cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
jurnal.ijomss@gmail.com
Phone
+6282160052217
Journal Mail Official
jurnal.ijomss@gmail.com
Editorial Address
Kampus STAI Raudhatul Akma Jln. Nusa Indah Gg. Melati No. 66 Desa Tanjung Sari Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, 20372
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies
ISSN : -     EISSN : 29887046     DOI : https://doi.org/10.33151/ijomss.v2i1
Ruang Lingkup Jurnal Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS) dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai penelitian segala bidang keilmuan dengan menerapkan pendekatan Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS). Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di berbagai bidang. Jurnal Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS) menerima artikel ilmiah untuk semua lingkup penelitian seperti: Pendidikan Teknologi Informasi Manajemen Ekonomi Teknik Sastra Sosial Politik Hukum Bimbingan Konseling dan Topik kajian bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 165 Documents
Teori Belajar Behaviorisme: Kajian Konsep, Tokoh, Prinsip, dan Penerapannya dalam Pembelajaran Masyitah; Sri Rahayu; Adelia Ardita; Ahmad Raihan Amru
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 4 (2026): Edisi Juni-Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i4.1052

Abstract

Teori belajar behaviorisme merupakan salah satu teori psikologi belajar yang menekankan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, tokoh-tokoh, prinsip, penerapan, serta kelebihan dan kekurangan teori belajar behaviorisme dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu dengan menelaah berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan teori behaviorisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori behaviorisme dikembangkan oleh beberapa tokoh utama, yaitu Ivan Pavlov dengan classical conditioning, John B. Watson dengan konsep behaviorisme murni, Edward Thorndike dengan law of effect, dan B. F. Skinner dengan operant conditioning. Prinsip utama teori ini meliputi hubungan stimulus-respons, penguatan, hukuman, pembiasaan, dan pengulangan. Dalam praktik pembelajaran, teori behaviorisme diterapkan melalui metode drill, pemberian reward dan punishment, penggunaan stimulus belajar, serta pengelolaan kelas yang terstruktur. Teori ini memiliki kelebihan berupa hasil belajar yang terukur, namun juga memiliki keterbatasan karena kurang memperhatikan aspek kognitif dan emosional peserta didik. Oleh karena itu, penerapan teori behaviorisme perlu dikombinasikan dengan pendekatan pembelajaran lain agar proses belajar berlangsung lebih optimal.
Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Ferizal; Anjani Shalsabilla; Dara Ayu Mumpuni; Shelva Rahma Dinda; Rizky Rinaldi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 4 (2026): Edisi Juni-Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i4.1058

Abstract

Kurikulum Merdeka diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai respons atas tantangan pendidikan abad ke-21, namun literatur yang membahasnya masih tersebar dan didominasi tinjauan naratif tanpa prosedur seleksi yang transparan. Penelitian ini bertujuan menyintesis secara sistematis bukti empiris mengenai pola implementasi, inovasi pembelajaran, serta tantangan dan strategi penguatan Kurikulum Merdeka pada berbagai jenjang pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengikuti kerangka pelaporan PRISMA. Pencarian dilakukan pada Google Scholar dan Garuda untuk artikel terbitan 2020-2026 menggunakan kombinasi kata kunci “Kurikulum Merdeka”, “implementasi”, “inovasi”, “kesiapan guru”, dan “Profil Pelajar Pancasila”. Dari 156 rekaman awal, setelah proses penghapusan duplikat, penyaringan judul-abstrak, penilaian kelayakan teks penuh, dan telaah kualitas, diperoleh 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk disintesis secara tematik. Hasil kajian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) pola implementasi Kurikulum Merdeka bervariasi antar jenjang dan sangat dipengaruhi kesiapan satuan pendidikan; (2) pembelajaran berdiferensiasi dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi penciri inovasi yang paling banyak dilaporkan; dan (3) kesiapan kompetensi guru serta keterbatasan infrastruktur digital masih menjadi tantangan dominan yang memerlukan strategi penguatan berkelanjutan. Kajian ini menegaskan perlunya pendekatan sintesis sistematis lintas jenjang sebagai pelengkap tinjauan naratif yang selama ini mendominasi literatur Kurikulum Merdeka.
Implementasi Konsep PKn melalui Model Cooperative Learning Nurhamidah Daulay; Eka Zul Wahyudi; Heri Munte; Khairul Fahmi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i2.777

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran dalam membentuk peserta didik menjadi warga negara yang berkarakter, demokratis, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara. Melalui pembelajaran PKn, peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan tentang norma, aturan, dan sistem kenegaraan, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam sikap dan perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam implementasi konsep Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) melalui model cooperative learning. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, implementasi konsep Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) melalui model cooperative learning mampu meningkatkan keaktifan peserta didik serta menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan secara nyata. Perubahan kondisi awal peserta didik yang cenderung pasif menjadi lebih aktif menunjukkan bahwa model cooperative learning efektif diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Selain meningkatkan pemahaman materi, model ini juga berkontribusi dalam pembentukan karakter peserta didik seperti kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab. Dengan demikian, penerapan model cooperative learning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil pembelajaran.
The Relationship Between the Role of Agricultural Extension Workers and Farmers’ Technology Adoption in Increasing Rice Production at the Agricultural Extension Center of Samaturu District, Kolaka Regency Rina Astarika
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 3 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v3i3.1088

Abstract

Efforts to increase rice production have so far remained focused on major production centers, while villages with potential paddy fields supported by technical, semi-technical, or simple irrigation systems have not been fully empowered. In Samaturu District, agricultural extension workers—both Civil Servants and Daily Freelance Agricultural Extension Support Personnel (THL–TBPP)—face institutional constraints because rice production improvement programs are still dominated by the Kolaka Regency Agriculture Service. This study aims to: (1) analyze the relationship between the role of extension workers and increased rice production, (2) analyze the relationship between farmers’ technology adoption and increased rice production, and (3) examine the simultaneous effect of the role of extension workers and technology adoption on increased rice production. The study was conducted from January to May 2025 in the administrative area of Samaturu District. The study population consisted of rice farmers who had been farming for at least two years, with a sample of 30 farmers selected using snowball sampling. The variables examined were the role of extension workers (X1), technology adoption (X2), and increased rice production (Y). The data were analyzed using correlation and regression tests. The results showed that the role of extension workers did not contribute significantly to increased rice production, while technology adoption also had no significant effect. However, simultaneously, the two variables demonstrated a synergistic relationship that could jointly support increased rice production.
Peran Inovasi Digital Dalam Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Multikultural Dian Anggeraini; Pitriani Nasution; Tuti Rezeki Awaliyah Siregar; Khairat Umami
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 3 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i3.1099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep inovasi digital dalam pendidikan multikultural, mengkaji peran inovasi digital dalam meningkatkan efektivitas pendidikan multikultural, serta mengidentifikasi bentuk-bentuk inovasi digital yang dapat mendukung pelaksanaan pendidikan multikultural di sekolah. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional, jurnal internasional, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen pendidikan yang relevan serta diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca, mencatat, mengelompokkan, membandingkan, dan menganalisis berbagai informasi yang berkaitan dengan inovasi digital, teknologi pendidikan, pendidikan multikultural, dan efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi digital memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan efektivitas pendidikan multikultural melalui pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan berpusat pada peserta didik. Pemanfaatan teknologi digital mampu mempermudah guru dalam menyampaikan materi, memperluas wawasan peserta didik mengenai keberagaman budaya, agama, bahasa, dan adat istiadat, meningkatkan kerja sama antarpeserta didik, serta menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai, dan persatuan. Bentuk inovasi digital yang efektif dalam mendukung pendidikan multikultural meliputi media pembelajaran digital, platform pembelajaran daring, dan video edukasi yang mampu menciptakan pengalaman belajar lebih kontekstual dan bermakna. Keberhasilan penerapan inovasi digital dipengaruhi oleh kompetensi guru, dukungan sarana dan prasarana sekolah, serta keterlibatan orang tua dalam membimbing penggunaan teknologi secara bijaksana.