cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 377 Documents
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Rasionalisasi Penggunaan Obat pada Mahasiswa Tadris IPA UIN Salatiga Dhimas Adhityasmara; Budiyono Saputro
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10080

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti efek samping obat, resistensi antimikroba, dan risiko keselamatan pasien. Salah satu faktor penting yang memengaruhi rasionalisasi penggunaan obat adalah pengetahuan dan sikap individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang obat dan sikap rasionalisasi penggunaan obat pada mahasiswa Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap 67 mahasiswa aktif Tadris IPA. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner berbasis Google Form dengan skala Likert. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,834 untuk variabel pengetahuan dan 0,854 untuk variabel sikap, yang menandakan instrumen reliabel. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan tentang obat dan sikap rasionalisasi penggunaan obat dengan nilai koefisien korelasi ρ = 0,566 dan p 0,01. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan mahasiswa tentang obat, maka semakin positif pula sikap mereka terhadap rasionalisasi penggunaan obat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi obat melalui edukasi terstruktur di lingkungan perguruan tinggi, khususnya pada mahasiswa pendidikan sains, sebagai upaya mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional. 
Pengaruh Aerosil Terhadap Sifat Fisik Kapsul Ekstrak Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) Terfermentasi kiki rizki Handayani; Yunita Zian Safira; Rasti Sahada
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9968

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi Aerosil terhadap sifat fisik kapsul ekstrak pasak bumi (Eurycoma longifolia) terfermentasi. Simplisia difermentasi selama 3×24 jam untuk meningkatkan pelepasan senyawa bioaktif dan menurunkan rasa pahit, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% dan dilanjutkan remaserasi. Ekstrak kental dikeringkan menggunakan Aerosil sebagai adsorben dan diformulasikan menjadi tiga granul kapsul dengan konsentrasi Aerosil 5% (F1), 7% (F2), dan 9% (F3). Evaluasi meliputi organoleptis, hedonik, waktu alir, sudut diam, kompresibilitas, distribusi ukuran partikel, kadar air, keseragaman bobot, dan waktu hancur. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptis dan tingkat penerimaan panelis yang serupa, dengan sifat alir dan sudut diam berada pada kategori baik hingga sangat baik. Kompresibilitas meningkat seiring bertambahnya konsentrasi Aerosil, sementara distribusi ukuran partikel didominasi fraksi 600 µm. Kadar air granul masih melebihi batas persyaratan, sedangkan uji keseragaman bobot dan waktu hancur seluruh kapsul memenuhi standar. Secara keseluruhan, variasi konsentrasi Aerosil tidak memberikan perbedaan bermakna pada sebagian besar parameter fisik, namun konsentrasi yang lebih tinggi memberikan kompresibilitas terbaik tanpa mengganggu mutu fisik sediaan.
Analisis Logam Berat (As dan Fe) Beras Putih Dan Merah di Kaliwungu Kudus kadar ismah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10012

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Logam berat merupakan unsur kimia yang memiliki massa jenis tinggi dan bersifat toksik, bahkan dalam konsentrasi rendah. Paparan logam berat dapat terjadi melalui makanan, air, dan udara, dengan gejala yang bervariasi mulai dari gangguan saraf hingga kerusakan organ. Beras sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia menjadi salah satu jalur potensial paparan logam berat. Identifikasi kandungan logam berat dalam beras sangat penting untuk menilai risiko toksisitas dan menjamin keamanan pangan.Metode : Penelitian ini meliputi uji kualitatif (organoleptik, pH, dan Marsh) serta kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel yang diuji berjumlah 6, terdiri dari 3 beras putih (BPA, BPB, BPC) dan 3 beras merah (BMA, BMB, BMC).Hasil : Hasil penelitian menunjukkan uji organoleptik menunjukkan semua sampel memiliki ciri fisik khas beras yang baik. Hasil uji Marsh menunjukkan indikasi keberadaan arsen, dan nilai pH berada dalam rentang netral. Hasil SSA menunjukkan kadar arsenik (As) terendah pada sampel BPA, BPB, BPC, dan BMA yaitu 0,0036 mg/kg, sementara BMB sebesar 0,0312 mg/kg dan BMC sebesar 0,0072 mg/kg, yang seluruhnya masih di bawah batas maksimum dari BPOM dan BSN yaitu 0,3 mg/kg. Sementara itu, kadar besi (Fe) pada sampel BPA sebesar 10,8141 mg/kg, BPB 2,3596 mg/kg, BPC 3,6394 mg/kg, BMA 11,2796 mg/kg, BMB 2,7502 mg/kg, dan BMC 9,6900 mg/kg. Seluruh nilai kadar besi melebihi batas maksimum cemaran menurut BSN, yaitu 1 mg/kg.Simpulan : Dapat disimpulkan bahwa kadar arsen seluruh sampel masih berada di bawah batas maksimum dan besi tertinggi ditemukan pada sampel beras merah (Oryza rufipogon) dengan kode BMA yaitu 11,2796 mg/kg.Kata kunci: Logam Berat, Beras Merah, Beras Putih.
KARAKTERISASI SUSPENSI NANOPARTIKEL α-MANGOSTIN BERBASIS KITOSAN SEBAGAI SISTEM PENGHANTAR OBAT Kusnadi Kusnadi; Muladi Putra Mahardika
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10018

Abstract

α-Mangostin (αM) merupakan senyawa xanton bioaktif utama yang berasal dari Garcinia mangostana L. dan diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis, seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Namun, pemanfaatan αM secara topikal maupun oral masih terbatas akibat ketidakstabilan dan kelarutannya yang rendah dalam media berair, sehingga menurunkan efektivitas terapeutiknya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan potensi penghantaran αM melalui formulasi suspensi nanopartikel berbasis kitosan (αM-ChNP) menggunakan metode gelasi ionik. αM-ChNP diformulasikan dalam tiga variasi rasio αM terhadap kitosan, yaitu FI (1:10), FII (1:5), dan FIII (1:2,5). Karakterisasi fisik suspensi nanopartikel dilakukan melalui pengukuran ukuran partikel, entrapment efficiency, dan potensial zeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel αM-ChNP berada dalam kisaran 269.2–294.7  nm, yang sesuai dengan karakteristik sistem nanopartikel. Nilai entrapment efficiency masing-masing formulasi adalah 84,78% (FIII), 87,54% (FII), dan 91,23% (FI), menunjukkan kemampuan kitosan yang baik dalam menjerap αM. Selain itu, nilai potensial zeta yang tinggi dan bermuatan negatif, yaitu −35,6 hingga −59,0 mV, mengindikasikan stabilitas sistem koloid yang sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa suspensi αM-ChNP berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantar obat yang stabil dan efektif untuk meningkatkan kinerja terapeutik α-mangostin.
Evaluasi Penggunaan Antidiabetes pada Pasien Rawat Jalan di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang Sikni Retno Karminingtyas
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9984

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia exceeding normal values of 126 mg/dl due to impaired insulin production in the human body. The purpose of this study was to evaluate the appropriateness of antidiabetic medication use in outpatients with type 2 diabetes mellitus at Bhakti Wira Tamtama Hospital for the period January–June 2024. This study was a descriptive study with a retrospective approach. The sampling technique used a purposive sampling method, with 100 patients. Data were analyzed based on the 2021 PERKENI and 2021 edition of DIH guidelines. The majority of type 2 diabetes mellitus patients at Bhakti Wira Tamtama Hospital were female (56%) and aged 56–65 years (66%). The most commonly used single antidiabetic medication was glimepiride (20%), a combination of two drugs glimepiride and metformin (16%), and a combination of three drugs acarbose + gliclazide + metformin (5%). The evaluation of antidiabetic medication use included 100% accuracy in indications, 100% accuracy in patients, 61% accuracy in drugs, and 100% accuracy in doses. Overall, the evaluation of antidiabetic medication use at Bhakti Wira Tamtama Hospital averaged 90.25%.
Perbedaan Pengetahuan Pada Pelayanan Fitofarmaka dengan Sistem Informasi Oleh Tenaga Kefarmasian di Kota Semarang Sri Suwarni
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9340

