cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
khidmatjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pengabdian No 395 Deli Serdang, Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Khidmat
Published by CV. Edu Tech jaya
ISSN : -     EISSN : 30312795     DOI : 10.65311
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Khidmat is Published by CV. Edu Tech Jaya. This journal aims to publish and disseminate original works and current issues on the subject of research and studies in the field of education. Articles published in journals are the result of research or ideas in the field of education including educational innovation, Studies in Social Education, Studies in Science Education, Education Management, Teaching & Learning, Educational Quality, Educational Leadership, Educational Technology, Language Education, Educational Philosophy, Education religion carried out by researchers, teachers, lecturers, and students. Detailed information for loading articles and article instructions are provided in each issue.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "vol 4 no 1 (2026)" : 15 Documents clear
Perkembangan Sosial Dan Emosional Peserta Didik dengan Kondisi Broken Home Fitri Rahmadana; Nur Aisyah; Pika Andriyani; Riska Ayunda; Syelila Hasanah; Lily Sardiani Daulay
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1817

Abstract

Perkembangan sosial dan emosional berperan penting dalam kemampuan interaksi, pengelolaan emosi, dan prestasi akademik peserta didik. Anak yang berasal dari keluarga broken home sering menghadapi tantangan psikologis akibat perceraian, perpisahan, atau ketidakstabilan emosional orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kondisi broken home terhadap perkembangan sosial-emosional peserta didik serta strategi pendukung yang dapat diterapkan oleh guru. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif terhadap berbagai penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak broken home cenderung mengalami kesulitan membangun hubungan sosial, konflik emosional internal, serta rentan terhadap stres dan kecemasan. Strategi efektif meliputi penciptaan lingkungan sekolah yang aman, penguatan keterampilan sosial-emosional, komunikasi dengan orang tua atau wali, serta deteksi dini masalah psikologis. Peran guru menjadi kunci dalam mendukung perkembangan optimal peserta didik.
Pemenuhan Kebutuhan Manula Melalui Kunjungan Rumah Ramadan Lubis; Nayla Zahara Putri; Rahma Yumna Br Ginting; Nazwa Mahfuza; Naila Rizki Nasution; Ralfta Delvia Agusty
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1818

Abstract

Proses penuaan membawa berbagai perubahan pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat memengaruhi kualitas hidup manula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan manula melalui pendekatan kunjungan rumah dengan studi kasus pada seorang lansia bernama Ibu Qomariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti nutrisi, kebersihan diri, dan kesehatan pada Ibu Qomariah tergolong cukup baik meskipun terdapat keterbatasan fisik berupa radang sendi dan gangguan penglihatan. Kebutuhan fungsional seperti mobilitas dan keamanan lingkungan rumah juga relatif terpenuhi dengan adanya penyesuaian aktivitas dan dukungan keluarga. Selain itu, kebutuhan sosial dan spiritual dapat terpenuhi melalui interaksi dengan keluarga, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta praktik ibadah yang disesuaikan dengan kondisi fisik. Secara keseluruhan, pemenuhan kebutuhan manula tidak hanya bergantung pada kondisi kesehatan, tetapi juga pada dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Pendekatan yang menyeluruh diharapkan dapat membantu manula menjalani masa lanjut usia dengan lebih nyaman, mandiri, dan bermakna.
Menjaga Kearifan Lokal dalam Era Globalisasi Rezki Sukmawati Br Surbakti
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1819

Abstract

Pada era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan internet seperti sekarang ini dapat dengan mudah mempengaruhi keberlanjutan dari kearifan lokal. Pengaruh globalisasi ini tidak jarang juga sering membuat kearifan lokal menjadi terabaikan. Oleh sebab itu kearifan lokal harus tetap dijaga dan juga dileastarikan di dalam era globalisasi ini. Banyak cara yang bisa digunakan agar kearifan lokal tetap terjaga salah satunya dengan masyarakat sendiri harus turun tangan langsung dengan mengadakan acara-acara adat kebudayaan masing-masing serta memperkenalkan nya ke dunia luar. Tujuan penelitian ini adalah untuk bagaimana pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal di tengah-tengah era globalisasi yang serba teknologi seperti sekarang ini. Seiring perkembangan zaman, tentu keadaan suatu negara semakin berubah. Apalagi di tengah era globalisasi yang mana segala arus penyebaran informasi dan kebudayaan dapat dengan mudah diakses. Globalisasi tak akan terlepas dari perkembangan teknologi yang sangat berkaitan erat dengan era society 5.0. Dalam menghadapi society 5.0, Indonesia tentu harus siap dengan segala dampak di masa mendatang. Salah satu cara untuk meminimalisir dampak negative dan mengatasi tantangan ini adalah dengan penguatan Identitas Nasional. Identitas nasional merupakan jati diri bangsa yang penting dalam mencapai tujuan negara. Artikel ini akan membahas Urgensi Penguatan Identitas Nasional dalam Menghadapi Society 5.0 di Era Globalisasi dengan metode analisis dan kajian literatur dari berbagai sumber.
Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Lukmanul Hakim; Muhammad Nazaruddin Harahap; Yusnifa Aini; Khairun Nisa
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1820

Abstract

Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor eksternal yang berperan penting dalam memengaruhi prestasi belajar peserta didik. Lingkungan sosial yang dimaksud meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung membentuk sikap, motivasi, serta perilaku belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap prestasi belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah peserta didik pada jenjang pendidikan menengah, dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi nilai akademik. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui tingkat pengaruh lingkungan sosial terhadap prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik. Lingkungan sosial yang kondusif, ditandai dengan dukungan keluarga, interaksi positif di sekolah, serta lingkungan masyarakat yang mendukung pendidikan, berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan prestasi belajar peserta didik perlu didukung oleh penciptaan lingkungan sosial yang positif dan edukatif.
Peran Pola Asuh Demokratis dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Reni Indriani; Arni Darmayanti; Nada Muthi’ah Muthmainnah Lubis; Lily Sardiani Daulay
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1821

Abstract

Pola asuh demokratis menciptakan lingkungan yang seimbang antara kebebasan dan bimbingan, membangun komunikasi dua arah, serta menanamkan disiplin diri dan rasa tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pola asuh demokratis dapat mengembangkan sosial emosional anak. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan berbagai sumber seperti buku dan jurnal ilmiah. Pola asuh demokratis merupakan gaya pengasuhan orang tua dimana menyeimbangkan antara kasih sayang dan disiplin, orang tua menetapkan aturan yang jelas namun tetap mendengarkan, menghargai, dan melibatkan anak dalam pengambilan keputusan yang bertujuan membentuk anak yang mandiri, percaya diri, dan kritis dalam berpikir. Pola asuh demokratis sangat berperan bagi perkembangan sosial emosional anak karena membangun rasa percaya diri, kemampuan mengatur emosi, empati, dan keterampilan sosial, penuh kasih sayang namun tetap dengan batasan sehingga anak belajar mandiri sambil memahami tanggung jawabnya.
Dialog Antar Umat Beragama Sahdin Hsb; Delsi Dika Chantika; Muhammad Haris Fadillah; Agung Indrawan
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1847

Abstract

Artikel ini membahas model dialog antarumat beragama dengan pendekatan teologis, sosial, dan praktis. Secara teologis, dialog diarahkan untuk memahami kesamaan dan perbedaan doktrin serta nilai-nilai ajaran masing-masing agama, sehingga tercipta penghargaan dan saling menghormati. Dari perspektif sosial, dialog berperan dalam membangun kohesi komunitas, mengurangi konflik, dan memperkuat toleransi dalam kehidupan masyarakat yang multikultural. Secara praktis, artikel ini menyoroti strategi, metode, dan praktik nyata yang dapat diterapkan dalam interaksi antarumat beragama, termasuk kegiatan bersama, forum komunikasi, dan pendidikan lintas agama, yang semuanya bertujuan menciptakan hubungan harmonis, konstruktif, dan berkelanjutan di masyarakat.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Penggunaan Rollenspiel dalam Meningkatkan Sprechfertigkeit Bahasa Jerman Tema Berufe Imelda Apriyani Silitonga; Yemima Stevani Surbakti
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Rollenspiel (bermain peran) dalam pembelajaran bahasa Jerman, khususnya tema Berufe (pekerjaan/profesi) dalam konteks Deutsch als Fremdsprache (DaF). Landasan teori bersumber dari Porter Ladousse (1987) yang mendefinisikan role play sebagai aktivitas yang mencakup spektrum luas, mulai dari dialog terstruktur sederhana hingga simulasi situasi nyata, guna melatih keterampilan berbicara secara alami dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif, melalui angket skala Likert dan pertanyaan terbuka yang diberikan kepada 21 mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Universitas Negeri Medan. Subjek penelitian telah mengikuti sesi Rollenspiel seperti wawancara kerja (Bewerbungsgespräch) dan konsultasi karir (Berufsberatung). Penelitian ini bertujuan mengungkap persepsi mahasiswa terhadap peningkatan kepercayaan diri berbicara (Sprechkompetenz), penguasaan kosakata tema Berufe, serta motivasi belajar, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dirasakan, khususnya kecemasan berbahasa (Sprachangst). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap Rollenspiel sebagai metode komunikatif yang efektif, dan direkomendasikan untuk diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum DaF dengan persiapan yang terstruktur.
Relevansi Nilai-Nilai Pancasila dalam Menyikapi Perubahan Sosial di Era Digital Marito Pulungan; Bunga Elsa Safitri; Mhd Jaya Harun Paredly Daulay; Nur Hakima Akhirani Nasution
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1908

