cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 377 Documents
Identification of Salmonella sp. Contamination in Duck Eggs at a Traditional Market in Klaten Riyan setiyanto
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.9992

Abstract

Salmonella sp. dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia yang disebut Salmonellosis dan ini biasanya ditemukan dalam makanan yang mengandung protein yang cukup tinggi sebagai media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas telur bebek untuk mengetahui apakah ada kontaminasi Salmonella sp.. pada telur bebek mentah.Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan telur bebek sebagai variabel independen dan Salmonella sp. pada telur bebek sebagai variabel dependen. Sampel telur diambil dari 3 pasar tradisional di Kabupaten Klaten dengan total 36 sampel, media yang digunakan adalah Buffer Pepton Water (BPW), Selenite Cystine Broth (SCB) media, media Salmonella Shigella Agar (SSA), dan Triple Sugar Iron Agar (TSIA). kemudian melakukan isolasi bakteri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sampel telur bebek yang dijual tidak mengandung Salmonella sp. Dari 36 sampel tersebut, ditemukan bahwa hasil negatif menunjukkan tidak adanya karakteristik pertumbuhan Salmonella sp. pada media biokimia, yaitu media Triple Sugar Iron Agar (TSIA) dan mungkin bakteri lain pada media Pepton Water Buffer dan media Selenite Cystine Broth (SCB) menunjukkan kekeruhan dan pada media Salmonella Shigella Agar (SSA) menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri.
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Obat Generik Dan Obat Paten Di Perumahan Madaniland Makassar Abdul Wahid Suleman; Quthratunnada Ruslan; Mutmainnah Siradjuddin
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.8928

Abstract

Penurunan obat generik terjadi karena rendahnya sumber informasi yang diperoleh masyarakat, serta kurangnya sosialisasi obat generik oleh pemerintah di berbagai daerah, rendahnya penggunaan obat generik di masyarakat dikarenakan obat generik masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat. Penyebab masalah ini terkait dengan tenaga medis baik itu dokter bahkan pasien sendiri masih menganggap obat generik obat murah dan tidak berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: Pengetahuan masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar tentang perbedaan antara obat generik dan obat paten, Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai  obat generik dan obat paten di Perumahan Madaniland Makassar. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian observasional dengan teknik survei dimana informasi/data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan ke responden. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner tersebut terdiri dari 2 bagian yaitu karakteristik dan pengetahuan masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar sudah mengetahui perbedaan antara obat generik dan obat paten, Masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar, dari 40 responden memiliki pengetahuan mengenai obat generik dan obat paten yang masuk kategori baik sebanyak 19 orang (47,5%), kategori cukup baik sebanyak 13 orang (32,5%) dan kategori kurang sebanyak 8 orang (20%). Kesimpualan: Masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar memiliki pemahaman yang baik mengenai perbedaan antara obat generik dan obat paten ditandai dengan persentase baik sebanyak 19 orang (47,5%).
Evaluasi Implementasi Rantai Dingin pada Penyimpanan Vaksin di Puskesmas Kabupaten Murung Raya Eko Yatminto
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.10312

Abstract

Vaccines, as biological products, are highly sensitive to temperature fluctuations and therefore require proper cold chain management. However, storage practices in primary healthcare facilities often do not meet established standards. This study aimed to assess the level of compliance of vaccine storage practices in primary healthcare centers in Murung Raya Regency with prevailing national standards. The study employed a quantitative approach with a descriptive-evaluative design. Five primary healthcare centers were purposively selected in September 2025. Data were collected through direct observation using a structured checklist based on national vaccine management guidelines and were analyzed descriptively by calculating the percentage of compliance for each indicator. The results showed that cold chain infrastructure and temperature monitoring fully met the required standards (100%), including the availability of dedicated vaccine refrigerators, temperature monitoring devices, continuous electricity supply, and temperature records within the recommended range. Stock rotation practices based on VVM, FIFO, and FEFO principles were also optimally implemented (100%). However, compliance with the physical arrangement of vaccines inside the refrigerator was low (20%), particularly regarding spacing between packages and the placement of heat- and freeze-sensitive vaccines. These findings indicate a gap between administrative compliance and actual vaccine storage practices in the field. Strengthened technical supervision and periodic evaluation are necessary to ensure optimal vaccine quality and stability.
Formulasi Body lotion Moisturizer Ektrak Etanol Daun Tapak Dara Dengan Perlakuan Nanoenkapsulasi septiani, putri -
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.10467

Abstract

Ekstrak etanol daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) memiliki potensi sebagai bahan aktif dalam sediaan body lotion moisturizer karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder. Namun, kandungan klorofil yang menyebabkan warna ekstrak menjadi pekat serta rendahnya stabilitas senyawa aktif menjadi kendala dalam pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik body lotion moisturizer yang mengandung ekstrak etanol daun tapak dara hasil bleaching dengan perlakuan nanoenkapsulasi. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%). Ekstrak diperoleh melalui ekstraksi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan proses bleaching menggunakan arang aktif, dilanjutkan dengan nanoenkapsulasi menggunakan karboksimetil kitosan (CMC), dan diformulasikan ke dalam sediaan body lotion. Evaluasi meliputi karakterisasi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA), uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem nanoenkapsulasi memiliki ukuran partikel rata-rata sebesar 1556,4 ± 46,7 nm dengan nilai Polydispersity Index (PDI) sebesar 0,461 ± 0,015. Seluruh formula menghasilkan sediaan yang homogen, memiliki bentuk semi padat, tidak mengalami pemisahan fase, pH berada pada rentang 5,89–6,47, daya sebar memenuhi persyaratan sediaan topikal, serta viskositas berada pada kisaran standar lotion. Formula dengan konsentrasi ekstrak 7% menunjukkan karakteristik fisik yang paling baik dibandingkan formula lainnya. Dengan demikian, ekstrak etanol daun tapak dara hasil bleaching yang dinanoenkapsulasi berhasil diformulasikan menjadi body lotion moisturizer dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan mutu sediaan topikal
Pengaruh Polaritas Pelarut terhadap Toksisitas Ekstrak Daun Anting-anting (Acalypha Indica L.) dengan Metode BSLT. Kholifatur Rohmah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.10469

Abstract

Tanaman anting-anting (Acalypha indica L.) merupakan salah satutanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolitsekunder yang berpotensi sebagai senyawa bioaktif. Perbedaan tingkatkepolaran pelarut dapat memengaruhi jenis dan jumlah senyawa yang terekstraksi sehingga dapat memengaruhi tingkat toksisitas ekstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh polaritas pelarutterhadap toksisitas ekstrak daun anting-anting (Acalypha indica L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu ekstraksiultrasonik menggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksana. Selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia dan uji toksisitas denganmetode BSLT. Tingkat toksisitas ditentukan berdasarkan jumlah kematianlarva Artemia salina Leach setelah 24 jam perlakuan dan dianalisismenggunakan metode probit dengan bantuan program SPSS untukmemperoleh nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50ekstrak etanol 96% sebesar 439,242 ppm, ekstrak etil asetat sebesar227,162 ppm, dan ekstrak n-heksana sebesar 684,996 ppm. Berdasarkanhasil tersebut, ekstrak etil asetat daun anting-anting (Acalypha indica L.) memiliki tingkat toksisitas paling tinggi karena memiliki nilai LC50 paling rendah dibandingkan ekstrak etanol 96% dan n-heksana.
Efektivitas Terapi Antidiabetik Oral Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Gagal Ginjal Di RSUD “X” Kota Madiun Vidya ningrum
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.10427

Abstract

Penyakit metabolik kronis yang sering disertai komplikasi gagal ginjal adalah  diabetes mellitus tipe 2. Terapi antidiabetik oral dengan gangguan fungsi ginjal memerlukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas terapi. Penelitian ini memiliki tujuan  untuk mengetahui apakah pemberiam antidiabetik oral efektif menurunkan kadar glukosa darah dan kreatinin dengan gagal ginjal di RSUD X Kota Madiun. Metode penelitian adalah  rancangan deskriptif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data rekam medis tahun 2024. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 40 pasien yang sesuai dengan  kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan  uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah terapi. Penelitian menunjukkan hasil rerata kadar gula darah pada terapi antidiabetik oral tunggal menurun dari 240,89 mg/dL menjadi 190,42 mg/dL, sedangkan pada terapi antidiabetik oral kombinasi menurun dari 245,25 mg/dL menjadi 200,12 mg/dL dengan nilai p0,001. Rata rata kadar kreatinin pada terapi tunggal menurun dari 2,31 mg/dL menjadi 2,03 mg/dL dan pada terapi kombinasi dari 2,38 mg/dL menjadi 1,77 mg/dL dengan nilai p0,05. Penelitian menunjukkan kesimpulan bahwa penggunaan antidiabetik oral secara tunggal atau kombinasi mampu menurunkan kadar gula darah dan kreatinin pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan gagal ginjal, meskipun belum seluruh pasien mencapai target control glikemik yang optimal
Pengaruh Polaritas Pelarut terhadap Toksisitas Ekstrak Daun Anting-anting ( Acalypha Indica L.) Kholifaturrohmah Kholifaturrohmah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.10459

Abstract

Tanaman anting-anting (Acalypha indica L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai senyawa bioaktif. Perbedaan tingkat kepolaran pelarut dapat memengaruhi jenis dan jumlah senyawa yang terekstraksi sehingga dapat memengaruhi tingkat toksisitas ekstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh polaritas pelarut terhadap toksisitas ekstrak daun anting-anting (Acalypha indica L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu ekstraksi ultrasonik menggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksana. Selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia dan uji toksisitas dengan metode BSLT. Tingkat toksisitas ditentukan berdasarkan jumlah kematian larva Artemia salina Leach setelah 24 jam perlakuan dan dianalisis menggunakan metode probit dengan bantuan program SPSS untuk memperoleh nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50ekstrak etanol 96% sebesar 439,242 ppm, ekstrak etil asetat sebesar 227,162 ppm, dan ekstrak n-heksana sebesar 684,996 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etil asetat daun anting-anting (Acalypha indica L.) memiliki tingkat toksisitas paling tinggi karena memiliki nilai LC50 paling rendah dibandingkan ekstrak etanol 96% dan n-heksana. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue