cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KUNJUNGAN K1 IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DURIAN BUNGKUK TAHUN 2024 Annisa, Aulia; Rafidah, Rafidah; Laili, Fitria Jannatul; Hipni, Rubiati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i1.10305

Abstract

K1 visit is an essential component in Antenatal care for early detection of pregnancy risks. At Durian Bungkuk Health Center, K1 coverage remains below the national target. Objective: To analyze the relationship between age and parity with K1 visits among pregnant women. Method: A quantitative study with a cross-sectional approach involving 188 second and third-trimester pregnant women. Sampling was conducted using total sampling technique. Data were analyzed using Chi-Square test. Results: There were significant relationships between age (p=0.013) and parity (p=0.004) with K1 visits. Pregnant women in the non-risk age group (20-35 years) had a K1 visit rate of 76.3%, while the non-risk parity group (2-3 children) had 79.8%. Conclusion: Age and parity have significant relationships with K1 visits, where pregnant women with non-risk age and parity demonstrate higher compliance with K1 visits. Kunjungan K1 merupakan komponen penting dalam pelayanan antenatal untuk mendeteksi dini risiko kehamilan. Di Puskesmas Durian Bungkuk, cakupan K1 masih berada di bawah target nasional. Tujuan: Menganalisis hubungan antara umur dan paritas dengan kunjungan K1 ibu hamil. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 188 ibu hamil trimester II-III. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara umur (p=0,013) dan paritas (p=0,004) dengan kunjungan K1. Ibu hamil kelompok umur tidak berisiko (20-35 tahun) memiliki tingkat kunjungan K1 sebesar 76,3%, sedangkan kelompok paritas tidak berisiko (2-3 anak) sebesar 79,8%. Kesimpulan: Umur dan paritas memiliki hubungan signifikan dengan kunjungan K1, di mana ibu hamil dengan umur dan paritas tidak berisiko menunjukkan kepatuhan kunjungan K1 yang lebih tinggi.
TINJAUAN KESIAPAN PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP PELAKSANAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE DOCTOR’S OFFICE QUALITY-INFORMATION TECHNOLOGY (DOQ-IT) DI RUMAH SAKIT X Putri Wardini Dwi Nurjanah; Ilham Rahmansyah; Wiwik Priyatin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i1.10351

Abstract

Latar Belakang: Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 mewajibkan semua fasilitas kesehatan untuk memiliki rekam medis elektronik. Kendala yang umum terjadi dalam proses peralihan antara lain sumber daya manusia, keuangan, dan peralatan yang tidak memadai. Metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) dapat membantu menilai kesiapan pelaksanaan RME berdasarkan aspek sumber daya manusia, budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan, dan infrastruktur TI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan petugas rekam medis terhadap pelaksanaan RME menggunakan metode DOQ-IT di Rumah Sakit X. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Cara pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dengan pengukuran jawaban kuesioner menggunakan skala likert. Penelitian menggunakan analisis univariat yaitu analisis deskriptif. Hasil: Hasil penelitian kesiapan petugas terhadap pelaksanaan RME menggunakan metode DOQ-IT diperoleh sumber daya manusia dengan tingkat kesiapan 81.0%, budaya kerja organisasi dengan tingkat kesiapan 85.7%, tata kelola kepemimpinan dengan tingkat kesiapan 90.5% dan infrastruktur TI dengan tingkat kesiapan 85.7%. Kesimpulan: Kesiapan petugas rekam medis terhadap pelaksanaan RME menggunakan metode DOQ-IT di Rumah Sakit X mengenai sumber daya manusia dengan tingkat kesiapan 81.0%, budaya kerja organisasi dengan tingkat kesiapan 85.7%, tata kelola kepemimpinan dengan tingkat kesiapan 90.5% dan infrastruktur TI dengan tingkat kesiapan 85.7% dinyatakan siap.
GAMBARAN PELAKSANAAN PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI Rumah Sakit X Indra Hidayah Pradana; Khusnul Khotimah Arum; Ilham Rahmansyah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i1.10352

Abstract

Penyimpanan dokumen rekam medis yang terhambat disebabkan karena prosedur penyimpanan belum sesuai dengan aturan yang seharusnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penyimpanan dokumen rekam medis di Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada ruang filling rekam medis di Rumah Sakit X pada bulan juli 2024. Populasi berjumlah 3 petugas di unit penyimpanan dan sampel menggunakan total sampling. Data diperoleh dengan cara observasi dan wawancara. Teknik menganalisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi dan penyajian data. Hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit X diperoleh prosedur penyimpanan sudah sesuai aturan yang ada sedangkan fasilitas di ruang filling masih belum seusai. Fasiltas di ruang filling yang belum sesuai yaitu rak nya tidak menggunakan standar roll o pack. Tracernya tidak menggunakan bahan yang tebal tetapi menggunakan dari bahan plastik, tidak menggunakan kode warna dikarenakan kebijakan dari rumah sakit tersebut. Pencahayaan belum sesuai karena masih kurang dikarenakan lampunya kurang. Suhu belum sesuai karena di ruang pertama tidak menggunakan ac yang bisa menyebabkan lapuk membuat kerusakan pada dokumen rekam medis. Dari semua aspek fasilitas yang belum memenuhi standar ada beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya fasilitas di ruang filling yaitu : keterbatasan lahan dan juga keterbatasan dana yang membuat fasilitas di ruang filling di Rumah Sakit X tidak memenuhi standar.
TINJAUAN ASPEK ERGONOMI RUANG FILLING DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT X Attallah Navy Fadila; Khusnul Khotimah Arum; Ilham Rahmansyah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10354

Abstract

Latar belakang: Filing dalam bidang rekam medis adalah suatu ruangan yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan, retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis. Selain itu filling juga menyediakan dokumen rekam medis yang telah lengkap isinya sehingga dapat memudahkan penggunaan mencari informasi sewaktu waktu jika diperlukan. Faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja petugas yaitu lingkungan kerja yang ergonomi dan memenuhi syarat untuk menampung segala aktivitas sember daya di dalamnya. Urgensi tinjauan aspek ergonomi ruang filling untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktivitas petugas di ruang filling. Seperti adanya pengelolaan rekam medis, keselamatan dan kesehatan kerja, kenyamanan dan Kesehatan petugas, efisiensi dan produktivitas, pengembangan desain alat kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan aspek argonomi ruangan filling dalam meningkatkan produktivitas petugas rekam medis di Rumah Sakit X. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskrptif kualitatif. Penelitian kualitatif atau qualitative research merupakan jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantitatif lainnya. Hasil: Hasil penelitian ini untuk variabel jarak antara rak belum sesuai, hasil penelitian ini untuk variabel suhu dan kelembaban, hasil penelitian ini untuk variabel penerangan atau pencahayaan, hasil penelitian ini untuk variabel warna ruangan, hasil penelitian ini untuk variabel aspek keselamatan kerja.
GAMBARAN KELENGKAPAN PENGISIAN BERKAS REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP ANAK DI RUMAH SAKIT SWASTA X PURBALINGGA Muhammad agil pratama; Wiwik Priyatin; Khusnul Khotimah Arum
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10355

