cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN STRESS PADA PENDAMPING ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA KOTA BATAM Mayang Annisa Shidqi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2248

Abstract

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mengalami penyimpangan atau perlambatan dalam tumbuh kembang dari anak normal lainnya. Hal ini dapat memunculkan stress pada pendamping anak autisme, salah satu kemampuan yang dapat berpengaruh dalam menurunkan stress adalah dengan memiliki kecerdasan emosional yang dimiliki pada pendamping anak autisme. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kecerdasan emosional dengan stress pada pendamping anak autisme. Populasi dalam penelitian ini adalah pendamping anak autisme di Sekolah Luar Biasa Kota Batam. Subjek penelitian adalah 41 pendamping yang memiliki anak autisme. Pengambilan sample penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan 30 skala kecerdasan emosional dan 32 skala tingkat stress. data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis dengan uji Chisquare didapatkan adanya hubungan bermakna antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress dengan nilai p 0,003 < (p 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan stress pada pendamping anak autisme di Sekolah Luar Biasa Kota Batam. Saran Orang tua diharapkan untuk lebih mengendalikan stressor yang dapat terjadi pada dirinya dengan belajar mengenali emosi diri, memiliki komunikasi yang baik dengan keluarga maupun lingkungan sekitar agar dapat saling mendukung serta kerja sama di dalam keluarga untuk dapat meberikan pengasuhan yang terbaik bagi anak autisme.
HUBUNGAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI DESA WONOSARI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN BONDOWOSO Riskiah Arifi Putri; Cahya Tribagus Hidayat; Luh Titi Handayani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2288

Abstract

Pendahuluan: Tugas kesehatan keluarga sebagai bentuk gambaran seberapa jauh keluarga mampu meningkatkan atau mempertahankan derajat kesehatan setiap anggota keluarganya. Tugas kesehatan keluarga berkaitan dengan kualitas hidup lansia yang artinya hubungan baik dari keluarga akan memberikan lansia aman dan nyaman. Tujuan : penelitian untuk mengetahui bagaimana tugas kesehatan keluarga tentang kualitas hidup pada lansia. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 334 lansia yang usianya ≥60 tahun dengan sampel yang dihitung menggunakan rumus slovin sebanyak 182 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data Variabel independen Tugas Kesehatan Keluarga menggunakan kuesioner dan variabel dependen Kualitas Hidup Pada Lansia menggunkan kuesioner WHOQOL. Analisa data menggunakan uji statistic spreman rank (Rho) dengan tingkat signifikan (a) 5% (0,05) apa bila p value ≤ 0,05. Hasil: hasil penelitian didapatkan bahwa Tugas kesehatan keluarga di desa Wonosari sebagian besar 42,3% yaitu sebanyak 77 orang dalam kategori baik, sedangkan Kualitas hidup lansia di desa Wonosari sebagian besar 41,8% yaitu sebanyak 76 orang dalam kategori sangat baik. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan P Valulel adalah 0,042dimana p Valulel > a chronbach’s (0.05). Kesimpulan: ada hubungan sangat lemah antara Hubungan Tugas Kesehatan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pada Lansia di Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso.
HUBUNGAN FAKTOR BUDAYA DAN KEPERCAYAAN DENGAN KEPUTUSAN MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI DI MA ZAINUL BAHAR Linda Maulina; Awatiful Azza; Sri Wahyuni Adriani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2323

Abstract

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan dibawah usia 19 tahun. Pengambilan keputusan sebagian besar dipengaruhi oleh budaya dan kepercayaan. Fenomena pernikahan dini yang sering ditemukan dimasyarakat cenderung merugikan perempuan, sehingga perempuan terpaksa mengambil keputusan melakukan pernikahan dini karena tuntutan yang ada dimasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor budaya dengan keputusan pernikahan dini dan kepercayaan dengan keputusan melakukan pernikahan dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, sampel sebanyak 118 orang. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang mendukung budaya tentang pernikahan dini sebanyak 77 orang (65,3%), mendukung kepercayaan tentang pernikahan dini sebanyak 68 orang (57,6%) dan sebagian besar responden mengambil keputusan melakukan pernikahan dini sebanyak 60 orang (50,8%). Uji statistik menggunakan spearman rho dengan hasil p value 0,000 < 0,05 didapatkan p signifikan sebesar 0,0001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan faktor budaya dengan keputusan melakukan pernikahan dini dan didapatkan hasil p signifikan sebesar 0,0001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan kepercayaan dengan keputusan melakukan pernikahan dini. Faktor budaya dan kepercayaan yang negatife akan mempengaruhi keputusan dalam melakukan pernikahan dini. Sehingga penting bagi seluruh remaja dan masyarakat untuk lebih mendalami dan memahami terkait perniikahan dini dan dampak yang dapat terjadi terutama pada kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN KENAKALAN REMAJA DI SMA AL-FALAH KARANGHARJO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Afina Ahmad Wafiq; Yeni Suryaningsih; Sasmiyanto, Sasmiyanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2372

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa yang tengah mengalami pubertas dan ditandai dengan perubahan fisik, sosial, emosional. Pengalaman hidup remaja berada dalam suatu periode dimana remaja diharapkan bisa menyiapkan diri ke masa depan, dan dapat mengenal siapa diriya. Kegagalan remaja dalam menuntaskan tugas ini dapat berdampak buruk untuk perkembangan dirinya. Dampak kegagalan remaja dalam mengembangkan identitasnya membuat remaja akan kehilangan arah dan memungkinkan remaja melakukan perilaku menyimpang dari kebiasaan dan kriminalitas. Salah satu faktor internal penyebab dari kenakalan remaja adalah kondisi emosi yang kontroversial di dalam diri remaja akibat adanya perubahan psikologis dalam masa perkembangan remaja. Kegagalan mengelola emosi akan membuat ketidaknyamanan secara emosional. Desain Penelitian: penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 75 siswa, Sampel merupakan bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling. Penentuan jumlah sampel penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 63. Sampling menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner regulasi emosi dan kenakalan remaja. Analisis data menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikan (a=5% atau 0,05) apabila p value 0,05. Hasil: Didapatkan regulasi emosi paling banyak yaitu baik yang berjumlah 35 (55,6%), sedangkan kenakalan remaja paling banyak terdapat pada kategori tidak nakal dengan jumlah 30 (47,6%). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan (p value) 0,000 dengan koefisien korelasi 0,727. Kesimpulan: Ada hubungan kuat antara regulasi emosi dengan kenakalan remaja pada remaja SMA Al-falah di desa Sukoharjo Kecamatan Silo Kabupaten Jember memiliki hubungan yang sangat kuat.
HUBUNGAN SIKAP CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KENYAMANAN PASIEN PERIOPERATIF SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT CITRA HUSADA JEMBER Ririn Setyowati; Asmuji, Asmuji; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2374

Abstract

Sectio caesarea dapat memengaruhi penyesuaian wanita selama periode pascapersalinan dan berkontribusi pada peningkatan risiko gangguan psikologis maupun fisik. Pemberian kenyamanan pada ibu selama periode perioperatif memudahkan adaptasi ibu terhadap masa ini dan mempercepat proses adaptasi setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan sikap caring perawat dengan tingkat kenyamanan pasien perioperatif Sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan design cross sectional dengan melibatkan pasien perioperatif Sectio caesarea di Rumah Sakit Citra Husada Jember sebanyak 56 partisipan. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner The Caring Behaviors Inventory dan Comfort scale. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien perioperatif Sectio caesarea sebagian besar melaporkan sikap perawat adalah caring (87,5%) dan menyatakan nyaman (87,5%). Analisis bivariate menunjukkan ada hubungan sikap caring perawat dengan tingkat kenyamanan pasien perioperatif Sectio caesarea (p value = 0,000; α = 0,05; r = 0,554). Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai arti kenyamanan bagi pasien Sectio caesarea bahwa sikap caring diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan. Oleh karenanya perawat harus menampilkan sikap caring dengan penampilan yang bermartabat dan bahasa yang sopan untuk meredakan ketakutan sehingga pasien akan nyaman.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASI EKSLUSIF DI RUANG MERANTI RSUD KOTA TANGERANG Febi Ratnasari; Yuli Safitri; Eka Haniawati; Siti Hayatun Nupus; Nur Kholifah; Fadiatul Aini; Siti Hilda; Eva Nurmala Santi; Tia Aprilia
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2377

Abstract

Menyusui Pemberian ASI merupakan sarana utama pemberian nutrisi ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat serta mempunyai dampak biologis dan psikologis terhadap kesehatan ibu dan bayi. Pemberian ASI merupakan cara optimal dalam memberi nutrisi dan perawatan pada bayi baru lahir, dan dengan penambahan makanan pendamping ASI pada paruh kedua tahun pertama, kebutuhan gizi, imunologi, dan psikososial dapat terpenuhi hingga tahun kedua dan berikutnya (Fahimah, 2019). Pemberian ASI eksklusif memberikan manfaat bagi ibu dan bayinya. Menurut penelitian di negara maju, anak yang mendapat ASI eksklusif akan menurunkan infeksi saluran pernafasan bawah, infeksi telinga, diare, otitis media dan infeksi saluran kemih. Manfaat ASI Eksklusif adalah dapat mencegah perdarahan pasca melahirkan, menunda kehamilan, mempercepat proses penyusutan rahim, nyaman, lebih murah dan menurunkan risiko terkena kanker (Dewi dkk, 2019).
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN SKABIES SANTRI DI PONDOK PESANTREN IBNU KATSIR JEMBER Novannisa Imanda; Asmuji, Asmuji; Dwi Yunita Haryanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2389

Abstract

Latar Belakang: Skabies atau dikenal juga dengan kudis, gudig, dan budug, adalah suatu kondisi kulit yang disebabkan oleh infeksi kutu Sarcoptes scabiei varietas hominis. Penyakit skabies seringkali dialami oleh penghuni asrama, penjara tempat yang lembab sempit dan banyak orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para santri dan diharapkan akan mempengaruhi sikap seseorang dalam mencegah terjadinya scabies. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen design berupa rancangan pretest-posttest with one group design dengan 50 orang responden yang diambil dengan teknik non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Pendidikan Kesehatan yang diberikan dilakukan dengan metode FGD kepada responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap yang di buat sendiri oleh peneliti dengan terlebih dahulu dilakukan uji validitas. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa dimana p value pengetahuan = 0,00 dan p value sikap = 0,00 lebih kecil dari pada nilai alpha (p<0,05) didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang scabies dengan metode FGD terhadap pengetahuan dan sikap santri di Pondok Pesantren Ibnu Katsir Jember. Saran untuk klinik dan pondok pesantren diharapkan dapat bekerjasama untuk aktif dalam pemberian pendidikan kesehatan kepada santri tentang scabies. Agar pengetahuan dan sikap santri meningkat menjadi lebih baik, supaya tidak terjadi penularan penyakit scabies
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PPOK DI RUMAH SAKIT CITRA HUSADA JEMBER Andriani, Andriani; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2391

Abstract

Abstrak Introduction: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara paru-paru yang secara umum diakibatkan oleh paparan zat berbahaya. Aspek spiritual merupakan kebutuhan dasar bagi manusia sebagai kekuatan pendorong dan penyelaras dalam kehidupan yang berdampak terhadap keadaan fisik, psikologis, dan sosial. Kualitas hidup merupakan manivestasi tujuan bagi penderita PPOK yang penting untuk dipertahankan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup pada pasien PPOK. Metode: Design penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien PPOK berusia 45-65 tahun sejumlah 87 responden di Poli Paru Rumah Sakit Citra Husada Jember. Instrumen spritualitas menggunakan Brief Multidimention Measure of Religiuoness/Spirituality (BMMRS) modifikasi dari Bolding et.al terdiri dari 12 item pernyataan dan instrumen kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF terjemahan Bahasa Indonesia dari WHO yang berjumlah 26 item pertanyaan. Result: Tingkat spiritualitas pasien PPOK dengan kategori tinggi 53 orang (60,9%), sedang 21 orang (24,1%) dan rendah 13 orang (14,9%). Tingkat kualitas hidup pada pasien PPOK dengan kategori baik 44 orang (50,6%), cukup 23 orang (26,4%) dan kualitas hidup buruk 20 orang (23,0%). Analisis: Uji analisis dengan menggunakan Spearman Rho didapatkan p value < 0,001, α < 0,05 dan nilai r = 0,696 yang artimya bahwa ada hubungan antara spiritualitas dengan kualitas hidup pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dengan tingkat keeratan kuat. Diskusi: Pasien PPOK dengan tingkat spiritualitas tinggi berhubungan erat dengan perbaikan derajat kualitas hidup.
DIURETIC ACTIVITY TEST OF RED BETEL LEAF ETHANOL EXTRACT (PIPER CROCATUM RUIZ & PAV) AGAINST MALE WHITE RATS (RATTUS NOVERGICUS) Rizka Hasmi Nasution; Jefri Naldi; Sri Handayani; Efrita Lestari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2394

Abstract

Abstract: Background: According to the World Health Organization (WHO), the prevalence of hypertension in the world reached over 1.13 billion people in 2015, implying that one out of every three persons was diagnosed with hypertension. Flavonoids found in red betel leaves (Piper crocatum Ruiz & Pav) serve as antifungals, diuretics, antihistamines, antihypertensives, insecticides, bactericidal, antiviral, and enzyme inhibitors. The study aimed to find the best dose of red betel leaves extract as a diuretic in male white rats.The study was experimental laboratory. Alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids/triterpenoids are among the phytochemicals tested. A total of 25 male white rats were separated into five groups. Red betel leaves extract was administered to groups 1, 2, and 3 at dosages of 250mg/kg, 350 mg/kg, and 650mg/kg, respectively. Group 4 received a 0.5% Na CMC suspension as a negative control, while Group 5 received a furosemide suspension as a positive control. The average urine volume at 1-6 hours and the buildup of urine were used to calculate the rat urine volume.The results showed the accumulation of urine volume for 6 hours. The treatment group of red betel leaf ethanol extract at a dose of 250mg/kgBW obtained 0.57mL, a dose of 350mg/kgBW obtained 2.38mL, and a dose of 650mg/kgBW obtained 4.29mL, negative control (CMC 0.5%) obtained 0.2mL, positive control obtained 27.52mL.The study concluded that red betel leaves extract has diuretic action and that the ethanol extract of red betel leaves at a dosage of 650 mg/kgBW is the most effective dose.
HUBUNGAN NEUROPATI DIABETIKUM DENGAN DISTRES PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 BERDASARKAN ROY’S ADAPTATION MODEL (RAM) DI RUMAH SAKIT CITRA HUSADA JEMBER Agil Khoironi Firdaus; Nikmatur Rohmah; Zuhrotul Eka Yulis
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2402

Abstract

Neuropati diabetikum berdampak pada gangguan neurologis dan meningkatkan beban psikologis. Distress psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2 akan berdampak terhadap peningkatan komplikasi diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan neuropati diabetikum dengan distres psikologis pada penderita diabetes melitus tipe 2 berdasarkan Roy’s Adaptation Model (RAM). Penelitian ini menggunakan design cross sectional dengan melibatkan penderita diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi neuropati diabetikum di RS. Citra Husada Jember sebanyak 113 partisipan. Partisipan dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner neuropathy symptom score dan Diabetes Distress Scale-17. Data dianalisis menggunakan uji multinomial logistic regression. Hasil penelitian menunjukan bahwa penderita diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi neuropati diabetikum melaporkan sebagian besar mengalami neuropati diabetikum derajat berat (60,2%) dan terbanyak mengalami distress psikologi tinggi (38,9%). Model analisis regresi logistik multinomial menunjukkan pada penderita diabetes melitus tipe 2 potensi mengalami distress psikologis rendah yaitu neuropati ringan (OR= 44.091, p=0,006), laki – laki (OR= 2.373, p= 0,006), nilai Hba1c normal (OR= 1.233, p= 0,030), lama menderita diabetes antara 1-5 tahun (OR= 2.647, p= 0,010), serta gula darah ≥200 mg/dl merupakan protektif (OR= 0.011, p= 0,001). Neuropati diabetikum secara progresif meningkatkan risiko distress psikologis sehingga perlu untuk skrining terkait neuropati dan distress psikologis serta pemberian intervensi keperawatan psikologis dengan mempertimbngkan tingkat keparahan neuropati, jenis kelamin dan kestabilan gula darah.

Page 7 of 67 | Total Record : 668


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue