cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Studi Komunikasi Antarpribadi Pelatih dengan Kapten Bola Eric Eric; Suzy Azeharie
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25876

Abstract

Communication must be done by humans, especially in this case is interpersonal communication that occurs between individuals. Likewise in the game of futsal communication will still occur, both between the players and between the coach and the captain. This research was conducted to examine interpersonal communication that occurs between captains and coaches in the My Team Team. Therefore, in this study, the informants involved were Vicky Venley (captain) and Andy Irawan (coach), this study also involved expert informants who had competence in the field of futsal as observers. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The results obtained in this study are intense interpersonal communication between the captain and the coach. Interpersonal communication will also have a significant impact on the overall development of the team. Therefore it can be concluded that the interpersonal communication that occurs between the captain and also the coach has a very significant impact on the development of Team My Team. Komunikasi pasti dilakukan oleh manusia, terutama komunikasi antarpribadi yang terjadi antarindividu. Demikian juga di dalam permainan futsal komunikasi akan tetap terjadi, baik antara pemain maupun antara pelatih dengan kapten. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti komunikasi antarpribadi yang terjadi di antara kapten dan pelatih di dalam Tim My Team. Peneliti menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan metode yang digunaka adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menginterpretasikan suatu peristiwa secara utuh disertai dengan hubungan dan latar belakang sosialnya dalam rangka menyajikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh penelitian ini juga turut melibatkan narasumber ahli yang memiliki kompetensi di dalam bidang futsal sebagai pengamat. Adapun hasil yang diperoleh di dalam penelitian ini adalah komunikasi antarpribadi terjadi secara intens antara kapten dan pelatih terjadi cukup intens. Komunikasi antarpribadi juga akan memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan tim secara keseluruhan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa komunikasi antarpribadi yang terjadi di antara kapten dan juga pelatih memiliki dampak yang sangat signifikan pada perkembangan Tim My Team.
Komunikasi Pemasaran Salmonbyesther Menggunakan Media Sosial sebagai Media Periklanan Esther Helen; Farid Rusdi
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25877

Abstract

Nowadays, many entrepreneurs are changing their business from traditional to digital, which has also led to changes in shopping trends and an increase in the number of online shops, marketplaces, and online shopping. This is due to the support of people who take advantage of technological advances to make shopping easier using the internet. Without the help or use of internet marketing, it will be difficult for sellers to become known and compete in a wide market area. This study aims to understand Salmonbyesther's marketing communications using social media as a promotional tool. The research approach is qualitative with case studies. Data collection uses in-depth interviews and data analysis techniques use descriptive analysis. The results of the study are Salmonbyesther marketing communications, social media Instagram and Whatsapp are used as advertising tools that aim to provide product information, persuade consumers, and will inform consumers that products will be sold, either directly or indirectly. The marketing communication strategy that will be implemented uses the AIDA concept (Attention, Interest, Desire, Action) so that consumers are interested in the product they want to buy. Saat ini, banyak pengusaha yang mengubah bisnisnya dari tradisional ke digital, yang juga menyebabkan perubahan tren belanja dan peningkatan jumlah toko online, pasar, dan belanja online. Hal ini dikarenakan oleh support orang-orang yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengunggulkan belanja memakai internet dengan mudah. Tanpa pertolongan maupun penggunaan pemasaran di internet, akan sulit bagi penjual untuk mereka dikenal dan bersaing di wilayah pasar yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami komunikasi pemasaran Salmonbyesther memakai media sosial sebagai alat promosi. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data memakai wawancara mendalam (depth interview) dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian adalah komunikasi pemasaran Salmonbyesther, media sosial Instagram dan Whatsapp digunakan sebagai sarana periklanan yang bertujuan untuk memberikan informasi produk, membujuk konsumen dan akan memberitau konsumen bahwa produk akan dijual, baik secara langsung maupun tidak langsung. Strategi komunikasi pemasaran yang akan diterapkan menggunakan konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) agar konsumen tertarik dengan produk yang ingin dibeli.
Personal Branding Beauty Influencer di Instagram terhadap Persepsi Followers Febriani Angellina; Ahmad Junaidi
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25887

Abstract

Apart from being used as a new forum for communication, social media is also used as a medium for self-expression and building personal branding. Personal branding is an assessment related to skills, attitudes and performance that is formed by individuals and aims to show self-concept in the eyes of others. Likewise, what was done by @tasyafarasya, a popular beauty influencer in Indonesia who built her personal branding through Instagram social media. Currently, Tasya Farasya has 5.8 million Instagram followers as of September 2022. The personal branding built by Tasya Farasya on Instagram social media influences followers' perceptions of her. this study has the aim to show whether there is any influence from personal branding beauty influencer Tasya Farasya on Instagram social media on the perceptions of her followers and what are the personal branding beauty influencer Tasya Farasya's concepts that are dominant among the 8 personal branding concepts initiated by Peter Montoya. The theory of this research is the Eight Concepts of Personal Branding initiated by Peter Montoya. This type of research approach is quantitative through the spread of a list of questions to 100 people who are Tasya Farasya’s Instagram followers. The data obtained were then analyzed with several tests, namely the correlation coefficient test, the coefficient of determination test, and simple regression analysis. The results of this analysis show if there is a strong relationship between the two variables, as well as the influence of Tasya Farasya's personal branding on Instagram and contributing 69.6% to the perception of her followers and the personal branding beauty influencer Tasya Farasya's concept which is dominant is the concept of specialization of ability indicators, the concept of visible, the concept of leadership, and the concept of firmness. Media sosial selain dijadikan sebagai wadah baru dalam berkomunikasi, dijadikan juga sebagai media untuk mengekspresikan diri dan membangun personal branding. Personal branding adalah sebuah penilaian yang berhubungan oleh keterampilan, sikap, serta kinerja yang individu bentuk dan bertujuan untuk menunjukkan konsep diri di mata orang lain. Begitu pula yang dilakukan oleh @tasyafarasya, seorang beauty influencer yang populer di Indonesia yang membangun personal branding-nya melalui media sosial Instagram. Saat ini Tasya Farasya memiliki followers Instagram sebanyak 5,8 juta per September 2022. Personal branding yang dibangun oleh Tasya Farasya di media sosial Instagram mempengaruhi persepsi followers kepadanya. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk melihat adakah pengaruh dari personal branding beauty influencer Tasya Farasya di media sosial Instagram terhadap persepsi followers-nya dan apa saja konsep personal branding beauty influencer Tasya Farasya yang dominan diantara delapan konsep personal branding yang dicetuskan Peter Montoya. Pendekatan penelitian ini yaitu kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan pengikut Instagram Tasya Farasya. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan beberapa uji yaitu uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, dan analisis regresi sederhana. Perolehan dari analisis ini menunjukan ditemukan hubungan tinggi diantara kedua variabel, serta pengaruh personal branding Tasya Farasya di Instagram berpengaruh dan memberikan kontribusi 69,6% terhadap persepsi followers-nya dan konsep personal branding beauty influencer Tasya Farasya yang dominan adalah konsep spesialisasi indikator kemampuan, konsep terlihat, konsep kepemimpinan, dan konsep keteguhan.
Analisis Budaya Patriarki pada Film Layar Lebar Yuni Fenika Fenika; Suzy Azeharie
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25888

Abstract

This research seeks to reveal the patriarchal cultural hegemony in Yuni's film. The film, which was released on December 9, 2021, uses Jaseng (Javanese Attack) dialogue with a duration of 122 minutes. The writer is interested in bringing up Yuni's film because in this film it depicts the culture of patriarchal hegemony. The purpose of this study is to determine the hegemony of patriarchal culture by using Tzvetan Todorov's narrative analysis which analyzes starting from the initial plot, the middle channel to the final plot. This study uses a qualitative approach with documentation techniques, namely collecting footage from Yuni's film and noting important parts of Yuni's film. In the initial flow it is described that the situation is still fine, the students go to school calmly without any problems. In the next scene, the middle plot is described, namely starting from an imbalance with the appearance of the first application to the third application from three different men to Yuni who does not want to get married and still wants to continue her education as high as possible. The final plot depicts Yuni running away from home and feeling free. This film depicts various forms of patriarchal hegemony, gender inequality and makes women subordinate compared to men who place women only as a means of reproduction. Men's will is considered much stronger, even women are seen as not having the right to voice their opinions. Penelitian ini berusaha mengungkap hegemoni budaya patriarki pada film Yuni. Film yang dirilis pada tanggal 9 Desember 2021 dialognya menggunakan Bahasa Jaseng (Jawa Serang) berdurasi 122 menit. Penulis tertarik mengangkat film Yuni karena dalam film ini menggambarkan budaya hegemoni patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik dokumenter yaitu. mengumpulkan materi dari film Yuni dan mencatat bagian-bagian yang sangat penting dari film Yuni. Pada aliran pertama digambarkan bahwa keadaan sekeliling Yuni masih baik, para siswa berangkat sekolah dengan tenang tanpa kendala. Adegan berikut menggambarkan plot tengah, yang dimulai dengan ketidakseimbangan ketika lamaran pertama untuk lamaran ketiga dari tiga pria berbeda muncul untuk Yuni, yang tidak ingin menikah dan masih ingin melanjutkan studinya semaksimal mungkin. Plot terakhir menunjukkan Yuni melarikan diri dari rumah dengan perasaan bebas. Film tersebut menggambarkan berbagai bentuk hegemoni patriarki, ketidaksetaraan gender dan subordinasi perempuan terhadap laki-laki yang memandang perempuan hanya sebagai alat reproduksi. Kehendak laki-laki dianggap jauh lebih kuat, perempuan juga tidak diperbolehkan untuk mengutarakan pendapatnya.
Pengaruh Joe Taslim Sebagai Brand Ambassador terhadap Brand Equity Shopee Indonesia Fitz Geraldo; Nigar Pandrianto
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25889

Abstract

Indonesia experiences an increase in internet users every year. Apart from being a means of entertainment, the internet itself can also be a means to run a business and make a profit. Especially when viewed from the amount of public interest in online shopping and also increasing healthy competition that takes place in the online market. One of the efforts used by a company in this case is digital marketing which uses well-known artists or public figures as brand ambassadors. This writing aims to examine Joe Taslim as a brand ambassador of e- commerce shopee Indonesia, especially for Tarumanagara University students. The method used is quantitative and also uses a descriptive correlational approach that uses correlational non-probability sampling on 100 Tarumanagara Universioty students. Data collection in this paper uses a questionnaire technique that connects the two variables validated using mann whitney statistical test testing. This study concludes that joe taslim as a brand ambassador is very influential on shopee indonesia e-commerce brand equity. Indonesia mengalami peningkatan dalam hal pengguna internet setiap tahunnya. Selain menjadi sarana hiburan, internet sendiri juga dapat menjadi suatu sarana untuk menjalankan bisnis dan mendapat keuntungan. Terutama apabila dilihat dari banyaknya minat masyarakat terhadap belanja secara online dan juga meningkatkan kompetisi sehat yang berlangsung dipasar online. Salah satu upaya yang digunakan suatu perusahaan dalam hal ini berupa digital marketing yang menggunakan artis atau tokoh masyarakat yang terkenal sebagai brand ambassador. Penulisan ini bertujuan untuk menelaah Joe Taslim sebagai brand ambassador e- commerce Shopee Indonesia, terutama pada mahasiswa Universitas Tarumanagara. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif dan juga menggunakan pendekatan deskriptif korelasional yang menggunakan sampling non-probability korelasional pada 100 mahasiswa Universitas Tarumanagara. Pengambilan data dalam penulisan ini menggunakan teknik kuesioner yang menghubungkan antar kedua variabel yang divalidasi menggunakan pengujian uji statistika Mann Whitney. Penelitian ini berkesimpulan bahwa Joe Taslim sebagai brand ambassador sangat berpengaruh terhadap brand equity e-commerce Shopee indonesia.
Strategi Komunikasi Silang dalam Meningkatkan Kesadaran akan Keberadaan Tuli Flavia Veilieta; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25890

Abstract

Communication is something that happens every day in the society. But not everyone can communicate well because of their limitations, such as people with deaf disabled. In this study, the author used the word Deaf which begins with a capital letter to emphasize that Deafness is an identity, as people disabled who certainly have Human Rights, the "voice" of Deaf Friends also needs to be heard by society, so that they can carry out activities well and feel the equality of their fellow human beings. This study aims to determine activities in increasing public knowledge of Deaf culture through cross-communication strategies. The results show a variety of strategies used in increasing public awareness. They use the app as the primary medium to be the bridge from deaf and normal people listen in many ways. With the Sign Language Interpreter (JBI) service available on the Silang application, it makes it easier for inclusive companies to get access. The authors suggest that subsequent studies use more diverse samples and different research methods. Komunikasi adalah suatu hal yang terjadi setiap hari di tengah masyarakat. Namun tidak semua orang dapat berkomunikasi dengan baik karena keterbatasannya, seperti para penyandang difabel Tuli. Pada penelitian ini penulis menggunakan kata Tuli yang diawali huruf kapital untuk menekankan bahwa Tuli adalah sebuah indentitas, sebagai kaum difabel yang tentu memiliki Hak Asasi Manusia, "suara" Teman Tuli juga perlu terdengar oleh masyarakat, sehingga mereka dapat menjalani aktivitas dengan baik dan merasakan kesetaraan sesama manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dalam meningkatkan pengetahuan publik akan budaya Tuli melalui strategi komunikasi Silang. Hasil menunjukkan beragam strategi yang digunakan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Mereka menggunakan aplikasi sebagai media utama untuk menjembatani orang Tuli dan dengar dalam berbagai hal. Dengan adanya layanan Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang tersedia pada aplikasi, memudahkan perusahaan-perusahaan bersifat inklusif untuk mendapat akses. Penulis menyarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan sampel yang lebih beragam dan metode penelitian yang berbeda.
Strategi yang Dilakukan Public Relations dalam Membangun Brand Image (Studi Kasus Brand Kosmetik Syca) Flegon Gamaliel; Muhammad Adi Pribadi
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25891

Abstract

This study aims to determine the public relations strategy of Syca in building brand image. Syca is a local brand engaged in cosmetics. The communication theory used in this study is the theory of public relations strategy and brand image theory. This study uses these theories because these theories are related to this research besides wanting to know and explore Syca's public relations strategy in building brand image. This study uses qualitative research. The research method used in this study is a case study. The subjects in this study were Syca's public relations, Syca's co-founders, Syca's employees, and consumers of the Syca brand. Data collection techniques used in this study were interviews and non-participant observation. The results of this study are how Syca's public relations builds its brand image and what strategies are used by Syca's public relations in building its brand image. Activities that have been carried out by Syca such as making Syca followers or followers on Instagram, consumers, and potential customers as members of the company, have helped build a brand image. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi public relations dari Syca dalam membangun brand image. Syca merupakan salah satu brand lokal yang bergerak di bidang kosmetik. Teori komunikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi public relations dan teori brand image. Penelitian ini menggunakan teori-teori tersebut karena teori tersebut berkaitan dengan penelitian ini selain itu ingin mengetahui dan mendalami strategi dari public relations dari Syca dalam membangun brand image. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah public relations Syca, co-founder Syca, Karyawan Syca, dan konsumen dari brand Syca. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan melakukan observasi non-partisipan. Hasil penelitian ini adalah bagaimana public relations Syca membangun brand imagenya dan strategi apa saja yang dilakukan oleh public relations Syca dalam membangun brand image. Kegiatan-kegiatan yang sudah di lakukan oleh Syca seperti menjadikan followers atau pengikut Syca di Instagram, konsumen dan calon konsumen sebagai anggota dari perusahaan, telah membantu terbangunnya brand image.
Media Sosial Sebagai Penjalin Hubungan antara Gereja dan Jemaat Frimus Kennedy Hendarwin; Yugih Setyanto
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25892

Abstract

Through the development of existing technology, social media is very influential in human life. During this pandemic, the church has experienced a decline in its relationship with the congregation. With social media, it really helps the church in establishing relationships with congregations. Researchers conducted research on the use of church social media in establishing relationships with congregations. The purpose of this research is to find out how the church can utilize social media in establishing relationships with congregations. The theory used in this study is the theory of internal communication, community relations, new media, and social media. In this study, researchers used qualitative research methods by collecting data by means of interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that GBI PRJ has carried out routine and active strategies in attracting congregations, social media as a means of communication and obstacles in establishing relationships with congregations. The conclusion of this research is that the application of social media that has been carried out is quite good in establishing relationships with the congregation because the church presents all information in full using an attractive design, and is clear in the information and captions conveyed as well as efforts to overcome obstacles that occur in the congregation regarding information social media use. Media sosial sangat berpengaruh dikehidupan manusia. Selama pandemi ini, gereja mengalami penurunan hubungan dengan jemaat. Keberadaan media sosial, sangat membantu gereja dalam menjalin hubungan dengan jemaat. Peneliti melakukan penelitian mengenai pemanfaatan media sosial gereja dalam menjalin hubungan dengan jemaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gereja bisa memanfaatkan media sosial dalam menjalin hubungan dengan jemaat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi internal, community relations, new media, dan media sosial. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa GBI PRJ telah melakukan strategi rutin dan aktif dalam menarik jemaat, media sosial sebagai sarana komunikasi dan hambatan dalam menjalin hubungan dengan jemaat. Kesimpulan dari penelitan ini adalah penerapan media sosial yang telah dilakukan sudah cukup baik dalam menjalin hubungan dengan jemaat karena gereja menyajikan semua informasi dengan lengkap dengan menggunakan desain yang menarik, dan jelas dalam informasi dan captions yang disampaikan serta upaya mengatasi hambatan yang terjadi pada jemaat mengenai info penggunaan media sosial.
Strategi Komunikasi Digital Media Sosial sebagai Media Promosi dan New Branding (Studi Kasus Media Sosial Om Moes) Zaki Muhamad Dani; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25893

Abstract

Social media is a medium that is used to build a self-representation of a company or individual, social media can be used to do digital marketing or digital marketing. Digital marketing is a marketing activity or promotion of a brand or product, using digital media or the internet. The goal is to attract potential customers broadly, quickly and precisely. This was also carried out by Om Moes' social media to promote the Moestopo Faculty of Communication Sciences to the public. Dr. Moestopo. Previously, the Moestopo Faculty of Communication Sciences had a social media account, but this social media was considered ineffective because the content was monotonous and too formal. This study uses a type of qualitative research that is useful for providing facts and data regarding Om Moes' Digital Social Media Communication Strategy as a Promotional Media and New Branding for the Moestopo Faculty of Communication Sciences. The results of this study are social media Om Moes conducting digital marketing through social media Instagram with content that contains information on the representation of Moestopo Faculty of Communication Sciences students because this is considered appropriate considering the target is young people. Media sosial merupakan media yang digunakan dalam membangun representasi diri sebuah perusahaan maupun individu, Media sosial dapat digunakan untuk digital marketing atau pemasaran digital. Digital marketing adalah tindakan memasarkan atau mempromosikan brand atau produk melalui media digital atau internet. Tujuannya adalah untuk menarik pelanggan potensial secara luas, cepat dan akurat. Hal ini pula yang dilakukan oleh media sosial Om Moes untuk mempromosikan Fakultas Ilmu Kominunikasi Moestopo kepada masyarakat, Om Moes merupakan akun media sosial yang didirikan dibawah naungan Fakultas Ilmu Kominunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo. Fakultas Ilmu Kominunikasi Moestopo sebelumnya mempunyai akun media sosial, namun media sosial tersebut dianggap tidak efektif karena isi konten yang monoton dan terlalu formal. penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai Strategi Komunikasi Digital Media Sosial Om Moes Sebagai Media Promosi Dan New Branding Fakultas Ilmu Kominunikasi Moestopo. Hasil dari penelitian ini adalah media sosial Om Moes melakukan pemasaran digital melalui media sosial Instagram dengan konten yang berisi informasi representasi mahasiswa Fakultas Ilmu Kominunikasi Moestopo karena hal ini dianggap tepat mengingat target yang merupakan anak muda.
Strategi Komunikasi Pemasaran Membangun Brand Recognition melalui Konten Media Sosial Instagram Total Fitness (Studi Kasus PT. IN EN OUT Digital Media Creative) Gabriela Emanuella Hendra; Muhammad Adi Pribadi
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25894

Abstract

Technological developments greatly affect aspects of everyone's life. Advances in technology, especially in the field of information gave birth to new concepts in the field of marketing. Effectiveness and efficiency are important in building interactions with consumers. The marketing communication strategy is one of the continuous creative steps taken by a company to achieve the best marketing targets in order to achieve maximum customer satisfaction. One of the social media platforms that is worldwide and dominates the world market is Instagram. Knowledge of communication strategies can be utilized in using Instagram as a digital marketing medium to build a business. Currently, many companies use creative agency services for social media management and content creation. It's the same with Total Fitness which uses the services of PT. IN EN OUT Digital Media Creative for designing strategies, creating content, and managing social media, one of which is Instagram to build brand recognition using marketing communications. Perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap aspek kehidupan setiap orang. Kemajuan teknologi khususnya dalam bidang informasi melahirkan konsep baru dalam bidang pemasaran. Efektivitas dan efisiensi menjadi hal yang penting dalam membangun interaksi dengan konsumen. Strategi komunikasi pemasaran merupakan salah satu langkah kreatif yang berkesinambungan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk mencapai target pemasaran terbaik dalam rangka mewujudkan kepuasan konsumen secara maksimal. Salah satu platform media sosial yang mendunia dan menguasai pasar dunia adalah Instagram. Pengetahuan akan strategi komunikasi dapat dimanfaatkan dalam menggunakan Instagram sebagai media digital marketing untuk membangun bisnis. Saat ini banyak perusahaan yang menggunakan jasa agensi kreatif untuk pengelolaan media sosial beserta pembuatan konten. Sama halnya dengan Total Fitness yang menggunakan jasa PT. IN EN OUT Digital Media Creative untuk perancangan strategi, pembuatan konten dan pengelolaan media sosial, salah satunya Instagram untuk membangun brand recognition dengan menggunakan komunikasi pemasaran.