Abstract

One of the forms of natural medicine in Indonesia is phytopharmaca. Until now, based on the data, there is an increase in the production of phytopharmaceutical preparations. The use of phytopharmaca must continue to be increased for the utilization of Indonesian Herbal medicine. There is an Information System that contains information about Phytopharmacia called SIFITA to support the provision of information by pharmaceutical personnel for patient education. The aim of the study was to determine the success of Phytopharmaca Information System support on the knowledge of Pharmaceutical Workers in Semarang City. Prospective quantitative research design. The sample used was 350 pharmaceutical workers in Semarang City who work in health care facilities. The instrument was a valid and reliable questionnaire. The instrument question constructs used the HOT-Fit (Human Organization Technology, Net benefit) method for SIFITA and measurement of success in improving knowledge. The analysis used Chi Square test, Spearman's Rank Correlation Coefficient test, and N-Gain test. The results of this study p value = 0.00 0.05 means that there is a difference in knowledge before and after using the Phytopharmaceutical Information System by Pharmaceutical Workers in Semarang City, p value = 0.00 0.05 means that there is an influence of the Phytopharmaceutical Information System on the knowledge of Pharmaceutical Workers in Semarang City with a moderate relationship strength level of 0.59, and this Phytopharmaceutical Information System measured by NGain is quite effective 69.77%.
Sinergisme Farmasi Klinis Dalam Optimalisasi Obat Herbal Lokal Menuju Kemandirian Obat Nasional Dan Revitalisasi Paradigma Pada Masyarakat Kontemporer Pande Made Ayu Aprianti; I Made Rian Putra Gunawan; Putu Melista Putri
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10219

Abstract

Ketergantungan terhadap bahan baku obat impor menjadi tantangan besar bagi ketahanan kesehatan nasional. Optimalisasi obat herbal lokal melalui sinergisme farmasi klinis di fasilitas kesehatan merupakan strategi kunci menuju kemandirian obat dan revitalisasi paradigma pengobatan pada masyarakat kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan obat herbal lokal, keterlibatan farmasi klinis dalam pemantauan terapi, serta mengukur kesiapan dan implementasi peran farmasis dalam integrasi obat herbal di Rumah Sakit “X”. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan tiga pendekatan data: (1) analisis retrospektif resep yang mengandung obat herbal selama satu bulan terakhir di berbagai unit pelayanan, (2) analisis kualitatif terhadap dokumentasi SOAP dalam Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT), dan (3) survei melalui kuesioner tertutup kepada 11 responden farmasi klinis untuk menilai efikasi diri, praktik klinis, dan persepsi lingkungan kerja. Hasil penelitian ini menjunjukan: Data retrospektif menunjukkan pemanfaatan obat herbal lokal (Fitofarmaka dan OHT) telah terimplementasi di unit Rawat Jalan, Rawat Inap, ICU, Pediatrik, dan Maternity, dengan penggunaan dominan pada kasus hepatoprotektor, hipoalbuminemia, imunomodulator dan nefrolitiasis. Analisis CPPT mengungkapkan bahwa farmasi klinis telah melakukan sinergisme melalui pemantauan interaksi obat dan keamanan terapi herbal secara terintegrasi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa farmasis memiliki efikasi diri yang tinggi (rata-rata skor kategori tinggi) dan didukung oleh budaya organisasi yang terbuka terhadap penggunaan herbal, meskipun frekuensi praktik klinis harian masih memerlukan optimalisasi berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah sinergisme farmasi klinis di Rumah Sakit “X” berperan signifikan dalam mengoptimalkan penggunaan obat herbal lokal melalui pendekatan saintifik. Integrasi ini mendukung terciptanya kemandirian obat nasional dan mentransformasi paradigma masyarakat kontemporer terhadap obat bahan alam yang modern dan berbasis bukti (evidence-based).
Aktivitas Antibakteri Emulgel Dan Uji Sifat Fisik Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Terhadap Staphylococcus aureus Maulana Tegar AdityaNugraha
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.10344

