cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN HIPERBILIRUBIN PADA NEONATUS DENGAN INTERVENSI MANAGEMEN NUTRISI DALAM UPAYA MENCEGAH DEHIDRASI AKIBAT TINDAKAN FOTOTERAPI DIRUANG PERINATALOGI RS AN-NISA Salsabila, Rannan; Ria Setia Sari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5030

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Berdasarkan situasi di ruang perinatalogi Rs An-Nisa Tangerang perbulan januari-juni 2024 sebanyak 0,45% dati 85 bayi yang mengalami hiperbilirubin. Penggunaan fototerapi pada bayi hiperbilirubin sangat membantu memperpanjang kehidupan tetapi efek dari tindakan fototerapi dapat menyebabkan beberapa komplikasi salah satunya dehidrasi. Tindakan keperawatan mandiri managemen nurtrisi merupakan salah satu cara dalam mencegah dehidrasi akibat Tindakan fototerapi, managemen pemberian ASI setiap 3jam ( 30- 60cc ) pada bayi yang mendapat fototerapi untuk meminimal kan timbul nya dehidrasi Tujuan: Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan Hiperbilirubin pada neonatus dengan intervensi managemen pemberian asi dalam upaya pencegahan dehidrasi akibat tindakan fototerapi di ruang Perinatalogi Rs An-Nisa Tangerang. pemeberian asuhan keperawatan Hiperbilirubin pada neonatus dengan intervensi managemen pemberian asi dalam upaya pencegahan dehidrasi akibat tindakan fototerapi. Hasil: Berdasarkan Studi kasus pada pasien kelolaan diperoleh hasil terdapat adanya perubahan nilai bilirubin dan bayi tidak mengalami dehidrasi setelah dilakukan Tindakan managemen nutrisi Kata Kunci: Hiperbilirubin, Fototerapi, Managemen nutrisi Abstract Introduction: Based on the situation in the perinatology room of An-Nisa Hospital Tangerang, as of January-June 2024, 0.45% of 85 babies experienced hyperbilirubinemia. The use of phototherapy in hyperbilirubinous babies greatly helps prolong life, but the effects of phototherapy can cause several complications, one of which is dehydration. Independent nursing actions for nutritional management are one way to prevent dehydration due to phototherapy, management of breastfeeding every 3 hours (30-60cc) in babies receiving phototherapy to minimize the occurrence of dehydration. Purpose: This Scientific Paper aims to provide nursing care for Hyperbilirubinemia in neonates with interventions for breastfeeding management in an effort to prevent dehydration due to phototherapy in the Perinatology Room of An-Nisa Hospital Tangerang. provision of nursing care for Hyperbilirubinemia in neonates with interventions for breastfeeding management in an effort to prevent dehydration due to phototherapy. Results: Based on case studies on managed patients, the results showed that there were changes in bilirubin values ​​and the baby did not experience dehydration after nutritional management measures were carried out. Keywords: Hyperbilirubinemia, Phototherapy, Nutritional management
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME DENGAN PEMBERIAN PRONE POSITION DI RUANG PERINATOLOGI RS AN-NISA TANGERANG NURSING CARE FOR BABIES WITH RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME BY PROVIDING PRONE POSITION IN THE PERINATALOGY ROOM OF AN-N Rusmiyati, Rosy; Ria Setia Sari; Siti Muthoharoh
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5031

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Respiratory Distress Syndrome merupakan salah satu penyebab kematian neonatus yang paling ditemukan, penyakit ini membunuh sekitar 40.000 neonatus setiap tahun di Amerika Serikat. Sindrom gangguan pernapasan Respiratory Distress Syndrome diketahui disebabkan oleh defisiensi surfaktan primer dan tekanan saluran napas positif.. Tujuan: Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada bayi dengan Respiratory Distress Syndrome dengan intervensi inovasi prone position terhadap status oksigenasi di ruang perinatalogi Rs An-Nisa Tangerang. Metode: pemberian asuhan keperawatan pada bayi dengan Respiratory Distress Syndrome dengan intervensi inovasi proe position terhadap status oksigenasi. Hasil: Berdasarkan Studi kasus pada pasien kelolaan diperoleh hasil dari intervensi yang telah dilakukan bahwa adanya pengaruh pemberian pronasi terhadap perbaikan oksigenasi pada bayi dengan Respiratory Distress Syndrome (RDS). Kata Kunci: Respiratory Distress Syndrome, Prone Position ABSTRAC Background: Respiratory Distress Syndrome is one of the most common causes of neonatal death, this disease kills approximately 40,000 neonates every year in the United States. Respiratory distress syndrome Respiratory Distress Syndrome is known to be caused by primary surfactant deficiency and positive airway pressure. Objective: This scientific paper aims to provide nursing care to babies with Respiratory Distress Syndrome with innovative prone position interventions on oxygenation status in the perinatology room at An-Nisa Hospital, Tangerang. Method: Providing nursing care to babies with Respiratory Distress Syndrome with innovative pro-position interventions on oxygenation status. Results: Based on case studies on managed patients, the results of the interventions that have been carried out show that there is an effect of providing pronation on improving oxygenation in babies with Respiratory Distress Syndrome (RDS). Keywords: Respiratory Distress Syndrome, Prone Position
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT KEBUGARAN FISIK PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KARANG WERDA ANGGREK DESA JUBUNG KECAMATAN SUKORAMBI Dian Kusumaningtyas; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5033

Abstract

Penurunan kebugaran fisik pada lanjut usia ditandai dengan kemampuan jantung paru menurun, tidak mampu melakukan aktivitas fisik mandiri, daya tahan tubuh menurun sehingga mudah mengalami kondisi patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat kebugaran fisik pada lansia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Non Probability dengan metode Purposive Sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 responden. Instrumen penelitiaan ini menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dan lembar observasi. Analisis data menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,718 yang termasuk dalam kategori kuat (0,9 – 1). kualitas tidur lansia di Posyandu Lansia Karang Werda Anggrek Desa Jubung kecamatan Sukorambi Sebagian besar tergolong buruk. tingkat kebugaran fisik lansia di Posyandu Lansia Karang Werda Anggrek Desa Jubung kecamatan Sukorambi mayoritas Tingkat sedang. Ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kebugaran fisik lansia. sehingga semakin semakin baik kualitas tidur semakin baik Tingkat kebugaran fisik lansia. Upaya untuk meningkatkan kebugaran fisik lansia dengan memberikan konseling informasi edukasi terkait perilaku hidup sehat yang dapat meningkatkan kualitas tidur dan kebugaran fisik.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI TERAPI SENAM KAKI DIABETES UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DI GRAHA MARFATI TANGERANG Putri, Lutfiana; Siti Robeatul Adawiyah; Regina Windyastuti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5037

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Menua adalah proses biologis yang tidak dapat dihindari. Proses penuaan terjadi secara alamiah. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya masalah fisik, mental, sosial, keuangan dan psikologis. Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa didalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Prevelensi Diabetes Melitus di Indonsia mencapai 10,7 juta, hasil pengkaian didapatkan 6 lansia mengalami Diabetes Melitus di Graha Marfati Tangerang. Salah satu cara menanggulanginya dengan Terapi Senam Kaki Diabetes. . Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada lansia. Metode Penelitian : studi kasus (case study) pada seorang pasien Diabetes Melitus dengan melakukan senam kaki diabetes selama 3 hari dengan durasi 30 menit/hari. Analisa data menggunakan analisis deksriptif. Hasil Penelitian : Hasil penerapan menunjukan terjadi penrunan kadar glukosa darah setelah pemberian Terapi Senam Kaki Diabetes selam 3 hari berturut-turut, dari 167mg/dl menjadi 143 mg/dl. Maka, dapat disimpulkan Terapi Senam Kaki Diabetes memiliki pengaruh dalam penurunan kadar glukosa darah pasien Diabetes Melitus. Kata Kunci = Lansia, Diabetes Melitus, Senam Kaki Diabetes, Kadar Glukosa Darah ABSTRACT Background: Aging is a biological process that cannot be avoided. The aging process occurs naturally. This can cause physical, mental, social, financial and psychological problems. Diabetes Mellitus is a disease where glucose levels in the blood are high because the body cannot release or use insulin adequately. The prevalence of Diabetes Mellitus in Indonesia reached 10.7 million, the results of the assessment showed that 6 elderly people had Diabetes Mellitus at Graha Marfati Tangerang. One way to overcome this is with Diabetes Foot Exercise Therapy. Research Objective: to determine the effect of diabetic foot exercises on reducing blood glucose levels in the elderly. Research Method: case study of diabetes mellitus patient by doing diabetic foot exercises for 3 days with a duration of 30 minutes/day. Data analysis uses descriptive analysis. Research Results: The results showed that there was a decrease in blood glucose levels after administering Diabetes Foot Exercise Therapy for 3 consecutive days, from 167 mg/dl to 143 mg/dl. So, it can be concluded that Diabetes Foot Exercise Therapy has an influence on reducing blood glucose levels in Diabetes Mellitus patients. Keywords = Elderly, Diabetes Mellitus, Diabetic Foot Exercises, Blood Glucose Levels
PENGARUH INTERVENSI TERAPI KOMPRES HANGAT PADA PASIEN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) UNTUK MEREDAKAN SKALA NYERI DI RUANG PERAWATAN UMUM (RPU1) RS AN-NISA TANGERANG Amalia, Risma Nur; Meynur Rohmah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5038

Abstract

ABSTRAK Hernia Nukleus pulposus (HNP) adalah keadaan dimana nukleus pulposus keluar menonjol untuk kemudian menekan ke arah kanalis spinalis melalui anulus fibrosis yang robek. Penyakit ini biasa disebut dengan syaraf kejepit. Biasanya penyakit ini diawali dengan sakit nyeri pinggang yang bisa disebabkan karena infeksi pada otot atau tulang belakang, trauma atau benturan yang hebat pada pinggang, kelainan pada tulang belakang. Tujuan : Membuat perencanaan keperawatan pada pasien Hernia Nukleus Pulposus (HNP) dengan pemberian kompres hangat untuk mengurangi nyeri. Metode : metode yang digunakan pada karya tulis ilmiah ini adalah study kasus dengan menggunakan penilaian wong baker faces pain rating scale untuk mengobservasi intensitas nyeri yang dilakukan implementasi selama 3 hari. Hasil Penelitian : selama 3 hari pemberian kompres hangat selama 10-15menit dimulai dari tanggal 04-07-2024 sampai 06-07-2024 maka masalah nyeri akut, mobilitas fisik, defisit pengetahuan yang di alami oleh Tn.A dapat teratasi, dengan hasil keluhan nyeri berkurang. Kata Kunci: Hernia Nukleus pulposus (HNP), Nyeri, Kompres Hangat ABSTRACK Hernia of the nucleus pulposus (HNP) is a condition where the nucleus pulposus protrudes and then presses against the spinal canal through a torn annulus fibrosis. This disease is usually called a pinched nerve. Usually this disease begins with low back pain which can be caused by infection of the muscles or spine, trauma or severe impact to the waist, abnormalities in the spine. Objective: Create a nursing plan for Hernia Nucleus Pulposus (HNP) patients by giving warm compresses to reduce pain. Method: The method used in this scientific paper is a case study using the Wong Baker Face Pain Rating Scale to observe the intensity of pain which was implemented for 3 days. Research Results: for 3 days of giving warm compresses for 10-15 minutes starting from 07-04-2024 to 07-06-2024, the problems of acute pain, physical mobility, knowledge deficit experienced by Mr. A can be resolved, with the result of complaints pain is reduced. Keywords: Hernia Nucleus pulposus (HNP), Pain, Warm Compress
PENGARUH PEMBERIAN BUAH ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN DERAJAT EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PANDU SANJAYA KALIMANTAN TENGAH THE EFFECT OF GIVING AVOCADO ON THE REDUCTION OF EMESIS GRAVIDARUM SEVERITY IN PREGNANT WOMEN AT THE PANDU SANJAYA HE Sawitri, Nopi; Suparmi, Suparmi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5044

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Emesis Gravidarum adalah ketidaknyamanan pada masa kehamilan, di mana kondisi ibu mengalami mual muntah, yang biasanya terjadi pada kehamilan trimester I berlanjut hingga trimester II. Apabila mual muntah tidak di tangani dengan baik dapat mengakibatkan dehidrasi pada ibu hamil. buah Alpukat dapat membantu mengurangi gejala mual dan muntah pada ibu hamil, salah satu buah yang mengandung vitamin B6. Buah Alpukat menjadi salah satu pilihan buah yang mengandung 0.5 mg vitamin B6 dan nutrisi lainnya. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian buah alpukat terhadap penurunan derajat Emesis Gravidarum pada ibu hamil. Metode Penelitian: Jenis penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan Two Group Pretest-Posttest design. Populasi semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan dengan Emesis Gravidarum di Puskesmas Pandu Sanjaya tercatat sebanyak 32 ibu hamil. Sampel yang diambil menggunakan rumus Slovin 24 sampel. Hasil: Ada perbedaan pemberian buah alpukat dan B6 terhadap penurunan derajat Emesis Gravidarum pada ibu hamil yang Menggunakan Analisis bivariat dengan uji Mann Whitney diketahui asymp.Sig.(2-tailed) bernilai 0.001 < 0.05. Kesimpulan: Pemberian buah alpukat dan B6 selama 5 hari dapat menurunkan derajat Emesis Gravidarum pada ibu hamil di Puskesmas Pandu Sanjaya. Kata Kunci: Buah Alpukat, Emesis Gravidarum, Ibu Hamil, Vitamin B6 ABSTRACT Background: Emesis Gravidarum is discomfort during pregnancy, where the mother experiences nausea and vomiting, which usually occurs in the first trimester of pregnancy and continues until the second trimester. If nausea and vomiting is not treated properly it can cause dehydration in pregnant women. Avocados can help reduce symptoms of nausea and vomiting in pregnant women, one of the fruits that contains vitamin B6. Avocados are a fruit choice that contains 0.5 mg of vitamin B6 and other nutrients. Objective: To determine the effect of giving avocados on reducing the degree of Emesis Gravidarum in pregnant women. Research Method: Quasy Experimental research type with a Two Group Pretest-Posttest design. The population of all pregnant women who underwent examinations for Emesis Gravidarum at the Pandu Sanjaya Community Health Center was recorded as 32 pregnant women. Samples were taken using the Slovin 24 sample formula. Results: There is a difference in giving avocado and B6 to reduce the degree of Emesis Gravidarum in pregnant women. Using bivariate analysis with the Mann Whitney test it was found that asymp.Sig.(2-tailed) had a value of 0.001 < 0.05. Conclusion: Giving avocado and B6 for 5 days can reduce the degree of Emesis Gravidarum in pregnant women at the Pandu Sanjaya Health Center. Keywords: Avocado, Emesis Gravidarum, Pregnant Women, Vitamin B6
HUBUNGAN PENUNDAAN PENJEPITAN DAN PEMOTONGAN TALI PUSAT DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN NEONATUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDU SANJAYA KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH 2024 THE RELATIONSHIP OF DELAYS IN CLAMPING AND CUTTING THE CUMBLE CORD WITH THE WE Agustinah, Dewi Syarah; Enny Yuliaswati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5045

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Berat badan neonatus secara fisiologi mengalami penurunan sebesar 10%, untuk bayi besar mungkin tidak signifikan, namun untuk bayi yang kecil kurang dari 2,5 penurunan tersebut dapat menjadi masalah karena keluarnya mekonium dan air seni yang belum diimbangi dengan asupan yang mencukupi, misalnya produksi ASI yang belum lancar. Teknik pemotongan tali pusat yang tepat waktunya akan dapat mencegah terjadinya penurunan BB neonatus dalam 10 hari pertama kehidupannya karena meningkatkan suplay zat besi sehingga mengurangi kejadian anemia sebesar 60% pada bayi, mengurangi perdarahan intraventrikuler sebesar 59% pada bayi prematur, mengurangi enterocolitis nekrotik sebesar 62% pada bayi premature, mengurangi sepsis, mengurangi kebutuhan transfuse darah pada bayi prematur. Peningkatan berat badan neonatus saat usia 10 hari dengan penundaan pemotongan tali pusat sebesar 300 gram. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat dengan kenaikan berat badan neonatus. Metode: Desain penelitian adalah Cross Sectional dengan menggunakan data sekunder pada catatan rekam medik ibu dan bayi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien neonatus usia 10 hari dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling pada bulan April - Juni didapatkan sampel berjumlah 48 responden. Hasil: Analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik (Chi Square) diperoleh p value 0,000 ≤ 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara metode penundaan pemotogan tali pusat dengan kenaikan berat badan neonatus di Wilayah Kerja Puskesmas Pandu Sanjaya Tahun 2024. Kata Kunci: Bayi Baru Lahir, Kenaikan Berat Badan Neonatus, Penundaan dan Penjepitan Tali Pusat ABSTRACT Background: Physiologically, neonatal weight decreases by 10%, for large babies it may not be significant, but for small babies less than 2.5 the decrease can be a problem because the release of meconium and urine has not been balanced with sufficient intake, for example, breast milk production is not smooth. The technique of cutting the umbilical cord on time can prevent a decrease in neonatal weight in the first 10 days of life because it increases iron supply, thereby reducing the incidence of anemia by 60% in infants, reducing intraventricular hemorrhage by 59% in premature infants, reducing necrotic enterocolitis by 62% in premature infants, reducing sepsis, reducing the need for blood transfusions in premature infants. Increased neonatal weight at 10 days of age with a delay in cutting the umbilical cord by 300 grams. Objective: This study aims to analyze the relationship between delays in clamping and cutting the umbilical cord and neonatal weight gain. Method: The study design was Cross Sectional using secondary data from the medical records of the mother and baby. The population in this study were all neonatal patients aged 10 days and the sampling technique used the Simple Random Sampling technique in April - June, a sample of 48 respondents was obtained. Results: Bivariate analysis using statistical tests (Chi Square) obtained a p value of 0.000 ≤ 0.05. Conclusion: There is a significant relationship between the method of delaying umbilical cord cutting and neonatal weight gain in the Pandu Sanjaya Health Center Work Area in 2024. Keywords: Newborns, Neonatal Weight Gain, Delay and Clamping of the Umbilical Cord
GAMBARAN ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH DESA PEKAUMAN KABUPATEN BONDOWOSO Devian Ayu Putriantari; Luh Titi Handayani; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5049

Abstract

Pendahuluan : Semakin bertambahnya usia dan memasuki periode lansia menjadikann lansia mengalami masalah kesehatan salah satunya adalah hipertensi. Tatalaksana hipertensi bisa dilakukan secara farmakologis dan nonfarmakologis, Terapi non farmakologis yang dapat diberikan pada klien hipertensi adalah isometric handgrip exercise. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Isometric handgrip exercise terhadap penurunan tekanan darah lansia Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik tipe pra eksperimen dengan menggunakan pendekatan one group Pre-Post test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia Desa Pekauman Kabupaten Bondowoso yang mengalami hipertensi berjumlah 96 Lansia, sampel yang digunakan sebanyak 73 responden dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian: Hasil uji wilcoxon diperoleh p value = 0,000, nilai positive ranks antara hasil sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan hasil 0 data positif (n) yang artinya tidak ada responden yang mengalami kenaikan nilai MAP tekanan darah setelah diberikan intervensi isometric handgrip exercise Kesimpulan : isometric hadgrip exerciseberpengaruh terhadap penurunan tekanan darah lansia Saran: diharapkan penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam dan spesifik terkait penelitian penurunan tekanan darah dengan kombinasi terapi isometric handgrip exercise dengan terapi lainnya.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RUANG ANGGREK A RSUD KABUPATEN TANGERANG Mohamad Yusup Ardawilly; Jaenudin Saputra; Uang Musaeri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5051

Abstract

Pendahuluan: Ketika seorang perawat memiliki keyakinan yang tinggi akan kemampuannya dalam memberikan pelayanan kesehatan, maka apapun kesulitan dan masalah yang dihadapi selama melakukanpelayanan kesehatan akan dapat diselesaikan dengan baik. Keyakinan diri yang dimiliki oleh individu terhadap kemampuannya dalam melaksanakan tugas untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan: Untukmengetahui hubungan beban kerja dengan burnout diruang Anggrek A RSUD Kabupaten Tangerang. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan descriptive kuantitatif dengan teknik pengambilan samplingyaitu Total Sampling yang berjumlah 14 responden. AnalisaData: Pada penelitian ini menggunakan analisaunivariat dan bivariate. Hasil: Beban kerja yang sedang sebanyak 6 orang (42,9%). Sedangkan burnout yang tinggi sebanyak 6 orang (42,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan burnout pada perawat yaitu 0,001(<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan burnout.
HUBUNGAN KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK USIA 9-12 TAHUN DI SDN GRUJUGAN KIDUL 1 Zahratun Nuriah Indri Astutik; Nikmatur Rohmah; Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5053

Abstract

Pendahuluan : Game online adalah permainan berbasis elektronik dan visual yang membutuhkan koneksi internet dan smartphone untuk dimainkan. Meskipun menawarkan tantangan dan kesenangan, kecanduan terhadap game online dapat memengaruhi kualitas tidur dan menyebabkan kebiasaan yang sulit dihentikan Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah pada remaja siswa di SDN Grujugan Kidul 1 yang terdiri dari 124 siswa yang berusia 9-12 tahun. Sampelnya sebanyak 97 responden dengan tehnik simple random sampling. Hasil penelitian: hasil Spearman Rho didapatkan nilai p-value=0.000 dengan (p=0.05) yang memiliki makna terdapat hubungan yang bermakna antara kecanduan bermain game online dengan kualitas tidur pada anak usia 9-12 tahun di SDN Grujugan Kidul 1, dengan hasil Corelation Coeficient sebesar 0,478 yang artinya memiliki tingkat korelasi/hubungan tingkat sedang Kesimpulan : kecanduan bermain game online dapat menimbulkan banyak efek negative salah satunya adalah gangguan kuaitas tidur, sehingga perlu dilakukan manajemen tidur anak dengan baik Saran: diharapkan penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam dan spesifik terkait efek negeatif game online pada anak.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue