cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 192 Documents
Stigma pada Perempuan Singgle Parent dengan HIV Positif (Studi Kualitatif) Dewi Damayanti; Rusmala Dewi
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i2.1727

Abstract

Living as a single parent woman with HIV poses a variety ofstigmas in the community. Purpose: This study aims to obtain a picture of stigmain single parent women with HIV positive. Methods: This research is a descriptivequalitative research with content analysis approach. Data collection techniqueswere carried out with in-depth interviews conducted on 13 participants. Thesampling technique used was purposive sampling. Data were analyzed withconventional content analysis techniques. Results: The results of the study formed5 themes, namely: experiencing internal stigma, experiencing external stigma anddiscrimination, having children as the highest life motivator, experiencingexcessive physical fatigue, and having problems in starting interactions withpotential life partners new. Conclusion: Single parent women experience doublestigma with status as single parent and HIV positive. Single parent women withHIV need more support, compared to other HIV women, because of the doublestigma felt by participants. The family is the biggest support system for singleparent women, the support and assistance of the family in all things feels verybeneficial for participants.     
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK HIGIENE MENSTRUASI Sri Lestariningsih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i2.174

Abstract

Faktor risiko terjadinya Infeksi Alat Reproduksi diantaranya adalah higiene menstruasi yang buruk. Dampak praktik higiene menstruasi yang kurang baik yaitu infertilitas. Surveyawal pada siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah bulan Januari Tahun 2015 didapatkan hanya 58% siswi yang memiliki tingkat pengetahuan baik tentang praktik higiene menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik higiene menstruasi  siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah pada Tahun 2015. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian  adalah siswi kelas VIII. Besar sampel minimal yang harus didapat adalah 103 siswi. Karena besar sampel dan total populasi tidak jauh berbeda sehingga seluruh populasi yang sudah mengalami menstruasi dijadikan responden yaitu sejumlah 117 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis univariat rata-rata praktik higiene menstruasi 58,25, rata-rata pengetahuan 70,68, sikap positif 51,3%, kepercayaan positif 59,8%, responden yang terpapar media masa 86,3%, tingkat pendidikan ibu responden ≤ SMA 83,8%, ibu responden yang bekerja 48,7%, siswi yang mendapat informasi dari ibu 86,3%. Analisis bivariat diketahui ada perbedaan praktik higiene menstruasi antara siswi yang mempunyai sikap positif, dan keterpaparan media masa dengan siswi yang mempunyai sikap negatif, dan yang tidak terpapar media masa. Saran perlu adanya penyebarluasan informasi mengenai kesehatan reproduksi bagi remaja, dengan rutin mendatangkan petugas kesehatan ke sekolah untuk memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, termasuk mengenai menstruasi.
Peran Bidan Dalam Upaya Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Biha Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Lampung Barat Tahun 2011 Nurchairina Nurchairina; Risneni Risneni
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i1.1411

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi merupakan cara terbaik bagi peningkatan kualitas SDM sejak dini yang akan menjadi penerus bangsa. Namun pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya. Menurunnya pencapaian ASI eksklusif, tidak terlepas dari peran tenaga kesehatan khususnya bidan dalam mendukung PP-ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Bidan dalam upaya keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan crossesctional. Tempat penelitian di wilayah kerja Puskesmas Biha Kec Pesisir Selatan Kab Lampung Barat. Populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan (195 orang), sampel 97 orang dengan tehnik simpel random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara Analisis data menggunakan Chi square. Hasil penelitian responden yang memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 36,1%, tidak eksklusif 63,9%, peran bidan yang baik 15,5% yang kurang (84,5%). Hasil uji statistik peran bidan dalam upaya keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p value = 0,003, OR = 6,646). Ada hubungan peran Bidan dalam upaya keberhasilan ASI eksklusif. Kesimpulan Peran Bidan dalam upaya keberhasilan pemberian ASI eksklusif sudah dilaksanakan, namun masih perlu ditingkatkan. Saran untuk Dinkes Kab. Lampung Barat, dapat menindak lanjuti secara kongkrit, dengan mengadakan pelatihan ataupun penyegaran kembali tentang ASI eksklusif, agar dapat meningkatkan peran bidan di wilayah kerjanya.
Menurunkan Kejadian Demam Berdarah Dengue dengan Pengetahuan dan Pelaksanaan Pencegahan Rita Sari; Anifatmawati Anifatmawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i2.1728

Abstract

Background: DHF is still an endemic problem for people. Prevention and eradication of DHF until now has not been able to free the community from DHF. Objective: This study aims to determine the relationship of knowledge and implementation of DHF prevention with the incidence of DHF in South Pringsewu in the working area of Pringsewu Public Health Center in 2015. Methods: The subjects of this study are the South Pringsewu community of 80 respondents. This research type is analytic survey, using quantitative research methods with cross sectional approach. The sampling technique in this research uses systematic sampling technique. Bivariate analysis using chi-square test with a confidence level of 95%. Results: The results of the study showed that there was a relationship between the level of knowledge and the incidence of DHF with p value 0.012 (p value 0.05) and there was a correlation between the implementation of prevention with DHF incidence with p value 0.002 (p value 0.05). Conclusion: The incidence of DHF is related to the factor of lack of knowledge and the implementation of prevention of DHF endemic emergence
HUBUNGAN USIA ANAK, JENIS KELAMIN DAN BERAT BADAN LAHIR ANAK DENGAN KEJADIAN ISPA Firda Fibrila
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i2.173

Abstract

Prevalensi ISPA di Indonesia sekitar 25% dan di provinsi Lampung sekitar 20%. Sebanyak 23% kasus ISPA berat terjadi pada anak berusia di atas 6 bulan, insidens lebih tinggi pada anak laki-laki dan berat badan lahir yang memiliki peran penting terhadap kematian akibat ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia anak, jenis kelamin dan berat badan lahir dengan kejadian ISPA. Penelitian menggunakan survei analitik dengan rancangan case control. Sampel penelitian berjumlah 48 meliputi: 24 kasus dan 24 kontrol yang diperoleh dengan teknik quota sampling.  Pengumpulan data menggunakan data primer dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat hubungan antara usia anak (p-value = 0,018; OR = 5,320) dan berat badan lahir (p-value = 0,037; OR = 4,491) dengan kejadian ISPA, sedangkan jenis kelamin tidak terdapat hubungan. Petugas kesehatan perlu lebih meningkatkan promosi hidup sehat kepada orang tua untuk mencegah terjadi ISPA pada balita.
HUBUNGAN BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK 12-59 BULAN Antun Rahmadi
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i2.1750

Abstract

The results of the Nutrition Status Monitoring survey in Lampung Province in 2015 showed that the prevalence of stunting 0-59 months old children was 23%. This figure according to the World Bank (2006) included in the category of moderate public health problems. The purpose of this study was to determine the relationship between body weight and length of birth with stunting incidence in children aged 12-59 months in Lampung Province in 2015. This study used a cross sectional design. The research data is sourced from PSG survey results of Lampung Province in 2015. The samples analyzed are all children aged 12-59 months, which amounted to 3,129 people. Data analysis using bivariate analysis with kai square test. The results showed that the prevalence of stunting amounted to 26.7%. There is a relationship between the length of the birth body and the incidence of stunting, while the LBW is not related to the incidence of stunting in children aged 12-59 months in Lampung Province in 2015. The importance of increasing monitoring efforts of infant growth, especially infants with short birth length with weighing and infant and maternal nutrition . 
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PAPARAN ROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI SUKARAJA BANDAR LAMPUNG Yusari Asih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i1.540

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada balita. Secara umum terdapat tiga faktor resiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, individu anak serta perilaku. Tingginya angka kejadian ISPA (39,31 %) pada balita di Kelurahan Sukaraja wilayah Puskesmas Sukaraja tahun 2013. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan status gizi dan paparan rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Sukaraja wilayah Puskesmas Sukaraja tahun 2013. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional, yanmg dilakukan terhadap balita di Kelurahan Sukaraja tahun 2013 yang berjumlah 245 orang, dengan sampel sebanyak 61 anak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan  analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan kejadian ISPA sebanyak 73,8 %, status gizi kurang sebanyak 36,1 %, dan paparan rokok sebanyak 73,8 %.  Uji chi square hubungan status gizi dengan ISPA p value = 0,0009 dan OR = 6,967 dan hubungan paparan rokok dengan ISPA p value = 0,000 dan OR = 11,943. Status gizi kurang  dan paparan rokok meningkatkan kejadian ISPA pada balita. Saran untuk petugas kesehatan di Puskesmas maupun kader kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan pada kegiatan Posyandu tentang pencegahan ISPA, yang meliputi menghindari kontak dengan penderita ISPA, tidak merokok di dalam rumah, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sehingga balita dapat terhindar dari infeksi saluran pernafasan akut. 
Tingkat Penerangan dan Jarak Membaca Meningkatkan Kejadian Rabun Jauh (Miopia) pada Remaja Khusni Karim; Ihsan Taufiq
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i2.1770

Abstract

Background: WHO data in 2004 showed an incidence of 10% of 66 million school-age children suffering from refractive disorders, namely myopia. The peak of myopia is in adolescence at the high school level (16-18 years). In 2012 there were 226 cases consisting of 40 old cases and 186 new cases. Purpose: this study aims to determine the relationship of the level of illumination with reading distance with the incidence of myopia in SMA Negeri 03 Kotabumi, Kotabumi Selatan District. Methods: Research design analytic correlation with cross sectional method. The population in this study were all students in SMA Negeri 03 Kotabumi, Kotabumi Selatan District with a total sample of 85 people. Data is taken by quota sampling technique by accidental sampling. The variables analyzed were the level of illumination and reading distance, and the incidence of myopia by bivariate analysis using the chi square test. Results: The results showed that 45.9% had myopia and 54.1% had no myopia. Chi square test results show there is a relationship between the level of illumination with the incidence of myopia (p = 0.010; α = 0.05) and there is a relationship between reading distance and the incidence of myopia (p = 0,000; α = 0.05). Conclusion: Factors of light level and reading distance are associated with an increase in the incidence of myopia in adolescents. Efforts to reduce myopia by reading in a bright place and an ideal reading distance ( 30 cm).
HUBUNGAN JENIS KELAMIN BAYI DAN USIA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PERSALINAN POSTTERM DI RSUD DEMANG SEPULAU RAYA LAMPUNG TENGAH Firda Fibrila
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i2.558

Abstract

Kehamilan posterm atau prolonged pregnancy merupakan kehamilan yang berlangsung sampai 42 minggu atau lebih,  dihitung dari hari pertama haid terakhir. Salah satufaktor penyebab terjadinya kehamilan posttermadalah jenis kelamin janin. Jenis kelamin laki–laki memberikan konrtibusi sebesar 5% lebih banyak dari pada jenis kelamin perempuan terhadap kejadian postterm. Angka pasti kasus postterm ini memang sulit ditentukan. Berdasarkan data di RSUD Demang Sepulau Raya terjadi kecenderungan peningkatan angka ibu bersalin yang mengalami kehamilan postterm setiap tahunnya. Tahun 2012 kejadian ibu bersalin dengan kehamilan postterm 89 orang dari 1,277 ibu bersalin (6,96%), dan tahun 2013 sejumlah 113 orang dari 1179 ibu bersalin (10,77%). Dampak yang tejadi akibat kehamilan postterm adalah menghasilkan bayi besar ( 4000 gr).Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jenis kelamin janin dan usia ibu dengan kejadian persalinan postterm pada ibu bersalin di RSUD Demang Sepulau Raya Lampung Tengah  Tahun 2013.Metode Penelitian menggunakan survey analitik dan rancangan case control. Persalinan Postterm sebagai variabel dependen serta Jenis kelamin janin  dan usia ibu bersalin sebagai variabel independen. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSUD Demang Sepulau Raya Lampung Tengah Tahun 2013 berjumlah 1.179. Berdasarkan perhitungan sampel berjumlah 124 meliputi 62 kelompok kasus dan 62 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan sistematicrandom sampling.  Data yang digunakan data sekunder, dengan studi dokumentasi,alat ukur checklist. Analisa berupa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian diperoleh distribusi jenis kelamin janin laki - laki sebanyak  58,9% dan usia ibu bersalin berisiko sebanyak 29,77%. Hasil uji statistik hubungan jenis kelamin janin dengan persalinan postterm diperoleh p value = 0,004 (p α (0,05) dengan OR=3,21 dan hubungan usia ibu bersalin dengan persalinan postterm diperoleh p value = 0,002 (p α (0,05)dengan OR=3,81.Simpulan penelitian ada hubungan antara jenis kelamin janin dan usia ibu bersalin dengan persalinan postterm. Peneliti berharap Bidan mewaspadai terhadap usia kehamilan ibu pada kehamilan dengan jenis kelamin laki – laki dan usia berisiko. Pengawasan secera intensif saat ibu hamil perlu dilakukan dalam pendeteksian terjadinya resiko persalinan postterm.
Efek Kombinasi Counterpressure dan Pelvic Rocking terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Normal Kala I Fase Aktif Yuliawati Yuliawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i2.1983

Abstract

Latar belakang: Nyeri persalinan merupakan kondisi fisiologis, umum dialami ibu bersalin. Nyeri persalinan berlebihan, menyebabkan persalinan lama, dapat mengakibatkan kematian ibu. Tujuan: Mengetahui efek kombinasi counterpressure dan pelvic rocking terhadap penurunan rasa nyeri persalinan normal kala I fase aktif. Metode: Penelitian ini menggunakan studi quasi experiment dilaksanakan di BPM Trimurjo Lampung Tengah. Sampel berjumlah 30 ibu bersalinan normal diambil dengan accidental sampling. Kelompok perlakuan diberikan intervensi counterpressure dan pelvic rocking pada ibu kala I fase aktif. Pengukuran skala nyeri pre dan post intervensi menggunakan numeric rating scale (NRS) 0-10. Analsis bivariat menggunakan uji t-test dependent.  Hasil: Hasil penelitian diperoleh sebelum intervensi rata-rata intensitas nyeri 5,60 dan setelah intervensi menjadi 4,10 (skala 0-10). Simpulan: Intervensi kombinasi counterpressure dan pelvic rocking efektif menurunkan intensitas nyeri persalinan normal kala I fase aktif. Kombinasi terapi counterpressure dan pelvic rocking dapat dijadikan salah satu modalitas dalam asuhan persalinan untuk menurunkan nyeri persalinan.

Page 3 of 20 | Total Record : 192


Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue