cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 478 Documents
Back Matters Vol. 5 No. 1 Irena, Lydia
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.36930

Abstract

Back Matters Vol. 5 No. 1
Hubungan Genre Musik dengan Gaya Berpakaian Mahasiswa Marchelino, Gabriel; Junaidi, Ahmad
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.36933

Abstract

Music is not merely a companion to fill the silence, and clothing is not merely protection for the body. Both have merged into a silent language that tells the story of who they really are. This study stems from an interesting phenomenon on campus, where the diversity of music genres—from energetic hip-hop beats, stylish K-pop aesthetics, to poetic indie melodies—seems to be in harmony with the clothing styles of their listeners. This study aims to trace the relationship: to what extent does the music listened to influence students' decisions in choosing their clothing style? This study views students as active individuals who consciously choose music to fulfil their inner needs. This satisfaction is then expressed through artifactual communication, making clothing a ‘stage’ for self-presentation. Using a quantitative approach, this study voices the opinions of 100 Tarumanagara University students who participated as respondents. The collected data was then statistically processed to identify patterns of cause and effect. The results of this study tell a powerful story: there is a clear and significant influence between the genre of music listened to and students' clothing styles. The findings show that 50.1% of the variation in students' clothing styles is shaped by their musical tastes. This confirms that for Tarumanagara University students, music is an integral part of their identity. What enters their ears is visualised through what they wear, making music one of the main determinants in expressing their identity in social spaces. Musik bukan sekadar teman pengisi kesunyian, dan pakaian bukan hanya sekadar pelindung tubuh. Keduanya telah melebur menjadi bahasa diam yang menceritakan siapa mereka sebenarnya. Penelitian ini berangkat dari fenomena menarik di lingkungan kampus, di mana keragaman genre musik—mulai dari beats Hip-Hop yang energik, estetika K-Pop yang stylish, hingga alunan Indie yang puitis tampak selaras dengan gaya berpakaian yang dikenakan oleh para pendengarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri jejak hubungan tersebut: seberapa besar musik yang didengar mampu memengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih gaya berpakaian mereka? Penelitian ini memandang mahasiswa sebagai individu aktif yang sadar memilih musik untuk memenuhi kebutuhan batinnya. Kepuasan inilah yang kemudian terpancar keluar melalui komunikasi artifaktual, menjadikan pakaian sebagai "panggung" presentasi diri. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini menyuarakan pendapat dari 100 mahasiswa Universitas Tarumanagara yang menjadi responden. Data yang terkumpul kemudian diolah secara statistik untuk melihat pola hubungan sebab-akibat yang terjadi. Hasil penelitian ini membawa sebuah cerita yang kuat: terdapat pengaruh yang nyata dan signifikan antara genre musik yang didengar terhadap gaya berpakaian mahasiswa. Temuan data menunjukkan bahwa sebesar 50,1% variasi gaya berpakaian mahasiswa dibentuk oleh selera musik mereka. Hal ini menegaskan bahwa bagi mahasiswa Universitas Tarumanagara, musik adalah bagian tak terpisahkan dari identitas diri. Apa yang masuk ke telinga mereka, tervisualisasi melalui apa yang mereka kenakan, menjadikan musik sebagai salah satu penentu utama dalam mengekspresikan jati diri di ruang sosial.
Pengaruh Daya Tarik Konten dan Kredibilitas Penyiar Daring terhadap Persepsi Penonton (Studi Akun Youtube Set1awanade) Caesar, Varriendo Octarius; Loisa, Riris
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.36983

Abstract

This research aims to analyze the influence of content attractiveness and online broadcaster credibility on viewers’ perception within the context of digital entertainment broadcasts. The study employed a quantitative method by distributing questionnaires to respondents who actively and routinely watch online streaming programs on various platforms. The results reveal that content attractiveness has a significant positive effect on viewers’ perception. Content that is engaging, relevant, creative, informative, and able to maintain audience attention is proven to shape favorable evaluations. Conversely, online broadcaster credibility does not show a significant influence on viewers’ perception, indicating that audiences tend to prioritize the quality of content presentation over personal image, trustworthiness, or expertise of the broadcaster. However, both variables still contribute simultaneously to forming perception, although with different levels of influence. These findings emphasize that in digital entertainment, strong content quality and attractive presentation act as the key elements in developing audience perception and enhancing their overall viewing experience. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik konten dan kredibilitas penyiar daring terhadap persepsi penonton dalam konteks siaran hiburan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang aktif menonton tayangan daring secara rutin. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya tarik konten memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi penonton. Konten yang menarik, relevan, kreatif, informatif, serta mampu mempertahankan perhatian audiens terbukti membentuk penilaian yang positif terhadap tayangan yang disajikan. Sebaliknya, kredibilitas penyiar daring tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap persepsi penonton, yang mengindikasikan bahwa audiens lebih menilai kualitas penyajian konten dibandingkan citra personal, keahlian, maupun tingkat kepercayaan terhadap penyiar. Meskipun demikian, secara simultan kedua variabel tetap memberikan kontribusi dalam membentuk persepsi penonton, meskipun dengan tingkat pengaruh yang berbeda. Temuan ini menegaskan bahwa dalam siaran hiburan daring, kualitas dan daya tarik konten menjadi elemen utama dalam membangun persepsi audiens serta meningkatkan pengalaman menonton secara keseluruhan pada platform digital.
Kredibilitas Berita pada Akun Media Sosial dalam Meningkatkan Kepercayaan Followers Salim, Felicia; Loisa, Riris
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.36985

Abstract

This research is driven by the fast spread of information on social media, which requires trustworthy news to keep public faith. The primary question is how news credibility on the Instagram account @vereditum affects followers' trust. This study takes a quantitative approach, conducting a cross-sectional survey of 100 participants chosen using purposeful sampling. The primary ideas are news trustworthiness and follower trust, both measured using a Likert scale. Data was gathered through closed-ended questionnaires and documentation, then evaluated using validity and reliability studies, descriptive analysis, and simple linear regression. The findings indicate that news trustworthiness has a favorable and substantial influence on followers' confidence, as shown by the regression equation Y = 10. 312 + 0. 750X. An R Square value of 0. 492 suggests that about half of the variance in followers' trust is accounted for by news trustworthiness. These findings emphasize the significance of correctness, consistency, and dependability of information in gaining followers' confidence, as well as the function of news stories on social media as reliable sources of information. Penelitian ini didorong oleh penyebaran informasi yang cepat di media sosial, yang membutuhkan berita yang dapat dipercaya untuk menjaga kepercayaan publik. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana kredibilitas berita di akun Instagram @vereditum memengaruhi kepercayaan pengikut. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan melakukan survei lintas sektoral terhadap 100 partisipan yang dipilih menggunakan pengambilan sampel bertujuan. Ide utamanya adalah kepercayaan berita dan kepercayaan pengikut, keduanya diukur menggunakan skala Likert. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dokumentasi, kemudian dievaluasi menggunakan studi validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, dan regresi linier sederhana. Temuan menunjukkan bahwa kepercayaan berita memiliki pengaruh yang menguntungkan dan substansial terhadap kepercayaan pengikut, seperti yang ditunjukkan oleh persamaan regresi Y = 10,312 + 0,750X. Nilai R Kuadrat sebesar 0,492 menunjukkan bahwa sekitar setengah dari varians dalam kepercayaan pengikut dijelaskan oleh kepercayaan berita. Temuan ini menekankan pentingnya kebenaran, konsistensi, dan keandalan informasi dalam memperoleh kepercayaan pengikut, serta fungsi berita di media sosial sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan.
Fenomena Padel dan Pembentukan Identitas Sosial Gen Z di Indonesia Ratulie, Jevelin Virgin; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.36986

Abstract

This study examines the phenomenon of padel, sporting activity, as an emerging lifestyle practice among Generation Z in Indonesia and its role in shaping social identity. Using a qualitative phenomenological approach, the research explores the lived experiences of seven Gen Z padel players in urban settings. The findings reveal that padel is perceived not merely as a recreational sport but as a marker of modern identity, social belonging, and digital self-presentation. Social media plays a central role in introducing padel, reinforcing its symbolic value, and enabling the performance of identity through visual representation. Padel also functions as a social arena that facilitates interpersonal connection, community formation, and network expansion. Additionally, the activity serves as a means of emotional regulation, supporting Gen Z's efforts to manage stress and maintain psychological well-being. The study highlights how global cultural flows, digital communication, and lifestyle aspirations converge to position padel as a symbolic and socially meaningful practice within the everyday lives of Indonesian Gen Z. Penelitian ini menganalisis fenomena olahraga padel sebagai praktik gaya hidup yang berkembang di kalangan Generasi Z di Indonesia serta perannya dalam pembentukan identitas sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman hidup tujuh pemain padel Gen Z di kawasan urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padel dipahami bukan semata sebagai olahraga rekreasi, tetapi sebagai penanda identitas modern, keanggotaan sosial, dan representasi diri di ruang digital. Media sosial berperan penting dalam memperkenalkan padel, memperkuat nilai simboliknya, serta memfasilitasi performativitas identitas melalui representasi visual. Padel juga menjadi ruang sosial untuk membangun kedekatan, membentuk komunitas, dan memperluas jejaring. Selain itu, aktivitas ini berfungsi sebagai mekanisme regulasi emosi yang membantu Gen Z mengelola tekanan hidup dan menjaga kesejahteraan psikologis. Temuan penelitian memperlihatkan bagaimana arus budaya global, komunikasi digital, dan aspirasi gaya hidup berinteraksi dalam menjadikan padel sebagai praktik simbolik yang bermakna dalam kehidupan Gen Z di Indonesia.
Satir dan Representasi Budaya Pop dalam Kolaborasi The Simpsons X Balenciaga Vianny, Kahlaa Aisya; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.36987

Abstract

This study analyzes the satirical representation in The Simpsons x Balenciaga collaboration through visual analysis and semi-structured interviews. The background of the research stems from the increasingly widespread collaboration between popular culture and the fashion industry in the digital era, where animated media is used as a medium for branding and social commentary. The aim of the study was to understand how satirical humor and Balenciaga's brand identity are constructed through visual elements, and how audiences interpret these messages. The research method used qualitative content analysis with a focus on visual symbols, color, composition, and character gestures, supplemented by interviews with three informants from diverse backgrounds to enrich perspectives. The results show that Balenciaga maintains its visual identity through oversized silhouettes, monochrome colors, and avant-garde aesthetics, while The Simpsons presents satirical humor to critique social status, symbolic authority, and body standards in the fashion industry. Audience interpretations varied: some deeply grasped the social critique, some only saw the comedic elements, while others highlighted the brand's communication strategy. In conclusion, this collaboration demonstrates that popular media can be both a space for brand representation and a means of social commentary, with meanings open to diverse audience interpretations. Penelitian ini menganalisis representasi satir dalam kolaborasi The Simpsons x Balenciaga melalui pendekatan analisis visual dan wawancara semi-terstruktur. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena kolaborasi antara budaya populer dan industri fashion yang semakin marak di era digital, di mana media animasi digunakan sebagai medium branding sekaligus komentar sosial. Tujuan penelitian adalah memahami bagaimana humor satir dan identitas brand Balenciaga dibangun melalui elemen visual, serta bagaimana audiens menafsirkan pesan tersebut. Metode penelitian menggunakan analisis isi kualitatif dengan fokus pada simbol visual, warna, komposisi, dan gestur karakter, dilengkapi wawancara dengan tiga informan dari latar belakang berbeda untuk memperkaya perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balenciaga mempertahankan identitas visualnya melalui siluet oversized, warna monokrom, dan estetika avant-garde, sementara The Simpsons menghadirkan humor satir untuk mengkritisi status sosial, otoritas simbolik, dan standar tubuh dalam industri mode. Interpretasi audiens beragam: sebagian menangkap kritik sosial secara mendalam, sebagian hanya melihat unsur komedi, sementara lainnya menyoroti strategi komunikasi merek. Kesimpulannya, kolaborasi ini memperlihatkan bahwa media populer dapat menjadi ruang representasi brand sekaligus sarana komentar sosial, dengan makna yang terbuka bagi beragam interpretasi audiens.
Analisis Regresi Komunikasi Pemasaran terhadap Minat Menonton Film Siksa Kubur di Instagram Edsel, Audric; Sari, Wulan Purnama
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.36988

Abstract

For ordinary Indonesian audiences who view films as a form of entertainment, the availability of online streaming platforms remains a key factor in deciding whether to watch a film in theaters or wait for it to be available at home. In the modern era where social media is inseparable from people's daily lives, competition seems to be intensifying among business actors, including a number of production houses in Indonesia, competing to build brand awareness while simultaneously marketing their films to the general public by keeping up with current trends. This study was conducted to analyze and describe the impact of production house marketing communications on Instagram on interest in watching the film Siksa Kubur. The method used was numerically descriptive, and a list of statements was distributed with a Likert scale assessment. 100 respondents were selected as the population and sample of the study using purposive sampling. The regression test results were 3.706 and 0.242, respectively, and the hypothesis test rejected H0 and accepted H1. The results showed that there were eight elements of the marketing communication mix and three aspects of viewing interest were used as a theoretical basis. The analyzed data indicated that marketing communications had a significant impact on viewing interest. Bagi penonton awam Indonesia yang menjadikan tontonan film sebagai bentuk hiburan, ketersediaan platform online streaming masih menjadi salah satu acuan dalam mengambil keputusan untuk menonton film di bioskop atau menunggu film tersebut dapat diakses di rumah. Di tengah era modern di mana keberadaan media sosial tidak dapat dipisahkan dari keseharian manusia, tampaknya kesengitan terjadi antara para pelaku usaha, termasuk sejumlah rumah produksi di Indonesia yang bersaing untuk membangun brand awareness perusahaan sekaligus memasarkan film-film keluarannya kepada khalayak umum dengan mengikuti perkembangan zaman yang cenderung mengedepankan tren. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mendeskripsikan dampak komunikasi pemasaran rumah produksi di Instagram pada minat menonton film Siksa Kubur. Metode yang digunakan berbasis angka dengan sifat deskriptif, lalu menyebarkan daftar pernyataan dengan penilaian menggunakan skala likert. Terseleksi 100 responden sebagai populasi dan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil uji regresi 3,706 dan 0,242, kemudian uji hipotesis menolak H0 dan menerima H1. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat delapan elemen bauran komunikasi pemasaran serta tiga aspek minat menonton digunakan sebagai landasan teori. Data yang dianalisis mengindikasikan bahwa komunikasi pemasaran memiliki dampak yang berarti pada minat menonton.
Komunikasi Digital Membangun Loyalitas Pelanggan Somethinc dalam Shopee Tanuwijaya, Rio; Sari, Wulan Purnama
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.36999

Abstract

Digital communication has become an important component of customer engagement strategies in e-commerce platforms. This study analyzes how digital communication contributes to the development of customer loyalty toward the Somethinc brand on Shopee. The theoretical framework covers interactivity, information quality, responsiveness, and participation as indicators of digital communication. A quantitative method was applied through a survey of one hundred respondents selected using purposive sampling. Data analysis includes validity testing, reliability testing, normality testing, Pearson correlation, simple linear regression, and the t test using SPSS software. Results show that digital communication has a positive and significant effect on customer loyalty. The coefficient of determination indicates that digital communication contributes 5.9 percent to loyalty, while the remaining percentage is influenced by other external variables. The regression coefficient confirms that each unit increase in digital communication contributes to an increase in customer loyalty. These findings emphasize the significance of well managed digital communication in supporting brand consistency and sustaining customer loyalty in competitive e-commerce environments. Komunikasi digital menjadi bagian penting dalam mengelola hubungan antara merek dan pelanggan pada platform e-commerce. Penelitian ini menganalisis kontribusi komunikasi digital terhadap pembentukan loyalitas pelanggan Somethinc di Shopee. Kerangka teori mencakup interaktivitas, kualitas informasi, responsivitas, dan partisipasi sebagai indikator komunikasi digital. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap seratus responden melalui teknik purposive sampling. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi Pearson, regresi linear sederhana, serta uji t dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa komunikasi digital memberikan kontribusi sebesar 5.9 persen terhadap loyalitas, sedangkan persentase lainnya dipengaruhi oleh faktor eksternal. Koefisien regresi mengonfirmasi bahwa peningkatan komunikasi digital berhubungan dengan peningkatan loyalitas pelanggan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan komunikasi digital sebagai strategi untuk mempertahankan loyalitas di tengah persaingan e-commerce.
Strategi Komunikasi Dalam Sosialisasi Rancangan Undang-Undang di Pusat Polhukham Olgasius, Juan; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.37000

Abstract

This study examines the social campaign strategies implemented by the Coordinating Ministry for Political, Legal, and Security Affairs (POLHUKHAM) in disseminating laws to the Indonesian public. Amid rapid technological developments and diverse public characteristics, effective legal communication requires adaptive, structured, and data-driven approaches. This study uses social campaign theory to analyze POLHUKHAM’s social campaign strategies in the dissemination of laws and regulations. Using a descriptive qualitative method with a case study design, this research analyzes how POLHUKHAM formulates, implements, and evaluates its social campaigns through interviews, observations, and document analysis. The findings show that the campaigns are carried out through systematic stages, starting from situational analysis, goal formulation, key message design, media selection, and continuous monitoring and evaluation. Campaign messages are crafted to meet the public’s cognitive, affective, social, and integrative needs, enabling citizens to better understand their legal rights and obligations. POLHUKHAM applies a hybrid communication model that combines direct consultations, public discussions, field visits, and digital platforms to adapt to geographical, social, and technological conditions. Source credibility, transparency, and public participation are key factors in the campaign’s success. Evaluation is conducted collaboratively to refine regulations and ensure their alignment with public needs. In conclusion, the findings affirm that POLHUKHAM’s legal dissemination efforts constitute a strategic, participatory, and adaptive initiative aimed at enhancing legal literacy, public trust, and regulatory legitimacy in Indonesia.   Penelitian ini mengkaji strategi kampanye sosial yang diterapkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (POLHUKHAM) dalam mensosialisasikan undang-undang kepada masyarakat Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan keragaman karakteristik publik, komunikasi hukum yang efektif memerlukan pendekatan yang adaptif, terstruktur, dan berbasis data. Penelitian ini menggunakan social campaign theory untuk menganalisis strategi kampanye sosial POLHUKHAM dalam sosialisasi undang-undang. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, penelitian ini menganalisis bagaimana POLHUKHAM merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi kampanye sosial melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye dilaksanakan melalui tahapan sistematis mulai dari analisis situasi, perumusan tujuan, perancangan pesan kunci, pemilihan media, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Pesan kampanye disusun untuk memenuhi kebutuhan kognitif, afektif, sosial, dan integratif masyarakat sehingga publik lebih memahami hak dan kewajiban hukum mereka. POLHUKHAM menerapkan model komunikasi hybrid menggabungkan konsultasi langsung, diskusi publik, kunjungan lapangan, dan platform digital untuk menyesuaikan kondisi geografis, sosial, dan teknologi. Kredibilitas sumber, transparansi, dan partisipasi publik menjadi faktor penting keberhasilan kampanye. Evaluasi dilakukan secara kolaboratif untuk menyempurnakan regulasi dan memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat. Kesimpulannya, temuan menegaskan bahwa sosialisasi hukum POLHUKHAM merupakan upaya strategis, partisipatif, dan adaptif untuk meningkatkan literasi hukum, kepercayaan publik, dan legitimasi regulasi di Indonesia.
Kontribusi Organisasi dalam Mendukung Proses Adaptasi Budaya Mahasiswa Rantau (Indonesia Bolaang Mongondow Bandung) Amore, Abigail Paquita; Setyanto, Yugih
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.37001

Abstract

Increasing educational mobility has encouraged students to pursue higher education outside their regions of origin, leading to the emergence of migrant students. This condition requires adaptation to new social and cultural environments, which often results in culture shock due to differences in language, values, customs, and social interaction patterns. Based on the concepts of cultural adaptation and social support, this study aims to analyze the role of the Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow (KPMIBM) Bandung Branch in assisting its members in coping with culture shock. This research employed a qualitative approach using in-depth interviews and observations involving members of the KPMIBM Bandung Branch. The findings indicate that KPMIBM functions as a provider of social support and mentoring through peer interaction, senior guidance, and organizational activities. These roles help members reduce anxiety, overcome communication barriers, and minimize feelings of isolation during the early stages of migration. In conclusion, regional student organizations play an important role in supporting the cultural adaptation of migrant students in multicultural educational environments. Meningkatnya mobilitas pendidikan mendorong mahasiswa menempuh studi di luar daerah asal dan memunculkan fenomena mahasiswa perantau. Proses perantauan menuntut kemampuan adaptasi terhadap lingkungan sosial dan budaya baru yang sering kali menimbulkan culture shock akibat perbedaan bahasa, nilai, norma, kebiasaan, dan pola interaksi sosial. Berdasarkan konsep adaptasi budaya dan dukungan sosial, penelitian ini bertujuan menganalisis peran Organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mogondow (KPMIBM) Cabang Bandung dalam membantu anggotanya menghadapi culture shock. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap anggota KPMIBM Cabang Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organisasi KPMIBM Cabang Bandung berperan sebagai wadah dukungan sosial dan pendampingan melalui interaksi antarsesama anggota, bimbingan senior, serta kegiatan organisasi. Peran tersebut membantu mahasiswa mengurangi kecemasan, mengatasi hambatan komunikasi, dan mengurangi rasa keterasingan pada masa awal perantauan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa organisasi mahasiswa kedaerahan memiliki peran penting dalam mendukung proses adaptasi budaya mahasiswa perantau di lingkungan pendidikan multikultural.