar 10%, sedangkan persentase tertinggi sebesar 42%. Maka persentase kepuasan pasien didapatkan pada kategori Sangat Memuaskan 32%, Memuaskan 50%, Cukup Memuaskan 15%, Kurang Memuaskan 2%, Tidak Memuaskan 0%. Kesimpulan : Maka didapatkan persentase pada kategori tertinggi yaitu yang menyatakan memuaskan sebesar 50%, sedangkan persentase terendah yaitu yang menyatakan kurang memuaskan sebesar 2%. Saran : Petugas pendaftaran lebih meningkatkan dan memahami dalam melayani dan menyampaikan informasi yang lebih tepat dan jelas. Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Mutu Pelayanan, TPP. ABSTRACK Background Patient satisfaction is the level of patient feelings that arise as a result of the performance of health services obtained compared to what they expected. Descriptive research method with a quantitative analysis approach. The sample : in this study was 106 patients who registered at the outpatient TPP. Reserach results: resgistration officers have carried out their duties in accodance with the applicable SPO. Characteristics of most respondents: female (60%). Most aged between 20 – 30 years (72%), most education is D4/S1 (34%). The satisfaction results for the Tangible dimension obtained the lowest percentage of 15%, while the highest percentage was 49%. The lowest percentage obtained for the responsive dimension was 12%, while the highest percentage was 54%. The lowest percentage obtained for the reliability dimension was 12%, while the highest percentage was 47%. The lowest percentage obtained for the empathy dimension was 7%, while the highest percentage was 44%. The Assurance dimension obtained the lowest percentage of 10%, while the highest percentage was 42%. So the percentage of patient satisfaction was obtained in the category Very Satisfactory 32%, Satisfactory 50%, Quite Satisfactory 15%, Unsatisfactory 2%, Unsatisfactory 0%. Conclusion: So the percentage obtained in the highest category is 50% which states it is satisfactory, while the lowest percentage is 2% which states it is unsatisfactory. Suggestion: Registration officers improve and understand more in serving and conveying more precise and clear information. Keyword: patient satisfaction, service quality, TPP.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS LATIHAN FISIK DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA UNIVERSITAS YATSI MADANI THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL EXERCISE INTENSITY AND STRESS LEVELS IN YATSI MADANI UNIVERSITY STUDENTS Kurtusi, Ahmad; Eka Noviana Nasriyanto; Cicirosnita J.Idu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i4.5077

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa sekitar 350 juta orang di dunia mengalami stres. Prevalensi kasus berat di seluruh dunia sebesar 38,91%, di Asia sebesar 61,3 % , dan di Indonesia stres berat sebesar 71,6 %. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas latihan fisik dengan tingkat stres pada mahasiswa semester 6 fakultas ilmu keperawatan Universitas Yatsi Madani. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan cara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 fakultas ilmu keperawatan Universitas Yatsi Madani yang berjumlah 154 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square, dengan nomor Ethical Clearance 146 yang telah disetujui oleh Komite Etik Penelitian Universitas Yatsi Madani. Hasil Penelitian: Hasil dari distribusi frekuensi intensitas latihan fisik didominasi oleh intensitas ringan yaitu sebanyak 100 (64,9%) sedangkan frekuensi intensitas sedang lebih kecil yaitu 82 (53,2%), untuk tingkat stres didominasi oleh kategori stres sedang dan berat yaitu sebanyak 110 (71,4%), sedangkan kategori baik-baik saja dan stres ringan lebih kecil yaitu 44 (28,6%). Hasil uji Chi Square diperoleh nilai p=0,336 maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas latihan fisik dengan tingkat stres. Hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 0,703. Kesimpulan: Dari hasil analisa bivariat menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara intensitas latihan fisik dengan tingkat stres pada mahasiswa semester 6 fakultas kesehatan S1 Keperawatan Universitas Yatsi Madani. Kata Kunci: Intensitas Latihan Fisik, Tingkat Stres, Mahasiswa ABSTRACK Background: According to the World Health Organization (WHO), around 350 million people in the world experience stress. The prevalence of severe cases throughout the world is 38.91%, in Asia it is 61.3%, and in Indonesia severe stress is 71.6%. Research Objectives: This study aims to determine the relationship between the intensity of physical exercise and stress levels in 6th semester students at the Faculty of Nursing, Yatsi Madani University. Research Method: This research uses quantitative methods with a cross-sectional research design. The sampling technique for this research uses a probability sampling technique using simple random sampling. The sample in this study was 6th semester students of the Faculty of Nursing at Yatsi Madani University, totaling 154 respondents. Data analysis was carried out using the chi-square test with an Ethical Clearance number of 146 which was approved by the Research Ethics Committee of Yatsi Madani University. Research Results: The results of the frequency distribution of physical exercise intensity are dominated by light intensity, namely 100 (64.9%) while the frequency of moderate intensity is smaller, namely 82 (53.2%), for stress levels it is dominated by the moderate and heavy stress categories, namely as many as 110 (71.4%), while the fine and mild stress categories were smaller, namely 44 (28.6%). The Chi Square test results obtained a value of p=0.336, so it can be concluded that there is no significant relationship between the intensity of physical exercise and stress levels. The results of the analysis also obtained a value of OR = 0.703. Conclusion: The results of the bivariate analysis show that there is no relationship between the intensity of physical exercise and stress levels in 6th semester students of the Bachelor of Health Faculty of Nursing, Yatsi Madani University. Keywords: Physical Exercise Intensity, Stress Level, Students

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue