cover
Contact Name
Rakhmaditya Noorrizki
Contact Email
rakhmaditya.dewi.fppsi@um.ac.id
Phone
+6281249782889
Journal Mail Official
rakhmaditya.dewi.fppsi@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku
ISSN : 28087526     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku memuat hasil refleksi pemikiran tentang metode penelitian berpendekatan kualitatif interpretif dan hasil penelitian empiris maupun non empiris berpendekatan kualitatif interpretif dalam bidang ilmu-ilmu perilaku (psikologi, sosiologi, antropologi, pendidikan, sejarah, dan perilaku organisasi).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2023)" : 6 Documents clear
Studi Fenomenologi: Gambaran Harapan Individu dengan Diagnosis Gangguan Bipolar Tipe II Widi Annisa Kurniadi; Dwi Nikmah Puspitasari; Ayu Dyah Hapsari; Rakhmaditya Dewi Noorrizki
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59428/jpkip.v4i2.57

Abstract

Harapan merupakan suatu kognisi positif yang didasari oleh tekad dan perencanaan dalam mencapai tujuan tertentu, dimana tekad serta perencanaan tersebut berorientasi pada tujuan yang berhasil. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga orang wanita dewasa berusia 18, 26, dan 35 tahun dengan diagnosis gangguan bipolar tipe II, yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi pribadi dari partisipan mengenai gambaran harapan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa goal partisipan adalah hasil yang penting untuk dicapai, pengalaman untuk menerima diri serta menjadi mindful dan bermanfaat bagi orang lain. Willpower yang dimiliki oleh partisipan dapat muncul dari dalam diri mereka, berupa kesadaran akan kondisi mereka, tetapi juga dapat muncul karena kondisi eksternal, seperti keberadaan orang-orang berharga atau kalimat-kalimat motivasi, apabila terdapat hambatan. Dukungan sosial merupakan bagian penting dalam menjaga willpower agar partisipan tetap dapat mempertahankan dorongan untuk maju dalam mencapai tujuan. Ketiga partisipan juga memiliki waypower untuk mencapai goal yang tidak hanya berupa terapi bersama psikiater, tetapi juga berupa rutinitas sehari-hari seperti bekerja atau sekedar menyiapkan menu masakan, serta sarana untuk melepaskan perasaan dan pikirannya seperti menulis. Hal ini menjadi cara mengatasi atau mencegah kekambuhan yang dapat menghambat pencapaian goal mereka.
Studi Fenomenologis Manajemen Stress pada Guru yang Menjelang Usia Lanjut dan Bekerja di Sekolah Luar Biasa (SLB) GMIM Nazareth Tuminting Kota Manado Zulfauzy Abu Hasmy
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59428/jpkip.v4i2.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan bagaimana stres dikelola oleh guru yang mendekati usia tua dan bekerja di SLB GMIM Nazareth Tuminting Kota Manado. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu studi fenomenologi selama dua bulan dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi langsung di sekolah tempat tiga subjek dan satu informan penelitian bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen stres yang sering digunakan oleh subjek penelitian adalah coping with stress yang berfokus pada pengelolaan emosi dengan pendekatan keagamaan (spiritual). Selain itu, dari hasil analisis penelitian, isu juga melakukan strategi menghilangkan stres secara katarsis dengan mengikuti kelas keanggotaan Zumba dan Poco-Poco bersama praktisi di Kota Manado. Strategi manajemen stres lain yang digunakan oleh subjek penelitian ini adalah dengan mencoba menanamkan penerimaan diri atau menerima segala sumber stres sebagai bagian dari risiko pekerjaan.
Pola Perilaku Kecanduan pada Pemain Game Online Arham S.; Rachman Febrianto
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59428/jpkip.v4i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pola perilaku kecanduan game online. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja yang telah memasuki masa dewasa awal pada usia 15–28 tahun. Penelitian ini melibatkan tiga partisipan yang merupakan pemain game online. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa teks, yang kemudian dianalisis, dikelompokkan ke dalam berbagai kategori, dan diuraikan secara rinci untuk memperoleh kesimpulan dari hasil penelitian. Hasil penelitian ini menjelaskan pola perilaku kecanduan game online yang dialami oleh pemain game online. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perilaku kecanduan pada pemain game online disebabkan oleh dorongan internal, seperti pengisian kekosongan, serta dorongan eksternal, seperti pengaruh teman sebaya dan keluarga. Akibatnya, individu dapat merasa tidak nyaman jika mereka tidak bermain game online dalam sehari. Mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain tanpa memperhatikan orang-orang di sekitar dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, pola tidur dan kualitas tidur juga ikut terpengaruh, menjadi buruk dan tidak teratur.
Disonansi Kognitif Perokok Perempuan dalam Budaya Patriarki Rachman Febrianto; Arham S.
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59428/jpkip.v4i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis disonansi kognitif perokok perempuan dalam budaya patriarki. Partisipan pada penelitian ini adalah tiga orang perokok perempuan yang memiliki latar belakang yang berbeda, yaitu perempuan bekerja, ibu rumah tangga, dan mahasiswi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan wawancara dan observasi. Instrumen wawancara dikembangkan oleh peneliti berdasarkan sumber disonansi kognitif yang diadaptasi dari teori Festinger (Sarwono, 2009). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan interactive model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1994). Temuan dari penelitian ini adalah: (1) disonansi kognitif yang dialami partisipan disebabkan karena partisipan merasa bahwa merokok dapat meredakan stres yang dialaminya, meskipun di sisi lain partisipan juga mengetahui bahwa merokok memiliki dampak buruk bagi diri mereka; (2) perempuan dan rokok masih di anggap tabu dalam masyarakat patriarki; (3) adanya pengaruh konformitas teman sebaya yang memicu mereka merokok; dan (4) ada anggapan buruk terhadap perempuan dan rokok, meskipun para partisipan bersikap acuh tak acuh terhadap anggapan-anggapan tersebut.
Gambaran Hedonic Well-Being pada Mahasiswa yang Mengalami Food Insecurity Daniel Gigih Avianto; Yudi Tri Harsono
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59428/jpkip.v4i2.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hedonic well-being pada mahasiswa yang mengalami food insecurity. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan kriteria partisipan, yaitu mahasiswa yang mengalami food insecurity. Data diperoleh melalui proses wawancara semi terstruktur. Informasi yang telah diperoleh kemudian di-coding dan dikategorikan ke dalam lima tema terkait hedonic well-being pada mahasiswa yang mengalami food insecurity. Tema tersebut meliputi tiga komponen utama hedonic well-being, yaitu life satisfaction, positive affect, dan negative affect (Diener, Lucas, & Oishi, 2018; Joshanloo, Jovanović, & Park, 2021; Ryff, Boylan, & Kirsch, 2021), serta dua tema lainnya yang meliputi mengejar kesenangan dan menghindari kepedihan (American Psychological Association, 2015; Nelson-Coffey & Schmitt, 2023). Hasil penelitian menyatakan bahwa meskipun akar permasalahan yang menyebabkan partisipan mengalami food insecurity serupa, tetapi terdapat perbedaan dalam langkah yang dilakukan partisipan dalam menyikapi dan menghadapi masalah yang dialami.
Gambaran Work-Life Balance pada Anggota TNI yang Menjalani Studi Magister Profesi Psikologi: Studi Kualitatif Nadine Silvana Chairiza Yaqin; Anissa Lestari Kadiyono; Zainal Abidin
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59428/jpkip.v4i2.68

Abstract

Dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota TNI, para anggota dituntut untuk menjalani pendidikan magister guna kelangsungan karirnya. Di sisi lain, para anggota juga memiliki keluarga dan hobi dalam kehidupan pribadinya. Perannya sebagai anggota dan mahasiswa dalam aspek kehidupan kerjanya menuntut keseimbangan dengan perannya di rumah sebagai orang tua dan suami dalam aspek kehidupan pribadinya. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance diperlukan agar seseorang dapat menyeimbangkan pekerjaan dan aktivitas lain di luar pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang keseimbangan para anggota TNI yang tengah menempuh pendidikan jenjang magister yang ditinjau melalui konsep work-life balance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan empat orang anggota TNI-AD dengan pangkat berbeda. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara mendalam dan semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat dimensi work-life balance, salah satunya menunjukkan belum tercapainya keseimbangan. Dimensi yang belum seimbang adalah work interference with personal life, khususnya akibat kegiatan perkuliahan. Dengan demikian, partisipan cukup optimal dalam mengembangkan work-life balance pada dirinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6