cover
Contact Name
Fatimah Azzahra
Contact Email
fatimah.azzahra@faperta.unsika.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbudiman@unsika.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. HS Ronggowaluyo, Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara
ISSN : 30261910     EISSN : -     DOI : -
Focus dan Ruang Lingkup artikel yang dimuat dalam Jurnal Budiman yaitu: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat adalah segala bentuk kegiatan di masyarakat berbasis multidisiplin penelitian dengan berbagai metodologi seperti Participatory Action Research (PAR), Asset Based Community Development (ABCD), Community Based Participant Research (CBPR), Community Based Research (CBR), Service Learning (SL), dan lain-lain. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat meliputi: 1. Pemberdayaan dan Inovasi keluarga, masyarakat, kelompok, dan atau komunitas tertentu 2. Penerapan teknologi tepat guna 3. Peningkatan Industri Kreatif-Inovatif masyarakat 4. Pemanfaatan nilai kearifan local 5. Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, dan UMKM 6. Pengembangan IPTEK Informasi, Sosial-Budaya, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, Kebumian, Kelautan dan Lingkungan 7. Pembangunan Sumber Daya Manusia 8. Pengembangan Pendidikan 9. Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat 10. Sosiologi Kebencanaan & Manajemen Resiko
Articles 17 Documents
Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan Teknis Budidaya Jamur Merang di Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Karawang Mariyani, Siti
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v1i01.8752

Abstract

Mushrooms are an alternative in meeting the need for high protein foods, but their availability is not matched by increased production. Efforts that can be made to increase the productivity of straw mushroom is to provide counseling and training to farmers about mushroom cultivation. Counseling and training on straw mushroom nurseries was given to farmers in Kutaampel Village. This paper aims to determine the participation of farmers in Kutaampel Village in counseling activities and technical training on cultivation and making seed baglogs for spreading F3 and F4 edible mushroom UNSIKA. The method used is the andragogy training method and will be held on 06 October 2022 in Kutaampel Village. The data analysis used is descriptive with reference to Arnstein's (1969) theory, namely the theory of participation which is called The Ladder of Participation theory. Based on the data analysis conducted, the level of participation of farmers in Kutaampel Village in participating in extension activities and technical training on cultivation and making baglogs for spreading F3 and F4 Unsika mushroom seeds was seen from the forms of farmer participation, namely presence, knowledge and benefits. The level of farmer participation in Kutaampel Village is at the level of the fourth rung of the consultation ladder out of a total of eight rungs of the Arnstein participation ladder (manipulation, Therapy, Informing, Consultation, Placement, Partnership, Delegated power, and Citizen control). Key Words: Cultivation, Participatio, Straw Mushroom
Pemanfatan Konservasi Mangrove Pesisir Tangkolak Untuk Mengatasi Rob Laut Bersama Unsika Peduli Mangrove (Studi Kasus Unsika Peduli Mangrove Tangkolak Tahun 2022) Abadi, Slamet
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v1i01.8827

Abstract

The Unsika Peduli Mangrove activity is a continuous and sustainable mangrove community assistance activity. The concept of this activity wants the mangroves on the Karawang coast to be well maintained in general and especially in Tangkolak as a center for mangrove conservation. Procurement of rare mangroves needs to be done specifically for nurseries, especially the male Avicennia and Avicennia besides the Rhizophora and female Avicennia which have a very large population. Supporters of this activity are assisted by the Kreasi Alam Bahari Tangkolak mangrove community. Mangrove planting method is carried out by involving donors, students and the community around Tangkolak. The planting model still uses the traditional direct planting model without using any tools. Activities carried out in 2022 include 1). Nature Campaign Program, UPM. 2). Unsika Peduli Mangrove and Klambi Loyal Coustumer, 3). World Mangrove Day with Unsika Peduli Mangrove and BEM Unsika Engineering, 4). Unsika Peduli Mangrove and Michelin Jakarta, 5). Unsika Cares for Mangrove and Student Executive Board (BEM) Singaperbangsa University Karawang. Community service activities include planting 4,136 mangrove trees. The assessment of community service activities for the mangrove community is 4,418 (88.37%), meaning that the activity is still in great demand by actors who love the environment, especially mangroves. The Tangkolak mangrove conservation program will develop a cropping pattern with a clump pattern spaced 2 m x 5 m. This pattern will be able to reduce the mortality of the growth of the Tangkolak mangrove seedlings.
Upaya Peningkatan Rasa Ingin Tahu Siswa Tentang Penelitian Melalui Kegiatan Mini Research di Bidang Pertanian Prasada, Imade Yoga
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v1i01.8931

Abstract

Budaya meneliti bagi siswa di tingkat sekolah menengah atas masih sangat rendah. Di sisi lain kegiatan penelitian mampu mendorong siswa untuk dapat menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu hal yang membatasi perkembangan budaya meneliti di tingkat sekolah menengah atas adalah terkait dengan rendahnya rasa ingin tahu siswa tentang kegiatan penelitian. Rasa ingin tahu merupakan salah satu karakter penting yang harus dimiliki oleh seorang peserta didik untuk dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang terjadi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa terkait penelitian melalui kegiatan mini research pertanian. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kebumen dalam waktu satu bulan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan persiapan, pelatihan, hingga kegiatan pendampingan serta pelaporan.
Penyuluhan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Manggis (Garcinia Mongostana L) Secara Terpadu Pada Kelompok Tani Mukti di Desa Cibuntu Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta Sulandjari, Kuswarini; Purnama, Reza Wahyu
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v1i01.9352

Abstract

Cibuntu is a mangosteen-producing village. Fluctuations and low mangosteen production are caused by pests. Most farmers have not implemented IPC to the fullest. This extension aims to change and improve the understanding, willingness of farmers and the application of IPM. The target of the extension is the members of the Mukti Farmers Group. The The executors are the POPT field staff of the West Java BPTPH agency. Held since 2020. The extension materials include types of organisms that disturb mangosteen plants, the concept of integrated pest control. Anjangsono counseling methods, lectures, discussions, demonstrations of how to, demonstration of results and installation of banners. As a result of counseling, there is an increase in the number of farmers who know the concept of controlling pests, know how to control opto mangosteen in an integrated manner, about natural enemies and integrated opt control is an efficient way. Farmers who have doubts about the concept of opt and how to control integrated opt and about natural enemies are decreasing in number. There are 13.3% of farmers who still don't know how to do IPM. There is an increasing number of farmers who agree to the conservation of natural enemies, weeding tools is better than with pesticides, destroying diseased crop residues, and not eating and drinking when applying pesticides. There was a decrease in the number of farmers who used inorganic pesticides and left the plants alone and did not wash the remaining pesticide mixture. There was an increase in the number of farmers who washed the remaining pesticide mixture first. There was no change in the number of farmers who washed their body parts affected by pesticides with running water or detergent.
Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Pada Program Intervensi Kesehatan Penyaringan Air Bersih Di Desa Tegallega Karawang Ana Melani; Yeni Sari Wulandari; Ekalia Yusiana
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai citarum merupakan salah satu sungai dengan kategori tercemar berat, mengingat sungai citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kabupaten yang dilintasi aliran sungai citarum tentu tidak akan terlepas dari aktivitas masyarakat yang memanfaatkan sungai dalam kegiatan sehari-harinya baik untuk kebutuhan konsumsi, ekonomi, transportasi dan pertanian. Saat hujan air pun akan cenderung keruh sehingga tentu kurang bersih dan semakin tidak layak digunakan. Terutama masyarakat yang memanfaatkan air sungai mayoritas tidak menyaring atau menjernihkan terlebih dahulu air sungai yang ditarik dengan waterpump seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tegallega. Dilakukan penadimpingan masyaraat untuk lebih sadar terhadap bahaya menggunakan air yang tercemar. Metode yang digunakan dalam merespon masalah air bersih yakni intervensi dan pendampingan. WTP (Water Treatment Plant) dibanguna dengan menggunakan pendanaan dari Kementerian Kesehatan RI. Tujuan dari program ini yakni memberikan akses air bersih bagi masyarakat kurang mampu yang tinggal di desa-desa tertinggal. Setelah WTP dibangunan dan jalur pipa selesai tersambung terdapat 40 rumah tangga kurang mampu yang mendapatkan fasilitas air bersih dan jumlahnya akan terus bertambah jika penyambungan pipa selesai dilakukan.
Partisipasi Masyarakat Desa dan Pelaku Usaha dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Toba Budiandrian, Bayu; Budiarto, Tri; Hekmatyar, Versanudin
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v1i01.9979

Abstract

Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dapat dipastikan membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak. Pariwisata yang berkelanjutan tidak akan terwujud tanpa adanya peran serta dari masyarakat lokal dan pelaku usaha di destinasi pariwisata tersebut. Paradigma pembangunan pariwisata berkelanjutan memiliki konsekuensi logis yaitu menjadikan masyarakat lokal dan pelaku usaha sebagai subyek pembangunan, bukan sekedar obyek pembangunan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dan pelaku usaha di Destinasi Super Prioritas (DSP) Toba dengan lokus studi di 4 Desa antara lain; Desa Tomok, Desa Lumban Bulbul, Desa Lumban Gaol, dan Desa Siallagan Pindaraya. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 responden yang terdiri dari Pemerintah Desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pelaku Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan Desa. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan adalah 63% kategori sedang dan 37% kategori tinggi. Pada tahap pelaksanaan adalah 66% kategori tinggi dan 34% kategori sedang. Sementara pada tahap monitoring dan evaluasi tingkat partisipasi masyarakat 70% kategori sedang dan 30% kategori tinggi. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa terdapat sebanyak 79% pelaku usaha di DSP Toba menggunakan modal usahanya sendiri sementara 21% lainnya modal dari pihak lain. Adapun kategori pelaku usaha di DSP Toba antara lain 47% usaha kuliner, 39% usaha kerajinan tangan, 7% penyediaan jasa, dan 7% lainnya adalah usaha lainnya.
Sosialisasi, Pembinaan dan Pelatihan Pengelolaan Silvofishery di Dusun Tangkolak Desa Sukakerta Cilamaya Wetan Karawang Sam'un, Mohamad; Fikri, Mohamad Rom Ali; Muharam, Muharam
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v1i01.9980

Abstract

Pengelolaan ekosistem kawasan hutan mangrove di Dususn Tangkolak adalah model konservasi, model ekowisata bahari ekosistem mangrove, dan model laboratorium alam. Model pengelolaan silvofishery belum diterapkan oleh masyarakat setempat. Permasalahan yang ada berupa ketiga model pengelolaan di atas dilakukan masih sangat terbatas. Model pengelolaan silvofishery belum pernah dilakukan karena terbentur sumber daya modal. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan ceramah dan diskusi. Isi ceramah berupa sosialisasi pentingnya pengelolaan kawasan mangrove agar tetap lestari salah satunya dengan menerapkan konsep budidaya silvofishery yaitu penggemukan kepiting. Pemberian materi teknis budidaya penggemukan kepiting di kawasan hutan mangrove. Membangkitkan motivasi implementasi usaha budidaya penggemukan kepiting sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat setempat. Tempat kegiatan pengabdian di kawasan hutan mangrove Dusun Tangkolak Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang. Sasaran kegiatan adalah KUB Kreasi Alam Bahari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah berupa sosialisasi, pembinaan dan pelatihan kepada KUB Kreasi Alam Bahari dengan jumlah anggota 20 orang. Peserta merasa terpacu untuk lebih meningkatkan upaya pelestarian kawasan hutan mangrove, termotivasi dan berminat untuk mengimplementasikan usaha tani silvofishery budidaya penggemukan kepiting. Output kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa peningkatan pemahaman anggota KUB Kreasi Alam Bahari terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan mangrove dan pemahaman metode teknis pengelolaan silvofishery.
Pelatihan Teknik Kultur Jaringan Tanaman Kawista di Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat Hayatul rahmi; Slamet Abadi; Marsah Rahmawati Utami
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kultur jaringan adalah metoda budidaya tanaman secara nonkonvensional. Salah satu tanaman yang punya potensi dibudidayakan dengan teknik ini yaitu kawista, karena memiliki khasiat sebagai tanaman obat. Desa adiarsa barat, Kecamatan Karawang Barat memiliki permasalahan lahan yang terbatas dan rata-rata masyarakat hanya memiliki pekarangan sempit untuk dapat melakukan kegiatan menanam tanaman obat keluarga (TOGA). Sehingga dibutuhkan metoda budidaya tanaman yang tidak membutuhkan lahan yang luas dengan keunggulan bisa mendapatkan bibit yang unggul. Kegiatan pengabdian meliputi pengenalan teknik kultur jaringan, penjelasan cara pembuatan media tanam, dan praktek langsung penanaman eksplan tanaman pada media. Hasil pengabdian diketahui bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknik kultur jaringan sebesar 0% sebelum pelatihan, dan 27% setelah pelatihan dilakukan.
Pendidikan Lingkungan Hidup Melalui Gerakan Pembersihan Pantai di Pantai Payum Papua Selestina Kostaria Jua; Ika Trisni Simangunsong; Almendo Imanuel Cesar Maturbongs
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Developing countries such as Indonesia, have long struggled with environmental waste issues. Merauke also has trash problems, particularly in the Payum Beach area. Payum Beach has become a popular tourist destination, but unfortunately, the area is suffering from a lot of litter and pollution. This trash is feared to endanger the survival of Payum Beach's biodiversity and ecosystem diversity. Concerns about the potential threat to public health from garbage have been raised. As a result, the community launched a beach cleanup movement to emphasize the significance of keeping Payum Beach clean. This service activity's stages include situation analysis or survey, licensing process, service activity implementation, and activity evaluation. The cleanup effort at Payum Beach covered a distance of 700-800 meters from the starting point. During the cleanup activity, the volunteers collected nine pieces of plastic trash. I have corrected the grammar and punctuation errors. The trash was disposed of at the Merauke Waste Disposal Site (TPS). The final section is an evaluation, in which the service team returned to Payum Beach after one week of service implementation to assess the extent of the success of the beach cleanup movement.
Sosialisasi dan Pelatihan Teknis Budidaya dan Pembuatan Bibit Sebar F3 Baglog Jamur Merang Hasil Isolasi Laboratorium Fakultas Pertanian Unsika Di Desa Kiara, Kabupaten Karawang Ani Lestari; Tia Setiawati; Vera Octavia Subardja
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karawang merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Barat, dari total lahan tanam padi seluas 89.360 hektar, produksi panen padi di Karawang per Juni 2022 mencapai 612.309,47 ton. Banyaknya hasil penen padi menyisakan Jerami yang melimpah, sebagaian petani membakar jerami namun pembakaran Jerami akan berdampak pada pencemaran udara. Oleh karena itu salah satu solusi dalam pemanfaatan Jerami adalah dengan membudidayakan jamur merang. Selain menanam padi petani juga dapat melakukan budidaya jamur merang sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Desa Kiara merupakan salah satu Desa di Kabupaten Karawang yang sebagaian besar masyarakatnya berpendapatan sebagai petani dan pedagang. Saat ini pembudidaya jamur merang hanya tersisa 3 petani saja, oleh karena itu diperlukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan bibit sebar F3 baglog jamur merang, bibit sebar merupakan hasil isolasi di laboratorium Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Selain itu diskusi terkait hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat menjadi sumber informasi Teknik budidaya bagi petani jamur merang. Sosialisasi dan Penyuluhan dilaksanakan di Kantor Kapala Desa Kiara, dengan peserta Kepala Desa dan perangkat Desa, Gapoktan, warga, dan Ibu – ibu PKK, sehingga mampu membangkitkan Kembali minat masyarakat dalam membudidayakan jamur merang.

Page 1 of 2 | Total Record : 17