cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 192 Documents
KUALITAS PELAYANAN JAMPERSAL YANG DILAKUKAN BIDAN Ika Oktaviani; Gangsar Indah Lestari; Sri Lestariningsih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i1.710

Abstract

Abstrak. Program Jampersal sejak diluncurkan tahun 2011 mewajibkan setiap bidan, Rumah Bersalin (RB) atau Bidan Praktek Swasta (BPS) dan Rumah Sakit (RS) harus menandatangani kontrak kerjasama terlebih dahulu dengan pihak dinas kesehatan. Di wilayah Kota Metro sejak diluncurkannya program jampersal Januari 2011, hanya 4 orang bidan (6,15%) yang melakukan perjanjian kerjasama dengan dinas. Namun sejak tahun 2012 tenaga bidan yang ikut serta dalam perjanjian kerjasama pelayanan jampersal bertambah menjadi 25 orang (38,5%) dari 65 bidan praktek swasta yang ada di wilayah Kota Metro. Berdasarkan hasil prasurvey secara acak terhadap 4 bidan bahwa jumlah pelayanan jampersal di klinik swasta milik bidan adalah 70% menggunakan layanan jampersal, sisanya mereka memilih untuk dilayani sebagai pasien dengan layanan umum. Berdasarkan hasil prasurvey diperoleh alasan pasien tidak bersedia mendapatkan layanan jampersal adalah karena kekhawatiran terdapat perbedaan pelayanan/ pelayanan yang diterima bukan pelayanan optimal/berkualitas. Tujuan penelitian untuk mengukur kualitas pelayanan jampersal yang dilakukan bidan di RB/BPS di Wilayah Kota Metro, serta untuk menganalisis sampai sejauh mana tingkat kepuasan peserta Jampersal pada RB/BPS di Wilayah Kota Metro menurut perspektif pelanggan yang dilayani. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk mengukur kualitas pelayanan jampersal yang dilakukan bidan di RB/BPS di wilayah Kota Metro, Populasi adalah seluruh peserta jampersal yang dilayani oleh bidan di wilayah Kota Metro, Sampel diperoleh 150 responden yang terbagi 17 Bidan dari 25 Bidan yang MOU Jampersal. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Teknik analisis data menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Importance-Performance Analysis untuk melihat tingkat kesesuaian antara harapan dan kualitas pelayanan Jampersal yang dilakukan Bidan dengan rumus “analisis tingkat kepentingan dan kepuasan” peserta Jampersal. Hasil Penelitian didapatkan kualitas pelayanan Jampersal yang dilakukan Bidan memperoleh  nilai Indeks Kepuasan Masyarakat adalah 3,22 atau nilai indeks konversi adalah 80,5 artinya mutu pelayanan B, dan Kinerja unit pelayanan bidan di RB/BPS bagus. Tingkat kepuasan peserta Jampersal adalah 91% untuk semua indikator pelayanan (14 indikator), namun belum ada satupun indikator yang menunjukkan kepuasan 100 %, sedangkan aspek penting dan dianggap sangat memuaskan pasien adalah aspek Prosedur Pelayanan, Persyaratan Pelayanan, Kejelasan Petugas Pelayanan, Kedisiplinan Petugas Pelayanan, Kesopanan dan keramahan petugas pelayanan serta Keamanan Pelayanan. Aspek yang belum memuaskan pasien adalah kemampuan petugas, kecepatan Pelayanan dan kenyamanan Lingkungan.
Efek Lip balm Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Pelembab Bibir Dias Ardini; Dewi Sri Sumardilah
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i1.2886

Abstract

Background: Making cosmetics from synthetic materials can cause side effects and can even damage the natural shape of the skin. Lip balm preparations that are safe for users include aloe vera gel extract that can protect the skin from dehydration and maintain skin moisture. Purpose: This study aims to determine the formulation of Lip balm preparations with aloe vera extract that meets the standards of cosmetic preparations. Methods: This type of research is experimental with a pre-experimental type of single-shot case study design, using only the experimental group which was given the intervention of aloe vera gel extract on the lips of the respondents. The preparations were made into 4 formulas with varying concentrations of aloe vera gel extract 0% (F1), 6% (F2), 10% (F3), and 15% (F4). The analysis was carried out descriptively based on the results of the homogeneity test, melting temperature test, pH test, stability test, and preference test. Results: The results showed that the Lip balm preparations of the four formulas showed 75% homogeneity. Then the melting temperature of all preparations meets the requirements of the SNI melting point standard (500-700C). The acidity level (pH) of all preparations also meets the requirements of cosmetic pH standards (4.5 – 6.5). Meanwhile, the stability of all Lip balm formulations is stable in color (100%), stable in smell (100%), and stable in shape (85%).  Conclusion: The most preferred preparation of aloe vera Lip balm by the panelists was formula 1 with a concentration of 10% aloe vera extract. Positive implications for the community in using aloe vera leaves as a lip moisturizer.AbstrakLatar Belakang: Pembuatan  kosmetik dari bahan sintesis dapat menimbulkan efek samping, bahkan dapat merusak bentuk alami dari kulit. Sediaan Lip balm yang aman bagi pemakai diantaranya ekstrak gel lidah buaya mampu melindungi kulit dari dehidrasi dan menjaga kelembaban kulit. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan Lip balm ekstrak lidah buaya (Aloe vera. L) yang memenuhi standart sediaan kosmetika. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan jenis pra eksperimental rancangan studi kasus bentuk tunggal (the one shot case study), hanya menggunakan kelompok eksperimental yang diberikan intervensi ekstrak gel lidah buaya pada bibir responden. Sediaan dibuat menjadi 4  formula dengan variasi konsentrasi ekstrak gel lidah buaya (Aloe vera L )  0 % (F1), 6 % (F2),  10 %(F3), dan 15% (F4). Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil uji homogenitas ,uji suhu lebur, uji pH , uji stabilitas, dan uji Kesukaan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan Lip balm dari keempat formula menunjukkan 75% homogeny; kemudian suhu lebur semua sediaan memenuhi syarat standard titik lebur SNI (500 – 700C). Tingkat keasaman (pH) semua sediaan juga memenuhi syarat standard pH kosmetik (4,5 – 6,5). Sedangkan, stabilitas sediaan Lip balm seluruh formula stabil warnanya (100%), stabil baunya (100%), dan stabil bentuknya (85%). Simpulan: Sediaan Lip balm ekstrak lidah buaya yang paling disukai panelis adalah  formula 1 dengan konsentrasi ekstrak lidah buaya 10%. Implikasi yang positif terhadap masyarakat dalam memanfaatkan daun lidah buaya sebagai pelembab bibir.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KONTRASEPSI SUNTIK DAN LAMA PEMAKAIAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB Betty Iriyanti Br Panjaitan; Yusrohadi M.; Yuliawati Yuliawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i1.1335

Abstract

Indonesia has fast population growth approximately 255 million people in 2015, Lampung Province 8.11 million people. To solve the problems in Indonesia, the government implemented a family planning program. The type of injecting contraceptive 46.67%, Lampung 34.4%, Metro City 26.5%, in the Amrina Midwife Private Practice 48.97%. This type of hormonal contraception is increasingly used, the side effects is weight increasing. The results of prasurvey on 10 injection contraceptive in Amrina Midwife Private Practice 6 (60%) sample experience weight increasing for 2,5 years. The purpose of the study is to know the correlation of contraceptive type and the duration using with acceptor weight increases. The study method is quantitative analytic with cross sectional approach. The population of injecting contraceptive acceptor was 120 acceptors, using Simple Random Sampling counted in 92 respondents. The research period is in Maret until May, instrument data collection through documentation, univariate and bivariate analysis using chi square statistical test. The result of research proportion of weight in injected acceptor was 68,5%. The proportion of contraceptive type injection was 60,9% and the proportion of time usage was 64,1%. The relation between type of family injection with weight injection acceptor is p= 0,032 or p ≤ 0, 05, the correlation between the duration of injectable contraceptive use and the increase in body weight of the injection acceptor is p= 0,000 or p ≤ 0.05. The conclusion shows that there is a significant correlation between contraception type and duration of usage with weight increasing in contraceptive acceptor. 
Efek Pemberian Massage Effleurage Mampu Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu pada Ibu Nifas Margareta Rinjani; Magdalena Tri Putri Apriyani
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i2.2911

Abstract

Background: The problem with the target of the exclusive breastfeeding program has not yet reached the global target due to the factor that mothers who give birth think that breastfeeding has not been smooth. The solution can be done with non-pharmacological therapy, oxytocin massage, effleurage massage, by involving and supporting the husband. Purpose: This study was to examine the effect of oxytocin massage through effleurage massage on breast milk production in postpartum mothers. Methods: Quasi experimental with nonequivalent control group as the design of this study. The treatment group was 17 normal postpartum pregnant women and 17 control groups. The treatment group after 6-8 hours postpartum was given effleurage massage on the back using olive oil for 3-5 minutes. Data analysis using Mann-Whitney test. Results: The results showed that there was an effect before and after effleurage massage was carried out in the experimental and control groups, namely (p = 0.002). Conclusion: Non-pharmacological therapy with oxytocin massage through effleurage massage was able to increase the amount of milk production by involving and supporting the husband.Latar belakang: Masalah target program pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif masih belum mencapai target global disebabkan oleh faktor ibu bersalin menganggap ASI belum lancar. Solusi dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologi pijat oksitosin massage effleurage dengan melibatkan dan dukungan suami. Tujuan: Studi ini untuk mengkaji pengaruh pijat oksitosin melalui massage effleurage terhadap produksi ASI pada ibu postpartum. Metode: Quasi eksperimental dengan nonequivalent control group sebagai rancangan studi ini. Kelompok perlakuan adalah ibu hamil postpartum normal berjumlah 17 dan kelompok kontrol 17 orang. Kelompok perlakuan setelah postpartum 6-8 jam diberikan massage effleurage di bagian punggung dengan menggunkan minyak zaitun selama 3-5 menit. Analisis data menggunakn Uji Mann-whitney. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan massage effleurage pada kelompok eksperimen dan kontrol yaitu (p=0,002). Simpulan: Terapi nonfarmakologi dengan pijat oksitosin melalui massage effleurage mampu meningkatkan jumlah produksi ASI dengan melibatkan dan dukungan suami.   w:LsdException L
PENGARUH KELAS IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU IBU DALAM INISIASI MENYUSU DINI DI KOTA METRO Yoga Tri Wijayanti
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i2.1351

Abstract

Angka kematian bayi di Kota Metro  pada tahun 2010 mengalami peningkatan dari 9,7 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2009 menjadi 10,2 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Kejadian  kematian bayi pada tahun 2010 sebanyak  31 kasus, dimana 30 diantaranya terjadi pada masa neonatal, dimana dua pertiga dari kematian neonatal terjadi pada satu minggu pertama dimana daya imun bayi masih sangat rendah. Meningkatkan durasi pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif penting karena perilaku menyusui sangat berhubungan dengan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Menunda inisiasi menyusui akan meningkatkan kematian bayi. Hal tersebut ditunjukkan oleh data bahwa dari 10.947 bayi yang lahir antara Juli 2003 – Juni 2004 dan disusui, serta menyusu dalam 1 jam pertama akan menurunkan angka kematian perinatal sebesar 22% dan kemungkinan kematian meningkat secara bermakna setiap hari permulaan menyusu ditangguhkan. Hasil penelitian di Kotabumi Lampung Utara, menyebutkan bahwa diantara 94 sampel ibu bersalin normal di RS Bersalin M Yusuf Kalibalangan pada bulan Juli dan Agustus tahun 2010 hanya 40,4 % ibu yang melakukan IMD pada bayi baru lahir, dimana faktor pengetahuan, sikap ibu dan dukungan keluarga dalam IMD berhubungan dengan pelaksanaan IMD pada bayi baru lahir. Menyusui segera (immediate breastfeeding) merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah diberikannya makanan/minuman pralakteal dan berhubungan berhubungan erat dengan kesuksesan menyusui. Penelitian berdesain kohort retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh (kelas ibu hamil) KIH terhadap perilaku dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini yang dilakukan di 9 Kelurahan yang tersebar dalam 5 Kecamatan yang ada di Kota Metro Propinsi Lampung. Jumlah sampel 86 responden ibu yang memiliki bayi umur 1 bulan terdiri dari 2 kelompok, yaitu terpapar KIH dan tidak terpapar KIH  masing-masing 43 responden. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat  dengan regresi logistik ganda model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keikutsertaan ibu dalam KIH berpengaruh pada perilaku dalam Inisiasi Menyusu Dini. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam Inisiasi Menyusu Dini  adalah disarankan bagi penentu kebijakan untuk memasarkan program KIH sesuai dengan segmentasi pasar, dan bekerjasama dengan lintas sektor untuk meningkatkan partisipasi ibu hamil dalam kegiatan KIH, dan meningkatan kualitas materi mengenai IMD.
Efek Health Coaching tentang Diet Seimbang dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hospital Readmission pada Pasien Diabetes Mellitus Jaata, Jikrun; Astuti, Windi
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i2.3587

Abstract

Latar Belakang: asien diabetes mellitus (DM) yang mengalami hospital readmission banyak disebabkan pola diet yang buruk dan kurang aktifitas. Pemberian health coaching upaya intervensi untuk meminimalkan hospital readmission pada pasien DM. Tujuan: Studi ini mengevaluasi efek health coaching tentang pola diet seimbang dan aktifitas fisik terhadap kejadian hospital readmission pada pasien DM. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experiment post test-only non equivalen control group dan time series. Sampel berjumlah 52 responden dibagi 2 kelompok. Kelompok intervensi diberikan health coaching tentang pola diet DM dan aktifitas fisik, Sedangkan, kelompok kontrol diberikan discharge planning. Semua responden dievaluasi seminggu sekali selama 4 minggu dan dilakukan pemeriksaan GDS dan hospital readmission pada hari ke-30 Uji mann-whitney digunakan untuk mengevaluasi efek aktivitas fisik dan pola diet terhadap hospital readmission pada pasien DM. Hasil: Ada efek health coaching aktivitas fisik sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, sedangkan tipe aktivitas tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Ada efek pola diet sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, sedangkan jumlah makanan tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Ada perbedaan kejadian hospital readmission antara kelompok intervensi dan control. Simpulan: Intervensi health coaching yang diberikan kepada pasien DM untuk aktivitas fisik dan pola diet efektif dalam mencegah hiperglikemia dan mengurangi hospital readmission. Perlu adanya pelatihan health coaching bagi perawat, sehingga intervensi ini dapat diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract: Effects of Health Coaching on Dietary Patterns and Physical Activity with Hospital Readmission in Diabetes Mellitus Patients Background: Patients with diabetes mellitus (DM) who experience hospital readmission are mostly caused by poor diet and lack of activity. Provision of health coaching intervention efforts to minimize hospital readmission in DM patients. Purpose: This study evaluates the effect of health coaching about a balanced diet and physical activity on the incidence of hospital readmission in DM patients. Methods: The research design uses a quasi-experimental post test-only non equivalent control group and time series. The sample is 52 respondents divided into 2 groups. The intervention group was given health coaching about DM dietary patterns and physical activity, while the control group was given discharge planning. All respondents were evaluated once a week for 4 weeks and were examined for GDS and hospital readmission on day 30. The Mann-Whitney test was used to evaluate the effects of physical activity and dietary patterns on hospital readmission in DM patients. Results: There was a health coaching effect on physical activity before and after the intervention, while there was no difference in the type of activity before and after the intervention. There was an effect of dietary patterns before and after the intervention, while there was no difference in the amount of food before and after the intervention. There were differences in the incidence of hospital readmission between the intervention and control groups. Conclusion: Health coaching interventions given to DM patients for physical activity and dietary patterns are effective in preventing hyperglycemia and reducing hospital readmission. There is a need for health coaching training for nurses so that this intervention can be applied in providing nursing care.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN DIPLOMA III KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG Ika Fitria Elmeida
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i2.1434

Abstract

Kualitas implementasi kurikulum praktik meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan penampilan fisik merupakan salah satu alat pemasaran jasa yang utama untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan dalam hal ini adalah lulusan dan pengguna lulusan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas implementasi kurikulum praktik yang meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan tampilan fisik terhadap kepuasan pengguna lulusan dan mengetahui dimensi mana yang pengaruhnya paling besar terhadap kepuasan pengguna lulusan D III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang di Kota Bandar Lampung.Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional serta menggunakan teknik acak sederhana proporsional, telah dilakukan terhadap 50 bidan lulusan tahun 2009 dan 2010 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel kualitas implementasi kurikulum praktik dan kepuasan pengguna lulusan diukur dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Uji statistik dengan diagram kartesius Importance performance,Pearson Product Moment dan analisis jalur (path analysis).Hasil penelitian ini mencatat bahwa pengaruh kualitas implementasi kurikulum terhadap kepuasan pengguna lulusan secara simultan adalah 83% (nilai p ≤ 0,05). Secara parsial dimensi yang mempunyai pengaruh bermakna terhadap kepuasan pengguna lulusan adalah dimansi daya tanggap, empati dan penampilan fisik (nilai p ≤ 0,05). Pengaruh daya tanggap, empati dan penampilan fisik masing-masing adalah 33,4%, 18,8%, dan 29,7% sehingga total pengaruh gabungan adalah 82% (nilai p ≤ 0,05).Simpulan bahwa kualitas implementasi kurikulum praktik meningkatkan kepuasan pengguna lulusan dan dimensi yang paling berpengaruh adalah daya tanggap dan penampilan fisik. Perlu diteliti faktor-faktor lain yang berkaitan dengan pengguna lulusan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA WAY GELANG KECAMATAN KOTA AGUNG BARAT Yoga Tri Wijayanti; Martini Fairus; El Rahmayati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i1.167

Abstract

Kematian bayi maupun balita diseluruh dunia 54% disebabkan kurangnya asupan gizi. Di kabupaten Tanggamus pada tahun 2013 tercatat dari 5 kasus balita gizi buruk terdapat 1 kasus (20%) balita gizi buruk yang mengalami kematian. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan pola asuh dengan status gizi Balita di Desa Way Gelang Kecamatan Kota Agung Barat Kabupaten Tanggamus Tahun 2014. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik  acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah sampel 86  balita. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juni 2014 di Desa Way Gelang Kecamatan Kota Agung Barat Kabupaten Tanggamus.  Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat 20 (23,3%) balita dengan status gizi kurang. Hasil analisis  memperlihatkan terdapat hubungan antara status gizi balita dengan variabel pengetahuan ibu tentang gizi (p=0,045; CI 95%: 1,1-12,5), pendapatan keluarga (p=0,022; CI 95%: 1,3-29 ), dan pola asuh balita (p=0,033; CI 95%: 1,2-9,9). Kepada pemerintah daerah Kabupaten Tanggamus disarankan meningkatkan upaya sosialisasi informasi multisektor kepada segenap lapisan masyarakat di Kecamatan Kota Agung Barat mengenai pengetahuan tentang gizi dan pola asuh yang baik pada balita. Perlunya meningkatkan pemberdayaan pekarangan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta memonitor para petugas kesehatan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai pemenuhan gizi, dan pola asuh balita.
Efek Bekam terhadap Penurunan Nyeri Dismenore pada Mahasiswi Yusro Hadi Maksum; Sri Lestariningsih; Septi Widiyanti
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i1.1742

Abstract

Background: The prevalence of Indonesian women with dysmenorrhoea is estimated at 55% of women of childbearing age suffering from pain during menstruation. The most common dysmenorrhoea is reported in 60% -90% of adolescents. Purpose: To determine the effect of cupping on dysmenorrhea pain in students 2018. Methods: This study used a pre-experimental design with one group pretest and posttest design conducted in 2018. The study population was a student who experience severe pain or pain scale 7-9 (scale 0-10) with a minimum sample size of 32 people. The sampling technique uses consecutive sampling. The variable analyzed was the measurement of the respondent's disminore pain scale before and after cupping treatment. Data analysis by univariate analysis and bivariate analysis using paired samples T-test. Results: There was a difference in dismenore pain scale between before (6.78) and after cupping (5.09). Difference in pain 1.69 with p value 0,000. Conclusion: Cupping provides the effect or effect of reducing the pain scale on dysmenorrhea. Cupping can be one of the therapies or efforts that are recommended to deal with dysmenorrhoea pain disorders and free from the side effects of consuming chemical drugs.
Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Depresi Post Partum pada Ibu Nifas Martini Fairus; Septi Widiyanti
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i1.260

Abstract

Di Indonesia angka kejadian Depresi post partum (DPP) ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan angka kejadian di negara-negara lain di Asia. Prevalensi DPP di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta sekitar 11,3% untuk depresi ringan, DPP sedang 1,9% dan 0,5% untuk DPP berat, RS Hasan Sadikin Bandung mencatat kejadian DPP 33%, RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta angka DPP sebesar 33%. Di Lampung angka kejadian depresi post partum belum diketahui secara pasti. Di BPM wilayah puskesmas Rumbia berdasarkan hasil pra survey terhadap 22 ibu postpartum diketahui yang mengalami depresi postpartum sebesar 31,8%. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan antara dukungan suami dengan kejadian depresi postpartum pada ibu nifas diwilayah Puskesmas Rumbia dan Putra Rumbia Lampung Tengah. Penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas diwilayah Puskesmas Rumbia dan Putra Rumbia Lampung Tengah Tahun 2013 dengan sampel sebesar 111 responden.Teknik pengambilan sampel dengan non probability sampling dengan jenis consecutive sampling. Cara  pengumpulan data metode wawancara dengan alat ukur kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi ibu nifas dengan depresi sebanyak 53,2%. Ada hubungan antara depresi postpartum dengan dukungan suami (p value 0,000), setelah dikontrol oleh variable confounding seperti usia, paritas  dan pendidikan. Kesimpulan penelitian terdapathubungan yang signifikan depresi postpartum dengan dukungan suami pada ibu nifas, sehingga bidan disarankan dalam memberikan pelayanan kebidanan tidak semata-mata menekankan pada aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis mencakup kesiapan mental dan emosi, dengan melibatkan peran suami, dan keluarga sehingga ibu dapat mengadaptasi peningkatan perubahan emosi dan dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas, dengan penuh rasa kebahagiaan dan kesejahteraan. 

Page 4 of 20 | Total Record : 192


Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue