cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jp3tcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T)
ISSN : 29874440     EISSN : 29874459     DOI : https://doi.org/10.61116/jp3t.v1i3.248
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Profil Tingkat Asupan Gizi Siswa Ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Atas Intan Primayanti; Baiq Satrianingsih; Johan Wahyudi; Didi Wahyudin
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i4.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi, Tingkat asupan gizi, dan Tingkat asupan gizi siswa sudah sesuai dengan kebutuhan energi dan zat gizi harian pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Gunung Sari. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Sampel penelitian terdiri dari 103 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan Form Pencatatan Konsumsi Makanan Dan Minuman (Recall 24 Jam) untuk mengukur asupan gizi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Status Gizi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Musik, Parkibraka, Palang Merah Remaja, Voli, Sepak Bola di SMAN 1 Gunung Sari 92% normal, 4% kurus ringan dan 4% kurus berat. 2) Konsumsi gizi siswa masih kurang dan 3) Tingkat Angka Kecukupan Gizi (AKG) berupa gizi makro diantaranya energi, protein, lemak dan karbohidrat pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Musik, Paskibraka, Palang Merah Remaja, Bola Voli, & Sepak Bola) di SMAN 1 Gunung Sari dibandingkan dengan kebutuhan asupan gizi siswa menunjukkan 95% (98 siswa) kategori defisit berat dan 5% (5 siswa) kategori defisit sedang.
Strategi, Etika, dan Komitmen Guru dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Emosional Siswa Jamaludin, Jamaludin; Muhamad Satria Mulyajaya
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i4.851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran guru dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan emosional siswa melalui penerapan strategi pembelajaran, komitmen mengajar, dan praktik etis di lingkungan pendidikan formal. Kajian dilakukan dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 296 artikel yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Proses seleksi mengikuti kriteria ketat berdasarkan relevansi terhadap tema, konteks pendidikan formal, dan keterlibatan guru. Hasil analisis menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam publikasi mengenai kesejahteraan siswa, terutama pada periode 2019–2024. Temuan tematik utama meliputi pentingnya perilaku kepedulian guru, penguatan hubungan interpersonal, komitmen profesional, serta integrasi nilai etika dalam pengajaran. Guru yang menerapkan pendekatan relasional dan responsif terhadap kebutuhan emosional siswa terbukti berperan besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung. Selain itu, strategi pedagogis seperti trauma-informed practices dan pembelajaran berbasis empati dinilai efektif dalam mendukung ketahanan emosional siswa, khususnya dalam konteks rentan seperti wilayah terdampak bencana atau konflik. Faktor kontekstual seperti kebijakan pendidikan, norma budaya, dan praktik disiplin juga memengaruhi sejauh mana intervensi sosial-emosional dapat diimplementasikan secara efektif. Kajian ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan siswa merupakan hasil sinergi antara kompetensi sosial-emosional guru, dukungan kelembagaan, serta pendekatan pembelajaran yang peka terhadap konteks. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya pelatihan profesional guru yang terintegrasi dengan kecerdasan emosional dan etika pengajaran, serta pentingnya pengembangan kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung transformasi sistem pendidikan menuju kesejahteraan peserta didik secara holistik.