cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 185 Documents
HUBUNGAN PARTUS LAMA DAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD DEMANG SEPULAU RAYA TAHUN 2010 Erlita Chandra Dewi; Septi Widiyanti; Herlina Herlina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v4i1.699

Abstract

Abstrak. Angka Kematian Bayi di Indonesia tergolong tertinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, yaitu mencapai 34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2009. Asfiksia neonatorum terjadi karena dipengaruhi oleh faktor ibu, faktor tali pusat dan faktor bayi. Faktor ibu diantaranya hipertensi, perdarahan abnormal, preeklampsi dan eklampsi, infeksi berat, demam selama persalinan, kehamilan lewat waktu partus lama dan ketuban pecah dini. Asfiksia neonatorum merupakan penyebab tertinggi kematian bayi di Kabupaten Lampung Tengah, yaitu sebesar 57,29%. Hasil prasurvey di RSUD Demang Sepulau Raya pada tahun 2010 sebesar 27,59% bayi lahir mengalami asfiksia neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan partus lama dan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di RSUD Demang Sepulau Raya tahun 2010. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasinya adalah seluruh bayi baru lahir hidup yang berjumlah 837 jumlah sampelnya adalah 271 bayi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan systematic random sampling. Cara pengumpulan data dengan studi dokumentasi menggunakan check list. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisis data didapatkan proporsi kejadian asfiksia nenonatorum sebanyak 46,13%, proporsi partus lama sebanyak 19,5%  dan proporsi ketuban pecah dini sebanyak 18,45%. Terdapat  hubungan antara partus lama  dengan kejadian asfiksia neonatorum   yaitu diperoleh hasil dari uji chi square X­2 hitung (8,599) X­­2 tabel (3,481), dan terdapat hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum, yaitu didapatkan X­­2 hitung (7,888) X­­2  tabel (3,481). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara partus lama dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir, dan ada hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir. Saran dari penelitian ini adalah perlunya melakukan deteksi dini adanya penyulit persalinan dan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil ketika pelayanan antenatal
Pemberian Propolis terhadap Mempercepat Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Postpartum Gangsar Indah Lestari; Muhamad Ridwan; Firda Fibrila
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v13i1.1961

Abstract

Background: The management of the perineum wound is not good to cause infections that affect the prolonged healing of perineum wounds. Purpose: Research aims to determine the effect of giving propolis on the length of healing of perineum wounds in postpartum mothers. Method: This study used a quasi-experimental design. The subject of the study was the postpartum mother who suffered perineum wounds. Sample cases as much as 39 and control samples as much as 39, the total samples of 79 postpartum mothers. Samples taken in the Non-Random sample in the form of Accidental sampling initiated a sample group of cases then sample control group according to criteria of inclusion and exclusion of research. Data analysis using T-Test (Paired T-Test). Result: Research shows the average degree of wound perineum in mothers group given propolis of 1.82 whereas in mothers who are not given propolis of 1.85. The average length of wound healing of perineum in mothers group given Propolis is 3.38 day while on a mother who is not given propolis of 1.85 and obtained p-value = 0.000 (≤ alpha 0.05). Conclusion: Perineum wound in postpartum mothers given propolis will be healed faster than those who are not given propolis. Midwives while giving care to the mother postpartum with perineum wounds can utilize propolis to accelerate the healing process while observing nutrition, personal hygiene, and consider the economic and ethical aspects.Latar belakang: Penatalaksanaan luka perineum tidak baik menyebakan infeksi yang berpengaruh terhadap lama penyembuhan luka perineum. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian propolis terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Metode: Penelitian menggunakan rancangan quasi eksperimen. Subyek penelitian adalah ibu post partum yang mengalami luka perineum. Sampel kasus sebanyak 39 dan sampel kontrol sebanyak 39, total sampel 79 ibu postpartum. Sampel diambil secara non random sample berupa acidental sampling dimulai sampel kelompok kasus lalu sampel kelompok kontrol sesuai kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Analisis data mengunakan T-test (paired t-test). Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata derajat luka perineum pada kelompok ibu yang diberi propolis sebesar 1,82 sedangkan pada ibu yang tidak diberi propolis sebesar 1,85. Rata-rata lama penyembuhan luka perineum pada kelompok ibu yang diberi propolis adalah 3,38 hari sedangkan pada ibu yang tidak diberi propolis sebesar 1,85 dan didapatkan p value = 0,000 (≤ alpha 0,05). Simpulan: Luka perineum pada ibu postpartum yang diberi propolis akan lebih cepat sembuh dibanding dengan yang tidak diberi propolis. Bidan saat memberikan asuhan pada ibu post partum dengan luka perineum bisa memanfaatkan propolis guna mempercepat proses penyembuhan dengan tetap memperhatikan  nutrisi, personal hygiene dan mempertimbangkan aspek ekonomis dan etika.
PENGARUH MENYUSUI DAN MOBILISASI DINI TERHADAP PERCEPATAN PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM DI BIDAN PRAKTEK SWASTA KABUPATEN LAMPUNG UTARA Firda Fibrila; Herlina Herlina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v4i2.1157

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia diperkirakan sebanyak 60 % akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama yang sebagian basar disebabkan karena perdarahan post partum (Abdul Bari, 2000). Propinsi Lampung, diketahui AKI mencapai 122 kasus pada tahun 2009, dan Kabupaten Lampung Utara pada tahun yang sama AKI sebanyak 13 kasus. Salah satu indikator kesehatan pada masa nifas adalah berjalan lancarnya proses involusi yang ditandai dengan adanya penurunan tinggi fundus uteri pada 2 minggu pertama pasca salin. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh mobilisasi dini dan menyusui dini terhadap percepatan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum di BPS yang berada di Kabupaten Lampung Utara.Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum yang ditentukan dengan kriteria inklusi, di bagi dalam dua kelompok treatmen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 30 responden. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah Nonprobability Sampling dengan teknik quota. Data yang digunakan adalah data katagorik dan numerik. Analisa dilakukan secara univariat untuk mengetahui nilai central tendency, selanjutnya dilakukan analisa bivariat dengan menggunakan uji Mann - Whitney.Hasil penelitian diperoleh rata-rata penurunan tinggi fundus uteri pada hari ke-7 adalah 6 cm pada kelompok treatment dan 7 cm pada kelompok kontrol. Percepatan penurunan lebih banyak terjadi pada kelompok treatmen yaitu sebanyak 16 responden (53,3 %) dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu 7 responden (23,3 %). Ada pengaruh yang bermakna antara kelompok treatmen dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,001.Untuk mempercepat penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum disarankan untuk melakukan mobilisasi dini dan menyusui dini secara bersamaan sesuai tahapan segera setelah bersalin.
Motivasi Suami dan Paritas Mempengaruhi Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan Asriaty Dinopawe; Bazrul Makatita; Kharisma Lestina Alerbitu
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i1.2593

Abstract

Background: Anxiety before delivery can cause the birth process to take a long time and bleeding occurs. Maternal anxiety is influenced by family support in this case husband and parents. Primarily pregnant women who get support from their families can reduce anxiety. Purpose: To determine the effect of the husband's motivation and parity on the anxiety of pregnant women before delivery. Methods: This study used a cross-sectional study design. The population and sample in this study were 32 pregnant women using the total sampling technique. The tool used for data collection is a questionnaire consisting of questions related to motivation, parity, and anxiety. Data analysis using univariate and bivariate with Fisher exact test. Results: The results showed that there was an influence between motivation and parity on anxiety before delivery (p = 0.001). Conclusion: Husband's motivation reduces anxiety in pregnant women before delivery and multiparous women have less anxiety than primiparous women. The role of the husband in motivating and providing strengthening for maternity mothers needs to be increased by pregnant women before delivery, especially for primiparous mothers, so that maternal anxiety can be minimized and childbirth can be normal without complications.AbstrakLatar Belakang: Kecemasan menjelang persalinan dapat menyebabkan proses kelahiran bayi berlangsung lama dan terjadi perdarahan. Kecemasan ibu bersalin dipengaruhi oleh dukungan keluarga dalam hal ini suami dan orang tua. Ibu hamil primi yang mendapatkan dukungan dari keluarga dapat mengurangi kecemasan. Tujuan: Mengetahui pengaruh motivasi suami dan paritas terhadap kecemasan ibu hamil menjelang persalinan. Metode: Studi ini menggunakan rancangan studi cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berjumlah 32 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan terkait motivasi, paritas dan kecemasan. Analisis data menggunakan  univariat dan bivariat dengan fisher ecaxt test. Hasil: Hasil penelitian diperoleh ada pengaruh antara motivasi dan paritas terhadap kecemasan menjelang persalinan (p= 0,001). Simpulan: Motivasi suami mengurangi kecemasan pada ibu hamil menjelang persalinan dan ibu multipara memiliki kecemasan yang kurang dibandingkan ibu primipara. The husband's role in motivating and providing strengthening for mothers facing childbirth needs to be increased, especially for primiparous mothers, so that maternal anxiety can be minimized and childbirth can be normal without complications.
HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DAN PRAKTEK BREAST CARE DENGAN KEJADIAN BENDUNG ASI Rafita Dewi; Yoga Tri Wijayanti; Yetti Anggraini
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i1.1341

Abstract

According to the Indonesia Demographic and Health Survey 2012-2013 shows that 55% of breastfeeding mothers in Indonesia have swollen breasts and mastitis, possibly due to lack of breast care during pregnancy and improper breastfeeding techniques. This study aims to determine the relationship between breastfeeding techniques and breast care practices on the incidence of breast engorgement at Midwifery Private Practice Ponirah Margorejo Metro Metro South Metro District 2017. Sampling in this study is Saturated Sampling. Data collection method is observation by using tool checklist. Data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis with chi-square stratic test. The result of this research is got the characteristic of respondent average 20-30 years old and parity average is parity one. Univariate analysis showed that 14 breastfeeding respondents and 23 (65,7%) respondents had performed breastfeeding technique correctly and 25 (71,5%) respondents had done breast care practice correctly. So there is correlation between breastfeeding technique and breast care practice with the incidence of breast engorgement because less than p-value (0,05), hence the result of the analysis can be concluded that there is influence of breastfeeding technique and breast care practice with the incidence of milk dam. Breast engorgement is a very agitating complaint activity of postpartum mothers, so it is necessary also supervision and attention of midwives to handle the implementation of breastfeeding techniques and practice of breast care.
Type and Duration of Use of Hormonal Contraceptives as a Trigger for Maternal Weight Increase in Family Planning Acceptors in Bali: A Cohort Study Dewi, Ni Kadek Evi Komala; Wandia, I Made; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i2.3674

Abstract

Introduction: Hormonal contraceptives are widely chosen by mothers to regulate the number of children and the spacing of births. However, the use of hormonal contraceptives provokes the side effects of weight gain. Purpose: This study evaluated the relationship between the type and duration of hormonal contraceptive use with weight gain in family planning acceptance in the Community Public Health Ubud I sub-district of Bali Province, Indonesia. Methods: The cohort study is a retrospective research design. A total of 92 acceptors, namely mothers who use contraception for at least 6 months as samples. Data are secondary sourced from medical records at Community Health Centers that meet the research criteria. Questionnaire as a measuring tool to obtain data on the type and duration of contraceptive use and body weight before and after hormonal contraceptive use. Analysis of bivariate data using the chi-square test and Wilcoxon test. Results: The number of 92 study subjects after conducting uji Wilcoxon found an association between hormonal contraceptive use and weight gain (p = 0.001) and the chi-square test showed a relationship between the length of contraceptive use and weight gain (p = 0.001). Conclusion: Weight gain in mothers is influenced by the length of hormonal contraceptive use. The duration of use of hormonal-type contraceptives needs to be considered as the basis for the realization of a program to prevent weight gain in family planning acceptors. Latar Belakang: Kontrasepsi hormonal banyak dipilih ibu-ibu untuk mengatur jumlah anak dan jarak kelahiran anak. Namun, penggunaan kontrasepsi hormonal memicu efek samping peningkatan berat badan. Tujuan: untuk mengevaluasi efek antara jenis dan lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan peningkatan berat badan pada akseptor keluarga berencana di Pusat Kesehatan Masyarakat kecamatan Ubud I Provinsi Bali, Indonesia. Metode: Studi cohort merupakan desain penelitian bersifat retrospektif. Sebanyak 92 aksepor, yaitu ibu-ibu pengguna kontrasepsi minimal 6 bulan sebagai sampel. Data bersifat sekunder bersumber rekam medis di Pusat Kesehatan Masyarakat yang memenuhi kriteria penelitian. Kuesioner sebagai alat ukur untuk memperoleh data jenis dan lama penggunaan alat kontrasepsi dan berat badan sebelum dan sesudah penggunaan kontrasepsi hormonal. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan uji Wilcoxon. Hasil: Subjek penelitian berjumlah 92 setelah dilakukan uji wilcoxon menemukan ada hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan peningkatan berat badan (p=0,001) dan uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi dengan peningkatan berat badan (p=0,001). Simpulan: Peningkatan berat badan pada ibu-ibu dipengaruhi oleh lama penggunaan kontrasepsi hormonal. Lama penggunaan kontrasepsi jenis hormonal perlu diperhatikan sebagai dasar perwujudan program pencegahan peningkatan berat badan pada akseptor keluarga berencana.
HUBUNGAN RIWAYAT SECTIO CAESAREA DAN RIWAYAT PLACENTA PREVIA PADA KEHAMILAN SEBELUMNYA DENGAN KEJADIAN PLACENTA PREVIA Indah Trianingsih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i2.1352

Abstract

Salah satu penyumbang terbesar angka kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, dimana placenta previa menyumbang 3% dari perdarahan di Indonesia. Pada tahun 2010 Angka kematian ibu di provinsi Lampung sebanyak 144 kasus dengan perdarahan 54 orang (37,5%), dimana kasus perdarahan terbanyak di Bandar Lampung yaitu 12,97%. Kejadian placenta previa di Provinsi Lampung  sebesar 2,12% dan pada tahun 2011 di RSUDAM Provinsi Lampung terdapat 3856 persalinan dengan 117 persalinan (3.034%) merupakan perdarahan antepartum dengan placenta previa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara riwayat Sectio caesarea (SC) dan riwayat placenta previa pada kehamilan sebelumnya dengan kejadian Placenta Previa. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik case control dan dilakukan pada 306 ibu yang bersalin di RSUDAM Provinsi Lampung dari tahun 2010 sampai tahun 2012, terdiri dari 153 kasus dan 153 kontrol. Didapatkan hasil ada pengaruh  antara riwayat SC (0,000),  dan riwayat placenta previa pada kehamilan sebelumnya (0,000) dengan kejadian placenta previa di RSUDAM Provinsi Lampung tahun 2010 – 2012. Oleh karena itu disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat melaksanakan pemeriksaan Antenatal Care yang intensif kepada para ibu hamil yang memiliki riwayat SC dan riwayat Placenta Previa pada kehamilan sebelumnya.
Potensi Kombinasi Pemberian Ekstrak Rosella dan Pare Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Meningkatkan Kolesterol-HDL pada Tikus Model Sindrom Metabolik Kasimo, Elfred Rinaldo; Savitri, Lisa; Kadir, Mujtahid Bin Abd; Alimansur, Moh; Antoro, Ester Lianawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i2.3598

Abstract

Latar Belakang: Sindrom metabolik merupakan salah satu masalah kesehatan yang meningkat saat ini. Sindrome metabolik akan meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 dan kardiovaskuler. Penyakit ini menjadi ancaman kesehatan sehingga dibutuhkan kombinasi obat dalam menangani berbagai gangguan disfungsi. Terapi obat kimia tidak cukup menyembuhkan atau menghentikan perkembangan penyakit. Tanaman Rosella dan pare memiliki aktifitas sebagai hipoglikemik dan antilipidemik. Tujuan: Untuk mengetahui efek kombinasi ekstrak rosella dan pare dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan kadar HDL terhadap tikus model sindrom metabolik. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sampel penelitian dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Analisis data dengan uji paired T Test. Tahapan pelaksanaannya yaitu pengkondisian tikus sindrom metabolik. Hasil: Pada kelompok PII didapatkan penurunanan kadar glukosa darah puasa yang signifikan setelah intervensi sebesar 37,43 % (p value = 0,001). Pada kelompok PII didapatkan peningkatan kadar HDL yang signifikan setelah interveni 48,95 % (p value = 0,005) Simpulan: Potensi kombinasi pemberian ekstrak rosella dan pare mampu menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan kadar HDL tikus model sindrom metabolik. Simpulan: Kadar glukosa darah puasa tikus model sindrom metabolik menurun dan kadar HDL meningkat setelah diberikan intervensi kombinasi ekstrak rosella dan pare. Tahap lanjutan studi adalah untuk mengetahui uji toksisitas akut penggunaan rosella dan pare. Abstract: The potency of Combination of Rosella and Bitter Gourd Extracts to Reduce Blood Glucose Levels and Increase HDL-Cholesterol in Metabolic Syndrome Model Rats. Background: Metabolic syndrome is one of the increasing health problems today. The metabolic syndrome will increase the risk of type 2 diabetes mellitus and cardiovascular disease. This disease is a health threat that requires a combination of drugs to treat various dysfunction disorders. Chemical drug therapy is not enough to cure or stop the progression of the disease. Rosella and bitter melon plants have activities as hypoglycemic and antilipidemic. Purposes: To determine the effect of a combination of rosella and bitter melon extracts in reducing fasting blood glucose levels and increasing HDL levels in metabolic syndrome model rats. Methods: The research design used was a completely randomized design (CRD) with the research sample divided into 5 treatment groups. Data analysis with paired T-test. The stages of implementation are conditioning of metabolic syndrome rats. Result: In group PII, there was a significant decrease in fasting blood glucose levels after intervention by 37.43% (p-value = 0.001). In group PII, there was a significant increase in HDL levels after the intervention of 48.95% (p-value = 0.005) Conclusion: After receiving a mixture of rosella and bitter melon extracts, rats with the metabolic syndrome model had lower fasting blood glucose levels and higher levels of HDL. The next stage of the study was to determine the acute toxicity test of using rosella and bitter melon.
Upaya Pencegahan Transmisi dari Ibu ke Anak pada Ibu Rumah Tangga Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pringsewu Tahun 2010 Helmi Yenie; Risneni Risneni
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i1.1412

Abstract

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia sesudah sistem kekebalan dirusak oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit yang belum ditemukan obatnya ini sudah menyebar hampir di seluruh lapisan masyarakat, bahkan penyebarannya juga di kalangan ibu rumah tangga. Rentannya resiko penulrana ibu penderita HIV/AIDS kepada bayinya perlu pengkajian tentang transmisi dari ibu ke anak penderita HIV/AIDS guna mengetahui upaya pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan praktik pencegahan transmisi dari ibu ke anak pada ibu rumah tangga penderita HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendektan kualitatif dan rancangan serta berdomisili di Kabupaten Pringsewu yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan dengan jumlah informan dua orang yang diagnosis HIV/AIDS. Hasil penelitian menunjukkan perilkau seksual yang tidak aman akan beresiko tinggi dengan kejadian HIV/AIDS, pengetahuan tentang HIV/AIDS juga mempengaruhi kejadian terinfeksinya ibu rumah tangga terhadap penyakit ini. Penularan HIV dari ibu ke bayi berpeluang kecil jika ibu HIV positif dalam kondisi fisisk cukup baik dan hal itu akan berpeluang besar untuk memiliki anak HIV negatif dan Ibu HIV positif memiliki banyak tanda penyakit dan gejala HIV akan lebih beresiko menularkan HIV ke bayinya. Kesimpulan penelitian bahwa ibu rumah tangga penderita HIV/AIDS dalam upaya pencegahan dan melahirkan dengan caesar, memeriksakan anaknya dan dirinya sendiri ke palayanan kesehatan. Persepsi kegawatan terhadap persepsi ancaman penyakit dengan melakukan pencegahan terhadap diri sendiri dan mengetahui transmisi dariibu ke bayi yang mereka dapat dari konseling pelayanan kesehatan.
Pengurangan Nyeri dan Cemas dengan Teknik Relaksasi Genggam Jari pada Pasien Pasca Intervensi Koroner Perkutan: Studi Non-randomized Controled Trial Rachmania, Filosofie; Huda, Nurul; Huriani, Emil
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsw.v16i1.3920

Abstract

Introduction: Pain and anxiety are problems in patients undergoing Percutaneous Coronary Intervention (PCI) which can be treated with non-pharmacological therapy. However, the fact that this problem still occurs in patients. Various non-pharmacological techniques can be performed, including the finger-holding technique without causing side effects. Purpose: This study aims to evaluate the effectiveness of the finger grip technique in reducing pain and anxiety after removing the transradial sheath after IKP procedures. Methods: Non-randomized clinical trial with a pretest posttest with control group design as the study method, was carried out in March 2023 – May 2023. Participants were patients who were hospitalized with IKP. The study consisted of 18 intervention group participants and 18 control group participants. The intervention group was given non-pharmacological therapy with finger grip relaxation techniques and the control group was given standard nursing care. Pain was measured using the Numerical Rating Scale (NRS) questionnaire and the anxiety variable was measured using the Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A) which has been tested for validity and reliability. Data were analyzed using paired-sample t-tests and independent-sample t-tests to answer the research objectives. Results: There was a decrease in the pain scale from a score of 4.56 (moderate pain) after intervention 2.39 (mild pain) and a reduction in anxiety from a score of 4.17 and after intervention 2.39. The results of the analysis showed that there was a significant effect of the finger grip relaxation technique on reducing pain (p=0.001) and anxiety in patients with PCI (p=0.001). Conclusion: PCI patients after removal of the transradial sheath who experience complications from pain and anxiety and are given the finger-hold relaxation technique, the results are effective, and there is a decrease in pain and anxiety. Latar Belakang: Nyeri dan cemas menjadi masalah pada pasien yang dilakukan Intervensi Koroner Perkutan (IKP) yang dapat ditangani dengan terapi non-farmakologi. Namun, kenyataan masalah ini masih terjadi pada pasien. Berbagai teknik non-farmakologi yang dapat dilakukan, diantaranya teknik gegngam jari yang tanpa menimbulkan efek samping. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektifitas teknik genggam jari terhadap pengurangan nyeri dan cemas setelah pelepasan sheath transradial pasca tindakan IKP. Metode: Non-randomized clinical trial dengan rancangan pretest posttest with control group design sebagai metode studi ini, dilaksanakan di pada bulan Maret 2023 – Mei 2023. Partisipan adalah pasien yang dirawat di rumah sakit dengan IKP. Studi terdiri atas 18 partisipan kelompok intervensi dan 18 partisipan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi nonfarmakologi teknik relaksasi genggam jari dan kelompok kontrol diberikan asuhan asuhan keperawatan standar. Nyeri diukur menggunakan menggunakan kuesioner Numerik Rating Scale (NRS) dan variabel cemas diukur menggunakan Visual Analog Scale for Anxiety (VAS–A) yang sudah diuji validitas dan reabilitasnya. Data dianalisis menggunakan paired-sample t-test dan independent sample t-test untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil: Ditemukan penurunan skala nyeri dari skor 4,56 (nyeri sedang) dan setelah intervensi 2,39 (nyeri ringan) dan pengurangan cemas dari skor 4,17 dan setelah intervensi 2,39. Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh secara bermakna efek teknik relakasi genggam jari terhadap penurunan nyeri (p=0,001) dan cemas pada pasien dengan IKP (p=0,001). Simpulan: Pasien IKP setelah pelepasan sheath transradial yang mengalami komplikasi nyeri dan cemas diberikan teknik relaksasi genggam jari diperoleh hasil efektif, terjadi penurunan nyeri dan cemas.

Page 2 of 19 | Total Record : 185


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue