cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 478 Documents
Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Lagu “Paralel” Karya Febian Winanda Putri, Shintya; Setyanto, Yugih
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36792

Abstract

Music is an art form with extraordinary power in conveying emotions and messages. Lyrics function as a medium of expression in music, through which songwriters employ creativity and linguistic play to create distinctive meanings and aesthetic appeal. The song “Paralel” by Febian Winanda demonstrates strong artistic and symbolic qualities, making it a compelling subject for academic analysis, particularly through a semiotic approach. This study aims to identify and interpret the meanings and messages embedded in the lyrics of “Paralel” as received by listeners. The research draws upon Reception Theory and popular culture theory as its theoretical framework. A qualitative research method is employed, utilizing Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis to examine the relationship between signs and meanings in the song lyrics. The findings reveal that most listeners occupy a dominant position, in which they accept the song’s message in accordance with the songwriter’s intended meaning. However, some listeners adopt a negotiated position, interpreting the lyrics by adapting the meaning to their personal experiences. Furthermore, each word and phrase in the song is understood not only at a literal level but also as a signifier that refers to deeper emotional and symbolic meanings (signifieds), such as hope, distance, and unrequited love. The relationship between sign and meaning is shown to be arbitrary and contextual, shaped by the listener’s social background and lived experiences. Musik merupakan salah satu bentuk seni yang memiliki kekuatan luar biasa dalam menyampaikan emosi dan pesan. Lirik berfungsi sebagai medium ekspresi dalam musik, di mana pencipta lagu memanfaatkan kreativitasnya dalam memainkan kata-kata sehingga menghasilkan lirik yang memiliki daya tarik dan makna yang khas. Lagu “Paralel” karya Febian Winanda memiliki nilai artistik dan simbolik yang tinggi, sehingga layak untuk dikaji secara akademis, khususnya melalui pendekatan semiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu “Paralel” sebagaimana dimaknai oleh para pendengarnya. Penelitian ini menggunakan Reception Theory dan teori budaya populer sebagai landasan teoretis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas audiens berada pada posisi dominan, yaitu menerima pesan lagu sesuai dengan maksud penciptanya. Sementara itu, sebagian audiens berada pada posisi negosiasi, dengan menafsirkan makna lagu berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing. Selain itu, setiap kata dan frasa dalam lagu tidak hanya dipahami secara literal, tetapi juga sebagai tanda (signifier) yang merujuk pada makna emosional atau simbolik (signified), seperti harapan, jarak, dan cinta tak berbalas. Relasi antara tanda dan makna bersifat arbitrer dan kontekstual, bergantung pada latar belakang sosial serta pengalaman pendengar.
Membangun Loyalitas Pelanggan melalui Komunikasi Interpersonal: Studi Etnografi pada UMKM Bakmi Warisan 70 Susanto, Yo Sua; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36793

Abstract

This research analyzes the interpersonal communication strategies applied by Bakmi Warisan 70 in enhancing customer satisfaction and building customer loyalty. In the competitive culinary industry landscape, personal interaction has proven to be a crucial element in maintaining the existence of micro-enterprises. This study adopts a qualitative approach with an ethnographic method, located at Bakmi Warisan 70, Jakarta, with research subjects including the owner, employees, and regular customers. Data was collected through participatory observation, in-depth interviews, and field notes. Data analysis was conducted through initial description, categorization, and interpretation, with data validity tested using source triangulation. The research results indicate that interpersonal communication serves as the main foundation in building strong relationships, creating emotional closeness, trust, and fostering long-term customer loyalty. This open, flexible, and empathetic approach successfully created a sense of security and comfort for customers, contributing to their increased satisfaction. These findings strengthen the relevance of interpersonal communication theory, social penetration theory, and relationship marketing in the context of micro-enterprises that rely on close relationships as their primary social capital. Thus, interpersonal communication not only functions as a support but is a core strategy in maintaining and developing the business. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh Bakmi Warisan 70 dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun loyalitas pelanggan. Dalam lanskap industri kuliner yang kompetitif, interaksi personal terbukti menjadi elemen krusial dalam menjaga eksistensi usaha mikro. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, berlokasi di Bakmi Warisan 70, Jakarta, dengan subjek penelitian meliputi pemilik, karyawan, dan pelanggan tetap. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui deskripsi awal, kategorisasi, dan interpretasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan yang erat, menciptakan kedekatan emosional, kepercayaan, serta menumbuhkan loyalitas pelanggan jangka panjang. Pendekatan yang terbuka, fleksibel, dan empatik ini berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan, berkontribusi pada peningkatan kepuasan pelanggan. Temuan ini menguatkan relevansi Teori Komunikasi Interpersonal, Teori Penetrasi Sosial, dan pemasaran relasional dalam konteks usaha mikro yang mengandalkan kedekatan hubungan sebagai modal sosial utama. Dengan demikian, komunikasi interpersonal tidak hanya berfungsi sebagai pendukung, melainkan strategi inti dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha.
Optimalisasi Marketing Digital Communication dalam Persaingan Bisnis Retail di PT Matahari Lippo Mall Kramatjati Andani, Asrie Permata; Junaidi, Ahmad
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36794

Abstract

The Indonesian retail industry is facing significant changes due to digital transformation, which is driving shifts in consumer behaviour and increasing the dominance of e-commerce. PT Matahari Department Store Tbk's Lippo Mall Kramat Jati branch is one of the outlets that has been able to survive amid these challenges. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. This study analyses the effectiveness of message delivery, interaction with consumers, and the use of digital technology. Data was collected through in-depth interviews with management and employees, as well as observation and documentation. The results show that PT Matahari implements a multi-platform digital marketing communication strategy, which includes social media, direct messaging, loyalty programmes, referrals, and an omnichannel approach. This strategy has proven to increase customer engagement, expand brand reach, and maintain consumer loyalty. However, obstacles are still found in the adaptation of human resources to technology and limited training. This study concludes that an integrated, personalised, and data-driven communication strategy is the key to successfully maintaining retail existence in the digital era, as well as the importance of strengthening internal capacity so that strategy implementation runs optimally. Industri ritel Indonesia menghadapi perubahan signifikan akibat transformasi digital yang mendorong pergeseran perilaku konsumen dan meningkatnya dominasi e-commerce. PT Matahari Department Store Tbk cabang Lippo Mall Kramat Jati menjadi salah satu gerai yang mampu bertahan di tengah tantangan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menganalisis efektivitas penyampaian pesan, interaksi dengan konsumen, serta pemanfaatan teknologi digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen dan karyawan, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Matahari mengimplementasikan strategi komunikasi pemasaran digital berbasis multi-platform, yang mencakup media sosial, pesan langsung, program loyalitas, referral, dan pendekatan omnichannel. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan engagement pelanggan, memperluas jangkauan merek, dan mempertahankan loyalitas konsumen. Namun, kendala masih ditemukan pada adaptasi sumber daya manusia terhadap teknologi dan keterbatasan pelatihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang terintegrasi, personal, dan berbasis data menjadi kunci keberhasilan mempertahankan eksistensi ritel di era digital, serta pentingnya penguatan kapasitas internal agar implementasi strategi berjalan optimal.
Peran Komunikasi Strategis dalam Membangun Reputasi dan Kepercayaan Pelayanan Ibadah Umroh Aisy, Faadhilah Rihhadatul; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36795

Abstract

The challenge faced by Umrah travel agencies is the public's hesitation to perform the Umrah pilgrimage. This was evident in a recent case in 2024, where one Umrah travel agency abused its authority in managing pilgrims' funds. This study aims to determine the public relations communication strategies used by PT Anta Umroh and to understand the strategy design and its implementation in the context of building the image and trust of prospective pilgrims. The method used in this study is a descriptive qualitative approach using a case study strategy. Data collection was carried out through interviews, observations, and document studies. The results of the study show that PT Anta Umroh has succeeded in building a positive image and trust among pilgrims through a structured and consistent communication approach. PT Anta Umroh's communication strategy is designed adaptively based on audience segmentation (Generation Z and the elderly) with the selection of appropriate communication channels and styles. The implementation of key messages such as a sense of security, comfort, and spiritual education is conveyed through an effective hybrid (digital and offline) approach. Tantangan yang dihadapi oleh biro jasa perjalanan umrah adalah adanya keraguan di masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah. Hal ini terlihat dalam kasus yang baru saja terjadi pada tahun 2024, di mana salah satu biro perjalanan umrah menyalahgunakan wewenangnya dalam mengelola dana jemaah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi public relations yang digunakan oleh PT Anta Umroh dan Mengetahui rancangan strategi dan diimplementasikan dalam konteks membangun citra dan kepercayaan calon jemaah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen menjadi metode pengumpulan data yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan PT Anta Umroh berhasil membangun citra positif dan kepercayaan jemaah melalui pendekatan komunikasi yang terstruktur dan konsisten. Strategi komunikasi PT Anta Umroh dirancang secara adaptif berdasarkan segmentasi audiens (generasi Z dan lansia) dengan pemilihan kanal dan gaya komunikasi yang sesuai. Implementasi pesan utama seperti rasa aman, nyaman, dan edukasi spiritual disampaikan melalui pendekatan hybrid (digital dan offline) yang efektif.
Peran Komunikasi Pelatih dalam Penguatan Kolaborasi Tim Futsal Mahasiswa Sumbaha, Wahyu Asmaraman; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36796

Abstract

This study aims to examine how the coach of the Futsal Student Activity Unit (UKM) at Universitas Tarumanagara applies communication strategies in building teamwork through the lens of Communication Accommodation Theory developed by Howard Giles. The study employs a qualitative approach using a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews with the coach as the primary informant, supported by relevant documentation and observational data. The findings indicate that the coach applies various forms of communication accommodation, particularly convergent accommodation, by adjusting language use, speaking style, and interpersonal approaches to suit the players’ diverse characteristics and backgrounds. The coach also demonstrates communicative equality among players, both senior and junior, which contributes to the development of team solidarity. In addition to verbal communication, the use of nonverbal cues and message repetition plays an important role in fostering a positive communication climate. These communication strategies significantly contribute to the formation of a team culture that emphasizes respect, openness, and discipline, thereby supporting the development of strong and cohesive teamwork. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelatih Ukm Futsal Universitas Tarumanagara menerapkan strategi komunikasi dalam membangun kerjasama tim melalui pendekatan Teori Akomodasi Komunikasi yang dikembangkan oleh Howard Giles. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelatih sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatih menerapkan berbagai bentuk akomodasi komunikasi terutama akomodasi konvergen, dengan menyesuaikan bahasa, gaya bicara, dan pendekatan personal sesuai dengan karakter dan latar belakang pemain. Pelatih juga menunjukkan kesetaraan komunikasi antar pemain baik senior maupun junior, untuk membentuk solidaritas tim. Selain komunikasi verbal, penggunaan komunikasi nonverbal dan pengulangan pesan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana komunikasi yang positif. Strategi komunikasi ini secara signifikan berkontribusi dalam membentuk budaya tim yang menjunjung nilai respek, keterbukaan, kedisiplinan sehingga mendukung terciptanya kerjasama tim yang solid.
Komunikasi Pemasaran Global Merk Mills: Studi Kasus Ekspansi Pasar Internasional Wijaya, Endrio Chandra; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36806

Abstract

This study examines the brand communication tactics used by Mills, a regional sportswear company from Indonesia, to penetrate the international market. Mills chose to implement a global branding strategy amid challenges such as declining local purchasing power and the dominance of multinational giants such as Nike and Adidas. The study identified key tactics, such as international partnerships with football teams, influencer marketing, integrated social media campaigns, and culturally sensitive branding messages, using qualitative case study techniques that included in-depth interviews and document analysis. The results show that through collaborations with international clubs, authenticity initiatives such as product holograms, and narrative advertising such as ‘From Indonesia to the World,’ Mills has successfully increased brand awareness. The study found that when brand communication is digitally optimised and culturally sensitive, it can strengthen national identity and product credibility while enabling local companies to compete at a global level. Penelitian ini mengkaji taktik komunikasi merek yang digunakan oleh Mills, sebuah perusahaan pakaian olahraga regional asal Indonesia untuk menembus pasar internasional. Mills memilih untuk menerapkan strategi branding global di tengah tantangan seperti menurunnya daya beli lokal dan dominasi raksasa multinasional seperti Nike dan Adidas. Studi ini menemukan taktik penting, seperti kemitraan internasional dengan tim sepak bola, pemasaran influencer, kampanye media sosial terintegrasi, dan pesan branding yang sensitif secara budaya, menggunakan teknik studi kasus kualitatif yang meliputi wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kolaborasi dengan klub-klub internasional, inisiatif keaslian seperti hologram produk, dan iklan cerita seperti “Dari Indonesia ke Dunia,” Mills berhasil meningkatkan kesadaran merek. Studi ini menemukan bahwa ketika komunikasi merek dioptimalkan secara digital dan sensitif secara budaya, hal ini dapat memperkuat identitas nasional dan kredibilitas produk sambil memungkinkan perusahaan lokal bersaing di tingkat global.
Pengaruh Konten Edukatif TikTok @sihoodiekuning terhadap Literasi Digital Mahasiswa Gen Z UNTAR Syam, Sherly Oktaviani; Junaidi, Ahmad
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36807

Abstract

This study aims to analyze the influence of educational content from the TikTok account @sihoodiekuning on the digital literacy of Generation Z students at Tarumanagara University. The TikTok account @sihoodiekuning has garnered four hundred seventy-five thousand followers and millions of likes across its videos. As a popular social media platform among Generation Z, TikTok provides a space for creators like @sihoodiekuning to deliver relevant educational content. With an interactive visual approach, the content offered by this account includes tutorials, practical tips, discussions on social issues, and general knowledge. This account aligns with the needs of Generation Z students for informal learning and enchancing their digital literacy. The study adopts a descriptive quantitative approach with an online survey method. The sample comprises 50 respondents selected using purposive sampling techniques. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using sample linear regression with SPSS software. The findings reveal a significant positive influence on students’ abilities to evaluate information, digital creativity, and communication skills. Educational content in the form of tutorials and practical tips was found to be the most effective in enchancing the digital literacy of Generation Z students. This research highlights the potential of TikTok as a relevant informal learning medium to support the digital literacy of younger generations. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten edukatif dari akun TikTok @sihoodiekuning terhadap literasi digital mahasiswa Generasi Z Universitas Tarumanagara. Akun TikTok @sihoodiekuning memiliki jumlah pengikut yang mencapai empat ratus tujuh puluh lima ribu dengan jutaan likes pada berbagai videonya. TikTok sebagai platform media sosial yang popular di kalangan Generasi Z memberikan ruang bagi kreator seperti @sihoodiekuning untuk menyampaikan konten edukatif yang relevan. Dengan pendekatan visual yang interaktif, konten-konten yang disajikan oleh akun ini meliputi tutorial, tips praktis, diskusi isu sosial, hingga pengetahuan umum. Akun ini relevan dengan kebutuhan mahasiswa Generasi Z untuk belajar secara informal dan mengembangkan literasi digital yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei online. Sampel terdiri dari 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan dianalis dengan regresi linear sederhana memakai perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi informasi, kreativitas digital, dan keterampilan komunikasi mahasiswa. Konten edukatif yang berbentuk tutorial dan tips dianggap paling efektif dalam meningkatkan literasi digital mahasiswa Generasi Z. Penelitian ini mengungkap potensi TikTok sebagai media pembelajaran informal yang relevan dalam mendukung literasi digital generasi muda.
Komunikasi Persuasif dalam Mempertahankan Citra Perusahaan Distribusi Prasetio, Dennys; Loisa, Riris
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36809

Abstract

Persuasive communication can maintain a company's image. This study aims to analyse the persuasive communication used by companies in their efforts to maintain their image in the public eye, in this case, distributor retailers. Persuasive communication focuses on persuading others, while a company's image is a mental representation of the company. The study was conducted on ice cream distribution companies using a qualitative approach. Data was obtained through in-depth interviews with company leaders and employees, as well as field observations. The data was processed using codification. The results of the study show that the persuasive communication techniques used by the company demonstrate how persuasive communication is tailored to the stakeholders who are the targets of persuasion. It begins with identifying the conditions of the stakeholders, which is the starting point for persuading them to build trust in the company's image. The persuasion techniques applied by ice cream distribution companies to maintain their image in the minds of retailers are carried out using integration techniques through personification, icing techniques, incentive techniques, namely by seeking solutions in the form of a middle ground that benefits both parties, and reward techniques. Komunikasi persuasif mampu mempertahankan citra perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi persuasif yang dilakukan oleh perusahaan dalam usahanya mempertahankan citra di mata publik dalam hal ini pengecer perusahaan distributor. Komunikasi persuasif berpusat pada membujuk orang lain, sedangkan citra perusahaan merupakan representasi mental mengenai perusahaan. Penelitian dilakukan pada perusahaan distributor es-krim dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pimpinan perusahaan dan karyawan, serta observasi di lapangan. Data diolah dengan kodifikasi. Hasil penelitian memperlihatkan teknik-teknik komunikasi persuasif yang dilakukan perusahaan menunjukkan bagaimana komunikasi persuasif disesuikan dengan pemangku kepentingan yang menjadi target persuasi. Diawali dengan identifikasi kondisi pemangku kepentingan yang menjadi titik tolak untuk melakukan persuasi membangun kepercayaan citra perusahaan. Teknik-teknik persuasi yang diterapkan perusahaan distribusi es krim untuk mempertahankan citra perusahaan di benak pengecernya dilakukan dengan teknik integrasi melalui personifikasi, teknik icing, teknik teknik insentif, yaitu dengan mencari solusi berupa jalan tengah yang memberi manfaat kepada kedua belah pihak dan teknik imbalan.
Komunikasi Spiritual dalam Ritual Pemakaman Korea pada Film Exhuma (2024) Tirta, Evaria; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36810

Abstract

This study explores the representation of spiritual communication in Korean funeral rituals as depicted in the film Exhuma (2024). Using Charles Sanders Peirce's semiotic approach, the researcher identifies how visual, auditory, and gestural signs form patterns of communication between humans and spirits rooted in Korean cultural traditions. The theoretical framework used includes the concepts of spiritual communication, Peirce's semiotics, and the study of ritual symbols related to the use of incense, offerings, trance, ritual songs, and symbolic objects. This study uses descriptive qualitative methods through audiovisual observation and literature review. The results show that the film establishes spiritual communication through three stages: invocation through mantras and ritual objects, interaction through trance in the medium, and purification through symbolic offerings. The entire process is shaped by the relationship between icons, indices, and symbols that construct spiritual meaning in the film's narrative. The study concludes that Exhuma represents Korean spiritual traditions through a sign structure that reflects ancestral reverence and ritual communication patterns, thus functioning as a medium for conveying cultural and spiritual values. Penelitian ini menggali representasi komunikasi spiritual dalam ritual pemakaman Korea yang ditampilkan dalam film Exhuma (2024). Dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, peneliti mengidentifikasi bagaimana tanda visual, auditori, dan gestural membentuk pola komunikasi manusia dan roh yang berakar pada tradisi budaya Korea. Kerangka teori yang digunakan mencakup konsep komunikasi spiritual, semiotika Peirce, serta kajian simbol ritual yang berkaitan dengan penggunaan dupa, sesaji, trance, nyanyian ritual, dan objek simbolik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi audiovisual dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film membangun komunikasi spiritual melalui tiga tahapan, yaitu pemanggilan melalui mantra dan benda ritual, interaksi melalui trance pada medium, serta penyucian melalui persembahan simbolik. Seluruh proses tersebut dibentuk oleh hubungan ikon, indeks, dan simbol yang menyusun makna spiritual di dalam narasi film. Penelitian menyimpulkan bahwa Exhuma merepresentasikan tradisi spiritual Korea melalui struktur tanda yang mencerminkan penghormatan leluhur dan pola komunikasi ritual, sehingga film berfungsi sebagai media penyampai nilai budaya dan spiritual.
Konsumsi Informasi Politik Gen Z di TikTok: Studi Kasus Isu Tunjangan Tempat Tinggal DPR Aurelia, Frisca; Candraningrum, Diah Ayu
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36811

Abstract

The development of technology and social media has brought changes to information consumption patterns, especially among Generation Z who tend to prefer short, fast, and easily accessible content. TikTok, a platform that has grown rapidly in Indonesia, is no longer limited to functioning as an entertainment medium but has also become a space for disseminating information, including political issues such as the controversy over the housing allowance of the House of Representatives (DPR). This study analyzes the political information consumption patterns of Generation Z on TikTok using the Uses and Gratifications theory and Information Seeking Gratifications. This research employs a qualitative approach through in-depth interviews and digital observation, with the findings validated using the member check technique to ensure data accuracy. The results show that Generation Z’s political information consumption patterns are shaped by TikTok’s algorithm and the characteristics of short-form content that are easily absorbed. Although the understanding gained tends to be basic, this pattern effectively motivates Generation Z to actively seek more in-depth information. The study emphasizes that TikTok is effective in shaping young people’s political understanding, despite various challenges related to accuracy and information quality. Perkembangan teknologi dan media sosial membawa perubahan dalam pola konsumsi informasi, khususnya pada kalangan Gen Z yang cenderung menyukai konten singkat, cepat dan mudah diakses. TikTok, sebuah platform dengan perkembangan yang sangat pesat di Indonesia kini tidak lagi berperan sebatas sebagai media hiburan melainkan juga sebagai wadah penyebaran informasi, termasuk isu politik, seperti kontroversi tunjangan tempat tinggal DPR. Penelitian ini menganalisis pola konsumsi informasi politik Gen Z di TikTok dengan menggunakan teori Uses and Gratifications dan Information Seeking gratifications. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif berupa wawancara mendalam dan observasi digital, hasil temuan kemudian divalidasi dengan teknik member check untuk memastikan akurasi data. Hasil penelitian memperlihatkan pola konsumsi informasi politik Gen Z dibentuk oleh algoritma TikTok dan karakteristik konten singkat yang mudah diterima. Meskipun pemahaman yang diperoleh berupa pemahaman yang mendasar terkait sebuah isu, pola ini efektif memberikan motivasi bagi Gen Z untuk aktif mencari sebuah informasi yang lebih mendalam. Penelitian ini menegaskan TikTok yang efektif membentuk pemahaman politik generasi muda dengan berbagai tantangan akurasi serta kualitas informasi yang muncul.