cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
journalpedagogik@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pengabdian No 395 Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Pedagogik
Published by CV. Edu Tech jaya
ISSN : -     EISSN : 30257719     DOI : 10.65311
Core Subject : Education,
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset is Published by CV. Edu Tech Jaya. This journal aims to publish and disseminate the results of research and studies on education and Community Dedication. Articles published in journals are the results of research or areas of educational and comunity dedication thought carried out by researchers, teachers, lecturers, and education students. Detailed information for article loading and article instructions is provided in each issue.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 165 Documents
Peran Guru Dalam Mendorong Perkembangan Kognitif Anak di Era Digital Dwi Maharani; Cindy Zihan Gusmiranda; Mazdalifah Mazdalifah; Mufidah Hafidzah; Lily Sardiani Daulay
Pedagogik Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami peran strategis guru dalam memfasilitasi dan mendorong perkembangan kognitif anak ditengah masifnya penggunaan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan survei kualitatif terhadap guru taman kanak kanak (TK) di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% guru telah mengintegrasikan perangkat digital seperti tablet dan aplikasi eduktif dalam proses belajar mengajar, namun integrasi tersebut masih didominasi oleh penggunaan sebagai alat bantu visual, bukan alat interaksi kognitif. Ditemukan pula bahwa kurangnya pelatihan spesifik mengenai literasi digital dan desain pembelajaran berbasis kognitif merupakan hambatan utama. Integrasi digital yang tepat menjadi krusial karena teknologi, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menghambat pengembangan keterampilan berfikir kritis dan pemecahan masalah (aspek kognitif Tingkat tinggi) pada anak. Kesimpuannya, guru harus bertransformasi dari sekadar penyedia konten menjadi fasiliator dan perancang pengalaman belajar digital yang berfokus pada stimulasi kognitif aktif. Perlunya modul pelatihan yang berkesinambungan bagi guru untuk memaksimalkan potensi perkembangan kognitif anak di era teknologi.
Persepsi Guru dan Siswa dalam Penggunaan LKS Sebagai Sumber Belajar di Era Digitalisasi (Studi MTs Lab IKIP Al Washliyah) Dewi Sundari; Dewi Damanik; Monia Ariska; Hafizhotun Husna; Nur Fadhillah Hsb; Yuyun Lasmita Nst.
Pedagogik Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1845

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong terjadinya digitalisasi pendidikan yang berdampak pada perubahan strategi pembelajaran serta pemanfaatan sumber belajar di sekolah. Salah satu bahan ajar yang masih banyak digunakan adalah Lembar Kerja Siswa (LKS), baik dalam bentuk cetak maupun digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan LKS sebagai sumber belajar di era digitalisasi di MTs Lab IKIP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru mata pelajaran dan siswa yang terlibat langsung dalam penggunaan LKS pada proses pembelajaran. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan LKS, khususnya LKS berbasis digital. Guru menilai LKS digital membantu penyampaian materi secara sistematis dan mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa, sedangkan siswa menilai LKS digital lebih menarik, mudah diakses, dan meningkatkan motivasi belajar. Meskipun demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan sarana teknologi, akses internet, serta perbedaan tingkat literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan dukungan fasilitas dan peningkatan kompetensi digital untuk mengoptimalkan pemanfaatan LKS sebagai sumber belajar di era digitalisasi.
Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Akhlak Digital Peserta Didik Dewi Sri Wahyuniarti; Rahmad Fadhli; Yahanan Yahanan; Siti Mahmudah Noorhayati
Pedagogik Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1834

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam pola interaksi dan perilaku peserta didik, sekaligus memunculkan berbagai persoalan etika dan akhlak di ruang digital. Fenomena seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan rendahnya tanggung jawab bermedia menunjukkan bahwa penguasaan teknologi belum diiringi dengan kematangan moral. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aksiologi filsafat pendidikan Islam sebagai kerangka normatif dalam pembentukan akhlak digital peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan metode analisis filosofis-kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan dengan pendidikan Islam, etika digital, dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai aksiologis Islam, khususnya adil, ihsan, dan amanah, memiliki relevansi konseptual dan aplikatif dalam membimbing perilaku peserta didik di ruang digital. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai fondasi etis yang mengaitkan aktivitas digital dengan tanggung jawab moral dan spiritual. Kajian ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak digital memerlukan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada internalisasi nilai, bukan semata-mata pada kecakapan teknologis, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan era digital.
Keadilan Sosial dalam Pendidikan Era Digital pada Masyarakat Marginal di Indonesia Puput Tri Anggara
Pedagogik Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1846

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital mendorong penerapan model hybrid berbasis teknologi di Indonesia, namun ketimpangan akses semakin memperlebar kesenjangan sosial, terutama bagi masyarakat marginal yang menghadapi keterbatasan perangkat, jaringan internet, dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan tiga informan di Pulau Ora, Pulau Osi dan Pulau Banda Neira, dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran digital dan kondisi marginal yang beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan wawancara tambahan, kemudian dianalisis deskriptif dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat marginal tetap bersemangat belajar meski terbatas teknologi, infrastruktur dan dukungan sosial. Hambatan ini berdampak pada capaian akademik dan kesejahteraan psikososial. Intervensi kontekstual dan berkelanjutan, meliputi peningkatan infrastruktur, literasi digital, model pembelajaran adaptif, serta dukungan psikososial, didukung kolaborasi pemerintah, pendidik, masyarakat, dan sektor swasta, menjadi kunci menciptakan pendidikan digital inklusif yang memberdayakan generasi marginal.
Efektivitas Konseling Teman Sebaya dengan Metode Mediasi dalam Mengurangi Konflik Interpersonal Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Medan Masdulhag Satria Lahagu; Muhammad Fauzi Hasibuan
Pedagogik Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1858

Abstract

Konflik interpersonal di kalangan siswa, terutama di usia remaja, menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan dalam lingkungan pendidikan. Banyak siswa mengalami masalah komunikasi, perbedaan pandangan, dan bahkan bullying, yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan prestasi akademik mereka. Oleh karena itu, penting untuk menemukan metode yang efektif dalam mengatasi konflik ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling teman sebaya dengan metode mediasi dalam mengurangi konflik interpersonal pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 35 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksperimen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik interpersonal di kalangan siswa, yang sering kali disebabkan oleh bullying, tekanan akademik, dan masalah keluarga, merupakan isu serius yang memerlukan perhatian lebih dari pihak sekolah dan orang tua. Konseling teman sebaya dengan metode mediasi terbukti efektif dalam mengurangi konflik interpersonal, karena memberikan ruang bagi siswa untuk berkomunikasi secara terbuka dan menemukan solusi bersama. Pentingnya Keterampilan Sosial dan Emosional: Program konseling yang mengajarkan keterampilan sosial dan emosional dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatasi konflik, serta berkontribusi pada perkembangan pribadi mereka.
Students' Difficulties in Constructing Argumentative Texts: A Genre-Based Analysis at SMPN 27 Medan Stefani Angelica Sinambela; Mira Mailani; Murni Murni; Nayla Firzanah
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.1980

Abstract

Writing argumentative texts is one of the essential skills that students need to develop in English language learning. However, many students still experience difficulties in constructing argumentative texts effectively. This study aimed to identify the difficulties encountered by eighth-grade students of SMP Negeri 27 Medan in constructing argumentative texts and to analyze the generic structures and language features used in their writing. This study employed a descriptive qualitative research design. The participants consisted of 24 eighth-grade students of SMP Negeri 27 Medan. The data were collected through writing tasks and documentation. The students were asked to write argumentative texts based on several assigned topics. The collected data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (2014), including data condensation, data display, and conclusion drawing. The analysis was conducted based on Genre-Based Analysis proposed by Gerot and Wignell (1994), focusing on generic structures and language features of argumentative texts. The findings revealed that argument development was the most significant difficulty experienced by students, with 75% producing underdeveloped arguments. Grammatical errors were found in 71% of the texts, while 67% of the students demonstrated limited vocabulary usage and 58% showed inappropriate use of logical connectors. Despite these difficulties, all students were able to construct thesis statements and conclusions appropriately. The study concludes that students possess a basic understanding of argumentative text structure but still require greater support in developing arguments, improving grammatical accuracy, enriching vocabulary, and applying cohesive devices effectively. These findings highlight the importance of genre-based instruction in improving students’ argumentative writing competence.
Strategi Penguatan Karakter dan Kecerdasan Emosional Siswa Melalui Pendidikan Agama Islam di MA Pesantren Asasul Huda Jajang Nurjaman; Zakariyah Zakariyah; Ashari Ashari
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2028

