Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH SENAM TAI CHI TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANJUT USIA Swandari, Atik; Purwanto, Bambang; Sulistiawati, Sulistiawati
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2016): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: to prove the effect of Tai chi on the increase of dynamic balance in the elderly. Methods: One group pretest posttest design with 23 subjects of elderly people aged 60-75 years old and given Tai chi twice a week for 30 minutes within one month (8 times). Measurement: Functional Reach Test (FRT) and Time Up and Go Test (TUG). Analysis: Normality test by Saphiro Wilk as well as pretest-posttest different test with paired T-test.  Results: Based on the analysis of normality test by Saphiro Wilk on the pretest and posttest, the obtained result is p>0.05 which means the data is normally distributed. In the meantime, the analysis of pretest-posttest difference test with paired T-test results in dynamic balance value before and after Tai chi as much as p<0.05 (p=0.000); and, it also generates the dynamic balance value before and after Tai chi with TUG as much as p<0.05 (p=0.000). This means there is a significant difference between before and after the treatment when measured by Functional Reach Test (FRT) and Time Up and Go Test (TUG).  Conclusion: Tai chi improves the dynamic balance in the elderly.
Studi Kasus : Intervensi Fisioterapi Pada Kasus Dismenorea Di Universitas Muhammdiyah Surabaya Swandari, Atik
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i3.12338

Abstract

Objective: to determine the effectiveness of physiotherapy interventions with warm compresses (hot packs) and abdominal stretching exercises in reducing pain in dysmenorrhea.Methods: This research uses a case study method by providing physiotherapy interventions in the form of warm compresses (hot packs) and abdominal stretching exercises, which are carried out once a day for 2 days. The measuring instrument used is to use a pain scale in the form of the Verbal Discriptive Scale (VDS). Measurements were taken before and after the intervention was given.Results: After 2 days of physiotherapy intervention, the results showed that there was a change in silent pain and motion pain in the patient. Silent pain decreased from a value of 5 to a value of 3 while motion pain decreased from a value of 4 to a value of 1.Conclusion: Physiotherapy interventions in the form of giving warm compresses (hot packs) and abdominal stretching exercises are proven to reduce pain in cases of dysmenorrhea.
PENATALAKSANAAN ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN PADA KASUS OSTEOARTHRITIS KNEE BILATERAL : STUDI KASUS Atik swandari Atik; Yulia Trisnawati; Ridho Syahid Efendi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i2.5580

Abstract

Osteroarthritis knee merupakan penyakit degeneratif  pada sendi lutut yang  mempunyai kerusakan yang sangat jelas pada sendi dan ditandai dengan adanya osteofit (tulang baru yang ada di sekitar tepi tulang) yang disebabkan oleh terjadinya perubahan fisiologis serta patologis pada tulang sub kondral. Pada kondisi osteoarthritis sering terdapat gangguan berupa nyeri dan keterbatasan aktivitas fungional sehari hari.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi nyeri dan untuk meningkatkan kemampuan fungsional sehari - hari pada pasien osteoarthritis knee bilateral. Penelitian ini termasuk studi kasus (case study) yang dilakukan pada salah satu pasien di Rumah Sakit Siti Khadijah Sepanjang Taman Sidoarjo. Pasien pada penelitian ini adalah seorang wanita berusia 60 tahun yang mengalami keluhan nyeri pada kedua lutut terutama saat jongkok berdiri dan naik turun tangga. Pasien telah menjalani terapi dengan modalitas ultrasound dan terapi latihan  sebanyak 6x, seminggu 3x dalam kurun waktu 2 minggu. Setiap terapi mendapatkan penanganan fisioterapi kurang lebih selama 30 menit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan penanganan fisioterapi dengan menggunakan ultrasound dan terapi latihan sebanyak 6x terdapat penurunan skala nyeri  ketika  diukur dengan (VDS) verbal descriptive scale dan terjadi peningkatan kemampuan fungsional ketika diukur dengan skala jette. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penanganan dengan modalitas fisioterapi berupa ultrasound dan terapi latihan dapat menurunkan nyeri dan dapat meningkatkan kemampuan fungsional pada kasus osteoarthritis knee bilateral.
IbM pada kelompok kader nasyiatul ‘Aisyiyah tentang pemanfaatan terapi komplementer untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak Nova Elok Mardliyana; Nur Hidayatul Ainiyah; Atik Swandari
Indonesia Berdaya Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023548

Abstract

Kesehatan ibu khususnya ibu hamil menjadi suatu kondisi yang harus diperhatikan, karena meskipun kehamilan dalam kondisi fisiologis, namun perlu tetap diwaspadai dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi baik secara fisik maupun psikis. Ibu hamil akan mengalami keluhan-keluhan fisik dan jika tidak tertangani maka akan berdampak pada kesehatan ibu dan janin selama kehamilan dan akan berlanjut sampai proses persalinan. Selain kesehata ibu kesehatan anak juga menjadi prioritas penting dalam masyarakat, berbagai penyakit dapat terjadi pada anak dan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan anak kurang maksimal. Terapi komplementer menjadi pilihan pengobatan yang non-invasif dan mudah diterapkan pada ibu hamil dan anak karena tidak memberikan efek samping. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa dari 74% kader yang mengikuti pelatihan memiliki tingkat pengetahuan baik, didapatkan sebanyak 26% memiliki pengetahuan cukup. Simpulan dari kegiatan ini adalah pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dapat memberikan manfaat dan efektif meningkatakan pengetahuan kader Nasiatul Aisyiyah untuk diaplikasikan di keluarga dan masyarakat, tujuan dari kegiatan ini tercapai yang ditandai dengan kegiatan berjalan lancar, peserta antusias mengikuti kegiatan, dan peningkatan nilai pre tes dan post tes  yang meningkat cukup signifikan.
INTERVENSI FISIOTERAPI PADA POST ORIF CLOSE FRACTUR PHALANK PROXIMAL DIGITI III SINISTRA Atik Swandari; Yasin Galih Ardi; Filzah Izzati Yuhana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.16268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efektifitas intervensi fisioterapi dengan  Infra red (IR) dan terapi latihan pada  close fraktur post Open Reduction Internal Fixation (ORIF) fraktur phalanx proximal digiti III sinistra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan  metode studi kasus(case study) dengan pemberian intervensi fisioterapi berupa Infra red (IR) dan terapi latihan yang dilakuan 3x dalam seminggu selama 2 minggu. Alat ukur yang dipakai adalah dengan menggunakan skala nyeri berupa (VAS),Luas Gerak Sendi (LGS) dengan goniometer dan kekuatan otot dengan MMT. Pengukuran dilakukan  sebelum dan sesudah  diberi penanganan fisioterapi. Hasil yang didapatkan setelah diberikan penanganan fisioterapi sebanyak 6x adalah terdapat  penurunan nyeri pada pasien, peningkatan Luas Gerak Sendi (LGS) dan peningkatan kekuatan otot. Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa intervensi fisioterapi berupa pemberian Infra red (IR) dan terapi latihan terbukti dapat menurunkan nyeri dan bengkak dan meningkatkan Luas Gerak Sendi (LGS) dan kekuatan otot pada close fraktur post Open Reduction Internal Fixation (ORIF) close fraktur phalanx proximal digiti III sinistra.
PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS POST ORIF 1/3 PROKSIMAL HUMERUS Ken Siwi; Rizky Kurniawan; Fadma Putri; Atik Swandari; Muhammad Rizqi Wibisono
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17617

Abstract

Latar belakang : Fraktur ekstremitas atas sering terjadi dan menyerang semua kelompok umur. Pada orang dewasa muda, fraktur ekstremitas atas biasanya oleh trauma seperti kecelakaan kendaraan bermotor, sedangkan pada orang dewasa yang lebih tua dengan perubahan osteoporosis, fraktur ini biasanya terjadi karena bertahan dari jatuh. Modalitas yang diberikan pada kondisi ini yaitu Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan Terapi Latihan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan fungsional pasien. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas TENS dan terapi latihan dalam penanganan fisioterapi pada kasus post orif 1/3 proksimal humerus. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada studi kali ini dengan menggunakan studi kasus. Studi kasus dilakukan Studi kasus dilakukan pada pasien pelayanan fisioterapi mandiri di kota Surabaya bernama Tn.R, berusia 27 tahun dengan kondisi post ORIF fraktur 1/3 proksimal humerus Hasil : Setelah dilakukan program fisioterapi didapatkan hasil terdapat penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, LGS, dan fungsional indeks dari sendi bahu.
PENGARUH LATIHAN PENGUATAN ABDUKTOR HIP TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA WANITA DENGAN OSTEOARTHRITIS LUTUT Martinus Bagus Eko Wicaksono; Atik Swandari; Ken Siwi
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19676

Abstract

Latar belakang:  Penderita OA lutut pada umumnya mengalami nyeri dan kekakuan pada sendi lutut. Biomekanik saat berjalan dipercaya menjadi salah satu faktor pencetus nyeri pada penderita OA lutut, dimana modifikasi biomekanika penting untuk dilakukan dan salah satunya memperkuat otot abduktor hip. Tujuan:  Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan penguatan otot abduktor hip terhadap penurunan nyeri pada wanita dengan OA lutut Metode: Penelitian ini menggunakan one group with control design dengan subjek wanita OA berjumlah 10 orang. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 subjek dan melakukan intervensi selama 15 sesi pertemuan atau 3 kali dalam seminggu selama 5 minggu serta dosis yang telah ditentukan. Kelompok I mendapatkan latihan penguatan otot abduktor dan terapi standar dari tempat praktik fisioterapi surabaya, kelompok II merupakan kelompok kontrol yang mendapatkan terapi standar dari tempat praktik fisioterapi surabaya meliputi latihan penguatan otot quadricep dan TENS. Alat ukur nyeri yang digunakan NPRS (numerical pain rating scale). Hasil uji analisis statistik menggunakan Wilcoxon .Hasil: hasil uji analisis statistik kedua kelompok berbeda bermakna, namun kelompok 1 lebih besar terjadi penurunan nyeri lutut Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan  penguatan otot abduktor hip terhadap penurunan nyeri pada wanita dengan OA Lutut.
Membangun Kesadaran Pengrajin Kulit Terhadap Pencegahan Risiko Keluhan Muskuloskeletal Dengan Menerapkan Latihan di Tempat Kerja Fadma Putri; Atik Swandari; Cakra Waritsu; Ifa Gerhanawati; Nurul Fa'jri Romadhona; Ridho Syahid Efendi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7522

Abstract

Abstrak Karakteristik kondisi kerja pada pengerajin kulit adalah duduk bersila dengan bantal duduk di hadapan meja kerja. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan dengan mobilitas yang rendah. Kondisi kerja demikian dapat memicu terjadinya penyakit akibat kerja seperti keluhan otot yang biasa dikenal dengan musculoskeletal disorders. Dibutuhkan strategi untuk menguatkan kesadaran dan antusias para pengrajin dalam melaksanakan Latihan ditempat kerja sehingga pencegahan keluhan muskuloskeletal dapat diwujudkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pengetahuan tentang pentingknya kesadaran terhadap resiko keluham muskuloskeletal dan penerapan Latihan ditempat kerja sebagai upaya mencegah keluhan musculoskeletal. Sasaran kegiatan ini adalah pengrajin kulit di UD. Nanan, Peliatan, Ubud, Gianyar, Bali. program ini diikuti sebanyak 15 pengrajin yang terdiri dari 7 laki-laki dan 8 perempuan. Metode yang digunakan dalam edukasi meliputi metode ceramah, demonstrasi dan pemberian brosur yang berisi edukasi tentang postur sehat dan panduan latihan yang harus dilakukan secara rutin oleh pengrajin disela aktivitas kerja. Dari hasil evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kuesioner, didapatkan hasil yang posistif dan antusias dari peserta pengabdian yang terlihat dari presentase jawaban positif pada setiap item pertanyaan diatas 50%. Kata Kunci: Keluhan Muskuloskeletal, Latihan, Pencegahan, Prilaku Sehat
Membangun Kesadaran Pengrajin Kulit Terhadap Pencegahan Risiko Keluhan Muskuloskeletal Dengan Menerapkan Latihan di Tempat Kerja Fadma Putri; Atik Swandari; Cakra Waritsu; Ifa Gerhanawati; Nurul Fa'jri Romadhona; Ridho Syahid Efendi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7522

Abstract

Abstrak Karakteristik kondisi kerja pada pengerajin kulit adalah duduk bersila dengan bantal duduk di hadapan meja kerja. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan dengan mobilitas yang rendah. Kondisi kerja demikian dapat memicu terjadinya penyakit akibat kerja seperti keluhan otot yang biasa dikenal dengan musculoskeletal disorders. Dibutuhkan strategi untuk menguatkan kesadaran dan antusias para pengrajin dalam melaksanakan Latihan ditempat kerja sehingga pencegahan keluhan muskuloskeletal dapat diwujudkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pengetahuan tentang pentingknya kesadaran terhadap resiko keluham muskuloskeletal dan penerapan Latihan ditempat kerja sebagai upaya mencegah keluhan musculoskeletal. Sasaran kegiatan ini adalah pengrajin kulit di UD. Nanan, Peliatan, Ubud, Gianyar, Bali. program ini diikuti sebanyak 15 pengrajin yang terdiri dari 7 laki-laki dan 8 perempuan. Metode yang digunakan dalam edukasi meliputi metode ceramah, demonstrasi dan pemberian brosur yang berisi edukasi tentang postur sehat dan panduan latihan yang harus dilakukan secara rutin oleh pengrajin disela aktivitas kerja. Dari hasil evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kuesioner, didapatkan hasil yang posistif dan antusias dari peserta pengabdian yang terlihat dari presentase jawaban positif pada setiap item pertanyaan diatas 50%. Kata Kunci: Keluhan Muskuloskeletal, Latihan, Pencegahan, Prilaku Sehat
TINGKAT PEMAHAMAN ORANG TUA ANAK CEREBRAL PALSY TERHADAP PETUNJUK TERAPI LATIHAN MANDIRI MENGGUNAKAN APLIKASI KORTIKO.EDU: Parents' Levels of Understanding of Self-Training Therapy Instructions Using the Kortiko.edu Application for Children with Cerebral Palsy Abdullah, Khabib; Zaidah, Lailatuz; Darajatun, Anik Muwarni; Swandari , Atik; Putri, Fadma; Romadona, Ichlasul Amalia
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 3 (2023): JIKep | Oktober 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i5.1633

Abstract

Pendahuluan Orang tua anak CP harus diajarkan cara melakukan terapi latihan mandiri. Untuk itu, dibuatlah aplikasi Kortiko.edu. Belum diketahui seberapa tingkat pemahaman orang tua terhadap petunjuk terapi latihan mandiri pada aplikasi Kortiko.edu. Tujuan: untuk mengetahui tingkat pemahaman orang tua anak CP terhadap petunjuk terapi latihan pada aplikasi Kortiko.edu. Metode: penelitian deksriptif analitik pada 30 orangtua di komunitas Happy CP family Surabaya. 30 responden mengunduh aplikasi Kortiko.edu kemudian mempelajari setiap petunjuk latihan selama 2 pekan. Setelah itu, responden mengisi kuisioner tentang pemahaman terhadap petunjuk terapi latihan mandiri di aplikasi. Petunjuk terapi latihan berupa video-video: latihan meningkatkan kesehatan anak CP, latihan motorik kasar dan halus dan latihan oral motor. Hasil: 85% responden sangat paham tentang petunjuk terapi latihan untuk meningkatkan kesehatan anak CP, 82% sangat paham tentang petunjuk terapi latihan untuk motorik kasar, 88% sangat paham tentang petunjuk terapi latihan motorik halus dan 81% sangat paham tentang petunjuk terapi latihan oral motor. Secara rerata, 84% responden sangat paham terhadap petunjuk terapi latihan mandiri menggunakan aplikasi Kortiko.edu. Simpulan: petunjuk terapi latihan di aplikasi Kortiko.edu sangat mudah dipahami oleh responden pada penelitian ini