Abstract

Ketidaklengkapan berkas rekam medis menjadi salah satu masalah karena rekam medis merupakan satu-satunya catatan yang dapat memberikan informasi terinci tentang apa yang sudah terjadi selama pasien melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan Berkas Rekam Medis berdasarkan analisis kuantitatif Pasien Rawat Inap Anak di Rumah Sakit swasta x Purbalingga. penelitian dilakukan pada bulan April – Juni 2024. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan popupasi 48 dan menggunakan total sampling.Pada penelitian ini data diperoleh dengan cara observasi menggunakan lembar check list sebagai alat yang digunakan oleh peneliti sebagai acuan, serta analisis data dilalukan dengan menggunakan analisis univariat yaitu analisis deskriptif dengan mengukur tingkat kelengkapan Dokumen Rekam Medis dalam bentuk prosentase yang dihitung menggunakan rumus. Hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit swasta x Purbalingga tahun 2024 dengan data berkas rekam medis pasien rawat inap anak kelas 3 pada bulan Desember didapatkan kelengkapan identifikasi sebesesar 100%, kelengkapan autentifikasi sebesar 77.77%, kelengkapan pelaporan sebesar 57% dan kelengkapan pendokumentasian sebesar 79.17%.
HUBUNGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI POSKESDES KELURAHAN KAMPUNG BARU KAB. TANAH BUMBU Sufiawati, Desy; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul; Megawati, Megawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10379

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama bagi wanita usia reproduksi, termasuk ibu hamil, karena berkontribusi pada peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi, termasuk risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan melalui konsumsi Tablet Zat Besi (Fe). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan mengonsumsi Tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Poskesdes Kelurahan Kampung Baru. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling yang melibatkan 87 ibu hamil. Data diperoleh dari buku register ibu hamil dan Buku KIA, serta dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (ρ-value = 0,000), pendidikan (ρ-value = 0,017), serta kepatuhan mengonsumsi Tablet Fe (ρ-value = 0,000) dengan kejadian anemia, sementara tidak ditemukan hubungan signifikan antara paritas dan kejadian anemia (ρ-value = 0,058). Sebanyak 55 ibu hamil (63,2%) mengalami anemia, dan mayoritas (72,4%) tidak patuh dalam mengonsumsi Tablet Fe. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Tablet Fe memiliki hubungan signifikan dengan kejadian anemia, sehingga upaya peningkatan kepatuhan konsumsi suplemen zat besi perlu dioptimalkan dalam program kesehatan ibu hamil. Anemia is a significant public health problem, particularly among women of reproductive age, including pregnant women, as it contributes to increased maternal and infant morbidity and mortality, as well as the risk of Low Birth Weight (LBW). Prevention and management of anemia in pregnant women can be achieved through the consumption of Iron (Fe) Tablets. This study aims to analyze the relationship between adherence to Iron Tablet consumption and the incidence of anemia among pregnant women at the Poskesdes in Kampung Baru Village. The research design utilized an analytical survey with a cross-sectional approach and a total sampling technique involving 87 pregnant women. Data were obtained from maternal registration books and the Maternal and Child Health (MCH) Handbook and analyzed using the chi-square test. The results indicated a significant relationship between age (ρ-value = 0.000), education (ρ-value = 0.017), and adherence to Iron Tablet consumption (ρ-value = 0.000) with anemia incidence, while no significant relationship was found between parity and anemia incidence (ρ-value = 0.058). A total of 55 pregnant women (63.2%) were diagnosed with anemia, and the majority (72.4%) were non-adherent in consuming Iron Tablets. This study concludes that adherence to Iron Tablet consumption among pregnant women has a significant relationship with anemia incidence, highlighting the need to optimize efforts to improve compliance with iron supplementation programs in maternal health initiatives.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN MELAKSANAKAN SENAM HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN PAGATAN TAHUN 2024 Saputriani, Ita Rahmi; Isnaniah, Isnaniah; Rafidah, Rafidah; Dewi, Vonny Khresna
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10388

Abstract

The register data at the Pagatan Care Health Center in July 2024 recorded 326 pregnant women, with 53% participating in prenatal exercise and 47% not engaging in it. The level of knowledge among pregnant women is suspected to influence their adherence to prenatal exercise. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design, involving a population of 150 pregnant women and a sample of 60 selected using the Accidental Sampling technique. Data were collected through questionnaires and secondary data and analyzed using the chi-square test at a significance level of α=0.000. The results indicate that 65% of pregnant women adhered to prenatal exercise, while 61.7% had a good level of knowledge. Statistical analysis revealed a significant relationship between pregnant women's knowledge levels and their adherence to prenatal exercise. In conclusion, the level of knowledge among pregnant women plays a crucial role in increasing adherence to prenatal exercise. Therefore, healthcare professionals should enhance health promotion efforts to encourage pregnant women to better understand and consistently participate in prenatal exercise Data register di Puskesmas Perawatan Pagatan pada Juli 2024 mencatat 326 ibu hamil, dengan 53% di antaranya melakukan senam hamil dan 47% tidak melakukannya. Tingkat pemahaman ibu hamil diduga berpengaruh terhadap ketaatan terhadap menjalankan senam hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 150 ibu hamil sebagai populasi, dengan sampel 60 orang yang dipilih melalui teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan data sekunder, kemudian dianalisis dengan uji chi-square pada level signifikansi yang ditentukan α=0,000. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa 65% ibu yang mengandung patuh melaksanakan senam hamil, sementara 61,7% memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan dab berkorelasi antara tingkat pemahaman ibu hamil dengan kepatuhan dalam melaksanakan senam kehamilan. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu hamil berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap senam hamil. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu meningkatkan promosi kesehatan untuk mendorong ibu hamil agar lebih memahami dan mengikuti senam hamil secara rutin.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG ULANG Holiyeh, Holiyeh; Isnaniah, Isnaniah; Hipni, Rubiati; Hapisah, Hapisah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10393

Abstract

The DMPA injectable contraceptive is the most widely used method in the working area of Tambang Ulang Public Health Center, with a total of 1,329 acceptors (40.3%). Long-term use of hormonal contraception, particularly those containing estrogen and progesterone, may contribute to changes in blood pressure. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design and utilized secondary data from the Family Planning (KB) register. The study population consisted of all DMPA injectable contraceptive acceptors, totaling 142 individuals, with a total sampling technique. The independent variable was the duration of DMPA injectable contraceptive use, while the dependent variable was an increase in blood pressure. The Chi-Square test was employed to perform data analysis. Univariate analysis results showed that 76 acceptors (53.52%) had used DMPA injectable contraception for ≥2 years, while 72 acceptors (50.7%) experienced an increase in blood pressure. The bivariate test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant the correlation between DMPA usage and its effects injectable contraception for ≥2 years and increased blood pressure. Prolonged use of hormonal contraception may elevate the risk of high blood pressure, and it is recommended that acceptors consider non-hormonal contraceptive methods after more than two years of use Kontrasepsi suntik DMPA merupakan metode yang paling banyak digunakan di wilayah kerja Puskesmas Tambang Ulang, dengan jumlah pengguna sebanyak 1.329 akseptor (40,3%). Penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang, khususnya yang memiliki kandungan estrogen dan progesteron, mampu berkontribusi terhadap perubahan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, serta memanfaatkan data sekunder dari register Keluarga Berencana (KB). Kelompok sasaran dalam penelitian ini mencakup seluruh akseptor kontrasepsi suntik DMPA dengan total sebanyak 142 orang, dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA, sedangkan variabel dependen adalah peningkatan tekanan darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 76 akseptor (53,52%) telah menggunakan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥2 tahun, sementara 72 akseptor (50,7%) mengalami peningkatan tekanan darah. Uji bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥2 tahun dengan peningkatan tekanan darah. Dengan demikian, penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang berisiko meningkatkan tekanan darah, sehingga disarankan agar akseptor mempertimbangkan metode kontrasepsi non-hormonal setelah penggunaan lebih dari dua tahun
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG ULANG Mustika, Heny; Isnaniah, Isnaniah; Kristiana, Efi; Hapisah, Hapisah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10395

Abstract

Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) injectable contraception is the most widely used method, with the highest number of acceptors in Tambang Ulang District in 2023 reaching 1,329 individuals (40.27%). One of the most frequently reported side effects is weight gain, which can impact women's health. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design to analyze the relationship between the duration of DMPA injectable contraception use and weight gain. Secondary data from family planning registers and primary data from measurements were used, with a population of 180 DMPA injectable contraception acceptors from January 2021 to December 2023 and a sample of 64 respondents determined using the Slovin formula. Univariate analysis revealed that 62.5% of respondents had used DMPA injectable contraception for ≥ 2 years, and 76.56% experienced weight gain. The chi-square test yielded a p-value of 0.008 (p < 0.05), indicating a significant relationship between the duration of DMPA use and weight gain. These findings confirm that using DMPA injectable contraception for ≥ 2 years poses a risk of weight gain, highlighting the need for education and communication regarding its effectiveness and side effects to help acceptors make informed decisions Kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) merupakan metode yang paling banyak digunakan, dengan jumlah akseptor terbanyak di Kecamatan Tambang Ulang pada tahun 2023 mencapai 1.329 orang (40,27%). Salah satu efek samping yang sering dikeluhkan adalah peningkatan berat badan, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan wanita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, menganalisis hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan. Data sekunder dari register KB dan data primer hasil pengukuran digunakan dalam penelitian ini, dengan populasi sebanyak 180 akseptor suntik DMPA periode Januari 2021–Desember 2023, serta sampel sebanyak 64 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 62,5% responden telah menggunakan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥ 2 tahun, dan 76,56% mengalami peningkatan berat badan. Uji chi-square menghasilkan nilai ρ = 0,008 (ρ < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara lama penggunaan DMPA dan peningkatan berat badan. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥ 2 tahun berisiko menyebabkan peningkatan berat badan, sehingga diperlukan edukasi dan komunikasi informasi efektivitas serta efek samping kontrasepsi agar akseptor dapat mengambil keputusan yang lebih tepat
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PEKERJAAN IBU DENGAN STATUS IMUNISASI BADUTA LENGKAP (IBL) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIRTA JAYA Astuti, Yuli; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul; Megawati, Megawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10410

Abstract

The follow-up immunization for under-two children (Baduta) is essential in maintaining high immunity levels for optimal protection. In Tanah Laut Regency, the Complete Baduta Immunization (IBL) coverage in 2023 reached 63.49% (3,805 out of 5,990 targets), while the Tirta Jaya Community Health Center recorded an achievement of 67.45% (143 out of 212 targets), ranking 9th among 22 community health centers. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 35 respondents selected through purposive sampling. The research examines the relationship between maternal knowledge, attitudes, and employment with Complete Baduta Immunization Status (IBL). Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate tests with a significance level of α=0.05. Findings indicate significant associations between maternal knowledge (p = 0.002), attitudes (p = 0.041), and employment (p = 0.015) with IBL status. Pearson Chi-Square analysis shows a strong correlation (66.55%) between the three independent variables and IBL status, emphasizing the crucial role of maternal factors in immunization completeness Imunisasi lanjutan untuk anak di bawah dua tahun (Baduta) sangat penting dalam menjaga tingkat kekebalan yang tinggi guna memberikan perlindungan optimal. Di Kabupaten Tanah Laut, cakupan Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) pada tahun 2023 mencapai 63,49% (3.805 dari target 5.990), sementara di Puskesmas Tirta Jaya, capaian sebesar 67,45% (143 dari target 212), menempatkannya di peringkat ke-9 dari 22 puskesmas di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 35 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan pekerjaan ibu dengan status Imunisasi Baduta Lengkap (IBL). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat serta bivariat menggunakan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p = 0,002), sikap ibu (p = 0,041), dan pekerjaan ibu (p = 0,015) dengan status IBL. Analisis Pearson Chi-Square menunjukkan korelasi yang kuat (66,55%) antara ketiga variabel independen dengan status IBL, menekankan peran penting faktor maternal dalam kelengkapan imunisasi

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue