cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jksmcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM)
ISSN : 29876648     EISSN : 29876656     DOI : https://doi.org/10.61116/jksm.v1i4.243
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan kepengawasan supervisi dan manajerial.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): Februari" : 5 Documents clear
Transformasi Struktur Organisasi Sekolah dalam Menghadapi Era 4.0 Hari Juwono; Frensa Hasdian; Muhammad Askuri Hasibuan
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i1.610

Abstract

Era Pendidikan 4.0 menuntut adaptasi signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk transformasi struktur organisasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi transformasi struktur organisasi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai, dalam menghadapi tantangan dan peluang Pendidikan 4.0. Metode studi kasus kualitatif digunakan untuk menggali data mendalam melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, staf administrasi, serta observasi partisipatif dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMKN 1 Bintang Bayu telah melakukan berbagai upaya restrukturisasi, termasuk pembentukan tim-tim kolaboratif lintas fungsi, pendelegasian wewenang yang lebih terdesentralisasi, dan penguatan peran unit teknologi informasi. Transformasi ini didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan fleksibilitas, efisiensi, dan responsivitas terhadap perubahan kurikulum berbasis industri 4.0 serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi meliputi resistensi terhadap perubahan dari sebagian staf, keterbatasan anggaran untuk pelatihan dan infrastruktur, serta perlunya peningkatan kompetensi digital guru dan karyawan. Meskipun demikian, keberhasilan implementasi transformasi ini menunjukkan potensi peningkatan kualitas pendidikan kejuruan dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan kebijakan berkelanjutan, pengembangan profesional guru dan staf, serta optimalisasi teknologi untuk mencapai transformasi organisasi yang lebih komprehensif.
Kontribusi Coaching dan Mentoring terhadap Kinerja Guru dalam Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Interaktif Muchlis Hamonangan
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i1.611

Abstract

Era digital menuntut guru untuk mengintegrasikan teknologi pembelajaran interaktif demi meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, transisi ini seringkali terhambat oleh kurangnya keterampilan dan kepercayaan diri guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program coaching dan mentoring terhadap kinerja guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif di SMK Negeri 1 Mazo, Nias Selatan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen, penelitian ini melibatkan dua kelompok guru: kelompok eksperimen yang menerima coaching dan mentoring, serta kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi kinerja guru di kelas (penggunaan software interaktif, platform e-learning, aplikasi kolaborasi), survei self-efficacy guru, dan wawancara singkat untuk triangulasi data. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kinerja guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol (p\<0.05). Coaching dan mentoring terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kepercayaan diri guru (self-efficacy), dan motivasi untuk berinovasi dalam pembelajaran. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan durasi program yang optimal perlu menjadi perhatian. Penelitian ini merekomendasikan implementasi program coaching dan mentoring berkelanjutan sebagai strategi pengembangan profesional guru, didukung oleh penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan dukungan kepemimpinan sekolah.
Strategi Decision-Making Kepala Sekolah terhadap Stabilitas Lingkungan Belajar Siti Hajar
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i1.612

Abstract

Kepala sekolah memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas lingkungan belajar, terutama saat menghadapi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengambilan keputusan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, dalam situasi krisis serta dampaknya terhadap stabilitas lingkungan belajar. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, staf, perwakilan komite sekolah, dan peserta didik, serta observasi partisipatif dan analisis dokumen internal sekolah terkait penanganan krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengambilan keputusan yang diterapkan meliputi identifikasi masalah cepat, komunikasi transparan dan empatik, mobilisasi sumber daya internal dan eksternal, serta fokus pada kesejahteraan psikologis warga sekolah. Krisis yang diteliti bervariasi dari isu kedisiplinan massal siswa hingga tantangan infrastruktur mendesak. Dampak dari strategi ini adalah terpeliharanya iklim akademik yang kondusif, terjaganya kepercayaan antar warga sekolah, dan minimalnya disrupsi terhadap proses belajar-mengajar. Meskipun demikian, tantangan seperti tekanan waktu, keterbatasan informasi awal, dan resistensi dari pihak tertentu menjadi kendala. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan manajemen krisis bagi kepala sekolah, penyusunan protokol penanganan krisis yang jelas, dan penguatan sistem dukungan psikososial di sekolah untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam menghadapi krisis di masa depan.
Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Berbasis Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Elvida Nasution
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i1.613

Abstract

Pengembangan karakter peserta didik menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan nasional, sejalan dengan tujuan membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Salah satu pendekatan efektif adalah melalui penguatan budaya organisasi sekolah yang berbasis nilai-nilai lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengembangan budaya organisasi sekolah berbasis nilai-nilai lokal di SMA Negeri 1 Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, serta dampaknya terhadap peningkatan karakter peserta didik. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, staf, perwakilan komite sekolah, dan peserta didik, serta observasi partisipatif dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 1 Rantau Selatan telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai lokal seperti gotong royong, musyawarah, religiusitas, dan kepedulian lingkungan ke dalam budaya organisasi sekolah melalui program-program ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan, proyek berbasis masyarakat, dan kebijakan internal. Implementasi nilai-nilai ini terlihat dalam kebiasaan sehari-hari, interaksi sosial, dan etos kerja di sekolah. Dampak positif yang teramati adalah peningkatan karakter religius, nasionalisme, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial pada peserta didik. Tantangan yang dihadapi meliputi konsistensi internalisasi nilai dan pengukuran dampak yang lebih kuantitatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan program berkelanjutan, pelibatan aktif seluruh warga sekolah, dan evaluasi dampak yang lebih sistematis untuk memastikan keberlanjutan pengembangan karakter melalui budaya organisasi berbasis nilai lokal.
Peran Komite Sekolah dalam Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan Dana BOS Aminurasid; Andry Handoko
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i1.614

Abstract

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan instrumen krusial pemerintah dalam memastikan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, efektivitas dan akuntabilitas pengelolaannya kerap menjadi sorotan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komite Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Permata Hati Kota Tebing Tinggi dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana BOS. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, bendahara BOS, anggota komite sekolah, serta observasi partisipatif dan analisis dokumen keuangan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komite SD IT Permata Hati Kota Tebing Tinggi berkontribusi signifikan dalam beberapa aspek: perencanaan anggaran melalui masukan dan persetujuan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS); pengawasan pelaksanaan anggaran dengan memantau realisasi program dan penggunaan dana; serta pelaporan melalui evaluasi laporan pertanggungjawaban dana BOS. Kontribusi ini terwujud dalam bentuk transparansi informasi, partisipasi aktif dalam musyawarah, dan fungsi kontrol yang konstruktif. Keberadaan komite yang aktif dan independen terbukti mampu meminimalkan potensi penyalahgunaan dana dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan sekolah. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman anggota komite tentang regulasi BOS yang kompleks, serta upaya menjaga independensi komite dari intervensi internal sekolah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas anggota komite melalui pelatihan berkelanjutan dan penguatan mekanisme komunikasi yang transparan antara sekolah dan komite untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan dana BOS yang optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5