cover
Contact Name
Munnik Haryanti
Contact Email
yanti2801@unsurya.ac.id
Phone
+62818342913
Journal Mail Official
yanti2801@unsurya.ac.id
Editorial Address
Jl. Halim Perdana Kusuma No.1, RT.1/RW.9, Halim Perdana Kusumah, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri
ISSN : 23022191     EISSN : 30309964     DOI : https://doi.org/10.35968/jti.v12i2
Jurnal Teknologi Industri adalah jurnal yang fokus pada teknologi industri yang diterapkan dalam industri, pemerintah, dan universitas.
Articles 104 Documents
MODEM RADIO PAKET SSB MENGGUNAKAN FKS 1200 BAUD Abner CM; Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 5 (2016): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v5i0.761

Abstract

Salah satu alternative untuk komunikasi data dalam bentuk sinyal digital adalah melaluikanal transmisi radio pada frekuensi tinggi yang menggunakan sistem transmisi Single Side Band(SSB) dengan jenis modulasi digital Frequency Shift Keying (FSK).Bila suatu pemancar akan mengirimkan sinyal informasi melalui kanal transmisi, pemancarharus memodifikasi sinyal informasi agar sesuai dengan sifat kanal transmisi tersebut. salah satuproses pengubahan sinyal ini disebut proses modurasi. Suatu penerima yang menerima sinyat yangtermodurasi harus melakukan proses kebalikan dari modulasi agar diperoleh sinyal informasi awal. Proses kebalikan ini disebut proses demodurasi. Umumnya, peralatan yang digunakan untukmemodulasi dan mendemodulasi sinyat digital disebut modem.Untuk komunikasi data melalui radio, modem ini dikenal dengan sebutan sebagai TerminalNode Controller (TNC). TNC dapat berfungsi sebagai alat untuk memodulasi dan mendemodulasiserta sebagai packet sembly / Disassembty (PAD). Dengan semakin cepatnya kerja komputersekarang ini, proses PAD dapat dilakukan secara perangkat lunak oleh komputer. sehingga untukkomunikasi data dengan kanal transmisi radio, lain komputer, hanya dibutuhkan perangkat kerasmodem sebagai alat modolator dan demodulator.Kata kunci: Radio, Frequency Shift Keying (FSK).Modulasi.
PEMODELAN DAN SIMULASI KESTABILAN RESPON TRANSIEN MOTOR DC MAGNET PERMANEN MENGGUNAKAN GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) PADA SIMULINK MATLAB 2008R VERSI 7.7.0 Pepen Fathur Rohman
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.682

Abstract

Motor DC (Direct Current) adalah motor yang digerakkan oleh energi listrik DC. Salah satu jenis motor DC tersebut ialah  motor DC magnet  permanen  yang  banyak  ditemui  penggunaannya  baik  di industri  maupun  di rumah tangga. Agar  motor DC  dapat berputar stabil dengan kecepatan sesuai dengan permintaan maka diperlukan alat  kontrol pengatur kecepatan motor DC. Pada  umumnya, sistem penggerak yang  diinginkan adalah mempunyai dinamika respon yang cepat dan  tanpa  lonjakan  (overshoot).Pada kondisi riil teknisi sering mengalami kesulitan mentuning sistem penggerak secara langsung karena jika ada kesalahan akan mengakibatkan kerusakan pada system atau alat tersebut.    Agar teknisi dalam mentuning system penggerak DC motor dengan aman,maka suatu sistem  perlu disimulasikan terlebih dahulu pada komputer sebelum  diaplikasikan, dengan cara sistem  motor DC dimodelkan  berdasarkan  persamaan  kesetimbangan  torsi dan  persamaan  rangkaian  listrik pada  jangkar yang  berlaku  pada  sistem  tersebut.  Kemudian  model dari pengontrol ditentukan  dan  dirangkai menjadi sistem  loop  tertutup  dengan  sistem  motor DC.  Fungsi alih  loop  tertutup  yang  sudah  didapat digunakan  sebagai dasar pembuatan program simulasi respon transien menggunakan Graphical User Interface (GUI) pada Simulink Matlab  R2008b versi 7.7.0.Selanjutnya melakukan penalaan pada kontrol PID (Proporsional,Integral, dan Diferensial ).Hasil pegujian terhadap penalaan pengontrol baik pengontrol Proporsional, pengontrol Proprosional Integral (PI), pengontrol Proposional Derivative maupun  pengontrol Proporsional Integral Diferensial  (PID) dapat disimpulkan  bahwa dengan  menggunakan  pengontrol PID  semua permintaan desain dapat terpenuhi dengan baik, ada dua penalaan mempunyai respon terbaik dari beberapa  nilai parameter pengontrol yang bervariasi yang dapat diaplikasikan pada system yang berbeda , yaitu: Pengontrol PID dengan nilai Kp=0.3, Ki= 0.0002, dan Kd =    0.001. Hasil keluarannya stabil, waktu yang diperlukan untuk stabil yaitu 0.014 detik  dan respon transiennya cukup baik yaitu respon sistem berisolasi dengan overshoot  sangat kecil  mencapi nilai 3.2 %. Nilai parameter pengontrol tersebut cocok untuk diaplikasikan ke system yang memerlukan start awal dengan torsi yang cukup besar. Dan pengontrol PID dengan nilai Kp=0.3, Ki= 0.0002, dan Kd =    0.0015. Hasil keluarannya stabil, waktu yang diperlukan untuk stabil yaitu 0.023 detik  dan respon transiennya sangat baik yaitu respon sistem tidak berisolasi sehingga tidak terjadi overshoot, nilai parameter pengontrol tersebut untuk diaplikasikan ke system dimana start awalnya tidak memerlukan  torsi yang besar. Kata Kunci : PID, Motor DC, GUI, MATLAB
RANCANG BANGUN MONITORING PEMAKAIAN ARUS LISTRIK PLN BERBASIS IoT Ridyandhika Riza Ibrahim; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i2.953

Abstract

Bisnis rumah indekos merupakan bisnis yang sudah berkembang pesat dimana rumah yang awalnya dibangun hanya untuk menjadi tempat tinggal lalu diubah menjadi indekos. Hal ini disebabkan banyaknya pekerja yang berdatangan dari luar daerah untuk bekerja disekitar perkotaaan. Permasalahan yang timbul pada bisnis rumah indekos ini salah satunya adalah pemakaian daya yang tidak terpantau dari setiap penyewa. Tujuan penilitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem monitoring penggunaan listrik yang dapat digunakan untuk memantau penggunaan dan biaya pemakaian energi listrik setiap kamar secara real-time dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai media berbagi data. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental dan metode perancangan dalam pembuatan alat. Tahapan dalam sistem ini meliputi flowchart dan blok diagram untuk gambaran atau alur sistem kerja yang akan dibuat dan diuji. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah alat monitoring pemakaian arus listrik PLN berbasis IoT. Dengan menggunakan NodeMCU ESP 8266 sebagai kontrol, PZEM-004T sebagai sensor untuk mengukur tegangan, arus, daya dan energi, LCD sebagai menampilkan data serta Aplikasi Blynk sebagai monitoring pada Smartphone. Berdasarkan data pengujian sensor yang telah diuji dengan beban dan daya yang berbeda-beda mendapatkan nilai error yang relatif kecil dan berada dibawah nilai toleransi modul PZEM yaitu ±0.5. Kata kunci: IoT, NodeMCU ESP 8266, PZEM-004T, LCD, Blyn
OTOMATISASI PADA GENERATOR 1100 WATT (GENSET) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF SUMBER DAYA PLN Moh Fuad Bastari; A Daryanto; Munnik Haryanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.25

Abstract

Perancangan alat otomatisasi ini bertujuan agar masyarakat tidak perlu lagiuntuk mematikan generator secara manual jika sudah selesai digunakan. Manfaat yang dapat diperoleh jika menggunakan otomatisasi ini, diantaranya penggunaan bahan bakar pada generator akan hemat, kualitas generator akan lebih baik, dan pengoperasiannya mudah. Peralatan yang diperlukan, seperti timer, relay, dan CM (Contactor Magnetic). Keuntungan penggunaan kontaktor magnetis sebagai pengganti peralatan kontrol yang dioperasikan secara manual, yaitu kontaktor magnetis dapat menangani arus yang besar atau tegangan yang tinggi, dan dapat mengontrol alat manual dengan menggunakan kumparan dari kontaktor.     
PERLINDUNGAN DESAIN INDUSTRI SEBAGAI BAGIAN DARI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA Niru Anita Sinaga
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.673

Abstract

Perlindungan hukum terhadap Desain Industri dibutuhkan antara lain: Sebagai konsekwensi telah meratifikasi Agreement Establishing the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia) yang mencakup Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPs), dan telah dibentuknya UU No.31 Tahun 2000 tentang Desain Industri; Untuk memajukan industri yang mampu bersaing dalam lingkup nasional dan internasional; Untuk menciptakan keadilan berdasarkan pada Pancasila dan UUD 45 dengan prinsip:  Kemaslahatan manusia atau prinsip kemanusiaan; Keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat; Nasionalisme (perlindungan kepentingan nasional); Keadilan sosial; Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tidak bebas nilai (iptek berdasarkan nilai-nilai Pancasila).            Dalam pelaksanaannya masih menimbulkan berbagai permasalahan yang dipengaruhi berbagai faktor, antara lain: yang berkaitan dengan struktur hukum, substansi hukum, budaya hukum dan aparatur birokrasi. Permasalahan tersebut timbul, antara lain adanya kelemahan dari undang-undang itu sendiri, misalnya: Aspek substansi, prosedur pendaftaran maupun penegakan hukumnya.            Untuk mengatasinya, maka: Sesegera mungkin dilakukan revisi terhadap Undang-undang No. 31 Tahun 2000. dengan memperhatikan kepentingan pelaku industri yang mewakili industri besar,  dan juga pelaku ekonomi kreatif yang mayoritas berbentuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Komunitas Kreatif dengan tetap memperhatikan  kepentingan nasional dan juga harus mengakomodir kepentingan internasional; Melakukan penegakan hukum yang serius dengan mengawasi, memproses dan menyelesaikan setiap pelanggaran yang terjadi sehingga perlindungan dan keadilan dapat diwujudkan.Kata Kunci : Hak Kekayaan Intelektual, Desain Industri, Perlindungan Hukum
PENGGUNAAN TELEPROTEKSI DIGITAL UNTUK MENDUKUNG KEHANDALAN SISTEM PROTEKSI DEFENSE SCHEME Adrianto Fariris Fariris; Sumpena Sumpena
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i1.885

Abstract

Tingkat kompleksitas jaringan listrik dapat dilihat dari frekuensi bekerja suatu skema pertahanan atau defense scheme terutama OLS (Overload Shedding). Relay OLS banyak terpasang di GITET maupun di penghantar yang kapasitas bebannya mencapai 80% dari nominal kekuatan penghantarnya. Di sector wilayah, teleproteksi defense scheme sangat berperan penting sebagai media pengirim sinyal pelepasan beban antar Gardu Induk yang menjadi target untuk mengurangi beban pada suatu subsistem atau penghantar agar tidak terjadi gangguan pemadaman yang meluas (Black Out). Sebagian besar teleproteksi masih menggunakan media komunikasi PLC dengan type link komunikasi analog. Teleproteksi analog ini sangat kurang kinerjanya di banding dengan teleproteksi digital yang sudah menggunakan media komunikasi melalui jaringan fiber optic atau multiplexer dengan type link komunikasi digital. Seiring dengan kurangnya kinerja teleproteksi analog dikarenakan kondisi teleproteksi analog yang sudah obsolete dan belum adanya fitur-fitur pendukung. Maka perlu dilakukan sebuah analisa dan pengujian pada teleproteksi analog agar dapat menghasilkan dasar kajian untuk dilakukan penggantian teleproteksi analog ke teleproteksi digital. Dengan adanya teleproteksi digital ini skema proteksi OLS dapat bekerja dengan akurasi pengiriman sinyal yang lebih baik, serta dapat dilakukan monitoring real time kesiapan teleproteksi digital dan dapat dilakukan pengumpulan data analisa melalui event teleproteksi saat skema defense scheme OLS bekerja. Kata Kunci : OLS, Defence Schame Teleprotection, Teleproteksi Analog, Teleproteksi Digital, PLC
PEMBUATAN MODEL ALAT UKUR BAHAN BAKAR TANGKI HELIKOPTER MENGGUNAKAN METODE KAPASITANSI Adi Putra Toga Torop; Yohannes Dewanto; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 8 (2019): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v8i0.664

Abstract

Helicopters are heavier-than-air aircraft, with swivel wings with propellers, getting their spin from the transmission rotated by the engine. Helicopters are classified as rotary wing aircraft to distinguish them from aircraft with fixed wings. The fuel quantity in the instrument panel shows the amount of fuel as measured by the sensing unit in the tank. Most helicopter fuel measurements show in gallons (ponds), and will be accurate only when empty. So that the calibration is carried out when the fuel is fully filled and when the fuel is empty in the tank.In order to more easily understand the analysis of helicopter fuel using this capacitance method, a schematic diagram was designed. The measuring instrument was tested when submerged in water at a height of 5 cm, 10 cm, 15 cm, and 20 cm.Keyword : Helicopter, Capasitor, Ardunio, Sketch.
ALAT PENDETEKSI ORIGINALITAS BATERAI TIPE 18650 BERBASIS ARDUINO NANO Rafiki Saputra; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v10i1.776