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pola komunikasi, interaksi sosial, hingga pembentukan budaya baru di ruang virtual. Perubahan tersebut menghadirkan berbagai peluang, namun juga menimbulkan tantangan berupa penyebaran hoaks, cyberbullying, intoleransi, dan lunturnya etika sosial. Dalam konteks ini, nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai landasan moral dan ideologis dalam menyikapi dinamika sosial yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi perubahan sosial di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui analisis berbagai buku, jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang berkarakter, toleran, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, literasi digital, dan pembiasaan sosial menjadi langkah penting untuk menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
PAUD Sebagai Ruang Belajar yang Inklusif dan Sekolah Ramah Anak Alya Nur Hikmah; Miftahul Jannah; Rifa Fazilatun Nisa; Azizah Hanum Ok
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1932

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inklusif dan Sekolah Ramah Anak (SRA) menjadi pendekatan strategis dalam menjamin pemenuhan hak anak melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman, setara, dan menghargai keberagaman. Namun, implementasi pendidikan inklusif pada satuan PAUD di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru, rendahnya pemahaman terhadap indikator sekolah ramah anak, serta belum optimalnya dukungan lingkungan belajar yang responsif terhadap kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep PAUD inklusif dan Sekolah Ramah Anak serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terciptanya iklim belajar yang inklusif dan ramah anak pada pendidikan usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan dokumen akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan keterkaitan antar temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi prinsip inklusif dan SRA berkontribusi dalam meningkatkan rasa aman, keterampilan sosial, partisipasi aktif, perkembangan emosional, serta penerimaan keberagaman pada anak usia dini. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah yang menghargai keberagaman, serta dukungan lingkungan fisik dan psikologis yang kondusif. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pendidik, pengembangan kebijakan sekolah ramah anak yang lebih implementatif, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mewujudkan PAUD yang inklusif, berorientasi pada hak anak, dan mendukung perkembangan anak secara holistik.
Keberagaman Anak Usia Dini dalam Perspektif Pendidikan Multikultural dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran PAUD di Indonesia Dina Darnianti Tanjung; Nur Aisyah Amaliah; Azizah Hanum Ok
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1987

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki tingkat keberagaman tinggi dalam aspek suku, agama, bahasa, budaya, gender, kemampuan individu, dan latar belakang sosial ekonomi. Keberagaman tersebut juga tercermin dalam karakteristik anak usia dini yang menjadi peserta didik pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, keberagaman yang tidak dikelola secara tepat berpotensi menimbulkan stereotip, diskriminasi, eksklusivitas sosial, dan rendahnya sikap toleransi sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk keberagaman anak usia dini dalam perspektif pendidikan multikultural serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran PAUD di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan, seleksi, analisis, dan sintesis berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi artikel jurnal, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan keberagaman peserta didik dan implementasi pendidikan multikultural pada PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberagaman anak usia dini mencakup dimensi budaya, agama, bahasa, gender, kemampuan belajar, dan kondisi sosial ekonomi yang memengaruhi proses pembelajaran. Pendidikan multikultural berperan penting dalam menumbuhkan sikap toleransi, empati, penghormatan terhadap perbedaan, serta kemampuan berinteraksi secara harmonis dalam lingkungan yang majemuk. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran yang berpusat pada anak, inklusif, dan responsif terhadap keberagaman melalui pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, media edukatif, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat. Dengan demikian, keberagaman tidak hanya menjadi realitas sosial, tetapi juga menjadi modal pedagogis dalam membangun lingkungan PAUD yang adil, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter anak.

Page 1 of 2 | Total Record : 15