cover
Contact Name
Arif Wijaya
Contact Email
arifwijaya23@gmail.com
Phone
+6281805766769
Journal Mail Official
arifwijaya23@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S1 Teknik Pertambangan Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 27751384     DOI : https://doi.org/10.31764/jpl
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan merupakan wadah publikasi ilmiah bagi akademisi, peneliti, praktisi dari berbagai lembaga yang dikelola oleh Program Studi S1 Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Mataram. JPL mempublikasikan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertambangan, lingkungan, dan ilmu kebumian. Semua artikel yang diterima dan memenuhi syarat akan dipublikasikan dan tersedia secara bebas (open access) untuk diunduh dan dibaca semua kalangan. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Pertambangan dan Lingkungan sebagai berikut: Pertambangan Lingkungan Geologi dan Geofisika Geoteknik Hidrogeologi dan Hidrologi Natural and earth sciences
Articles 50 Documents
Evaluasi Biaya Peledakan dan Geometri Peledakan Terhadap Hasil Fragmentasi Pada Proses Pembongkaran Batu Kapur di PT. Semen Padang Nabila, Loewina Putri; Wiratama, Jarot; Yulanda, Yudi Arista
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v4i2.17987

Abstract

PT. Semen Padang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri penambangan batu kapur dengan sistem tambang terbuka dimana pemberaian batuan nya dilakukan dengan teknik pengeboran dan peledakan dikarenakan batuannya bersifat kompak dan massive. PT Semen Padang memiliki target produksi sebesar 7.089.908 ton/tahun. Target produksi batu kapur pada bulan Juni sebesar 675.273 ton dan sedangkan produksi aktual hanya 465.258 ton. Penelitian ini dilakukan pada lokasi PNBP. Evaluasi biaya peledakan diperlukan untuk mendapatkan biaya yang optimal dan efisien yang dibandingkan dengan usulan biaya. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi geometri peledakan agar mencapai target produksi dengan hasil fragmentasi yang sesuai dan optimalisasi biaya peledakan. Untuk mengetahui perbandingan biaya peledakan dilakukan dengan usulan menggunakan rumusan Anderson, C.J Konya dan R.L Ash. Maka didapat biaya yang optimal dan efisien menggunakan rumusan Anderson. Biaya peledakan aktual sebanyak 15 kali peledakan sebesar Rp. 1.903.802.600 dengan jumlah lubang ledak sebanyak 1.050 lubang, burden 3,7 m, spasi 4,1 m,  panjang kolom isian 7,0 m dan powder factor 0,27 kg/ton dengan fragmentasi 40,41 cm. Usulan geometri peledakan yang disarankan untuk mencapai target produksi 675.273 ton adalah Anderson dengan parameter burden 4,3 m, spasi 4,9 m, kedalaman lubang ledak 10,7 m, kolom isian 6,4 m, dan powder factor (PF) 0.18 kg/ton. Pelebaran burden, spasi, kolom isian, kedalaman lubang ledak, dan pengurangan jumlah isian bahan peledak dalam satu lubang berdampak pada naiknya fragmentasi menjadi 76 cm namun besaran ini masih dibawah target perusahaan sebesar 80 cm. Dampak lainnya adalah pengurangan jumlah lubang ledak yang sangat berpengaruh dalam biaya peledakan dikarenakan semakin banyak jumlah lubang ledak dan panjang kolom isian maka akan semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Biaya peledakan dibutuhkan sebesar Rp. 1.966.859.676.
EVALUASI PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG YANG BERDEKATAN DENGAN KAWASAN ADAT (MASYARAKAT) PADA PT. STM Taufikurrachman Taufikurrachman; Alsal Ma'arif Putra; Andika Anandaita; Karlin Ratuliaun; Diah Rahmawati
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 3, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v3i2.12703

Abstract

Penelitian ini didasari dengan adanya ketidaksesuaian letak antara perusahaan pertambangan dengan kawasan adat yang berdekatan dengan pembangunan fasilitas jalan tambang yang berfungsi sebagai sarana transportasi pengangkutan barang tambang saat eksplorasi penambangan. Pembangunan jalan tambang tersebut berdekatan dengan kawasan adat atau situs bersejarah masyarakat Desa Hu’u tepatnya di Gunung Puma. Awalnya masyarakat setempat menolak adanya pembangunan jalan tambang tersebut, dan sering terjadi aksi penolakan (Demonstrasi) dari masyarakat yang bersangkutan karena membuat masyarakat merasa terganggu dan mengakibatkan kerugian akibat pembangunan jalan tambang dari PT. STM tersebut disamping berdekatan dengan kawasan adat atau situs bersejarah juga mengambil lahan (Kebun) masyarakat yang menjadi tempat mata pencarian masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yang efektif terkait masalah yang terjadi selama proses pembangunan jalan tambang berlangsung. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dengan metode Survei, serta teknik dan alat pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah adanya kesepakatan antara warga setempat dengan pihak Perusahaan dan Pemerintah berupa kontrak sewa guna lahan, dimana PT. STM melakukan kontrak awal selama 10 tahun dan apabila masa kontrak tersebut selesai maka akan dilakukan perpanjangan kontrak. Sedangkan pembangunan jalan yang berdekatan dengan kawasan adat akan dipindahkan ke lokasi lain yang berjauhan dengan kawasan adat tersebut.
Analisis Kestabilan Bendung Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air (Studi Kasus Kota Bima) Muhammad Fathin Firaz; Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; Isfanari Isfanari; Ariyanto Ariyanto
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 2, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v2i2.7390

Abstract

Saat ini sering sekali ditemukan bendung-bendung yang rusak atau tidak stabil sehingga akan mempengaruhi produksi para petani. Sebuah bangunan bendung harus memenuhi persyaratan stabilitas yang menjadi salah satu syarat penting guna menjamin umur bendung dan kemampuannya untuk menaikkan muka air yang mengalir menuju lahan pertanian. Rencana pembangunan Bendung Dodu di Sungai Dodu Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima harus dilakukan perhitungan stabilitas. Hal ini bertujuan untuk menjamin bendung memiliki stabilitas yang aman. Dengan bendung yang aman, maka masyarakat di Kecamatan Rasanae Barat dapat tercukupi kebutuhan air dengan umur bendung yang lebih lama. Manfaat dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai bahan referensi bagi pihak yang akan melakukan penelitian yang sama terkait stabilitas suatu bendung. Metode pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan sekunder. Data tersebut kemudian dianalisis dengan perhitungan momen, daya dukung tanah, dan faktor keamanan. Berdasarkan dari hasil perhitungan kestabilan bendung Dodu diperoleh bahwa dimensi mercu bendung Dodu yang diusulkan memiliki tinggi 4,5 meter, lebar 6 m dan panjang 20 meter. Dengan geometri Bendung Dodu tersebut hasil perhitungan Faktor Keamanan terhadap geser yaitu 5,85 dan lebih besar dari 1,5 sehingga aman atau stabil dan untuk keamanan terhadap guling yaitu sebesar 2,58 yang lebih besar dari 1,5 sehingga aman (stabil).
Pengaruh Kedalaman Lubang Ledak Terhadap Produktifitas Alat Gali Muat Shovel P&H 4100A di PT. Amman Mineral Nusa Tenggara Rangga Bayu Permana; Alpiana Alpiana; Joni Safaat Adiansyah
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3783

Abstract

Abstrak. Peledakan merupakan sarana yang efektif untuk membongkar batuan dalam industri Pertambangan disamping penggunaan alat mekanis. Pada penambangan di pit Batu Hijau yang dikelola oleh PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT). Peledakan digunakan untuk membongkar lapisan tanah penutup (overburden), dimana peledakan produksi merupakan metode yang dominan dilakukan untuk mempermudah dalam penggalian batuan dan bijih. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kedalaman lubang ledak terhadap produktifitas dari alat gali muat serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketidak- tercapaian lubang ledak. Penelitian ini menganalisa geometri dari pemboran dan peledakan seperti diameter lubang ledak, kemiringan lubang ledak, kedalaman lubang ledak, spasi, burden, steming, dan subdrilling. Data diolah menggunakan metode statistik dan korelasi linear untuk melihat analisa pengaruh kedalaman lubang ledak terhadap produktifitas alat gali muat. Hasil penelitian menunjukan geometri pemboran yang digunakan, diameter lubang ledak 311 mm untuk lubang ledak produksi, 311mm atau 251mm untuk lubang ledak trim, dan 140 mm untuk lubang ledak presplit. Sistem pemboran yang digunakan yaitu secara mekanik (rotary drilling) dan DTH (Down the Hole Hammer), dengan pola pemborang zigzag atau selang seling. Geometri peledakan yang digunakan didapatkan dari nilai rata-rata geometri yang digunakan yaitu, spasi 10,681 m, burden 9,30625 m, stemming 5,11875 m, kedalaman lubang ledak 15,421 m, dan subdrilling sebesar 2,791 m. Kedalaman lubang ledak dibedakan menjadi tiga yang pertama lubang ledak meet target, over target, dan under target. Persentase rata-rata kedalaman lubang ledak meet target 68,375%, lubang ledak over target 17,125%, dan lubang ledak under target 14,5 %. Tidak tercapainya kedalaman lubang ledak atau peledakan dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain skill dari operator pengeboran, keadaan geologi, kekompakan batuan, air tanah (ground water), kondisi cuaca (Hujan), dan umur alat. Hasil analisa memperlihatkan bahwa kedalaman lubang ledak dapat memberikan kontribusi terhadap produktifitas alat gali muat. Hal ini berkorelasi linear dengan jumlah lubang ledak meet target, over target dan under target. Dengan pengelolaan peledakan yang baik akan mampu meningkatkan produksi sebuah kegiatan penambangan. Kata Kunci: kedalaman lubang ledak, peledakan, produktifitas
Ecosystem Services A Challenge and Opportunity in Mining Industry Investment Arief Nur Muchamad
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 4, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v4i1.16213

Abstract

Understanding ecosystem services was initially developed to define the advantage natural ecosystems produce for society and raise awareness for biodiversity and ecosystem conservation.  Ecosystems are capital assets, feasible of attention and investment given to other forms of capital.  Recently, the trend of investment through a capital loan for the development of the mining and metal industry has increased.  Several financing agencies have incorporated ecosystem services into industrial operations' risk and impact assessment systems to fulfil their standards.  This study aims to identify significant challenges and opportunities for ecologists or environmentalists involved in research or modelling ecosystem services, especially in the mining industry.  To reveal the relationship between ecosystem services challenge and opportunity in investment, a paper review related to ecosystem services was conducted.  The challenge is to discover meaningful and robust indicators to quantify ecosystem services.  Biodiversity manages the capacity of the environment to present ecosystem services, can be directly gathered to meet the material requirements of individuals and is valued by social orders for its intangible commitment to prosperity.
Parameter Correlation of Proximate Analysis and Ultimate Analysis of the Calorific Value of Coal Wahyudi Zahar
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v2i1.4715

Abstract

Jambi Province is an area that has abundant coal potential, this is due to its location in the Jambi Sub-basin, part of the South Sumatra Basin. As one of the coal mining companies in Jambi Province, PT Kamalindo Sompurna conducts mining with the aim of being marketed and directly sold to predetermined consumers. If coal is tested for chemical properties in the form of proximate and ultimate analysis in a sustainable manner and correlated with its calorific value, the company can market or utilize coal directly or indirectly. Coal samples were taken by channel sampling method in the same seam, the number of samples obtained was 48 samples per 5 cm interval. The number of samples is then reduced to 5 samples with the composite method based on certain intervals. The caloric value of coal in the research area ranges from 4300 - 5300 cal / gr, the caloric value is correlated with the results of proximate and ultimate analysis using simple linear regression statistics. The results obtained between the 9 analysis parameters based on this correlation indicate that the levels of flying matter, ash, carbon content and oxygen levels have a strong correlation as indicated by the correlation value in sequence is 0.98; -0.93; 0.88; -0.89. After conducting a study based on these parameters and correlation values, researchers can provide references related to the use of coal in processing and its use as fuel, both in the power generation industry and processing of cement raw materials and so on.
Analisis Kemantapan Penyangga Menggunakan Model Numerik pada Terowongan Endportal PLTA Kerinci Merangin Provinsi Jambi Busthan Azikin; Apriadi Saputra; syaifullah bundang
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v4i2.21090

