cover
Contact Name
Made Pradnyawati Chania
Contact Email
pradnyawatichania@gmail.com
Phone
+6281259675190
Journal Mail Official
jurnal.genitri@gmail.com
Editorial Address
Jalan Piranha No.2 Pegok-Sesetan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29647010     DOI : https://doi.org/10.36049/genitri.v2i2
Core Subject : Health, Social,
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember) oleh LPPM Politeknik Kesehatan Kartini Bali. Genitri memuat hasil pengabdian kepada masyarakat. Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu. Jurnal Genitri bertujuan untuk mepublikasikan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Ruang lingkup jurnal ini adalah semua kegiatan pengabdian masyarakat dan aplikasi penelitian tentang isu-isu terkini dalam ilmu-ilmu di bidang Kesehatan: Kesehatan Masyarakat Kesehatan Ibu dan Anak Keperawatan Kesehatan Reproduksi Teknologi informasi kesehatan Terapi Komplemeter Kes lingkungan Gizi
Articles 59 Documents
Sosialisasi Demam Berdarah (DBD) di Desa Wates Kecematan Panekan Kabupaten Magetan sebagai Intervensi Pengalaman Belajar Lapangan Pipid Ari Wibowo
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 1 (2022): juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i1.59

Abstract

Demam berdarah merupakan sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegyptidengan ciri demam tinggi secara mendadak yang dapat disertai manifestasi pendarahan dan cenderung dapat menimbulkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengetahuan, perilaku masyarakat terhadap penanggulangan Demam Berdarah (DBD) di Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan sebuah metode survey dengan pendekatan kuantitatif desain studi Cross Sectional berdasarkan sebuah tahapan Community Diagnosis. Populasi adalah penduduk Desa Wates dengan total sampel berjumlah 264 KK. Diperoleh hasil penelitian menunjukan bahwa kasus DBD di Desa Wates Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan terdapat 2 warga yang terkena demam berdarah dengan menunjukkan persentase 24,5%. Kami melakukan Penyelidikan Epidemiologi yaitu untuk mengetahui adanya jentik nyamuk di genangan air, pot bunga, bak mandi, selokan, gentong. Dari hasil wawancara dengan warga gejala dari demam berdarah seperti demam tinggi hingga 40 derajat, sakit kepala, nyeri otot dan tulang, mual, muntah, sakit di belakang mata, pembengkakan di kelenjar getah bening, di leher dan di selangkangan. Kesimpulan yaitu memberikan surat himbauan kepada masyarakat desa yang dikeluarkan oleh pemerintah desa dengan memberikan edukasi, dan pemasangan banner ke setiap dusun yang berisikan himbauan untuk penerapan 3M Plus yaitu menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas dan mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk.
Audit Tata Kelola Sistem Informasi Rekam Medis Primary Care dengan Framework Cobit 5 pada Puskesmas I Denpasar Barat Komang Ananta Wijaya
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 1 (2022): juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i1.60

Abstract

Puskesmas adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang memberikan pelayanan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok. Teknologi Informasi dipercaya dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses-proses bisnis organisasi dalam mencapai tujuannya. Aplikasi P-Care adalah sistem informasi rekam medis yang digunakan pada Puskesmas I Denpasar Barat untuk mencatat rekam medis pasien. Aplikasi tersebut pelum pernah dilakukan audit, sehingga Audit sistem informasi akan dilaksanakan dengan framework COBIT 5 sebagai acuan yang terukur untuk kepentingan pengambilan kebijakan dari pengelolaan sistem informasi rekam medis pada Puskesmas I Denpasar Barat. Audit ini akan dilaksanakan menggunakan metode observasi, wawancara dan brainstorming. Hasil audit sistem informasi rekam medis P-Care pada Puskesmas I Denpasar Barat sesuai dengan cascading proses COBIT 5 dimulai dari pemetaan proses EG ke ITRG dan terakhir dipetakan ke proses COBIT 5 Tingkat kapabilitas yang diperoleh dari audit tata kelola sistem informasi rekam medis PCare pada Puskesmas I Denpasar Barat dengan proses APO 07 mengelola sumberdaya dan BAI 02 mengelola divisi IT berada pada level 3 established proses dimana rata-rata nilai adalah 77% untuk APO 07 dan 86 % untuk BAI 02.
Peer Support Group dalam Peningkatan Resiliensi dan Self Esteem Penderita Skizofrenia Ratna Juwita
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 1 (2022): juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i1.62

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu penyakit gangguan jiwa kronik yang ditandai dengan gangguan pada kemampuan berpikir yang mempengaruhi pola perilaku dan self-esteem. Kemampuan berpikir dan pola perilaku penderita skizofrenia mengalami gangguan seperti munculnya halusinasi, delusi, serta gejala positif, maupun gejala negative yang akan mempengaruhi self-esteem. Self-esteem merupakan komponen esensial kesehatan jiwa dimana rendahnya komponen ini akan menimbulkan kepercayaan diri yang rendah, kecemasan, depresi, delusi, gejala psikosis, bahkan bunuh diri. Pengabdian masyarakat peer group resiliensi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan self-esteem pada penderita skizofrenia untuk mencegah gejala komplikasi lainnya. Pemberdayaan masyarakat ini menggunakan metode pre-post test study untuk mengukur perbedaan self-esteem sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan kepada sekelompok skizofrenia menggunakan instrument Rosenberg Self-esteem Scale. Populasi target pada pemberdayaan masyarakat ini adalah 11 orang penderita skizofrenia yang berusia 30-45 tahun yang minimal berlatar pendidikan SMA di Rumah berdaya Denpasar. Metode pre-post test dilakukan selama fase modul pelatihan 8 minggu. Aktivitas pengabdian ini berupa pemaparan materi, diskusi dan pelatihan. Pre test dilakukan sebelum pelatihan (T0) dan post test dilakukan pada akhir minggu ke delapan (T1). Semua partisipan berpartisipasi lengkap selama pelatihan. Hasil pre dan post tes menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rerata resiliensi dan self-esteem yang signifikan sebelum dan sesudah terselesaikannya modul pelatihan. Hasil ini menunjukan bahwa pelatihan self-esteem sangat bermanfaat untuk meningkatkan resiliensi penderita skizofrenia.
Edukasi Mengenai Hygiene Sanitasi Pada Pedagang Jamu di Kota Tanjungpinang Luh Pitriyanti
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 1 (2022): juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i1.63

Abstract

Foodborne Disease disebabkan oleh cemaran biologis dari adanya kontaminasi pangan yang disebabkan cacing, parasit, bakteri (mikroba), fungi, virus dan riketsia. Jamu merupakan salah satu minuman tradisional yang memiliki risiko untuk tercemar sehingga menimbulkan foodborne Disease. Beberapa keterbatasan dalam pengolahan jamu adalah kurangnya kebersihan dan sanitasi (baik bahan baku, peralatan, maupun pembuat jamu itu sendiri), sehingga banyak ditemukan jamu yang kurang bersih dan dapat mengganggu kesehatan konsumen. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan melakukan edukasi berupa penyuluhan perorangan menggunakan leaflet mengenai hygiene sanitasi bagi pedagang jamu yang ada di Kota Tanjungpinang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah berhasil dilakukan penyuluhaan personal kepada 8 pedagang jamu yang berada di Kota Tanjungpinang. Kegiatan edukasi dilakukan pada tanggal 27 - 30 Juni 2020 dan mendapatkan tanggapan positif dari seluruh peserta. Materi yang diberikan disampaikan dengan media leaflet agar mempermudah pemahaman pedagang mengenai hygiene sanitasi pedagang jamu. Saran dari kegiatan ini adalah kegiatan edukasi dapat dilakukan pada ranah yang lebih luas untuk seluruh pedagang jamu yang ada di Kota Tanjungpinang dan dilakukan pelatihan hygiene sanitasi untuk penjamah makanan sehingga meningkatkan kualitas minuman jamu yang ada di masyarakat.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dalam Pemanfaatan Produk Herbal Jamu untuk Kesehatan pada Masa Pandemi COVID-19 di Kabupaten Badung Ni Putu Aryati Suryaningsih
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 1 (2022): juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i1.64

Abstract

Terjadinya peningkatan kasus Covid-19 tiap harinya menunjukkan masih kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pencegahan terhadap Covid-19. Pemerintah terus menggalakkan program pencegahan penyebaran kasus Covid-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain PHBS, pemerintah juga menyarankan kepada masyarakat untuk obat-obatan suportif baik tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM. Adanya peningkatan pemanfaatan produk herbal di masyarakat harus disertai dengan pengetahuan yang baik tentang produk herbal tersebut. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi terkait peningkatan pengetahuan terhadap produk herbal untuk kesehatan guna menghadapi masa pandemi covid-19. Metode kegiatan ini dengan memberikan edukasi terkait program ini melalui Platform Zoom Meeting selain itu saya menggunakan WhatsApp dan Instagram sebagai sarana pendekatan untuk melakukan pengambilan data dan pembagian media booklet dan pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan setelah pemberian edukasi. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah terdapatan peningkatan pengetahuan dari sebelum diberikan edukasi tingkat pengetahuan sebagian besar partisipan adalah cukup dengan angka 23 (77%) menjadi menjadi baik dengan angka 30 (100%). Data ini menunjukkan bahwa tujuan dari kegiatan ini tercapai, yaitu peningkatan pengetahuan partisipan terhadap produk herbal untuk kesehatan guna menghadapi masa pandemi covid-19.
Pelatihan Kesiapsiagaan pada Anak Tersedak (Choking) di Desa Selat Kecamatan Abiansemal Badung Bali Ni Made Ari Sukmandari; Komang Yogi Triana; Putu Ari Sukriyanti; Desak Putu Risna Dewi
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.65

Abstract

Tersedak merupakan suatu kondisi terjadinya sumbatan atau hambatan respirasi oleh benda asing yang menyempit pada saluran napas internal, termasuk faring, hipofaring, dan trakea. Penyempitan jalan napas bisa berakibat fatal jika itu mengarah pada gangguan serius oksigenasi dan ventilasi. Oleh karena itu, untuk meminimalisir terjadinya korban akibat anak mengalami tersedak akibat terlambat mendapatkan pertolongan, diperlukan kesiapan Ibu yang memiliki anak usia balita dan Kader posyandu balita dalam memberikan pertolongan pertama pada anak. Desa Selat Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung merupakan salah satu desa yang terletak di utara Kabupaten Badung dimana di Desa Selat belum pernah dilakukan pelatihan kesiapsiagaan pada anak tersedak untuk ibu yang memiliki anak usia Balita dan untuk Kader Posyandu Balita. Selama ini yang para ibu lakukan jika anaknya mengalami tersedak adalah dengan menepuk punggung dan dada serta memberikan anaknya minum air putih. Oleh karena itu solusi yang ditawarkan dalam program pengabdian ini adalah melaksanakan pelatihan kesiapsiagaan pada anak tersedak (choking). Kegiatan ini memberikan informasi dan simulasi langsung tentang cara penanganan anak tersedak. Berdasarkan hasil yang didapatkan, terdapat peningkatan pengetahuan para kader posyandu balita sebelum diberikan pelatihan dengan setelah diberikan pelatihan yang dilihat dari nilai pre test dan post test. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan penanganan anak tersedak efektif dilakukan untuk menambah pengetahuan dan melatih keterampila para kader posyadu balita dalam menangani anak yang tersedak.
Penyuluhan PHBS dan Pemeriksaan Kesehatan Pra-Lansia dan Lansia Banjar Bukit Munduk Tiying Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung Putu Ika Farmani; I Kadek Agus Riki Gunawan; Sita Rismayuni; Mirah Utami D; Septia Eka P; Riska Tri W; Yudha Pramesticha; Mirah Triyade S; Panji Kamajaya S; Felisia D; Dewini; N P Sintia; N P Suiadnyani
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.67

Abstract

Lanjut usia merupakan tahapan usia dalam hidup yang ditandai dengan berbagai penurunan (kondisi fisik, psikologis, dan sosial). Peningkatan kualitas hidup lansia dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah perilaku yang berkaitan dengan upaya kegiatan seseorang untuk menciptakan dan meningkatkan kesehatanya dengan menggambarkan pola perilaku sehari-hari yang mengarah pada upaya memelihara kondisi fisik, mental, dan sosial. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat lansia dengan media power point dan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan asam urat. Kegiatan diikuti oleh masyarakat dengan kategori pra-lansia dan lansia sebanyak 42 orang di Banjar Bukit Munduk Tiying Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan PHBS, 22 orang dengan tekanan darah > 140 mmHg, 1 orang mengalami hiperglikemia, dan 12 orang dengan kadar asam urat di atas normal. Penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat di lingkungan Banjar Bukit Munduk Tiying mampu membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan mengenai PHBS sebagai langkah awal deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) sehingga nanti bisa dilanjutkan untuk pemeriksaan rutin di puskesmas pembantu maupun di puskesmas induk setempat.
Edukasi dan Pembagian VCO dan Biskuit Blondo untuk Meningkatkan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Ulfa Aulia; Herlina Jusuf; Sitti Radhia; Sarinah Basri K; Vidya Avianti Hadju; Lintje Boekoesoe; Ryman Napirah
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.68

Abstract

Masalah kekurangan gizi secara global sampai saat ini masih mendapatkan perhatian utama terutama di sebagian negara berkembang. Stunting dapat mempengaruhi dan menghambat proses tumbuh kembang anak. Masalah stunting di kabupaten parigi, tingginya angka stunting di kabupaten Parigi mendorong perlunya upaya-upaya penanggulangan sehingga menjadi latar belakang kami dalam melakukan kegiatan pembagian VCO dan biskuit blondo serta memberikan edukasi pada kelompok sasaran bahwa kelapa yang melimpah di sekitar mereka dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah stunting. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasama dengan beberapa pihak diantaranya Baznas, Bapelitbangda, dan instansi terkait. Kegiatan berlangsung selama satu hari yang dimulai dari koordinasi bersama pihak Bapelitbangda, baznas, dan puskesmas terkait masyarakat sasaran pemberian VCO dan biskuit blondo. Kemudian mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, mengukur tinggi badan dan berat badan balita, memberikan informasi tentang manfaat VCO dan biskuit blondo bagi tumbuh kembang balita dan memberikan VCO dan biskui blondo pada balita.
Sosialisasi dan Edukasi Implementasi Pendaftaran Online Rawat Jalan di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan Mitha Amelia Rahmawati; Siti Makrifatus Sholikhah
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.69

Abstract

Pendaftaran online merupakan salah satu metode pendaftaran dengan teknologi berbasis mobile phone yang dapat digunakan oleh pasien agar tidak perlu antri di rumah sakit terlalu lama. Berdasarkan hasil penelitian pengguna aplikasi pendaftaran online rawat jalan (portal rsml) pengguna/pemakainya masih 38%. Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dan edukasi pendaftaran online rawat jalan di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan pasien yang hendak berobat memahami tata cara pendaftaran online yang sesuai sehingga pengggunaan aplikasi pendaftaran online (portal rsml) lebih meningkat. Implementasi pendaftaran online di RSML pasien mendapatkan informasi pendaftaran online paling banyak dari orang lain dengan presentase 32,2 %, pendaftaran online yang sesuai dengan kebutuhan pasien adalah Portal Rsml dengan hasil sebanyak 38,6 %, Lama waktu tunggu pendaftaran yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran secara langsung dengan hasil >20 menit sebanyak 56,2%, Sebanyak 83,9% pasien adalah pengguna handphone atau android di rumah atau di tempat kerja.
Sosialisasi Panduan Pemeriksaan Ibu Hamil pada Masa Era Adaptasi Kebiasaan Baru Di PMB Ni Made Serioni,A.Md.Keb Ni Wayan Sukma Adnyani; Anggreny Gita Loka
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.71

Abstract

COVID-19 sangat rentan menyerang masyarakat di berbagai kalangan kelompok dan usia, salah satunya adalah ibu hamil. Pada masa pandemi Covid-19 banyak ibu hamil yang enggan memeriksakan kehamilannya di tempat pelayanan kesehatan karena takut tertular virus corona dan adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil. Dukungan Bidan dalam mempertahankan kualiatas pelayanan ANC dengan sosialisasi Pedoman Pemeriksaan kehamila saat pandemi sangat penting diberikan. Melakukan identifikasi masalah , sosialisasi pedoman pemeriksaan kehamilan saat pandemi dan upaya pencegahan, dan evalusi dengan pemberian kuesioner. Berdasarkan pengetahuan diperoleh, sebagian besar (73%) dengan pengetahuan baik, berdasarkan penerapan protokol kesehatan diperoleh seluruh responden (100%) sudah menerapkan protokol kesehatan dan sebagian besar yaitu 12 (80%) teratur melakukan pemeriksaan kehamilan. Tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemberian KIE kepada ibu hamil agar dapat melakukan pemeriksaan secara teratur selama masa pandemic sesuai dengan umur kehamilan.serta bermanfaat bagi masyarakat dalam menambah wawasan ibu hamil khususnya.