cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Pengelolaan Event “Press the Button” PT. Inti Muda Kreasi atau Emvrio Production di Masa Pandemi Covid-19 Gloria Renatha; Sinta Paramita
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25895

Abstract

The Covid 19 pandemic has hampered almost all activities or work. Starting from educational activities, office activities, etc. All people are forced to carry out all their activities at home. One type of business that has been affected by the Covid-19 pandemic is an event organizer. The existence of this pandemic limits human physical contact which requires that music events be stopped for several years. The event organizers also innovated to hold events online. However, over time, to improve the economy, the government allowed holding events offline. PT. Inti Muda Kreasi or Emvrio Production took the first step as the first event organizer to hold an offline event for the first time during a pandemic. The existence of the Press the Button event, as the first music event after the Covid-19 pandemic, has become a reference for other event organizers to create music events that can run smoothly and comply with existing health protocols. This thesis discusses how event organizers reassemble music events in the midst of the Covid-19 pandemic. Pandemi Covid 19 telah menghambat hampir seluruh kegiatan ataupun pekerjaan. Mulai dari kegiatan pendidikan, kegiatan perkantoran, dll. Seluruh masyarakat terpaksa harus melakukan seluruh kegiatannya di dalam rumah. Salah satu jenis usaha yang terkena dampak dari pandemi Covid-19 adalah event organizer. Adanya pandemi ini membatasi kontak fisik manusia yang mengharuskan event musik diberhentikan selama beberapa tahun. Para event organizer pun melakukan inovasi untuk mengadakan acara secara daring. Namun, seiring berjalannya waktu, guna memperbaiki perekonomian, pemerintah memperbolehkan penyelenggaraan acara secara luring. PT. Inti Muda Kreasi atau Emvrio Production mengambil langkah awal sebagai event organizer pertama yang mengadakan acara luring untuk yang pertama kalinya di masa pandemi. Adanya event Press the Button, selaku event musik perdana setelah pandemi Covid 19, menjadi acuan bagi event organizer lainnya untuk menciptakan event musik yang dapat berjalan dengan lancar serta patuh pada protokol kesehatan yang ada. Skripsi ini membahas bagaimana event organizer merangkai kembali event musik di tengah pandemi Covid 19.
Strategi Brand Activation pada Brand Minuman Kekinian Helena Aurora; Sisca Aulia
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25897

Abstract

Technology is of course growing rapidly and many companies are competing to use the best strategy for their products so that they have their own uniqueness. This is done so that a brand can easily attract consumers and potential customers. Companies are required to innovate and think creatively so that their products can be easily identified by target consumers. In this study, researchers discussed the pre-launching event Hive It Up by Life of ShuShu in collaboration with influencers, namely Honey Kwok. Through this event, it is necessary to analyze how brand activation is applied in Life of ShuShu. This research is a qualitative descriptive study using the case study method. The data in this study were obtained through observation, documentation, and literature study as well as interviews with informants, namely the marketing team from Life of ShuShu and interviews with invitations to the Hive It Up pre-launching event. The theory used in this research is marketing communications, events, brands, and brand activation. The results of the author's research are to find a strategy from the Life of ShuShu brand that has implemented a brand activation strategy by carrying out forms of brand activation itself so as to achieve the goals desired by Life of ShuShu by collaborating with influencers, namely Honey Kwok because they have similar brand values, and meet market segmentation from Life of ShuShu. Teknologi tentunya semakin berkembang pesat dan banyak perusahaan berlomba-lomba menggunakan strategi terbaik terhadap produknya agar memiliki keunikan tersendiri. Hal ini dilakukan agar suatu brand dapat dengan mudah menarik konsumen maupun calon konsumen. Perusahaan dituntut untuk harus menciptakan inovasi dan berpikir kreatif agar dapat dengan mudah produknya diidentifikasi oleh target konsumen. Peneliti membahas mengenai event pre-launching Hive It Up oleh Life of ShuShu berkolaborasi dengan influencer yaitu Honey Kwok. Melalui event ini perlu dianalisa bagaimana pengaplikasian brand activation pada Life of ShuShu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan metode studi kasus. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan serta wawancara dengan informan yaitu tim marketing dari Life of ShuShu dan wawancara dengan tamu undangan event pre-launching Hive It Up. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi pemasaran, event, brand, dan brand activation. Hasil penelitian penulis yaitu menemukan strategi dari brand Life of ShuShu sudah menerapkan strategi brand activation dengan menjalankan bentuk-bentuk brand activation sendiri sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh Life Of ShuShu dengan berkolaborasi bersama influencer yaitu Honey Kwok karena memiliki kesamaann brand value, dan memenuhi segmentasi pasar dari Life Of ShuShu.
Keterbukaan Diri Remaja Kepada Orang Tua dalam Keluarga Broken Home Farhany Abdillah; Aprilianti Pratiwi
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25933

Abstract

Keluarga broken home karena perceraian tidak hanya berdampak pada status keluarga saja, tapi bisa berdampak pada proses komunikasi yang terjalin di keluarga tersebut. Namun bagi beberapa remaja, perceraian orang tua tidak selalu berakibat buruk. Hal tersebut bergantung pada upaya orang tua membangun kebiasaan mengomunikasikan banyak hal bagaimanapun keadaannya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis keterbukaan diri remaja dan mengetahui faktor penghambat keterbukaan diri remaja kepada orang tuanya dalam keluarga broken home akibat perceraian. Penelitian ini menggunakan teori self disclosure dengan metode kualitatif deskriptif dan paradigma post-positivis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan purposive sampling dengan kategori remaja awal, tengah, dan akhir. Berdasarkan hasil penelitian, hubungan dan komunikasi antara orang tua dan ketiga remaja hanya berjalan baik dengan salah satu orang tua yang masih tinggal bersama, yaitu Ibu. Remaja awal dan remaja tengah enggan melakukan keterbukaan diri, sementara remaja akhir dapat melakukan self disclosure dengan tepat. Adapun hambatan ketiga remaja dalam melakukan self disclosure juga dilihat dari tipe kepribadian, gender, dan adanya perasaan takut.
Analisis Bauran Komunikasi Pemasaran Sariayu Martha Tilaar Saat Pandemi Covid-19 Safira Salsabila Atsari; Diana Anggraeni
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25952

Abstract

The pandemic has impacted the economic sector, leading to several companies in the beauty industry being affected by its consequences. They have experienced a substantial decline in sales, particularly Sariayu Martha Tilaar. Companies need to devise strategies to endure the uncertain circumstances in order to ensure their continued operation. One approach to sustain their business is to develop effective marketing communication plans. Hence, this study was conducted to explore how Sariayu Martha Tilaar implements its marketing communication mix to preserve its sales during the pandemic. This research follows a post-positivist paradigm with a qualitative descriptive approach. The findings reveal that Sariayu Martha Tilaar employs all eight elements of the marketing communication mix; however, only six of them are deemed to have a significant impact on its sales during the pandemic: sales promotion, direct marketing, personal selling, interactive marketing, event and experiential marketing, and advertising. Pandemi telah berdampak pada sektor ekonomi, menyebabkan beberapa perusahaan di industri kecantikan terkena dampaknya. Mereka mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan, khususnya Sariayu Martha Tilaar. Perusahaan perlu menyusun strategi untuk bertahan dalam keadaan yang tidak pasti untuk memastikan kelangsungan operasi mereka. Salah satu pendekatan untuk mempertahankan bisnis mereka adalah mengembangkan rencana komunikasi pemasaran yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana Sariayu Martha Tilaar menerapkan bauran komunikasi pemasarannya untuk mempertahankan penjualannya di masa pandemi. Penelitian ini mengikuti paradigma post-positivis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa Sariayu Martha Tilaar menerapkan delapan elemen bauran komunikasi pemasaran; namun, hanya enam di antaranya yang dianggap berdampak signifikan terhadap penjualannya selama pandemi: promosi penjualan, pemasaran langsung, penjualan pribadi, pemasaran interaktif, pemasaran acara dan pengalaman, serta periklanan.
Analisis Framing Pada Akun @drrichardlee terhadap Akun @dr.okypratama Sebagai Media Edukasi Skincare Nuzul Qur’ani Tresna Dewati; Ita Nurlita; Julyanto Ekantoro; Ariyan Alfraita
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.26116

Abstract

Social media, especially TikTok, has transformed how society communicates by erasing distance, space, and time barriers. TikTok is popular for creative content, including educational content about skincare. Skincare education is crucial due to the increasing prevalence of dangerous and illegal skincare products being promoted, often indirectly, by influencers through endorsements. The use of these harmful skincare products can lead to serious skin issues and even cancer. The lack of public knowledge about proper skincare exacerbates this problem. dr. Richard Lee, an aesthetic doctor and TikTok influencer, is well-known for his skincare education content. Meanwhile, dr. Oky Pratama, also an aesthetic doctor and influencer, is famous for promoting his beauty clinic and sharing everyday life content. This research analyzes their content using media text analysis, particularly employing the framing approach. The results reveal how the public interprets skincare content on social media and its impact on the skincare industry. This highlights the importance of informed decisions when selecting safe skincare products. Additionally, this study contributes to understanding the effects and implications of skincare educational content on social media. Media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah cara komunikasi masyarakat dengan menghapus batasan jarak, ruang, dan waktu. TikTok populer untuk konten kreatif, termasuk didalamnya berisi edukasi skincare. Edukasi mengenai skincare sangatlah penting karena produk skincare berbahaya dan ilegal semakin banyak beredar, bahkan tidak sedikit yang secara tidak langsung didukung oleh influencer melalui endorsement. Penggunaan skincare berbahaya dapat mengakibatkan masalah kulit serius dan bahkan kanker. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perawatan kulit yang baik dan benar menyebabkan masalah ini. dr.Richard Lee, seorang dokter estetika sekaligus influencer TikTok, beliau terkenal karena konten edukasi skincare. Sedangkan, dr.Oky Pratama, yang juga merupakan dokter estetika sekaligus influencer, tetapi beliau terkenal karena konten promosi klinik kecantikannya dan konten mengenai kehidupan sehari-hari.  Penelitian ini menganalisis konten mereka dengan metode analisis teks media, terutama dengan pendekatan framing. Hasilnya mengungkap bagaimana masyarakat menafsirkan konten skincare di media sosial, dan dampaknya pada industri skincare yang menyoroti pentingnya pengetahuan dalam memilih produk skincare yang aman untuk digunakan. Serta, penelitian ini berkontribusi dalam memahami dampak dan implikasi dari konten edukasi skincare di media sosial.
Cover Kiwari Vol 2 No 3 Lydia Irena
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.26120

Abstract

Cover Kiwari Vol 2 No 3
Front Matters Kiwari Vol 2 No 3 Lydia Irena
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.26121

Abstract

Front Matters Kiwari Vol 2 No 3
Back Matters Kiwari Vol 2 No 3 Lydia Irena
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.26122

Abstract

Back Matters Kiwari Vol 2 No 3
Strategi Marketing Public Relations dalam Meningkatkan Okupansi Pengunjung Hotel Grand Dafam Signature Surabaya Dyah Ayu Wulandari; Ita Nurlita; Ariyan Alfraita
Kiwari Vol. 2 No. 4 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i4.26372

Abstract

The development of tourist attractions is a factor in the tight competition in the hotel business in the city of Surabaya. The high number of tourist visits to the city of Surabaya encourages economic growth for the hotel industry. The high scope of hotel competition in the center of Surabaya City means that the Marketing Public Relations of the Grand Dafam Surabaya Hotel must develop a strategy to increase the existence of its hotel. This research aims to determine marketing public relations strategies in increasing visitor occupancy at the Grand Dafam Hotel Surabaya. This research method is descriptive qualitative. Data collection techniques used interviews, observation and documentation directly with the Marketing Public Pelations Hotel Grand Dafam Signature Surabaya. Other secondary sources take information through journals, books, the official Grand Dafam Hotel website, social media (Facebook, Instagram, Tik-tok) and the Internet. The results of this research used Marketing Public Relations of the Grand Dafam HotelThree Ways Strategy, that isStrategy pull by utilizing various digital media to promote the hotel in the form of visual content or photos or videos to attract visitor interest.Strategy push to increase visitor occupancy by collaborating with OTA to encourage visitors by providing various discount offers and attractive hotel promotions, andStrategy pass by carrying out CSR activities to care for the community around the hotel area. From thirdstrategy Accordingly, Strategy Push is a strategy that is considered effective in increasing visitor occupancy at the Grand Dafam Signature Surabaya hotel. Perkembangan tempat wisata menjadi faktor ketatnya persaingan bisnis perhotelan di Kota Surabaya. Tingginya kunjunganwisatawan ke Kota Surabaya mendorong pertumbuhan ekonomi bagi industri perhotelan. Tingginya lingkup kompetisi hotel dipusat Kota Surabaya membuat Marketing Public Relations Hotel Grand Dafam Surabaya harus menyusun strategi peningkataneksistensi hotelnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi marketing public relations dalam meningkatkan okupansipengunjung Hotel Grand Dafam Surabaya. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakanWawancara, Observasi, dan Dokumentasi langsung dengan pihak Marketing Public Pelations Hotel Grand Dafam Signature Surabaya. Sumber sekunder lainnya mengambil informasi melalui jurnal, buku, website resmi Hotel Grand Dafam, media sosial(Facebook, Instagram, Tik-tok) dan Internet. Hasil penelitian ini Marketing Public Relations Hotel Grand Dafam menggunakan Three Ways Strategy, yaitu Strategy pull dengan memanfaatkan berbagai media digital untuk mempromosikan hotel dalam bentukkonten atau foto atau video visual untuk menarik minat pengunjung. Strategy push untuk meningkatkan okupansi pengunjung dengan cara bekerja sama dengan OTA untuk mendorong pengunjung dengan memberikan berbagai tawaran diskon dan promo-promo menarik hotel, dan Strategy pass dengan melakukan kegiatan CSR untuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar wilayahhotel. Dari ketiga strategy tersebut, Strategy push adalah strategy yang dinilai efektif dalam meningkatkan okupansi pengunjunghotel Grand Dafam Signature Surabaya.
Pengaruh Kualitas Informasi Media Sosial terhadap Minat Wisata Obby Anelka Huda Huda; Sekartaji Anisa Putri
Kiwari Vol. 2 No. 4 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i4.27060

Abstract

Pangandaran Regency is a new autonomous region located in the West Java region which focuses on its tourism sector, but this Regency still receives income from the government in running its administration, especially during the Covid-19 pandemic several years ago which affected the tourism sector. This study aims to examine whether there is an influence between the quality of Instagram social media information on tourist interest in Pangandaran Regency. This research is explanative quantitative. The data collection method used was a questionnaire in the form of a Google Form using a Likert Scale and a literature review. This study uses non-probability sampling with the sample collection technique is convenience sampling. Data analysis uses Smart PLS 3. The respondents of this study are 100 followers of the Instagram account @berandapangandaran. The validity test produces an AVE value which indicates that the variables tested prove valid because the AVE value is above 0.5. The reliability test shows that the Cronbach's alpha value of the variables tested is above 0.6. So it proved reliable. Influence test with a t-statistics value of 4.509 which can be interpreted that the exogenous variables tested have an influence on endogenous variables. The Quality Criteria Test has an R-square value of 0.228 which means it has a weak effect. The conclusion of this study is that there is a weak influence between the Instagram Social Media Information Quality variable and the Tourist Interest variable. Kabupaten Pangandaran merupakan daerah otonom baru yang berada di daerah Jawa Barat yang berfokus pada bidang pariwisatanya, namun Kabupaten ini masih mendapat pemasukan dari pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya, terutama pada saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu yang membuat sektor pariwisata terimbas dampaknya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adakah pengaruh antara kualitas informasi media sosial Instagram terhadap minat wisata Kabupaten Pangandaran. Penelitian merupakan kuantitatif eksplanatif. Metode pengumpulan data yang digunakan kuesioner yang berbentuk Google Formdengan menggunakan Skala Likert dan tinjauan pustaka. Penelitian ini menggunakan non-probalility sampling dengan teknik pengumpulan sampel adalah convenience sampling. Analisa data menggunakan Smart PLS 3. Responden penelitian ini ialah 100 followers akun Instagram @berandapangandaran. Uji validitas menghasilkan nilai AVE yang menunjukan bahwa variabel- variabel yang diuji terbukti valid karena nilai AVE berada diatas 0,5. Uji Reliabilitas menunjukkan nilai  cronbach’s alpha dari variabel-variabel yang diuji berada diatas 0,6. Maka terbukti reliabel. Uji pengaruh dengan nilai t-statistics 4,509 yang dapat diartikan bahwa variabel eksogen yang diuji memiliki pengaruh terhadap variabel endogen. Uji Kriteria Kualitas mempunyai nilai R-square sebesar 0,228 yang berarti memiliki pengaruh yang lemah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang lemah antara variabel Kualitas Informasi Media Sosial Instagram dengan variabel Minat Wisata.