Abstract

Indonesia memiliki banyak potensi energi terbarukan, seperti tenaga air, panas bumi, biomassa, tenaga bayu dan surya yang bersih dan ramah lingkungan. Salah satu potensi energi baru terbarukan yaitu PLTA Kerinci Merangin yang berada di kabupaten kerinci, provinsi jambi. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, PLTA ini menggunakan terowongan sebagai jalur air (waterway) sepanjang 12 km dengan beda elevasi awal terowongan sampai akhir terowongan End Portal adalah 400 meter dan ditargetkan akan menghasilkan tenaga listrik berkapasitas 350 MW (4 X 87,5 MW). Permasalahan yang dihadapi dalam konstruksi terowongan adalah potensi ketidakstabilan atap dan dinding terowongan yang akan mengakibatkan runtuhnya terowongan. yang berimbas pada keselamatan pekerja, kerusakan alat, kerusakan sistem penyangga hingga gagalnya beroperasi fungsi konstruksi. Lokasi pengambilan data pada area End Portal merupakan batuan slate yang diketahui memiliki struktur foliasi dan terbentuk dari suhu dan tekanan yang rendah. Hal ini yang menjadi tantangan bagi peneliti untuk memperoleh kestabilan pada terowongan. Pada penelitian ini analisis dilakukan menggunakan metode numerik bantuan perangkat lunak Phase2, pemodelan dilakukan dengan menggunakan 4 simulasi yaitu model dengan tanpa penyangga, model dengan penyanggaan actual, model untuk penyanggaan RMR, dan model dengan penyangga Q-System. Hasil pemodelan akan memberikan nilai tegangan yang berkerja pada dinding dan atap terowongan yang kemudian menjadi input untuk menghasilkan faktor keamanan.
Kajian Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Kegiatan Eksplorasi di PT. Sumbawa Timur Mining Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat Darmawan Darmawan; Gde Dharma Atmaja; Diah Rahmawati
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3777

Abstract

Abstrak. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan parameter yang penting dalam setiap proses dan operasional, khususnya dalam sektor industri pertambangan. PT. Sumbawa Timur Mining merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pertambangan tembaga dan emas. Penelitian ini bertujuan mengkaji manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan eksplorasi di PT. Sumbawa Timur Mining. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dan kuisioner. Pertanyaan di dalam kuisioner mengacu pada Peraturan Pemerintah tentang Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Mineral dan batubara dimana penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan meliputi 7 (tujuh) elemen. Ketujuh elemen tersebut adalah kebijakan, perencanaan, organisasi dan personel, implementasi, evaluasi dan tindak lanjut, dokumentasi, dan tinjauan manajemen. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa PT. Sumbawa Timur Mining melakukan identifikasi bahaya dengan membuat Standard Operational Procedure (SOP) dan inspeksi.  Hasil kuisioner terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) menunjukkan bahwa persentase penerapan terhadap elemen SMKP pada PT. Sumbawa Timur Mining yaitu Kebijakan K3 (67,4%), Perencanaan K3 (72,4%), Organisasi dan Personel (55,9%), Implementasi (63,7%), Pemantauan Evaluasi dan Tidak Lanjut (55,6%), Dokumentasi (49,9%) dan Tinjauan Manajemen dan Peningkatan Kerja (63,2%).Kata Kunci: Eksplorasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Manajemen, SOP
Identifikasi Akuifer Air Tanah Dengan Metode Geolistirk Resistivitas Konfigurasi Schlumberger Untuk Pengembangan Irigasi Persawahan Di Dusun Tampak Siring, Mantang Muhammad Afif Nadhowi; Syamsuddin Syamsuddin; Kusnadi Kusnadi; Arif Wijaya
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 3, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v3i2.13601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi lapisan bawah permukaan dan mengetahui kedalaman akuifer untuk rekomendasi pengeboran dalam menggembangkan irigasi untuk persawahan. Lokasi penelitian bertempat di Dusun Tampak Siring, Mantang, Kabupaten Lombok Tengah. Pengambilan data dilakukan pada 2 titik sounding dengan lintasan sepanjang 400 meter menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis dengan Konfigurasi Schlumberger. Data diolah  menggunakan software Ms. Excel dan IPI2Win untuk memperoleh nilai resistivitas, ketebalan dan kedalaman lapisan. Pada penelitian ini didapatkan litologi bawah permukaan daerah survey terdiri dari 5 lapisan yaitu  lapisan pertama berupa tanah penutup , pasiran lepas di bagian atas, lapisan konduktif berupa lempung, lapisan alluvium  (tanah berpasir) yang mengandung air, lapisan breksi yang tak terlalu massif dengan perselingan  pasir dan gravel (kerikil). lapisan akuifer pembawa air yaitu berupa lapisan breksi lapuk, tufa pasiran dan kerikil. Berdasarkan penelitian ini lapisan akuifer berada pada titik VES 1 dan VES 2 yaitu pada lapisan ketiga dan lapisan kelima. Pada titik VES 1 lapisan akuifer terdapat pada kedalaman 5,3 – 12,57 m (air permukaan) dan kedalaman >37,59 m  dengan nilai tahanan jenis jenis 65,8 Ωm dan  29,8 Ωm. Pada titik VES 2 lapisan akuifer terdapat pada kedalaman 3,375 – 8,665 m (air permukaan) dan kedalaman >33,76 m  dengan nilai tahanan jenis jenis 21,9 Ωm dan  20,6 Ωm.
KAJIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KEGIATAN PENAMBANGAN BATUGAMPING UP PARNO, GUNUNGKIDUL, DIY Abdul Malik Akbar; Wawong Dwi Ratminah; Tedy Agung Cahyadi; Dyah Probowati; Winda Winda
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 3, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v3i1.8217

Abstract

Unit Pertambangan (UP) Parno merupakan perusahaan tambang perseorangan yang bergerak di bidang penambangan batugamping yang terletak di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi bahaya pada kegiatan penambangan, melakukan penilaian potensi risiko pada tahapan penambangan, dan melakukan upaya pencegahan risiko agar kecelakaan kerja pada tahap penambangan dapat dihindarkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini melalui beberapa tahap yaitu melakukan studi literatur, penyelidikan lapangan, pengambilan data primer dan sekunder, dan pengolahan data. Identifikasi risiko dilaksanakan guna menganalisis dampak yang dapat ditimbulkan dan bagaimana cara mencegah hal tersebut agar tidak terjadi kecelakan kerja. Setelah dilakukan identifikasi risiko, semua langkah kerja yang terdapat di UP Parno dinilai tingkat bahayanya. Dari hasil penilaian potensi risiko didapatkan tingkat risiko pada tahap pembongkaran sebesar 58,33% risiko rendah, 41,67% risiko sedang. Pada tahap pemuatan didapatkan nilai tingkat risiko sebesar 70,59% risiko rendah, dan 29,41% risiko sedang. Pada tahap pengangkutan didapatkan nilai sebesar 55,54% risiko rendah, 27,27% risiko sedang, 9,09% risiko tinggi, dan 9,09% risiko ekstrim. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperlukan adanya evaluasi program keselamatan dan kesehatan kerja lebih detail agar pekerja dapat melaksanakan kerja sesuai dengan SOP yang benar, dan dapat meminimalisir akan terjadinya kecelakan kerja dan sakit akibat kerja.