Abstract

Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dikenal sebagai salah satu tanaman yang berpotensi digunakan sebagai obat tradisional. Namun, penggunaan buah mengkudu secara langsung pada kulit dinilai kurang praktis dan kurang nyaman, sehingga perlu diformulasikan dalam bentuk sediaan yang lebih sesuai, seperti emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik serta aktivitas antibakteri dari ekstrak buah mengkudu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan berupa serbuk buah mengkudu yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi sediaan emulgel dan dilakukan pengujian sifat fisik yang meliputi uji organoleptis, daya sebar, daya lekat, dan pH. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus diuji menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emulgel dengan konsentrasi ekstrak 15%, 20%, dan 25% mampu menghasilkan zona hambat sebagai indikator aktivitas antibakteri. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Pengujian sifat fisik menunjukkan bahwa sediaan emulgel memiliki karakteristik organoleptis yang baik, daya lekat dan pH yang memenuhi persyaratan, serta daya sebar yang optimal. Uji aktivitas antibakteri memperlihatkan bahwa emulgel ekstrak buah mengkudu memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25%, dengan rata-rata diameter zona hambat masing-masing 9 mm, 11 mm, dan 13 mm. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa emulgel ekstrak buah mengkudu efektif sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL AKAR MENGKUDU DARI DESA LELA KABUPATEN SIKKA Kristina Tresia Leto; Aloysia Oktaviana Daka; Maria Dua Ona Keban
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9975

Abstract

Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) telah lama dikenal masyarakat Sikka, khususnya di desa Lela, sebagai sumber pewarna alami untuk benang. Namun, pemanfaatan akar mengkudu sebagai bahan obat tradisional belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia ekstrak etanol akar mengkudu dari desa Lela guna mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya. Metode penelitian meliputi proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dan dilanjutkan dengan uji fitokimia kualitatif terhadap senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan steroid. Hasil skrining menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar mengkudu positif mengandung mengandung flavonoid, tanin dan terpenoid, sementara alkaloid, saponin dan terpenoid tidak terdeteksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa akar mengkudu memiliki potensi sebagai sumber bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi farmakologi. Dengan demikian, penelitian ini membuka peluang pemanfaatan akar mengkudu tidak hanya sebagai pewarna tradisional, tetapi juga sebagai kandidat bahan obat alami.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) wahyu kumil laila
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.10367

Abstract

Stres oksidatif yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara radikal bebas dan sistem pertahanan antioksidan berhubungan dengan patogenesis berbagai penyakit degeneratif. Daun sirsak (Annona muricata L.) secara tradisional digunakan dalam pengobatan herbal dan dilaporkan mengandung metabolit sekunder bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia ekstrak etanol daun A. muricata serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan metode peredaman radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Daun sirsak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan skrining fitokimia secara kualitatif untuk mendeteksi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/terpenoid. Aktivitas antioksidan diuji pada konsentrasi ekstrak 10, 20, 30, dan 40 ppm dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Nilai IC₅₀ menunjukkan konsentrasi yang diperlukan untuk menghambat 50% radikal DPPH ditentukan berdasarkan kurva persentase inhibisi. Hasil skrining fitokimia mengonfirmasi adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid dalam ekstrak. Ekstrak etanol menunjukkan aktivitas penangkap radikal yang kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 18,28 µg/mL, sedangkan vitamin C menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 2,48 µg/mL, sehingga keduanya dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak mengandung senyawa antioksidan potensial yang dapat berkontribusi dalam menurunkan stres oksidatif, sehingga ekstrak etanol daun A. muricata dapat dijadikan sumber antioksidan alami yang menjanjikan dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi formulasi fitofarmaka. Oxidative stress, caused by an imbalance between free radicals and antioxidant defenses, is associated with the pathogenesis of various degenerative diseases. Annona muricata L. (soursop) leaves have been traditionally used in herbal medicine and reported to contain bioactive secondary metabolites with antioxidant potential. This study aimed to identify the phytochemical constituents of the ethanolic extract of A. muricata leaves and evaluate its antioxidant activity using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) radical scavenging assay. Soursop leaves were extracted via maceration using 96% ethanol, followed by qualitative phytochemical screening to detect alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids/terpenoids. The antioxidant activity was assessed at extract concentrations of 10, 20, 30, and 40 ppm, with vitamin C serving as a positive control. The IC₅₀ value, representing the concentration required to inhibit 50% of DPPH radicals, was determined from the percentage inhibition curve. Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids/terpenoids in the extract. The ethanolic extract exhibited strong radical scavenging activity with an IC₅₀ value of 18.28 µg/mL, while vitamin C demonstrated an IC₅₀ of 2.48 µg/mL, categorizing both as very strong antioxidants. These findings indicate that soursop leaf extract contains potent antioxidant compounds that may contribute to reducing oxidative stress. In conclusion, the ethanol extract of A. muricata leaves represents a promising natural antioxidant source and has potential for development into phytopharmaceutical formulations.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue