cover
Contact Name
Arif Wijaya
Contact Email
arifwijaya23@gmail.com
Phone
+6281805766769
Journal Mail Official
arifwijaya23@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S1 Teknik Pertambangan Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 27751384     DOI : https://doi.org/10.31764/jpl
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan merupakan wadah publikasi ilmiah bagi akademisi, peneliti, praktisi dari berbagai lembaga yang dikelola oleh Program Studi S1 Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Mataram. JPL mempublikasikan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertambangan, lingkungan, dan ilmu kebumian. Semua artikel yang diterima dan memenuhi syarat akan dipublikasikan dan tersedia secara bebas (open access) untuk diunduh dan dibaca semua kalangan. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Pertambangan dan Lingkungan sebagai berikut: Pertambangan Lingkungan Geologi dan Geofisika Geoteknik Hidrogeologi dan Hidrologi Natural and earth sciences
Articles 50 Documents
Analisis Morfotektonik pada Aliran Sungai di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur MUH. FARID WAJEDY
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v2i1.3827

Abstract

Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten ini memiliki tujuh buah sungai yang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) masing – masing. Pengelolaan DAS dapat dilakukan melalui analisa geomorfologi dengan melakukan pendekatan bentang lahan untuk mengetahui tektonik yang bekerja pada daerah tersebut. Analisa morfotektonik yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisa pola pengairan dan sinusitas sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keaktifan proses tektonik yang terjadi di Kabupaten Kutai Timur. Data yang digunakan adalah data aliran sungai. Data ini diolah untuk mengetahui aliran sungai yang berada di wilayah tersebut. Setelah itu panjang sungai dan kelurusan sungai diukur lalu sinusitas dari sungai tersebut dihitung. Pola pengaliran dendritic dan trellis dijumpai pada daerah ini. Daerah tenggara dan timur laut memiliki kemiringan lereng yang landai yang ditunjukkan oleh sungai berpola dendritic. Di arah barat laut terdapat sejumlah lipatan yang ditandai oleh sungai berpola trellis. Nilai sinusitas sungai yang didapatkan semua aliran sungai memiliki nilai di atas 1,5 yang artinya daerah ini memiliki aktivitas tektonik yang aktif. Hal ini juga didukung oleh keberadaan sesar aktif yaitu Sesar Mangkalihat. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi baru dalam pengelolaan DAS di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
Pemetaan Potensi Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 1-D di Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu Junita Elsa Mayori; Kusnadi Kusnadi; Arif Wijaya; Syamsuddin Syamsuddin
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 4, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v4i1.17303

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Peningkatan jumlah penduduk berdampak pada peningkatan jumlah kebutuhan air namun dalam pengelolaannya air yang disediakan tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan sehingga diperlukan penelitian tentang pemetaan potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi airtanah pada akuifer dan jenis litologi, kedalaman, dan ketebalan akuifer airtanah berdasarkan resistivitas jenis batuan. Akuisisi data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger 1-D. Pengukuran dilakukan pada 3 (tiga) titik sounding dengan panjang bentangan 400 meter – 600 meter. Berdasarkan hasil pengolahan data Ip2Win 1D, diketahui bahwa litologi bawah permukaan daerah penelitian terdiri dari lapisan tanah penutup, lempung, breksi retak-retak, dan pasir. Jenis lapisan pembawa air tanah berupa lapisan akuitar dan akuifer. Lapisan akuitar berupa lapisan lempung dan breksi retak-retak, sedangkan lapisan akuifer berupa lapisan pasir. Potensi air tanah yang paling besar untuk dilakukan pengeboran sumur yaitu pada titik sounding VES-02 dan VES-03, dengan kedalaman pengeboran mencapai 135 m dan 60 m. Ketebalan lapisan akuifer pada titik sonding VES-02 dan VES-03 yaitu 97 m dan 60 m.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN GEOMORFOLOGI AKIBAT PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN SIRTU DI KECAMATAN LABUAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; Isfanari Isfanari; Ariyanto Ariyanto; Muhammad Fatin Firaz; Bedy Fara Aga Matrani
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 3, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v3i1.10005

Abstract

Kecamatan Labuan Haji Kabupaten Lombok timur memiliki potensi bahan galian Sirtu yang melimpah. Potensi tersebut sebagain besar berada pada morfologi alluvial pantai. Belum adanya kajian tentang hubungan antara penambangan sirtu dengan perubahan geomorfologi menjadikan penelitian ini penting untuk dilakukan. Sehingga dampak-dampak kegiatan pertambangan sirtu dapat diketahui khususnya dari faktor perubahan geomorfologi. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan geomorfologi akibat kegiatan pertambangan sirtu di Kecamatan Labuhan Haji. Perubahan geomorfologi akan menyebabkan beberapa kemungkinan yang menyebabkan perubahan pola penggunaan tata ruang dan potensi lainnya akibat perubahan tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah observasi dan pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) kegiatan pertambangan menyebabkan perubahan morfologi (bentang lahan) berupa penurunan elevasi atau ketinggian dari ketinggian 25 mdpl menjadi 20 mdpl (2) Perubahan morfologi mengakibatkan perubahan pola tata guna lahan yang awalnya berupa perkebunan kelapa menjadi areal persawahan dengan tanaman tertentu. Akibat yang ditimbulkan dari kegiatan pertambangan tidak hanya menimbulkan dampak negatif tetapi dapat menjadi dampak positif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pemilik lahan.
Analisa Produktivitas Alat Pemberaian Bulldozer Ripper Caterpillar D9R dan D10R untuk Mencapai Target Standar Produktivitas Material Overburden dan Batubara di Pit 4 PT Cipta Kridatama Site PT Dizamatra Powerindo Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan Rendy Cholas Insagi; Putri Ariska; Abid Rifqi; Alieftiyani Paramita Gobel
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v5i1.23295

Abstract

Kegiatan pemberaian material penambangan yaitu batubara dan overburden dengan cara ripping dilakukan supaya memudahkan alat gali untuk memuat material sehingga kegiatan produksi pertambangan dapat dilakukan secara efisien, Kegiatan pemberaian (ripping) dilakukan oleh unit bulldozer ripper D9R untuk material batubara dengan standar target produktivitas 345 bcm/jam dan unit bulldozer ripper D10R untuk material overburden dengan standar target produktivitas 624 bcm/jam, pada aktualnya hasil produktivitas untuk material batubara melebihi standar target produktivitasnya sedangkan untuk material overburden tidak tercapai. Hal tersebut dikarenakan adanya faktor-faktor hambatan yang terjadi di lapangan. Peneliti bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas bulldozer ripper yang digunakan dalam pemberaian material untuk memenuhi standar target dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses ripping material penambangan. Penelitian dilakukan secara langsung di Pit 4 PT Cipta Kridatama Site PT Dizamatra Powerindo. Penelitian dilakukan bertahap mulai dari studi literatur, observasi lapangan, pengambilan data primer dan data sekunder, selanjutnya pengolahan data dan melakukan konsultasi dengan pembimbing disertai penulisan laporan akhir. Material yang di ripping pada overburden adalah sandstone, claystone, dan siltstone dengan nilai seismic velocity di rentang 1000 - 2000 m/s. Sedangkan jenis material yang di ripping pada batubara adalah sub bituminous dengan nilai seismic velocity di rentang 1000 – 2000 m/s. Metode ripping yang digunakan yaitu metode cross ripping. Produktivitas rata-rata bulldozer ripper D9R dari tiga sampel yaitu 551.85 bcm/jam dan produktivitas rata-rata D10R dari tiga sampel yaitu 450,43 bcm/jam. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses ripping overburden dan batubara, diantaranya panjang ripping-an, jarak antar ripping an, kedalaman penetrasi, luas area ripping, dan cycle time bulldozer ripper.
Analisa Pengaruh Pemanfaatan Tailing Emas dalam Beton Terhadap Porositas dan Kuat Tekan Felicia Hijayanti; Pantjanita Novi Hartami; Danu Putra
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v5i1.21854

Abstract

Tailing merupakan salah satu limbah yang yang dihasilkan dari kegiatan penambangan. Tailing sendiri merupakan material sisa dari suatu proses pemisahan antara mineral berharga yang memiliki nilai ekonomis, dengan mineral pengotornya. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menambah nilai guna dari tailing, dengan cara memanfaatkan tailing sebagai salah satu bahan campuran dalam pembuatan beton tembak atau shotcrete yang digunakan sebagai penyangga dalam tambang bawah tanah. Pengujian yang akan dilakukan untuk memastikan kualitas dari beton tembak dengan campuran tailing antara lain pengujian sifat fisik untuk menentukan porositas dan pengujian sifat mekanik untuk menentukan kuat tekan. Terdapat lima variasi sampel yang dibuat yaitu 0%, 20%, 40%, 50% dan 60% yang akan diuji setelah sampel berusia 28 hari. Nilai porositas tertinggi berada pada sampel 60% sebesar 26,30% sedangkan nilai terendahnya berada pada sampel yang tidak menggunakan campuran tailing. Sedangkan untuk nilai kuat tekan tertinggi berada pada sampel variasi 20% sebesar 9,18 MPa dan terendah sebesar 3,81 MPa berada pada variasi sampel 60%. Dari hasil yang didapat diketahui bahwa sampel dengan variasi 20% memiliki porositas terkecil kedua dari sampel 0% dan memiliki nilai kuat tekan tertinggi diantara variasi sampel lainnya.
Identifikasi Litologi Bawah Permukaan dengan menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Dusun Penimbuk, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Barat Nanda Ari Samudra; Arif Wijaya
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v5i1.25490

Abstract

Sokong adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan terletak di daerah Alluvium jika dilihat dari peta Geologi Pulau Lombok. Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui lilotologi bawah permukaan di wilayah Dusun Penimbuk, Desa sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas, dengan menggunakan konfigurasi schlumberger pada 2 lokasi dengan total panjang bentangan 600 meter. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Neoresist. Berdasarkan pengolahan data menggunakan software Progress diperoleh kedalaman hingga 109 meter di bawah permukaan untuk lokasi pertama, dan kedalaman hingga 108 meter di bawah permukaan tanah untuk lokasi kedua. Hasil geolistrik daerah sokong menunjukkan bahwa litologi daerah tersebut terdiri dari pasir, kerikil, lempung, batu apung sampai dengan lempung hasil endapan pantai. Lapisan akuifer pada daerah ini berupa lapisan pasir yang terletak pada kedalaman 15,03 – 33,73 m pada lokasi pertama dan 5,53 – 22,90 m pada lokasi kedua
Analisis Perbandingan Metode Peledakan Normal Dengan Peledakan Top Air Deck Pada Kolom Stemming Berdasarkan Fragmentasi dan Digging Time Di Pit Sentuk PT Multi Harapan Utama Sitti Nur Amila; Lucia Litha Respati; Revia Oktaviani
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v5i1.24402

Abstract

PT Multi Harapan Utama merupakan perusahaan pertambangan yang menerapkan teknik peledakan untuk membongkar lapisan batuan penutup (overburden). Pada pelaksanaannya di pit Sentuk terdapat dua metode peledakan yaitu peledakan normal dan peledakan top air deck. Perbedaan metode tersebut adalah secara geometrinya peledakan top air deck sebagian kolom stemming diganti dengan rongga udara dengan menggunakan media balldeck, yang berada diantara kolom isian dan stemming, yang bertujuan untuk mempercepat proses kegiatan peledakan tanpa menunggu waktu gassing dengan tetap menghasilkan fragmentasi batuan hasil peledakan yang baik dan mengurangi digging time Cat 6030 sesuai target perusahaan. Penelitian ini dilakukan masing-masing sebanyak 7 kali peledakan dengan membandingkan peledakan normal dan peledakan top air deck berdasarkan data aktual fragmentasi dan digging time. Pada peledakan normal didapatkan rata-rata fragmentasi yang lolos < 50 cm adalah 89.29 % yang berarti peledakan normal tidak mencapai target perusahaan yaitu fragmentasi lolos < 50 cm sebesar 90 %. Sedangkan rata-rata fragmentasi peledakan top air deck adalah 98.77 %. Fragmentasi peledakan top air deck dapat dikatakan lebih efektif dan mampu mencapai target perusahaan. Selain itu, juga dapat mengurangi digging time dimana peledakan normal adalah 11.56 detik dan peledakan top air deck adalah 10.88 detik.
The Impact of Artisanal Gold Mining Activities in Ranggo Village, Ladore Sub-District, Pajo District, Dompu Regency, West Nusa Tenggara Ari Aryansyah; Nurul Halizah; Yahdin Al Azhar; Bambang S Darusalam; Diah Rahmawati; Ariyanto Ariyanto
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v4i2.20861

Abstract

Artisanal gold mining activities in Ranggo Village, Pajo District, Dompu Regency, have been going on since 2014 until today.  About 50% of the people who work as gold miners traditionally come from Ranggo Village, with an average of junior to senior high school graduates ranging from 20 to 40 years old and above.  This study aims to determine the social, economic and environmental impacts of traditional gold mining activities on the welfare of the community around the mine.  The method used for data collection was interviews, observation, and documentation.  The research results reveal a decrease in crime by 80 % due to the availability of jobs in gold mines operated by the community.  In addition, there is a significant increase in income of IDR 3,000,000 – IDR 5,000,000 every month.  However, the presence of artisanal gold mines in Ranggo Village raises environmental problems because the processing activities still use mercury.
Analisis Reservoir dengan Menggunakan Petrofisis dan Metode Seismik Bambang Harimei; Muh Hamzah
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v5i1.24648

Abstract

Impedansi akustik inversi seismik merupakan salah satu metode yang biasa digunakan untuk mengkarakterisasi reservoir. Metode ini dilakukan untuk mengetahui sebaran reservoir di lokasi penelitian. Formasi geologi Missisauga di lapangan Penobscot menjadi fokus utama penelitian ini. Lapangan Penobscot di cekungan Scotian terletak di Atlantik utara, tenggara provinsi Nova Scotia, Kanada. Diketahui bahwa formasi Geologi Missisauga dari lapangan menunjukkan adanya hidrokarbon. Hasil yang didapat adalah nilai impedansi akustik dari reservoir berkisar antara 6900 m/s*g/cc hingga 9000 m/s*g/cc. Berdasarkan peta inversi impedansi akustik, reservoir didominasi oleh reservoir batupasir.
Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT. Pertamina Patra Niaga (C&T) Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Yusfi Achmad Pradana; Shilvyanora Aprilia Rande; Faisol Mukarrom
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v5i1.21290

Abstract

Pertamina Patra Niaga (C&T) adalah kombinasi antara Pertamina dan Patra Niaga yang mengelola bisnis dan operasional yang ada. Oleh karena itu perlunya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja agar karyawan merasa aman dan nyaman saat bekerja, seperti adanya jaminan K3, pelatihan K3, alat pelindung diri, beban kerja dan jam kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi implementasi jaminan K3, pelatihan K3, alat pelindung diri, beban kerja dan jam kerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, wawancara dan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Analisis data untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 25 dengan hasil semua instrumen dinyatakan validitas dan reliabilitas dan untuk analisis menggunakan persentase.Hasil penelitian persepsi responden terhadap implementasi K3 sebagian besar sesuai kecuali informasi tentang bahaya pekerjaan masih tidak baik dan masih ada karyawan yang bekerja tidak sesuai bagiannya. Saran yang disampaikan yaitu perusahaan segera melakukan pemasangan Safety Sign, poster potensi tingkat bahaya serta mengatur kembali beban pekerjaan sesuai bagiannya dengan memberikan pelatihan.