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional peserta didik, terutama di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi menumbuhkembangkan karakter dan kecerdasan emosional siswa melalui Pendidikan Agama Islam di MA Pesantren Asasul Huda serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, siswa, dan wali siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter dan kecerdasan emosional dilakukan melalui keteladanan guru, internalisasi nilai-nilai agama dalam pembelajaran, pembiasaan ibadah harian, kegiatan keagamaan, serta pendekatan emosional dalam pembinaan siswa. Strategi tersebut mampu membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, empati, kesadaran diri, dan kemampuan pengendalian emosi siswa. Faktor pendukung meliputi lingkungan pesantren yang religius, keteladanan guru, budaya sekolah yang positif, serta dukungan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai agama serta pengaruh negatif lingkungan luar pesantren. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa melalui pendekatan yang holistik dan integratif.
Implementasi Materi Fiqih Wanita dalam Kegiatan Keputrian Untuk Meningkatkan Pemahaman Fiqih Siswi di MTs. Al-Anwar Jambi Warsiti Warsiti; Rahmat Rahmat
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi materi fiqih wanita dalam kegiatan keputrian, menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menjelaskan kontribusi kegiatan keputrian terhadap peningkatan pemahaman fiqih siswi di MTs Al-Anwar Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru pembina keputrian, guru fiqih, dan siswi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi materi fiqih wanita dilaksanakan secara terstruktur melalui kegiatan keputrian yang berlangsung secara rutin. Materi yang diberikan meliputi haid, nifas, istihadhah, thaharah, aurat, dan adab pergaulan. Metode pembelajaran yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi dukungan madrasah, kompetensi pembina, dan antusiasme siswi. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu, minimnya bahan ajar kontekstual, serta rasa malu sebagian siswi untuk bertanya. Kegiatan keputrian terbukti meningkatkan pemahaman fiqih wanita, membentuk sikap religius, serta meningkatkan keterampilan ibadah siswi. Dengan demikian, kegiatan keputrian menjadi sarana pendidikan keagamaan yang efektif dalam memperkuat pemahaman fiqih wanita pada remaja muslimah.
Urgensi Multimedia dalam Pembelajaran: Kajian Literatur tentang Pengaruhnya terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Zunidar Zunidar; Afsar Alysha Syadzwana Nasution; Jannah Nur Hidayah; Tiara Jeanita Iffah; Muhammad Abrar Muda
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2056

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan telah mendorong pemanfaatan multimedia sebagai sarana utama dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan bermakna. Namun, efektivitas multimedia dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik masih memerlukan kajian yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai temuan penelitian terdahulu mengenai pengaruh multimedia dalam pembelajaran terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) atau studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari berbagai artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi dengan rentang publikasi 2019–2026. Proses seleksi literatur mengikuti alur PRISMA serta dianalisis menggunakan teknik content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan antarvariabel dalam kajian multimedia pembelajaran.Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar melalui aspek perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan belajar. Selain itu, multimedia juga meningkatkan hasil belajar melalui peningkatan pemahaman konsep dan retensi informasi dengan dukungan pengelolaan beban kognitif yang tepat. Secara keseluruhan, multimedia terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.Kesimpulannya, multimedia merupakan komponen penting dalam desain pembelajaran modern yang tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, integrasi multimedia dalam pembelajaran perlu dirancang secara sistematis berbasis teori dan prinsip desain instruksional.
Analisis Penerapan Model Discovery Learning dalam Microteaching Bahasa Jerman Tema Einkaufen Azza Akira Syakirina; Nomi Merland Lumbantoruan
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.1866

Abstract

German language learning in microteaching activities tended to remain teacher-centered, resulting in limited student engagement, particularly in the Einkaufen topic which required communicative competence. This study aimed to describe the implementation of the discovery learning model and to analyze its effect on students’ engagement and understanding. The study employed a descriptive qualitative approach involving students of the German Language Education Study Program who participated in microteaching classes. Data were collected through observation and documentation of lesson plans, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source triangulation. The results showed that the implementation of discovery learning had been carried out through six stages: stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, and generalization. The model increased student engagement, as reflected in active participation in discussions, questioning, and role-play activities. In addition, students’ understanding of vocabulary and communicative expressions in shopping contexts was relatively good. However, the implementation of the verification and generalization stages had not been optimal. Therefore, discovery learning was considered effective in improving engagement and understanding, although improvements were needed in the final stages to achieve more optimal learning outcomes.