cover
Contact Name
Endang Wahyuningsih
Contact Email
motorik@umkla.ac.id
Phone
+6281804424510
Journal Mail Official
motorik@umkla.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir Soekarno Km.1 Buntalan Klaten Tengah Klaten Jawa Tengah
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
MOTORIK
ISSN : 26851210     EISSN : 1907218X     DOI : https://doi.org/10.61902/motorik
Core Subject : Health,
MOTORIK: Jurnal ilmu kesehatan sebagai saran informasi di bidang Kesehatan yang berisikan hasil penelitian, studi kepustakaan, maupun tulisan-tulisan ilmiah. Jurnal ini mencakup artikel penelitian asli, artikel ulasan, dan komunikasi singkat, termasuk: Keperawatan, kebidanan, farmacy, kesehatan masyarakat dan lain-lain
Articles 127 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN KLAIM BPJS DI PUSKESMAS TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2025 Pratiwi Putri Mamula; Rismunandar Katili; Merlin Abd Rahman
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1771

Abstract

The implementation of the Social Security Administrative Body (BPJS), as a government agency responsible for administering the National Health Insurance (JKN), plays a crucial role in providing comprehensive and accessible healthcare services. Capitation funds refer to a prospective payment system in which monthly payments are made in advance to healthcare facilities. Primary healthcare centers receive predetermined capitation payments from BPJS Kesehatan, disbursed upfront regardless of the volume or type of services rendered. Puskesmas Telaga Biru experiences several factors that contribute to the decline in capitation. The general objective of this study is to identify the factors influencing the decrease in BPJS claims at Puskesmas Telaga Biru. This research employed a descriptive method with a qualitative approach. The study was conducted at Puskesmas Telaga Biru from June 12 to July 12, 2025, using interview and observation techniques. The findings reveal several factors contributing to the capitation decline at Puskesmas Telaga Biru, including incomplete medical record documentation, reduced patient visits and a high number of patient transitions, unforeseen financial burdens, a decrease in registered participants, and inadequate infrastructure and facilities. Therefore, these factors should be taken into account by Puskesmas Telaga Biru to optimize capitation management and ensure the delivery of maximum healthcare services to the local community.
KETEPATAN KODE DIAGNOSIS SKIZOFRENIA BERDASARKAN ICD-10 PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSUD TOMBULILATO KABUPATEN BONE BOLANGO Regina Febrianti Apit; Riska Ahmad; Moh Ichsan Arifin Antu
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1797

Abstract

Ketepatan kode diagnosis merupakan indikator penting dalam kualitas dokumentasi rekam medis serta akurasi sistem pelaporan dan klaim pembiayaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan kode diagnosis skizofrenia berdasarkan standar ICD-10 pada pasien gangguan jiwa di RSUD Tombulilato Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan naturalistik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam terhadap tiga informan utama: Kepala Rekam Medis, Dokter Spesialis Jiwa, dan Petugas Koding Rekam Medis, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan diagnosis skizofrenia telah dilakukan sesuai standar PPDGJ dan DSM-5 oleh dokter spesialis jiwa. Namun, penentuan kode diagnosis oleh dokter melalui sistem SIMRS masih ditemukan ketidaktepatan, terutama dalam pemilihan subkategori kode. Petugas koding rekam medis berperan aktif dalam mengoreksi dan memastikan kesesuaian kode diagnosis dengan ketentuan ICD-10. Proses validasi dua arah antara dokter dan koder direkomendasikan untuk mengurangi kesalahan pengkodean. Temuan ini menekankan perlunya pelatihan berkala, forum komunikasi antarsejawat, serta audit rutin terhadap dokumen rekam medis guna meningkatkan akurasi pengkodean, efisiensi sistem informasi rumah sakit, dan efektivitas pembiayaan layanan kesehatan jiwa.
PERBANDINGAN KEPUASAN PASIEN PESERTA BPJS PBI DAN NON-PBI PADA LAYANAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RSUD OTANAHA KOTA GORONTALO Friska Gobel; Merlin Abd Rahman; Rismunandar Katili
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1798

Abstract

Peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) merupakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat subsidi iuran dari pemerintah, sedangkan peserta BPJS Non-PBI membayar iuran mandiri atau melalui pemberi kerja. Berdasarkan data kunjungan rawat jalan di RSUD Otanaha Kota Gorontalo, mayoritas pasien berasal dari peserta BPJS PBI, disertai keluhan terkait antrean panjang, ketidakhadiran dokter, dan fasilitas ruang tunggu yang terbatas. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan apakah terdapat perbedaan signifikan tingkat kepuasan pasien antara peserta BPJS PBI dan Non-PBI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat kepuasan pasien berdasarkan tiga dimensi pelayanan, yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), dan kepedulian (empathy). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 238 responden, terdiri atas 119 peserta BPJS PBI dan 119 peserta BPJS Non-PBI, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat kepuasan antara kedua kelompok (p<0,05). Pasien Non-PBI umumnya menunjukkan tingkat kepuasan lebih tinggi, terutama pada dimensi bukti fisik dan keandalan pelayanan pendaftaran. Temuan ini mengindikasikan perlunya evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan pendaftaran rawat jalan di RSUD Otanaha agar pelayanan lebih merata dan adil tanpa membedakan status kepesertaan BPJS. Disarankan rumah sakit meningkatkan fasilitas fisik, kompetensi petugas, serta implementasi standar pelayanan yang konsisten bagi seluruh pasien.
HUBUNGAN KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR REKAM MEDIS RAWAT INAP DENGAN MUTU DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA GORONTALO Femiliyanty Paneo; Moh Ichsan Arifin Antu; Riska Ahmad
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1799

Abstract

Kelengkapan pengisian formulir rekam medis merupakan indikator penting dalam menentukan mutu dokumen rekam medis, karena berdampak langsung pada kesinambungan pelayanan pasien, klaim asuransi, dan akreditasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan pengisian formulir rekam medis rawat inap dengan mutu dokumen rekam medis di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Sampel ditentukan menggunakan rumus slovin sebanyak 341 formulir rekam medis rawat inap. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi formulir rekam medis rawat inap dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar formulir rekam medis rawat inap yang lengkap memiliki mutu yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kelengkapan pengisian formulir rekam medis rawat inap dengan mutu dokumen rekam medis (nilai p=0,000 dan koefisien korelasi 0,638). Kesimpulannya adalah bahwa kelengkapan pengisian formulir rekam medis rawat inap memiliki hubungan yang kuat terhadap mutu dokumen rekam medis. Semakin lengkap pengisian maka semakin baik mutu rekam medis. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan pengawasan terhadap pengisian formulir, melakukan sosialisasi atau pelatihan bagi tenaga medis, serta memastikan kepatuhan terhadap standar pengisian rekam medis demi menjaga mutu dan legalitas isi rekam medis.
ANALISIS PELAKSANAAN TRANSFER DATA INFORMASI MEDIS PADA PROSES RUJUKAN PASIEN DI PUSKESMAS TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2025 Febiyola H Maseke; Rismunandar Katili; Riska Ahmad; Christian Julius Ottay; Merlin Abd Rahman
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1801

Abstract

Transfer informasi medis memiliki peran krusial dalam menjamin kesinambungan dan kualitas layanan dalam sistem rujukan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan transfer data informasi medis selama proses rujukan di Puskesmas Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap delapan informan, meliputi informan kunci, utama, dan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transfer data dilakukan melalui sistem elektronik (e-Puskesmas, P-Care) dan dokumen manual. Namun, ditemukan sejumlah tantangan, seperti kelengkapan dokumen rujukan yang tidak memadai, keterlambatan input data akibat kendala teknis, keterbatasan sumber daya manusia, dan infrastruktur teknologi informasi yang belum optimal. Selain itu, ketidaksesuaian antara regulasi rujukan nasional dengan indikasi medis nyata di fasilitas primer menimbulkan dilema etis dan prosedural. Sistem rujukan terkadang menolak rujukan yang secara medis dibenarkan karena kendala kebijakan, sehingga berdampak pada keselamatan pasien dan kesinambungan layanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur digital, pelatihan rutin bagi tenaga kesehatan, serta penerapan kebijakan rujukan yang lebih fleksibel dan kontekstual. Optimalisasi aliran dan kelengkapan informasi medis dalam rujukan menjadi kunci dalam mendukung pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi, efisien, dan berpusat pada pasien.
KETEPATAN KODE DIAGNOSIS CARDIOVASKULAR BERDASARKAN ICD-10 CM DI RSUD HASRI AINUN HABIBIE PROVINSI GORONTALO Nurliyanawati Sango; Moh Ichsan Arifin Antu; Riska Ahmad
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1808

Abstract

Ketepatan pengkodean diagnosis merupakan aspek penting dalam sistem informasi kesehatan, khususnya dalam penerapan klaim pembiayaan berbasis INA-CBG’s. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis penyakit kardiovaskular berdasarkan pedoman ICD-10-CM serta menggali faktor-faktor yang memengaruhinya di RSUD Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan telaah dokumen rekam medis. Informan penelitian meliputi petugas koding, dokter penanggung jawab pasien (DPJP), dan kepala instalasi rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan kode diagnosis disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: penulisan diagnosis yang tidak spesifik atau kurang jelas oleh DPJP, keterbatasan komunikasi antara koder dan dokter, serta kurangnya pelatihan teknis berkala bagi petugas koding. Disimpulkan bahwa ketepatan kode diagnosis kardiovaskular sangat bergantung pada kolaborasi lintas profesi serta kualitas dokumentasi medis. Diperlukan pelatihan rutin, peningkatan pemahaman terhadap ICD-10-CM, dan perbaikan komunikasi antarprofesional sebagai upaya peningkatan mutu rekam medis dan akurasi pengkodean di rumah sakit.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PENYUSUNAN SKRIPSI PADA MAHASISWA Endang Sawitri; Marlina Fitriani; marwanti; Agus Murtana
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.2320

Abstract

Final-year students often face obstacles in completing their thesis, such as difficulties in determining the title, lack of references, communication barriers with lecturers, and poor time management. Family support is an important factor in increasing students’ motivation and self-confidence. This study aims to determine the relationship between family support and thesis-writing motivation among final-year undergraduate nursing students at Muhammadiyah University of Klaten. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional method. Respondents were selected using total sampling, consisting of 72 students who met the exclusion criteria. The study was conducted among final-year undergraduate nursing students at Muhammadiyah University of Klaten, with data collection carried out over two weeks, from June 10 to June 17, 2025. The data collection instruments used were the family support questionnaire and the thesis-writing motivation questionnaire. Bivariate analysis using Kendall’s Tau test showed a significant relationship between family support and thesis-writing motivation (p-value = 0.000; r = 0.828), indicating a very strong correlation between family support and thesis-writing motivation. The findings revealed that the level of family support received by students—including emotional, informational, appraisal, and instrumental aspects—was high (44.4%), and the students’ motivation in completing their thesis—based on enthusiasm, persistence, and self-confidence—was strong (47.2%). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between family support and thesis-writing motivation among final-year undergraduate nursing students at Muhammadiyah University of Klaten, with a correlation coefficient of 0.828.

Page 13 of 13 | Total Record : 127