cover
Contact Name
Ken Siwi
Contact Email
jarfismu@um-surabaya.ac.id
Phone
+6281259305093
Journal Mail Official
kensiwi@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Sutorejo No.59, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : 28290968     DOI : https://doi.org/10.30651/jar.v2i2
urnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU) adalah jurnal keilmuan fisioterapi yang diterbitkan oleh Prodi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya. JarFisMU terinspirasi dari nama artificial intelegent dari film Iron Man, yang merupakan terobosan teknologi untuk mempermudah kehidupan manusia. Kami memiliki harapan agar jurnal ilmiah fisioterapi JarFisMU ini mampu berkontribusi untuk meningkatkan derajat kesehatan gerak pada pembacanya. JarFisMU berisi laporan research report, case review, maupun literature review dari bidang keilmuan fisioterapi, yaitu rumpun keilmuan praktis fisioterapi, modalitas fisioterapi, assesment-pemeriksaan dan edukasi, dalam ranah promotif-preventif-kuratif dan rehabilitatif. Setiap konten yang diterbitkan akan diseleksi dengan memperhatikan aspek kebaruan (novelty), keaslian (originality) dan aplikasi (usability). JarFisMU akan terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Naskah yang akan diterbitkan di JarFisMU akan melalui proses review oleh dua orang reviewer yang pemilihannya ditentukan oleh editor. Naskah yang diterima untuk dipublikasikan adalah naskah yang telah diedit tata bahasa, tanda baca, gaya cetak dan formatnya menyesuaikan dengan kebijakan yang dimiliki oleh JarFisMU dan akan diterbitkan baik secara online maupun cetak.
Articles 88 Documents
STUDI KASUS : PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS POST ORIF TOTAL HIP REPLACEMENT Rizky Kurniawan; Ken Siwi; Cakra Waritsu; Nurul Faj'ri Romadhona; Alika Mansyah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17488

Abstract

Latar belakang : Arthroplasty merupakan prosedur bedah penggantian sendi (joint replacement) untuk mengembalikan fungsi sendi yang telah menurun. Arthroplasty pada regio ekstremitas bawah yang sering dilakukan adalah Total Hip Replacement (THR) dan Total Knee Replacement (TKR), Osteoarthritis merupakan penyebab terbanyak penyakit sendi sehingga sering dilakukan THR dan TKR. Tujuan : Untuk mengetahui penatalaksanaan Fisioterapi pada pasien dengan post op Total Hip Replacement.  Metode : Metode penelitian yang digunakan pada studi kali ini dengan menggunakan case study. Case study dilakukan dikota Jakarta pada seorang pasien yang memperoleh pelayanan fisioterapi mandiri bernama Ny.W, berusia 46 tahun dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga dengan kondisi total hip replacement. Hasil : Setelah diberikan intervensi fisioterapi pada didapatkan evaluasi berupa adanya peningkatan kemampuan fungsional pasien antara sebelum dilakukannya operasi dengan setelah dilakukannya operasi. Dan meningkatkan kepercayaan diri pasien untuk mampu berjalan mandiri.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA POST OP ORIFFRAKTUR 1/3 RADIUS DISTAL SINISTRA DENGAN MODALITAS INFRA RED (IR) DAN TERAPI LATIHAN Nur Susanti; Rindang Trie Damayanti
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17544

Abstract

Latar Belakang : Fraktur radius distal merupakan fraktur yang paling sering ditemukan dalam bidang kegawatdaruratan ortopedik yang melibatkan ektremitas atas. Problematika pada Fraktur Radius Distal adalah adanya nyeri, adanya penurunan kekuatan otot, adanya keterbatasan lingkup gerak sendi, dan adanya penurunan aktivitas fungsional. Dalam kasus ini teknologi intervensi yang dipilih untuk mengatasi permasalahan diatas menggunakan Infra Red (IR) dan Terapi Latihan. Penelitian ini dilakukan  di RSUD Bendan Kota Pekalongan. Tujuan : Mengetahui pengaruh management Fisioterapi terhadap post op orif fraktur 1/3 radius distal sinistra dengan  IR dan terapi latihan. Metode : desain penelitian deskriptif analitik dengan rancangan studi kasus. Subyek penelitian ini adalah pasien dengan kondisi Fraktur Radius Distal akan diberikan intervensi fisioterapi dengan Infra Red (IR) dan Terapi Latihan. Metode pengumpulan data dan analisa data menggunakan metode interview autoanamnesis. Instrumen penelitian terdiri dari VAS (Visual Analogue Scale), MMT (Manual Muscle Teste), Goneometer, WHDI (Wrist And Hand Disability Index). Hasil : (1) terdapat penurunan nyeri T1=4 menjadi T6=2, (2) peningkatan kekuatan otot T1=3 menjadi T6=4, (3) lingkup gerak sendi dorso fleksi T1=30 menjadi T6=40, palmar fleksi T1=40 menjadi T=50, radial deviasi T1=15 menjadi T6=20, ulnar deviasi T1=20 menjadi T6=30, (4) peningkatan aktivitas fungsional T1=50% menjadi T6=24%. Simpulan penelitian ini bahwa modalitas fisioterapi dengan  Infra Red (IR) dan Terapi Latihan dapat membantu permasalahan yang timbul pada Fraktur Radius Distal.
PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS ISCHIALGIA BILATERAL ET CAUSA SPONDYLOLISTHESIS Rizky Kurniawan; Ken Siwi; Khabib Abdullah; Ifa Gerhanawati; Mutiara Firdaus Arafiq
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17547

Abstract

Latar belakang : Ischialgia (sciatica) adalah sindrom yang ditandai dengan nyeri yang menyebar dari punggung ke bokong dan anggota gerak bawah. Beberapa nyeri punggung terkait dengan nyeri akar saraf. Pasien umumnya mengeluh nyeri dan mengalami  keterbatasan aktivitas fungsional. Modalitas Microwave diathermy (MWD) dan terapi latihan dapat membantu mengatasi keluhan tersebut. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas Microwave diathermy (MWD) dan terapi latihan dalam pengurangan nyeri serta meningkatkan kemampuan fungsional pasien. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada studi kali ini dengan menggunakan case study. Case study dilakukan dengan pelayanan fisioterapi mandiri di kota Jakarta pada seorang pasien bernama Ny. P, 67 tahun dengan diagnosa medis Ischialgia Bilateral et causa Spondylolisthesis. Hasil : Setelah diberikan intervensi fisioterapi didapatkan Microwave Diathermy (MWD) dan terapi latihan William Flexion Exercise dapat mengurangi keluhan pada pasien Ischialgia.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI TORTICOLLIS SINISTRA ET CAUSA BELL’S PALSY CONGENITAL DEXTRA DENGAN MODALITAS INFRA RED, MASSAGE DAN TERAPI LATIHAN DI YPAC PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA Andung Maheswara Rakasiwi; Meliana Prasetyo Rini
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17609

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Torticollis sinsitra dengan bell’s palsy congenital dextra adalah suatu kondisi dimana terjadi gangguan pada nervus VII fasialis yang terjadi pada bayi baru lahir. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan fisioterapi terhadap kondisi tortikolis sinistra et causa bell's palsy dextra kongenital dengan modalitas Terapi Inframerah, Pijat dan Latihan. Subyek penelitian adalah pasien tortikolis sinistra et causa bell's palsy dextra kongenital dengan modalitas Terapi Inframerah, Pijat dan Latihan. Penelitian ini dilakukan di YPAC Prof. Dr. Soeharso Surakarta dengan desain penelitian deskriptif analitik. Metode: pengumpulan data adalah analisis data penelitian ini menggunakan metode heteroanamnesis, instrumen penelitian adalah pemeriksaan tumbuh kembang, spasme, refleks, sensorik, rentang gerak sendi, dampak bell's palsy dan dampak tortikolis. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 4 perlakuan sebagai berikut: (1) terjadi peningkatan pertumbuhan dan perkembangan pada bidang motorik kasar dan bahasa (2) terjadi penurunan spasme dari T1 = 1 menjadi T4 = 0 (3) terjadi perubahan refleks pada T4 (4) terjadi peningkatan sensorik pada T4 (5) terjadi penurunan perbedaan panjang otot pada gerakan rotasi kanan dan gerakan fleksi lateral kiri pada T4 (6) terjadi penurunan dampak bell's palsy dengan skala Ugo Fisch di T4 (7) penurunan dampak tortikolis dengan skala TWSTRS di T4. Kesimpulan: Kasimpulan penelitian adalah intervensi fisioterapi dengan modalitas infra merah, pijat dan terapi olahraga dapat mengurangi masalah yang timbul pada kondisi tortikolis sinistra et causa bell's palsy dextra kongenital.
PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS POST ORIF 1/3 PROKSIMAL HUMERUS Ken Siwi; Rizky Kurniawan; Fadma Putri; Atik Swandari; Muhammad Rizqi Wibisono
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17617

Abstract

Latar belakang : Fraktur ekstremitas atas sering terjadi dan menyerang semua kelompok umur. Pada orang dewasa muda, fraktur ekstremitas atas biasanya oleh trauma seperti kecelakaan kendaraan bermotor, sedangkan pada orang dewasa yang lebih tua dengan perubahan osteoporosis, fraktur ini biasanya terjadi karena bertahan dari jatuh. Modalitas yang diberikan pada kondisi ini yaitu Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan Terapi Latihan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan fungsional pasien. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas TENS dan terapi latihan dalam penanganan fisioterapi pada kasus post orif 1/3 proksimal humerus. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada studi kali ini dengan menggunakan studi kasus. Studi kasus dilakukan Studi kasus dilakukan pada pasien pelayanan fisioterapi mandiri di kota Surabaya bernama Tn.R, berusia 27 tahun dengan kondisi post ORIF fraktur 1/3 proksimal humerus Hasil : Setelah dilakukan program fisioterapi didapatkan hasil terdapat penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, LGS, dan fungsional indeks dari sendi bahu.
STUDI KASUS : PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN KOMBINASI KONSEP DYNAMIC NEUROMUSCULAR STABILIZATION (DNS) DAN SENSORY INTEGRATION (SI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERJALAN PADA ANAK DOWN SYNDROME Ayu Pangestuningtyas; Nur Susanti
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19671

Abstract

Latar Belakang : Down syndrome merupakan bentuk genetik dan gangguan perkembangan intelektual yang sering diidentifikasi dengan kelainan kromosom 21. Problematika fisioterapi dari Down syndrome adanya hipotonus, gangguan sensoris, gangguan reflek, penurunan kekuatan otot, penurunan aktivitas fungsional dan keterlambatan tumbuh kembang. pemeriksaan fisioterapi meliputi pemeriksaan hipotonus dengan palpasi, sensoris dengan blangko sensoris, reflek dengan blangko reflek, kekuatan otot dengan MMT, aktivitas fugsonal dengan GMFM dan tumbuh kembang dengan DDST. Teknologi interfensi yang dipilih adalah Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Dan Sensory Integration (SI). Tujuan penelitian mengetahui pengatruh penatalaksanaan fisioterapi pada anak kondisi Down syndrome dengan Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Dan Sensory Integration (SI). Penelitian ini di lakukan di YPAC Surakarta dengan desain pelatihan deskriptif analitik, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan studi kasus. Subjek penelitian adalah pasien anak dengan kondisi Down syndrome dengan intervensi fisioterapi Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Dan Sensory Integration (SI). Metode pengumpulan data analisis data penelitian ini menggunakan metode heteroanamnesis. Instrumen penelitian berupa pemeriksaan tonus, sensory, reflek, kekuatan otot, aktifitas fungsional dan tumbuh kembang. Berdasarkan hasil terapi yang dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan tonus postural dari T1=1 menjadi T5=0 (2) gangguan sensory berkurang dari T1=1 menjadi T5=2 (3) gangguan reflek masih ada T1=+  menjadi T5= + (4) peningkatan kekuatan otot dari T1=3 menjadi T5=4 (5) peningkatan aktivitas fungsional T1=48% menjadi T5=50% (6) peningkatan tumbuh kembang dari T1= TL menjadi T5=L. Simpulan penelitian bahwa intervensi fisioterapi dengan Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Dan Sensory Integration (SI) dapat mengurangi masalah yang timbul pada kondisi Down syndrome.
PENGARUH LATIHAN PENGUATAN ABDUKTOR HIP TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA WANITA DENGAN OSTEOARTHRITIS LUTUT Martinus Bagus Eko Wicaksono; Atik Swandari; Ken Siwi
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19676

Abstract

Latar belakang:  Penderita OA lutut pada umumnya mengalami nyeri dan kekakuan pada sendi lutut. Biomekanik saat berjalan dipercaya menjadi salah satu faktor pencetus nyeri pada penderita OA lutut, dimana modifikasi biomekanika penting untuk dilakukan dan salah satunya memperkuat otot abduktor hip. Tujuan:  Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan penguatan otot abduktor hip terhadap penurunan nyeri pada wanita dengan OA lutut Metode: Penelitian ini menggunakan one group with control design dengan subjek wanita OA berjumlah 10 orang. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 subjek dan melakukan intervensi selama 15 sesi pertemuan atau 3 kali dalam seminggu selama 5 minggu serta dosis yang telah ditentukan. Kelompok I mendapatkan latihan penguatan otot abduktor dan terapi standar dari tempat praktik fisioterapi surabaya, kelompok II merupakan kelompok kontrol yang mendapatkan terapi standar dari tempat praktik fisioterapi surabaya meliputi latihan penguatan otot quadricep dan TENS. Alat ukur nyeri yang digunakan NPRS (numerical pain rating scale). Hasil uji analisis statistik menggunakan Wilcoxon .Hasil: hasil uji analisis statistik kedua kelompok berbeda bermakna, namun kelompok 1 lebih besar terjadi penurunan nyeri lutut Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan  penguatan otot abduktor hip terhadap penurunan nyeri pada wanita dengan OA Lutut.
GAMBARAN TINGKAT VOLUME OXYGEN MAXIMAL (VO2MAX) DAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FIKES UPNVJ Juniar Nurmaya Herawati; Fidyatul Nazhira; Agustiyawan Agustiyawan; Andy Sirada
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19677

Abstract

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat volume oxygen maximal (vo2max) dan aktivitas fisik pada mahasiswa program studi kesehatan masyarakat fakultas ilmu kesehatan universitas pembangunan nasional “veteran” Jakarta.Metode: Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional dan dengan teknik pengambilan sampelpurposive sampling.Hasil: Gambaran tingkat vo2maxpada mahasiswa program studi kesehatan masyarakat angkatan 2020 terbanyak dalam kategori vo2max laki-laki kurang sekali (13,3%), dan vo2max perempuan kurang (78,3%). Gambaran tingkat aktivitas fisik pada mahasiswa program studi kesehatan masyarakat angkatan 2020 terbanyak dalam kategori MET berat laki-laki (11,7%), dan kategori MET berat perempuan (56,7%).Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa prodi kesehatan masyarakat angkatan 2020 baik laki-laki maupun perempuan memiliki tingkat vo2max yang kurang dan aktivitas fisik yang berat. Hal ini dapat disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik dan aktivitas fisik yang berlebihan.
PENGARUH PENAMBAHAN MYOFASCIAL RELEASE PADA FASCIA ILIOTIBIAL TERHADAP PENINGKATAN AKTIFITAS FUNGSIONAL PASIEN OA LUTUT Dida Siti Zubaidah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19680

Abstract

Latar belakang: Osteoarthritis (OA) lutut adalah penyakit muskuloskeletal degeneratif yang terjadi pada klien dengan usia lebih dari 65 tahun. Pasien OA lutut secara klinis akan merasakan nyeri pada bagian lateral lutut dan berakibat pada ketegangan fascia iliotibial. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan myofascial release (MR) pada fascia iliotibial setelah pemberian terapi standar terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada pasien OA Lutut. Metode: penelitian kualitatif RCT two groups pre and post test design pada 22 pasien OA lutut di Rumah sakit X Surabaya. Kelompok 1 terapi standar (shortwave diathermy (SWD), TENS, static bycycle dan quadriceps bench exercise) 11 pasien. Kelompok 2 (terapi standar ditambah dengan MR) 11 pasien. Intervensi penelitian 2x/pekan selama 5 pekan. Aktivitas fungsional dinilai dengan indeks Osteoarthritis WOMAC (western Ontario and Mc master Universities). Hasil: Terjadi peningkatkan aktivitas fungsional pada kedua kelompok, namun kelompok 2 lebih signifikan dan efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional pasien. Kesimpulan: terapi standart ditambah myofascial release pada fascia iliotibial lebih baik hasilnya dari pada terapi standart saja terhadap peningkatan aktifitas fungsional pasien OA lutut.
HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN DAN KELINCAHAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Helmalia Fayza Zahra; Fidyatul Nazhira; Kiki Rezki Faradhillah; Andy Sirada
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19683

Abstract

Latar Belakang: Keseimbangan memiliki pengaruh yang besar dan kemampuan paling dasar pada perkembangan anak. Tingkat keseimbangan yang baik maka menghasilkan gerakan yang efisien dan efektif. Pada aspek ini perlunya aktifitas fisik yaitu kelincahan (agility). Kelincahan menjadi indikator bahwa keterampilan motorik kasar pada anak berkembang dengan baik. Kelincahan memiliki efek keseimbangan yang paling menonjol sehingga menciptakan gerakan yang efisien dan efektif saat melakukan gerakan ke arah yang berlawanan. Selain itu, keseimbangan dan kelincahan memiliki efek luas pada kualitas kehidupan. Tujuan: Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keseimbangan dan kelincahan pada anak sekolah dasar. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 130 siswa-siswi SD Negeri 02 Girijaya Garut berpartisipasi dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah Standing Balance Test guna menilai tingkat keseimbangan dan Shuttle Run guna menilai tingkat kelincahan. Hasil: Berdasarkan hasil dari olahdata menggunakan SPSS 27.0 didapatkan hasil bahwa sebanyak 91 dari 130 responden (70,0%) memiliki nilai kesiembangan yang baik, setelah dilakukan uji korelasi diperoleh correlation coefficient spearman’s Rho keseimbangan dan kelincahan p=<0,001. Kesimpulan: Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan penelitian ini adalah adanya hubungan antara keseimbangan dan kelincahan pada anak sekolah dasar.