Abstract

Baterai merupakan sebuah alat yang dapat merubah energi kimia menjadi energi listrik dan digunakan pada suatu perangkat elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti handphone, laptop, senter, dan remote control menggunakan baterai sebagai sumber listriknya. Berdasarkan survei lapangan ternyata banyak baterai palsu ( cloning ) yang beredar dimasyarakat khususnya baterai tipe 18650. Penggunaan baterai cloning dapat merusak peralatan elektronik. Perbedaan antara baterai otane (original ) dan cloning ( palsu) adalah nilai daya (mAh) dan tegangan (volt) tidak sesuai dengan yang tertera pada baterai dan perbedaan tersebut tidak dapat terlihat secara kasat mata. Perancangan alat portable pendeteksi originalitas baterai untu tipe 18650 menggunakan Arduino Nano dapat mengukur nilai daya dan tegangan pada baterai. Pengujian alat dengan mengukur tegangan awal dan akhir baterai selama pemakaian 20 menit. Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa selama pemakaian, pada baterai cloning mengalami penurunan tegangan yang drastis sedangkan pada baterai original perlahan atau konstan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa baterai palsu hanya dapat digunakan ± 20 menit dengan rata-rata tegangan awal 4.2 v dan rata-rata tegangan akhir 1.9 v, sedangkan baterai original dapat digunakan ± 8 jam dengan ratarata tegangan awal 4.2 v dan rata-rata tegangan akhir 1.6 v.Keyword : Baterai 18650, Baterai Cloning, Baterai Otane
PENGARUH PENERAPAN PEMELIHARAAN GARDU DISTRIBUSI 20KV MENGGUNAKAN METODE MINIM PADAM PADA NILAI SAIDI DAN ENS DI PT. PLN (PERSERO) AREA BULUNGAN (KB 11B) Arif Fadhillah Fajri; Nurwijayanti Kusumaningrum
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i1.968

Abstract

Maintenance is carried out by turning off the distribution substations, causing the electricity supply to the customers to go out during the maintenance. This is a concern because customers feel an outage that will impact SAIDI (System Average Interuption Duration Index) and ENS (Energy Not Supply). This research will discuss the maintenance of the distribution substation of 20 KV PT. PLN (Persero) Bulungan Area with a minimal outage method in order to reduce the SAIDI (System Average Interruption Duration Index) and ENS (Energy Not Supply) values for maintenance. Maintenance of 20 KV distribution substations with minimal outage method, duration of outage decreased by 74.13%, SAIDI (System Average Interuption Duration Index) maintenance decreased from 0.0067 hours / customer to 0.0017 hours / customer, ENS (Energy Not Supply) decreased from 1,875,426 KWH to 485.1 KWH and Energy Not Sold decreased from Rp 2,751,775.06 to Rp 711,777.53. Maintenance of the 20 KV distribution substation using the minimal outage method greatly affects the reliability of the distribution of electric power in the low voltage network and decreases the duration of the blackout by 74.13%.Keywords: Distribution substation, Bulungan Area, SAIDI, ENS.
PERANCANGAN PROTOTIPE ROBOT PENGHALANG GARIS BERBASIS ROBO TX CONTROLLER Subiyantoro Subiyantoro; Nurwijayanti KN
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 1 (2012): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v1i0.687

Abstract

Robot  barrier  line designed  and  developed  as  a  platform   for the development  of  robots in the  future. Robot  control system  was  designed  based  on  Robo TX Controller  and  is  designed  to be able to move forward, backward, and turn in place or the desiredlocation. In  the  design  o  f the  prototype   robot  is  necessary a barrier line controller ( ROBO TX Controller ) and    infrared   trail  sensor, where  the   sensor  can  distinguish  between  black  and  white. If  the  robot  track  a black  line  then  the  robot  will  stop  and    make  a   turn   to   continue  it  is  work. Obtained   in  the  testing  and   analysis    that   the  robot   is   able  to   do  it  is   job  as  it   should   be .   Data  tables   from  the  test  range   for   robot obtained error of  0.80   %  to  0.86  %  in  the  black  line  sensor readings. Key words : Robo TX, Sensor, Prototype, Autonomous

Page 5 of 11 | Total Record : 104