cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jksmcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM)
ISSN : 29876648     EISSN : 29876656     DOI : https://doi.org/10.61116/jksm.v1i4.243
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan kepengawasan supervisi dan manajerial.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2026): Februari" : 2 Documents clear
Supervisi Penyuluhan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Penggunaan Masker Peel-Off untuk Pencegahan Jerawat pada Remaja Pravil Mistryanto Tambunan; Supran Hidayat Sihotang; Nurmala Sari; Fanny Rizky Sembiring; Mariany Razali; Bunga Rimta Barus; Ika Julianti Tambunan
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v4i1.906

Abstract

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan masalah dermatologis yang sangat umum pada remaja, dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Minimnya pengetahuan tentang perawatan kulit yang tepat, termasuk pemilihan dan penggunaan produk seperti masker peel off, sering menyebabkan penanganan yang tidak optimal dan berisiko iritasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode penyuluhan yang dikombinasikan dengan demonstrasi langsung dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis siswa SMA mengenai pencegahan jerawat menggunakan masker peel off. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan partisipatif, terdiri dari sesi ceramah interaktif, demonstrasi oleh ahli, dan praktik langsung pembuatan serta aplikasi masker peel off berbahan alami (seperti green tea dan lidah buaya). Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Medang Deras dengan peserta sebanyak 35 siswa kelas XI. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta yang signifikan. Rata-rata skor pre-test adalah 52.4 (dari skala 100), meningkat menjadi 84.7 pada post-test. Seluruh peserta (100%) juga berhasil mendemonstrasikan langkah-langkah aplikasi dan pelepasan masker peel off dengan benar pada sesi praktik. Kombinasi penyampaian materi dengan pengalaman praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan motorik terkait perawatan kulit. Penyuluhan dengan pendekatan partisipatif dan demonstrasi efektif meningkatkan literasi kesehatan kulit remaja mengenai pencegahan jerawat, yang diharapkan dapat mendorong perilaku perawatan kulit yang lebih aman dan mandiri.
Supervisi Pencegahan dan Pengobatan ISPA melalui Konsultasi: Edukasi Konsumen di Apotek X Elmira Yulian Yori; Nurul Fajri; Lili Musnelina; Putu Rika Veryanti; Teodhora, Teodhora; Vilya Syafriana; Jenny Pontoan; Teti Indrawati; Munawarohthus Sholikha; Ika Maruya Kusuma; Siswati, Siswati; Herdini, Herdini; Vina Novia
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v4i1.907

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, dengan angka kematian mencapai 4,25 juta per tahun. Pengetahuan masyarakat tentang ISPA sangat penting dalam pencegahan dan pengobatan penyakit ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui penyebaran leaflet dan pengisian kuesioner kepada konsumen di Apotek X, serta untuk mengevaluasi tingkat pemahaman masyarakat mengenai ISPA. Edukasi dilakukan pada 30 konsumen yang dipilih secara acak antara 14 hingga 27 Desember 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen (98 %) setelah diedukasi memiliki pemahaman yang baik tentang ISPA, gejalanya, serta cara pencegahan dan pengobatannya, baik melalui terapi farmakologi (obat-obatan) maupun non-farmakologi (istirahat dan gizi yang baik). Meskipun demikian, masih ada beberapa konsumen yang perlu lebih memahami detail mengenai jenis ISPA dan penggunaan obat tertentu. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat dan dapat dijadikan sebagai langkah untuk mengurangi prevalensi ISPA di masa depan. Kedepannya, penting untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar pengetahuan mengenai ISPA semakin meningkat.

Page 1 of 1 | Total Record : 2