cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 192 Documents
Pengaruh Pemberian Tablet Fe Saat Menstruasi Mencegah Penurunan Kadar Hemoglobin Novia Arum; Sadiman Sadiman; Riyanto Riyanto
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v11i1.1765

Abstract

Background: Increasing baby's growth and development can be done by providing stimulation, such as massage. Baby massage is beneficial to increase baby's weight. The monthly report of the Ganjar Agung Health Center in January-March 2017 contains an average of 14.7% of babies who do not gain weight. Purpose: The study aims to determine the effectiveness of infant massage on weight gain in infants aged 0-3 months in the Ganjar Agung Metro Barat Health Center in 2017. Methods: This study uses a pre-experimental design with non-equivalent control group design. The intervention given is baby massage. The research sample was all infants aged 0-3 months totaling 25 babies taken by consecutive sampling technique. Data analysis using paired t test. Results: The results showed a mean increase in baby's body weight after massage of 0.916 kg (SD 0.1214kg) and there was an effect of infant massage on weight gain in infants aged 0-3 (p = 0.000). Conclusion: The conclusion of the study is that infant massage can be one of the interventions to increase the baby's weight. Efforts to socialize baby massage programmatically need to be improved as one of the interventions to increase the growth (weight) of the baby.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF DI PT GPM BANDAR MATARAM KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Sadiman Sadiman; Islamiyati Islamiyati; Sri Lestariningsih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i2.552

Abstract

Tingkat pemberian ASI eksklusif di PT  GPM (Gula Putih Mataram) Bandar Mataram Lampung Tengah sebesar 32,12% dan angka ini masih di bawah target Lampung Tengah tahun 2012 yaitu sebesar 70%. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI ekslusif yaitu perubahan sosial budaya, faktor psikologis, faktor fisik ibu, faktor kekurangan petugas kesehatan, meningkatkan promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI. Berdasarkan hasil wawancara di PT GPM diperoleh 70% ibu lebih senang memberikan Makanan Pengganti Air Susu Ibu dengan alasan ASI yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya, dan belum ada informasi tentang pemenuhan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di PT GPM tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan rancangan penelitian cross secsional yaitu untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Variabel independentnya adalah pengetahuan, kesiapan fisik dan mental, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, pekerjaan ibu dan promosi susu kaleng, variabel dependennya yaitu pemberian ASI eksklusif. Sampel sebanyak 64 ibu diambil dengan teknik random sampling dari populasi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di PT GPM 2014. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan Bulan Mei – Juni 2014. Hasil penelitian tentang analisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan pengetahuan, kesiapan fisik dan mental dan dukungan petugas menunjukkan p value 0,000, hubungan pemberian ASI eksklusif dengan dukungan suami menunjukkan p value 0,231, hubungan pemberian ASI eksklusif dengan pekerjaan p value 0,032 dan hubungan pemberian ASI eksklusif dengan promosi susu kaleng p value 0,796. Simpulan ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan pengetahuan, kesiapan fisik dan mental, dukungan petugas kesehatan dan pekerjaan.
Anemia dan Kekurangan Energi Kronis Selama Kehamilan Meningkatkan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Studi Kasus Kontrol) Yoga Tri Wijayanti
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v11i2.1788

Abstract

Background: Low birth weight babies can have long-term effects, including developmental and growth disorders, stunting to degenerative diseases, such as diabetes. Purpose: This study was to determine the relationship of parity, anemia and KEK with LBW events in 2016. Methods: This study used a retrospective case control study design. Cases were low birth babies 2500 gr born preterm or term The minimum number of samples needed by researchers 18 samples of LBW cases with a control sample of 18 cases that did not experience LBW were selected using consecutive sampling techniques. Data analysis using univariate analysis and bivariate analysis using chi square. Results: Statistical test results showed that there was a relationship between SEZ and LBW events (p value 0.03 0.05; POR 8.0) and there was a relationship between risk parity and LBW events (p value 0.02 0.05; POR 6.75). Conclusion: Pregnant women with SEZ risk increase the incidence of LBW by 8.0 times. Meanwhile, pregnant women with risk parity have the risk of increasing the chance of 6.75 times giving birth to a baby with LBW. Pregnant women with high parity should carry out routine pregnancy visits to make early detection of possible pregnancy complications including KEK, so that early treatment can be carried out and LBW infants can be prevented
PERBEDAAN TEKNIK KOMPRES HANGAT DAN TEKNIK MASASE UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN KALA I DI BPS NINING HARYUNI DAN BPS NURHASANAH DI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2011 Dessy Rosalinda; Firda Fibrila; Sumiyati Sumiyati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v4i1.704

Abstract

Abstrak. Nyeri persalinan merupakan masalah yang dapat mempengaruhi mekanisme fisiologis tubuh yang menyebabkan terjadinya peningkatan kadar katekolamin sehingga terjadinya penurunan kontraksi dan terjadi distosia persalinan yang merupakan indikasi paling umum terjadinya persalinan secara sectio caesaria. Beberapa penelitian menunjukkan bahwasebagian besar atau sekitar 90% persalinan disertai dengan adanya rasa nyeri, namun pada lokasi penelitian belum terdapat data tentang nyeri persalinan. Keterampilan yang dapat digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik kompres hangat dan masase untuk mengurangi nyeri persalinan kala I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan teknik kompres hangat dan teknik masase untuk mengurangi nyeri persalinan kala I. Subjek penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang memasuki kala I fase aktif. Objek penelitian ini adalah nyeri persalinan pada persalinan kala I. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang memasuki kala I di BPS Nining Haryuni dan BPS Nurhasanah di Bandar Lampung. Besar sampel yang digunakan yaitu 60 responden dengan teknik accidental sampling dan pengumpulan data menggunakan checklist sebagai alat ukur. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah teknik kompres hangat dan teknik masase. Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah Nyeri Persalinan. Data diolah secara manual dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan t-test dengan derajat kesalahan 0,05 %. Hasil penelitian didapat proporsi penurunan nyeri pada teknik kompres hangat yaitu 27 pasien (90%) dan proporsi penurunan nyeri pada teknik masase yaitu 24 pasien (80%). Hasil uji statistik mengetahui perbedaan teknik kompres hangat dan teknik masase dalam mengurangi nyeri persalinan kala I didapat t-hitung t-tabel yaitu 3,052,00. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan teknik kompres hangat dan teknik masase untuk mengurangi nyeri persalinan kala I di BPS Nining Haryuni dan BPS Nurhasanah di Bandar Lampung. Di harapkan bidan dapat menggunakan teknik kompres hangat atau masase untuk mengurangi nyeri persalinan kala I.
Kesiapan Fasilitas dan Tenaga Kesehatan dalam Memberikan Pelayanan Imunisasi pada Bayi Selama Pandemi Covid-19 Retno Setyo Iswati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v13i2.2325

Abstract

Background: The Covid-19 Pandemic was determined by the government as a National Disaster requiring the readiness of facilities and health personnel as first responders to disasters in the emergency response phase. Meanwhile, in implementing health personnel, it is not optimal in implementing it. Purpose: Knowing the readiness of facilities and health workers in providing immunization services to infants during the Covid-19 pandemic.Methods: the study was conducted with a survey method with descriptive explanation level, using a questionnaire with the google form application. The sampling technique used was the purposive sampling method, namely midwives who worked in health services. The distribution of questionnaires was carried out online via WhatsApp broadcast, from 07 July - 17 July 2020. Data were analyzed using descriptive analysis. Results: The results showed that all 46 respondents stated that the facilities where they work have a high level of readiness, the highest index is available facilities for washing hands using soap and running water or hand sanitizer and the lowest index is in the room/place where immunization services are only for serving healthy babies or children. . At the level of readiness, all health workers have a high level of readiness, there are 2 statements with the highest index, namely implementing the mandatory rules for wearing masks and ensuring that all vaccines, logistics, and anaphylactic kits are available in good and clean condition, while the lowest index is using gloves, replaced. every single target immunized. Conclusion: Health facilities and personnel are highly prepared to provide immunization services to infants during the Covid-19 pandemic.Latar Belakang: Pandemi Covid-19 ditetapkan pemerintah sebagai Bencana Nasional memerlukan kesiapan fasilitas dan  tenaga kesehatan sebagai first responder bencana dalam fase tanggap darurat. Sementara, dalam pelaksanaan tenaga kesehatan tidak maksimal dalam melakukan implementasi. Tujuan: Mengetahui kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan imunisasi pada bayi selama pandemi Covid-19.Metode: penelitian dilakukan dengan metode survei dengan tingkat eksplanasi deskriptif, menggunakan angket dengan aplikasi google form. Teknik pengambilan sampling dengan metode purposive sampling, yaitu bidan yang bekerja di layanan kesehatan Penyebaran angket dilakukan secara online melalui broadcast whatsapp, sejak tanggal 07 Juli – 17 Juli 2020. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 46 responden semuanya menyatakan bahwa fasilitas tempatnya bekerja memiliki tingkat kesiapan yang tinggi, indeks tertinggi pada tersedia fasilitas mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau handsanitizer dan indeks terendah pada ruang/tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani bayi atau anak sehat. Pada tingkat kesiapan tenaga  kesehatan semua memiliki tingkat kesiapan yang tinggi, terdapat 2 pernyataan dengan indeks tertinggi, yaitu menerapkan peraturan wajib memakai masker dan memastikan semua vaksin, logistik dan kit anafilaktik tersedia dalam keadaan baik dan bersih,  sedangkan indeks terendah pada  menggunakan sarung tangan, diganti setiap satu sasaran yang diimunisasi. Simpulan: Fasilitas dan tenaga kesehatan memiliki kesiapan tinggi dalam memberikan pelayanan imunisasi pada bayi selama pandemi Covid-19.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DIPLOMA III KEBIDANAN SE-PROPINSI LAMPUNG TAHUN AKADEMIK 2010/20 Supriatiningsih supriatiningsih; M Ridwan
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v4i2.1163

Abstract

Abstrak. Prestasi belajar pada hakekatnya adalah hasil belajar yang diperoleh seseorang/mahasiswa pada suatu saat. Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi belajar digolongkan menjadi dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal meliputi; guru, metode belajar mengajar, asal daerah, lingkungan belajar, status sosial orang tua, dan sebagainya, sedangkan faktor internal seperti bakan minat, motivasi, kecerdasan, dan sebagainya.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar Diploma III Kebidanan se-Propinsi lampung tahun Akademik 2010-2011. Rancangan penelitian merupakan studi cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Diploma III Kebidanan se-Propinsi lampung tahun akademik 2010-2011 dengan besar sampel sebanyak 280 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Squre dan multiple logistic regression dengan model prediksi.Hasil penelitian diperoleh proporsi prestasi belajar dan nilai ujian masuk masing-masing sebesar 51,4% dengan katagori baik, 76,8% berasal dari SLTA negeri, 90% jenis pendidikan SMU/A, 72,5% kekhususan IPA, 86,1% umur ijazah ≤ 1 tahun, 51,1% nilai ujian masuk baik dan 65,7% tinggal di asrama. Hasil analisis hubungan nilai UAN,  asal sekolah, kekhususan, umur ijazah, nilai ujian masuk dengan prestasi belajar diperoleh nilai p masing-masing 0,000. Hubungan jenis pendidikan dengan prestasi belajar diperoleh nilai p=0,002, dan hubungan kekhususan dengan prestasi belajar diperoleh nilai p=0,025.Kesimpulan menunjukkan ada hubungan nilai UAN, asal sekolah, jenis pendidikan, kekhususan, umur ijazah, nilai ujian masuk dan tempat tinggal dengan prestasi belajar. Faktor dominan yang berhubungan dengan prestasi belajar adalah nilai UAN (OR=4,9) setelah dikontrol oleh faktor kekhususan dan asal sekolah. Saran : perlu dikaji lebih mendalam pada tahap seleksi administrasi saat seleksi penerimaan mahasiswa baru. Perlu ditetapkan persyaratan minimal NEM SLTA dengan merujuk pada perolehan nilai rata-rata NEM SLTA di Propinsi Lampung pada tiap tahunnya, perlu tetap merekomendasikan kekhususan IPA selain itu  sehingga diharapkan  “ row imput “ calon peserta didik yang berkualitas. Selain itu perlu setiap institusi Diploma III Kebidanan mewajibkan peserta didiknya tinggal diasrama dengan  menyiapkan sarana dan prasarana yang baik.
Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Genetik Mempengaruhi Kejadian Obesitas Pada Remaja di SMK Wilayah Kerja Puskesmas Segiri Retno Hanani; Sitti Badrah; Reny Noviasty
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i2.2665

Abstract

Background: Nutritional problems in adolescent need special attention because it greatly affects their growth and development. The prevalence of obesity according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2020) is 13.5% in adolescents aged 16-18 years. Adolescents who are obese have a risk of health problems such as the heart and blood vessel systems. Purpose: This study aimed to determine the effect of diet, physical activity, and genetics of obesity in Vocational High School adolescents in the working area of Puskesmas Segiri. Methods: The research design was a 1:1 case-control with a total sample size of 110 adolescents. Data collection used the Food Frequency Questionnaire, Physical Activity Questionnaire for Adolescents, genetic questionnaires, and secondary data from anthropometric measurements. The data analysis used the chi-square test with a significant odds ratio of 0.05. Result: The results showed that there was a significant influence between diet and obesity in adolescents (p = 0.003), there was no significant effect between physical activity on the incidence of obesity in adolescents (p = 0.003). 0.820) and there is a significant influence between genetics on the incidence of obesity in adolescents (p = 0.000). Conclusion: Based on the results of the study, there is an influence between dietary pattern and genetic factors on the incidence of obesity, but physical activity does not affect there is no influence between physical activity on the incidence of obesity. Adolescents are advised to limit risky food and drink habits and can change healthy lifestyles.Abstrak. Latar belakang: Masalah gizi remaja perlu mendapat perhatian khusus karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Prevalensi obesitas menurut kemenkes RI (2020) yakni sebesar 13,5% pada remaja usia 16-18 tahun. Remaja yang mengalami obesitas memiliki risiko pada gangguan kesehatan seperti system jantung dan pembuluh darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pola makan, aktivitas fisik, dan genetik terhadap kejadian obesitas pada remaja SMK kelas X di wilayah kerja Puskesmas Segiri. Metode: Desain penelitian ini adalah case control 1:1 dengan jumlah sampel sebanyak 110 remaja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire, Physical Activity Questionnaire for Adolescent, kuesioner genetik, dan data sekunder hasil pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji chi square dengan odds ratio dengan signifikan 0,05. Hasil: Penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara pola makan terhadap kejadian obesitas pada remaja (p=0,003), tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara aktvitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja (0,820) dan terdapat pengaruh yang signifikan antara genettik terhadap kejadian obesitas pada remaja (p=0,000). Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh antara pola makan terhadap kejadian obesitas, tidak terdapat pengaruh antara aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas, dan terdapat pengaruh antara genetik terhadap kejadian obesitas. Dianjurkan para remaja dapat membatasi kebiasaan makanan minum yang berisiko dan dapat merubah gaya hidup sehat.
PERBANDINGAN PENGUKURAN LINGKAR LENGAN ATAS DENGAN INDEKS MASSA TUBUH DALAM PENENTUAN RISIKO KURANG ENERGI KRONIS PADA SISWI SMA NEGERI 4 KOTABUMI Antun Rahmadi
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i2.1346

Abstract

Perbandingan pengukuran lingkar lengan atas dengan indeks massa tubuh dalam penentuan risiko kurang energi kronis pada siswi SMA Negeri 4 Kotabumi Lampung Utara. Pengukuran LILA adalah cara sederhana dan praktis untuk mengukur risiko KEK pada WUS. Apakah cut-off point 23,5 cm juga valid untuk digunakan pada WUS golongan remaja 14-19 tahun. Penelitian ini mempelajari nilai optimal LILA dengan IMT sebagai gold standar untuk mendeteksi risiko KEK pada remaja putri. Tujuan penelitian adalah diketahuinya ukuran LILA yang memiliki validitas paling optimal dibandingkan dengan IMT dalam mendeteksi risiko kekurangan energi kronis pada siswi SMA Negeri 4 Kotabumi. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional study, dengan besar sampel 469 orang. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah umur, berat badan, tinggi badan, LILA, dan IMT remaja putri usia 15-18 tahun. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata umur, berat badan, tinggi badan, IMT, dan LILA adalah 16,6 ±0,9 taun, 46,1 ±7,6 kg, 151,8 ±4,98, 19,99 ±3,05 Kg/m2, 23,34 ±2,29 cm. Angka kejadian KEK (IMT/U) 36,2% sedangkan risiko KEK (LILA) 53,5%. Ada korelasi antara LILA dengan IMT (p0,000) dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat; koefesien korelasi (r) yaitu sebesar 0,8835. Nilai optimal LILA berdasarkan IMT berada pada ukuran 22,7 cm, dengan nilai sensitivitas sebesar 87,65% dan spesifitas 80,94% serta nilai AUC 93,2%. Mengingat pengukuran LILA lebih praktis dari pada IMT maka pengukuran LILA dapat digunakan untuk deteksi dini KEK dengan memperhatikan nilai optimal untuk golongan remaja. Bagi penelitian lanjut perlu dilakukan kajian dengan ukuran sampel yang lebih besar.
Model Prediktor Karakteristik Orang Tua dan Status Gizi Terhadap Perkembangan Anak Menggunakan Skrining Denver II Ika Fitria Elmeida; Endang Achadi; Monica Dara Delia Suja
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i1.3368

Abstract

Latar Belakang: Nutrisi diperlukan untuk perkembangan otak yang mempengaruhi perkembangan anak. Masa balita merupakan masa krisis sehingga diperlukan stimulasi agar berkembang secara optimal. Skrining perkembangan Denver II mempunyai reliability yang cukup tinggi untuk mendeteksi gangguan perkembangan pada anak. Tujuan: Untuk memperoleh model prediktor karakteristik orang tua dan status gizi terhadap perkembangan anak umur 36–60 bulan dengan menggunakan skrining perkembangan Denver II. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilaksanakan di wilayah Sukamaju, Kota Bandar Lampung, sejak bulan Februari hingga April 2021. Jumlah subyek penelitian sebesar 123 anak yang dipilih berdasarkan metode cluster random sampling. Perkembangan anak dinilai dari DDST dengan kriteria normal dan suspek jika terdapat ≥1 delay dan/atau ≥2 caution. Status nutrisi anak diukur berdasarkan pengukuran antropometri untuk berat berdasarkan tinggi dengan skala dari WHO-CGS. Analisis data menggunakan chi-square, korelasi phi dan multiple logistic regression. Hasil:. Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara status gizi dan perkembangan anak. Anak yang kurus sebagian besar mengalami perkembangan suspek.  Anak kurus mempunyai risiko keterlambatan perkembangan sebesar 9,1 kali (95% CI: 2,068–40,166) dibandingkan dengan anak gizi normal. Hasil dari analisi multivariable menunjukkan bahwa faktor paling dominan yang paling berhubungan dengan perkembangan anak adalah pekerjaan ibu. Simpulan: Perkembangan anak umur 36–60 bulan lebih baik pada status gizi normal dan pada ibu tidak bekerja. Orang tua diharapkan selalu memantau status gizi anak agar perkembangan anak optimal.Background: Nutrients are necessary for brain development, which obviously affects the child's development. Under five children is critical period so that the necessary stimulation for development optimal. Denver development screening test (DDST), has reability high enough to detect the presence of developmental disorders in children. Purpose: To obtain the model predictor of parents characteristic and nutritional status in children development in children aged 36–60 months with using the Denver II screening development test. Methods: The cross sectional study was conducted in the region of Sukamaju BandarLampung, Lampung Province, from February to April 2021. Subjects were 123 children selected using cluster random sampling. Child development was determined by DDST with the normal criteria and suspect if obtained ≥1 delay and/or ≥2 caution. Nutritional status of children in the measure based on anthropometric examination weight for height by the WHO–CGS. The data analysis was processed using chi-square, phi correlation, and multiple logistic regression. Results: The results obtained that in children with suspected developmental nutritional status of normal and wasted, respectively 24.3% and 75%. In working mothers 56.3% had children with suspected developmental and mothers did not work 14.7%. The results of multivariable analysis showed the most dominant factor related to child development was the work of mothers (p0.001; had greatest prevalence ratio 11.6; 95% CI: 3.809–35.221). The nutritional status of children associated with the development of children (p0.003; prevalence ratio 9.1; 95% CI: 2.068–40.166). Conclusion: The development of children aged 36-60 months is better in normal nutritional status and the mother does not work. Parents should be monitoring their children nutritional status in order to have optimal children development.
Hubungan Penggunaan Partograf dengan Keputusan Klinik pada Persalinan Kala I di RB/Bps Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2011 Rosmadewi Rosmadewi; Helmi Yenie
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i1.1406

Abstract

Angka kematian Ibu di Indonesia saat ini 228/100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Balita 34/1.000 kelahiran hidup. Insiden inidapat dikurangi salah satunya dengan menggunakan partograf saat menolong persalinan. Di Kabupaten Lampung Utara persalinan dengan kasus rujukan sebanyak 326 kasus, diantaranya persalinan macet sebanyak 56 persalinan. Sedangkan jumlah kasus partus lama yangdi rujuk ke RSUD Ryacudu Kota Bumi pada bulan Januari sampai Juni 2011 berjumlah 35 kasus. Masalah dalam penelitian ini adalah masuh ditemui kasus rujukan oleh bidan dengan partus lama. Tujuan penelitain untuk mengetahu hubungan penerapan penggunaan partograf dengan pengambilan keputusan klinik pada persalinanan kala I di RB/BPS wilayah Dinas Kementrian Kesehatan Kabupaten Lampung Utara tahun 2011. Desain penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian 202 bidan dan sampel dilakukan dengan observasi menggunakan alat checklist. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian tentang pengambilan keputusan klinik yang tepat 58,21% dan tidak tepat 41,79% dengan nilai partograf pada persalinan kala I dengan pengambilan keputusan klinik di RB/BPS wilayah Dinas Kementrian Kesehatan Kabupaten Lampung Utara tahun 2011. Oleh karena itu pentingnya penerapan penggunaan partograf untuk memantau kemajuan persalinan pada kala I sehingga pengambilan keputusan klinik dapat dilakukan dengan tepat.

Page 5 of 20 | Total Record : 192


Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue