cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 367 Documents
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Rasionalisasi Penggunaan Obat pada Mahasiswa Tadris IPA UIN Salatiga Adhityasmara, Dhimas; Saputro, Budiyono
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10080

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti efek samping obat, resistensi antimikroba, dan risiko keselamatan pasien. Salah satu faktor penting yang memengaruhi rasionalisasi penggunaan obat adalah pengetahuan dan sikap individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang obat dan sikap rasionalisasi penggunaan obat pada mahasiswa Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap 67 mahasiswa aktif Tadris IPA. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner berbasis Google Form dengan skala Likert. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,834 untuk variabel pengetahuan dan 0,854 untuk variabel sikap, yang menandakan instrumen reliabel. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan tentang obat dan sikap rasionalisasi penggunaan obat dengan nilai koefisien korelasi ρ = 0,566 dan p 0,01. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan mahasiswa tentang obat, maka semakin positif pula sikap mereka terhadap rasionalisasi penggunaan obat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi obat melalui edukasi terstruktur di lingkungan perguruan tinggi, khususnya pada mahasiswa pendidikan sains, sebagai upaya mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional. 
Pengaruh Aerosil Terhadap Sifat Fisik Kapsul Ekstrak Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) Terfermentasi Handayani, kiki rizki; Safira, Yunita Zian; Sahada, Rasti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9968

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi Aerosil terhadap sifat fisik kapsul ekstrak pasak bumi (Eurycoma longifolia) terfermentasi. Simplisia difermentasi selama 3×24 jam untuk meningkatkan pelepasan senyawa bioaktif dan menurunkan rasa pahit, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% dan dilanjutkan remaserasi. Ekstrak kental dikeringkan menggunakan Aerosil sebagai adsorben dan diformulasikan menjadi tiga granul kapsul dengan konsentrasi Aerosil 5% (F1), 7% (F2), dan 9% (F3). Evaluasi meliputi organoleptis, hedonik, waktu alir, sudut diam, kompresibilitas, distribusi ukuran partikel, kadar air, keseragaman bobot, dan waktu hancur. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptis dan tingkat penerimaan panelis yang serupa, dengan sifat alir dan sudut diam berada pada kategori baik hingga sangat baik. Kompresibilitas meningkat seiring bertambahnya konsentrasi Aerosil, sementara distribusi ukuran partikel didominasi fraksi 600 µm. Kadar air granul masih melebihi batas persyaratan, sedangkan uji keseragaman bobot dan waktu hancur seluruh kapsul memenuhi standar. Secara keseluruhan, variasi konsentrasi Aerosil tidak memberikan perbedaan bermakna pada sebagian besar parameter fisik, namun konsentrasi yang lebih tinggi memberikan kompresibilitas terbaik tanpa mengganggu mutu fisik sediaan.
Analisis Logam Berat (As dan Fe) Beras Putih Dan Merah di Kaliwungu Kudus ismah, kadar
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10012

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Logam berat merupakan unsur kimia yang memiliki massa jenis tinggi dan bersifat toksik, bahkan dalam konsentrasi rendah. Paparan logam berat dapat terjadi melalui makanan, air, dan udara, dengan gejala yang bervariasi mulai dari gangguan saraf hingga kerusakan organ. Beras sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia menjadi salah satu jalur potensial paparan logam berat. Identifikasi kandungan logam berat dalam beras sangat penting untuk menilai risiko toksisitas dan menjamin keamanan pangan.Metode : Penelitian ini meliputi uji kualitatif (organoleptik, pH, dan Marsh) serta kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel yang diuji berjumlah 6, terdiri dari 3 beras putih (BPA, BPB, BPC) dan 3 beras merah (BMA, BMB, BMC).Hasil : Hasil penelitian menunjukkan uji organoleptik menunjukkan semua sampel memiliki ciri fisik khas beras yang baik. Hasil uji Marsh menunjukkan indikasi keberadaan arsen, dan nilai pH berada dalam rentang netral. Hasil SSA menunjukkan kadar arsenik (As) terendah pada sampel BPA, BPB, BPC, dan BMA yaitu 0,0036 mg/kg, sementara BMB sebesar 0,0312 mg/kg dan BMC sebesar 0,0072 mg/kg, yang seluruhnya masih di bawah batas maksimum dari BPOM dan BSN yaitu 0,3 mg/kg. Sementara itu, kadar besi (Fe) pada sampel BPA sebesar 10,8141 mg/kg, BPB 2,3596 mg/kg, BPC 3,6394 mg/kg, BMA 11,2796 mg/kg, BMB 2,7502 mg/kg, dan BMC 9,6900 mg/kg. Seluruh nilai kadar besi melebihi batas maksimum cemaran menurut BSN, yaitu 1 mg/kg.Simpulan : Dapat disimpulkan bahwa kadar arsen seluruh sampel masih berada di bawah batas maksimum dan besi tertinggi ditemukan pada sampel beras merah (Oryza rufipogon) dengan kode BMA yaitu 11,2796 mg/kg.Kata kunci: Logam Berat, Beras Merah, Beras Putih.
KARAKTERISASI SUSPENSI NANOPARTIKEL α-MANGOSTIN BERBASIS KITOSAN SEBAGAI SISTEM PENGHANTAR OBAT Kusnadi, Kusnadi; Mahardika, Muladi Putra
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10018

Abstract

α-Mangostin (αM) merupakan senyawa xanton bioaktif utama yang berasal dari Garcinia mangostana L. dan diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis, seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Namun, pemanfaatan αM secara topikal maupun oral masih terbatas akibat ketidakstabilan dan kelarutannya yang rendah dalam media berair, sehingga menurunkan efektivitas terapeutiknya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan potensi penghantaran αM melalui formulasi suspensi nanopartikel berbasis kitosan (αM-ChNP) menggunakan metode gelasi ionik. αM-ChNP diformulasikan dalam tiga variasi rasio αM terhadap kitosan, yaitu FI (1:10), FII (1:5), dan FIII (1:2,5). Karakterisasi fisik suspensi nanopartikel dilakukan melalui pengukuran ukuran partikel, entrapment efficiency, dan potensial zeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel αM-ChNP berada dalam kisaran 269.2–294.7  nm, yang sesuai dengan karakteristik sistem nanopartikel. Nilai entrapment efficiency masing-masing formulasi adalah 84,78% (FIII), 87,54% (FII), dan 91,23% (FI), menunjukkan kemampuan kitosan yang baik dalam menjerap αM. Selain itu, nilai potensial zeta yang tinggi dan bermuatan negatif, yaitu −35,6 hingga −59,0 mV, mengindikasikan stabilitas sistem koloid yang sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa suspensi αM-ChNP berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantar obat yang stabil dan efektif untuk meningkatkan kinerja terapeutik α-mangostin.
Evaluasi Penggunaan Antidiabetes pada Pasien Rawat Jalan di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang Karminingtyas, Sikni Retno
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9984

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia exceeding normal values of 126 mg/dl due to impaired insulin production in the human body. The purpose of this study was to evaluate the appropriateness of antidiabetic medication use in outpatients with type 2 diabetes mellitus at Bhakti Wira Tamtama Hospital for the period January–June 2024. This study was a descriptive study with a retrospective approach. The sampling technique used a purposive sampling method, with 100 patients. Data were analyzed based on the 2021 PERKENI and 2021 edition of DIH guidelines. The majority of type 2 diabetes mellitus patients at Bhakti Wira Tamtama Hospital were female (56%) and aged 56–65 years (66%). The most commonly used single antidiabetic medication was glimepiride (20%), a combination of two drugs glimepiride and metformin (16%), and a combination of three drugs acarbose + gliclazide + metformin (5%). The evaluation of antidiabetic medication use included 100% accuracy in indications, 100% accuracy in patients, 61% accuracy in drugs, and 100% accuracy in doses. Overall, the evaluation of antidiabetic medication use at Bhakti Wira Tamtama Hospital averaged 90.25%.
Perbedaan Pengetahuan Pada Pelayanan Fitofarmaka dengan Sistem Informasi Oleh Tenaga Kefarmasian di Kota Semarang Suwarni, Sri
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9340

Abstract

One of the forms of natural medicine in Indonesia is phytopharmaca. Until now, based on the data, there is an increase in the production of phytopharmaceutical preparations. The use of phytopharmaca must continue to be increased for the utilization of Indonesian Herbal medicine. There is an Information System that contains information about Phytopharmacia called SIFITA to support the provision of information by pharmaceutical personnel for patient education. The aim of the study was to determine the success of Phytopharmaca Information System support on the knowledge of Pharmaceutical Workers in Semarang City. Prospective quantitative research design. The sample used was 350 pharmaceutical workers in Semarang City who work in health care facilities. The instrument was a valid and reliable questionnaire. The instrument question constructs used the HOT-Fit (Human Organization Technology, Net benefit) method for SIFITA and measurement of success in improving knowledge. The analysis used Chi Square test, Spearman's Rank Correlation Coefficient test, and N-Gain test. The results of this study p value = 0.00 0.05 means that there is a difference in knowledge before and after using the Phytopharmaceutical Information System by Pharmaceutical Workers in Semarang City, p value = 0.00 0.05 means that there is an influence of the Phytopharmaceutical Information System on the knowledge of Pharmaceutical Workers in Semarang City with a moderate relationship strength level of 0.59, and this Phytopharmaceutical Information System measured by NGain is quite effective 69.77%.
Sinergisme Farmasi Klinis Dalam Optimalisasi Obat Herbal Lokal Menuju Kemandirian Obat Nasional Dan Revitalisasi Paradigma Pada Masyarakat Kontemporer Aprianti, Pande Made Ayu; Gunawan, I Made Rian Putra; Putri, Putu Melista
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10219

Abstract

Ketergantungan terhadap bahan baku obat impor menjadi tantangan besar bagi ketahanan kesehatan nasional. Optimalisasi obat herbal lokal melalui sinergisme farmasi klinis di fasilitas kesehatan merupakan strategi kunci menuju kemandirian obat dan revitalisasi paradigma pengobatan pada masyarakat kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan obat herbal lokal, keterlibatan farmasi klinis dalam pemantauan terapi, serta mengukur kesiapan dan implementasi peran farmasis dalam integrasi obat herbal di Rumah Sakit “X”. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan tiga pendekatan data: (1) analisis retrospektif resep yang mengandung obat herbal selama satu bulan terakhir di berbagai unit pelayanan, (2) analisis kualitatif terhadap dokumentasi SOAP dalam Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT), dan (3) survei melalui kuesioner tertutup kepada 11 responden farmasi klinis untuk menilai efikasi diri, praktik klinis, dan persepsi lingkungan kerja. Hasil penelitian ini menjunjukan: Data retrospektif menunjukkan pemanfaatan obat herbal lokal (Fitofarmaka dan OHT) telah terimplementasi di unit Rawat Jalan, Rawat Inap, ICU, Pediatrik, dan Maternity, dengan penggunaan dominan pada kasus hepatoprotektor, hipoalbuminemia, imunomodulator dan nefrolitiasis. Analisis CPPT mengungkapkan bahwa farmasi klinis telah melakukan sinergisme melalui pemantauan interaksi obat dan keamanan terapi herbal secara terintegrasi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa farmasis memiliki efikasi diri yang tinggi (rata-rata skor kategori tinggi) dan didukung oleh budaya organisasi yang terbuka terhadap penggunaan herbal, meskipun frekuensi praktik klinis harian masih memerlukan optimalisasi berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah sinergisme farmasi klinis di Rumah Sakit “X” berperan signifikan dalam mengoptimalkan penggunaan obat herbal lokal melalui pendekatan saintifik. Integrasi ini mendukung terciptanya kemandirian obat nasional dan mentransformasi paradigma masyarakat kontemporer terhadap obat bahan alam yang modern dan berbasis bukti (evidence-based).

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue