cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Manajemen Citra Media di Era Digital: Strategi PR Majalah Sunday Louise, Jane; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35418

Abstract

One of the primary challenges faced by media companies today is the emergence of various alternative sources of information that are faster and more easily accessible to the public. Consequently, magazines, including Sunday Magazine, must adapt and develop more innovative public relations strategies to retain readers and build public trust. Public relations is a strategic effort aimed at fostering and maintaining positive relationships between an organization and its audiences. Meanwhile, corporate image refers to the public’s perception of an organization’s identity, values, and reputation. This study employs a qualitative research method using a case study approach. Data were collected through interviews with public relations practitioners of Sunday Magazine as well as followers of its Instagram account, @majalahsunday. The data were analyzed using thematic analysis and coding techniques to identify recurring patterns and themes. The findings reveal that Sunday Magazine’s public relations strategy was implemented through four stages: (1) fact-finding by monitoring the Instagram community and conducting a SWOT analysis, (2) planning through the development of brand and content guidelines, (3) communication via the publication of standardized content and inclusive two-way interactions, and (4) evaluation through ongoing monitoring of social media management and feedback for continuous improvement. Furthermore, clarity of messaging, consistency of style, visual professionalism, and prompt yet empathetic responses in crisis situations play a crucial role in maintaining the magazine’s corporate image. Salah satu tantangan utama yang dihadapi perusahaan media saat ini adalah munculnya berbagai sumber informasi alternatif yang lebih cepat dan mudah diakses oleh publik. Oleh karena itu, majalah, termasuk Sunday Magazine, harus beradaptasi dan mengembangkan strategi public relations yang lebih inovatif untuk mempertahankan pembaca sekaligus membangun kepercayaan publik. Public relations merupakan upaya strategis yang bertujuan untuk membangun dan memelihara hubungan positif antara organisasi dengan khalayaknya. Sementara itu, citra perusahaan mengacu pada persepsi publik terhadap identitas, nilai, dan reputasi organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan praktisi public relations Sunday Magazine serta pengikut akun Instagram @majalahsunday. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik dan pengkodean untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi public relations Sunday Magazine dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: (1) pencarian fakta dengan memantau komunitas Instagram dan melakukan analisis SWOT, (2) perencanaan melalui penyusunan brand guidelines dan content guidelines, (3) komunikasi melalui publikasi konten yang terstandarisasi dan interaksi dua arah yang inklusif, serta (4) evaluasi dengan memantau pengelolaan media sosial dan umpan balik untuk perbaikan berkelanjutan. Selain itu, kejelasan pesan, konsistensi gaya, profesionalisme visual, serta respons cepat dan empatik dalam menghadapi krisis menjadi faktor penting dalam menjaga citra Sunday Magazine.
Adaptasi dan Komunikasi Antarbudaya pada Suster Baru di Biara Julina Harefa; Riris Loisa
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35419

Abstract

This study aims to analyze intercultural communication among newly admitted nuns, particularly in the context of their social and spiritual adaptation within a multicultural monastic environment. In many monasteries, nuns come from diverse cultural, linguistic, and customary backgrounds, making the communication process both a challenge and an opportunity to foster sisterhood. Employing a qualitative approach with a phenomenological method, this research draws its data from junior nuns originating from various regions in Indonesia, including Sumba, Manado, Padang, and Medan. Data were collected through in-depth interviews with four nuns who have been living in the monastery for 1 to 3 years. The findings indicate that despite their cultural differences, the nuns are able to adapt and establish effective communication within the monastic community. Key factors that facilitate this process include universal religious values, a shared sense of purpose, and openness to others. Additionally, the study highlights the significant role of religious symbols and shared rituals in fostering unity and a sense of belonging among the nuns in the face of cultural diversity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antarbudaya pada para suster yang baru memasuki kehidupan biara, khususnya dalam konteks adaptasi sosial dan spiritual di lingkungan yang multikultural. Di dalam biara, para suster kerap berasal dari latar belakang budaya, bahasa, dan adat istiadat yang beragam, sehingga proses komunikasi menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mempererat rasa persaudaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Narasumber penelitian adalah para suster yunior yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumba, Manado, Padang, dan Medan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat suster dari beberapa biara di Indonesia, yang baru menjalani kehidupan religius selama 1 hingga 3 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki latar belakang budaya yang berbeda, para suster mampu beradaptasi dan membangun komunikasi yang efektif dalam komunitas biara. Faktor-faktor seperti nilai-nilai religius yang bersifat universal, tujuan hidup bersama, dan sikap terbuka menjadi kunci dalam memfasilitasi komunikasi antarbudaya. Penelitian ini juga menemukan bahwa simbol-simbol keagamaan dan ritual bersama memainkan peran penting dalam menyatukan para suster di tengah perbedaan budaya yang ada.
Representasi Seorang Ibu Tunggal yang Gaya Komunikasi menjadi Kunci Dasar Hubungannya dengan Sang Anak Di Film “Susah Sinyal” Angel, Valentina Kyrie; Winduwati, Septia
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35420

Abstract

Film as a form of mass communication has a very important role in conveying messages to a wide audience. As a visual medium, film is able to combine audio and visual elements and through narrative, characters and visualization, film can create social or cultural representations and can influence people's opinions or behavior. In this research, the film being studied is entitled "Susah Signal", this film is researched with the aim that the audience can better understand and see how communication styles can damage and also improve the relationship between mother and child in the family. This research uses mass communication theory, interpersonal communication, family communication and semiotic theory. The methodology used in this film is a qualitative approach using Ferdinand de Saussure's semiotic case study method in processing the collection of existing data. In Semiotic Theory according to Ferdinand de Saussure, he has the main concepts developed, namely Signifier and Signified. Researchers processed data from several scenes in the film "Susah Signal" and then carried out the data validity process by interviewing a psychologist lecturer named Debora Basaria, Msi.Psi, Psychologist. The results of this research show that the film Susah Signal represents the communication style of a single mother, from initially having a communication style that tends to be one-way, such as her authoritarian parenting style, which is also quite harsh in reprimanding, so it often becomes the cause of conflict, to the stage of representing a change in communication style. Good behavior can be the key to resolving the conflict in this film. Film sebagai bentuk komunikasi massa memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan pesan kepada khalayak luas. Sebagai salah satu media visual, film mampu menggabungkan unsur-unsur audio dan visual dan melalalui narasi, karakter, serta visualisasi, film dapat menciptakan representasi sosial atau budaya serta dapat mempengaruhi opini atau perilaku masyarakat. Dalam penelitian ini Film yang diteliti berjudul “Susah Sinyal”, film ini diteliti dengan tujuan agar khalayak dapat lebih memahami dan dapat melihat bagaimana gaya komunikasi dapat merusak serta juga memperbaiki suatu hubungan ibu dan anak dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi massa, komunikasi antarpribadi, komunikasi keluarga dan teori semiotika. Metodologi yang dipakai dalam film ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus semiotika Ferdinand de Saussure dalam mengolah pengumpulan data-data yang ada. Dalam Teori Semiotika menurut Ferdinand de Saussure, ia memiliki konsep utama yang dikembangkan, yaitu Penanda (Signifier) dan Petanda (Signified). Peneliti mengolah data-data dari beberapa adegan di film “Susah Sinyal” ini kemudian dilakukan proses keabsahan data dengan mewawancarai seorang dosen psikolog bernama Debora Basaria, Msi.Psi, Psikolog. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Film Susah Sinyal merepresentasikan gaya komunikasi dari seorang ibu tunggal dari yang awalnya memiliki gaya komunikasi yang cenderung satu arah seperti gaya pola asuhnya yang otoriter juga cukup keras dalam menegur sehingga sering menjadi penyebab konflik, hingga pada tahap merepresentasikan perubahan gaya komunikasi yang baik dapat menjadi kunci penyelesaian konflik dalam film ini.
Peran Media Relation dalam Menangani Krisis pada Perusahaan Nurfitri, Aulia; Junaidi, Ahmad
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35421

Abstract

This study aims to analyze the media relations strategy implemented in handling the crisis arising from a car tire theft incident at a Central Jakarta mall. The case drew significant public attention because it raised security concerns that affected the mall’s image as a safe and comfortable public space. The research employed a qualitative approach with a case study method, supported by in-depth interviews and content analysis of media coverage related to the incident. The findings reveal that the company’s media relations strategy consisted of two main stages: first, delivering fast and transparent communication to ease public concerns; and second, reinforcing a positive image by distributing press releases through conventional media, particularly in the Central Jakarta area. The study concludes that the effectiveness of media relations in crisis management relies on the speed, transparency, and consistency of the messages conveyed, as well as the role of the media as a mediator shaping public perception. The study recommends the establishment of a proactive media relations team and the strengthening of collaboration with media outlets to minimize the impact of crises on the organization’s reputation. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi media relation yang diterapkan dalam penanganan krisis pada kasus pencurian ban mobil di Mal Jakarta Pusat. Peristiwa ini menarik perhatian publik karena melibatkan isu keamanan yang berdampak pada citra mal sebagai tempat umum yang aman dan nyaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam. Data juga diperoleh melalui analisis konten dari pemberitaan media massa terkait insiden tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi media relation yang diterapkan oleh perusahaan melibatkan dua tahap utama: pertama, komunikasi cepat dan transparan untuk meredakan kekhawatiran publik, dan kedua, penguatan citra positif dengan penyebaran press release pada media konvensional terutama di daerah Jakarta Pusat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas strategi media relation dalam penanganan krisis bergantung pada kecepatan, keterbukaan, dan konsistensi pesan yang disampaikan, serta peran media sebagai mediator yang mempengaruhi persepsi publik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya tim media relation yang proaktif dan penguatan kerjasama dengan media untuk mengurangi dampak krisis terhadap reputasi organisasi.
Analisis Semiotik Pesan Iklan @GojekIndonesia sebagai Media Informasi Hubert Jan Muaya; Wulan Purnama Sari
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35423

Abstract

This research aims to analyze the messages in Gojek advertisements as a medium of information using a semiotic approach based on Ferdinand de Saussure’s theory. Gojek advertisements were chosen as the subject of this study due to their success in capturing public attention and their significant role in conveying information to consumers. Saussure’s semiotic theory focuses on the concept of the sign, which consists of two main components: the signifier and the signified. This study seeks to identify how Gojek advertisements construct meaning through the relationship between the signifier and the signified within the conveyed message. By examining the visual and verbal content in Gojek ads, this research explores how symbolic elements—such as images, words, and contextual cues—interact to create meanings that are understood by the audience. The research method used is qualitative descriptive analysis, employing a literature review approach and data collection through documentation of Gojek advertisements circulated via digital media. The findings show that Gojek advertisements use a combination of visual elements—such as logos, colors, and images—and verbal elements—such as slogans and text messages—to communicate information about the convenience and speed of its services. Furthermore, these advertisements construct a meaning that associates Gojek with values such as innovation, efficiency, and affordability. Overall, this study concludes that through Saussure’s semiotic analysis, Gojek advertising can be understood as a complex sign system that functions to convey information while shaping social perceptions of the Gojek brand. Pendekatan semiotika Saussure menitikberatkan pada konsep tanda, yang terdiri dari dua unsur utama: penanda (signifier) dan petanda (signified). Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana makna dalam iklan Gojek terbentuk melalui hubungan antara penanda dan petanda dalam pesan yang disampaikan. Dengan menganalisis elemen visual dan verbal dalam iklan Gojek, penelitian ini menunjukkan bagaimana unsur-unsur simbolik seperti gambar, kata-kata, dan konteks bekerja secara sinergis untuk membentuk makna yang dapat dipahami oleh audiens. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dengan teknik studi pustaka serta pengumpulan data berupa dokumentasi iklan Gojek yang disebarluaskan melalui media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Gojek memadukan penanda visual seperti logo, warna, gambar, dan bahasa tubuh dengan penanda verbal seperti slogan dan teks untuk mengkomunikasikan kemudahan dan kecepatan layanan. Iklan-iklan tersebut juga membangun konotasi yang mengaitkan Gojek dengan nilai-nilai modernitas, efisiensi, dan keterjangkauan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa melalui analisis semiotika Saussurean, iklan Gojek dapat dipahami sebagai suatu sistem tanda yang kompleks, yang tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk persepsi sosial terhadap merek Gojek.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Mengubah Stigma Olahraga Billiard melalui Media Alternatif Sandy Ardianto Setiadjie; Farid
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35424

Abstract

Billiard Sports Media is an alternative media outlet that focuses entirely on the world of billiards. The presence of YouTube social media has facilitated effective communication between audiences and the media. Billiard Sports Media utilises YouTube social media as a medium for conveying information. This study uses the four pillars of social media support strategy theory according to Lon Safko and K. Brake (2009), namely communication, collaboration, education, and entertainment. The combination of content and the message to be conveyed is important in using digital platforms. This study uses qualitative methodology with data collection techniques of interviews and observation. In addition, this study was also conducted to determine how the use of YouTube social media by billiard media such as Billiard Sports Media can change the negative stigma of this sport into a positive one using the four pillars of social media strategy. Billiard Sports Media merupakan media alternatif yang membahas penuh tentang dunia biliar. Kehadiran media sosial YouTube menciptakan kemudahan komunikasi yang efektif antara penonton dengan media. Billiard Sports Media memanfaatkan media sosial YouTube sebagai media untuk menyampaikan informasi. Penelitian ini menggunakan teori empat pilar strategi pendukung media sosial menurut Lon Safko dan K. Brake (2009) yaitu komunikasi, kolaborasi, edukasi, dan hiburan. Perpaduan konten terhadap pesan yang ingin disampaikan menjadi hal penting dalam menggunakan platform digital. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan media sosial YouTube oleh media biliar seperti Billiard Sports Media dalam mengubah stigma negatif olahraga ini menjadi stigma positif menggunakan strategi empat pilar media sosial.
Pola Interaksi Pengguna TikTok pada Akun @JVKE Russel; Doddy Salman
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35426

Abstract

This study analyses the patterns of interaction between internet users (netizens) and music promotional content on the TikTok account @jvke using a descriptive qualitative approach. Data was obtained through online observation of four popular pieces of content on the @jvke account. The content was analysed to identify reception patterns such as dominant-hegemonic, negotiated, and oppositional. The results of this study indicate that the majority of netizens gave dominant-hegemonic responses, meaning that the messages were received in line with and in accordance with the messages from the promotional content uploaded by JVKE. Some netizens gave comments with negotiated responses, or gave personal interpretations and suggestions. Meanwhile, the rest gave oppositional responses. The author provides recommendations for music industry players to explore creativity in designing music marketing content strategies on TikTok. Penelitian ini menganalisis pola interaksi pengguna internet (netizen) terhadap konten promosi musik pada akun TikTok @jvke dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi online pada empat konten populer di akun @jvke. Konten dianalisis untuk mengidentifikasi pola resepsi seperti dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas netizen memberikan respons dominant-hegemonic artinya bahwa pesan diterima sejalan dan sesuai terhadap pesan dari konten promosi yang di unggah oleh JVKE. Beberapa netizen memberikan komentar dengan respon negotiated, atau memberikan interpretasi dan saran pribadi. Sementara sisanya memberikan tanggapan oppositional. Penulis memberikan rekomendasi untuk para pelaku industri music agar mengeksplorasi kreatifitas untuk merancang strategi konten pemasaran musik di TikTok.
Kerja Media Tangerang TV dalam Pemberitaan Pelanggaran Hukum Jam Operasional Truk Bermuatan Besar Muhamad Bilal Farhan Banubrata; Ahmad Junaidi
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35428

Abstract

This study aims to analyse the media work of Tangerang TV in reporting violations of the operating hours for large trucks. The framing of news reports plays an important role in shaping the image of certain organisations or agencies in the eyes of the public. This study uses a qualitative approach with descriptive methods, based on the two-way mass communication model and the Framing Theory developed by Zhongdang Pan and Kosicki. Data was obtained through in-depth interviews, non-participatory observation, and documentation. The results show that Tangerang TV effectively frames the reporting of these violations to create a positive image of the relevant agencies while shaping the perceptions of the people of Tangerang City. Framing was carried out through the selection of narratives, visualisation, and emphasis on certain aspects in the news coverage. These findings support the basic principle of Framing Theory, which states that the presentation of information can influence audience interpretation. In addition, the use of two-way mass communication also contributes to strengthening the relationship between the media and the public. This study provides insights for media practitioners and academics in understanding framing strategies and their impact on public perception. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerja media Tangerang TV dalam pemberitaan pelanggaran hukum jam operasional truk bermuatan besar. Framing pemberitaan memegang peranan penting dalam membentuk citra organisasi atau instansi tertentu di mata masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, berlandaskan model komunikasi massa dua arah serta Teori Framing yang dikembangkan oleh Zhongdang Pan dan Kosicki. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangerang TV secara efektif membingkai pemberitaan pelanggaran tersebut untuk menciptakan citra positif instansi terkait sekaligus membentuk persepsi masyarakat Kota Tangerang. Framing dilakukan melalui pemilihan narasi, visualisasi, dan penekanan aspek tertentu dalam pemberitaan. Temuan ini mendukung prinsip dasar Teori Framing yang menyatakan bahwa penyajian informasi dapat memengaruhi interpretasi audiens. Selain itu, penggunaan komunikasi massa dua arah juga berkontribusi dalam memperkuat hubungan antara media dan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi praktisi media dan akademisi dalam memahami strategi framing serta dampaknya terhadap persepsi publik.
Front Matters Vol. 4 No. 3 Irena, Lydia
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35469

Abstract

Front Matters Vol. 4 No. 3
Cover Vol. 4 No. 3 Irena, Lydia
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35470

Abstract

Cover Vol. 4 No. 3