cover
Contact Name
Indrawan
Contact Email
jurnalcausalita@gmail.com
Phone
+6282130002860
Journal Mail Official
jurnalcausalita@gmail.com
Editorial Address
Jalan Belakang Olo No. 33 C Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Causalita: Journal of Psycology
ISSN : -     EISSN : 29882354     DOI : https://doi.org/10.62260/causalita.v2i1
Core Subject : Science, Education,
Causalita: Jurnal psikologi menerbitkan artikel ilmiah yang berkaitan dengan psikologi, berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian literatur. Jurnal ini menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 171 Documents
Hubungan Konformitas Teman Sebaya dan Perilaku Agresi Remaja di Kota Padang Adilla Intan Putri; Roza Eva Susanti
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 1 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i1.527

Abstract

Masa remaja adalah fase perkembangan transisi yang menandai peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada fase ini, remaja rentan menunjukkan perilaku agresif, yang sebagian dipengaruhi oleh kesesuaian teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesesuaian teman sebaya dan perilaku agresif di kalangan remaja di Kota Padang. Penelitian menggunakan metode korelasi kuantitatif. Sebanyak 102 remaja laki-laki berusia 16-18 tahun yang pernah terlibat dalam pertarungan berpartisipasi dalam penelitian ini, dan sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Berdasarkan teori Baron & Byrne, instrumen yang digunakan meliputi skala kesesuaian teman sebaya 18 item, berdasarkan (α = 0,855) dan skala agresi 19 item berdasarkan teori Buss & Perry (α = 0,947). Uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara keseimbangan teman sebaya dan perilaku agresif (r = 0,351, p < 0,001), menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesesuaian teman sebaya, semakin besar kecenderungan perilaku agresif. Penelitian ini menekankan pentingnya lingkungan konformitas teman sebaya sosial dalam membentuk perilaku remaja.
Gambaran Resiliensi Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang Donna Aryati; Devi Ruslin
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 1 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i1.404

Abstract

A prisoner is defined as someone who has violated societal norms and received a legal decision resulting in the deprivation of their freedom, leading to the loss of personal independence. As a consequence, they serve their sentence in a correctional facility. Imprisonment can lead to various issues, such as inner conflict, irritability, anxiety, boredom due to routine activities in prison, longing for family, difficulty adapting, and unpreparedness in facing reality.Therefore, individuals in such conditions must develop resilience. Resilience refers to the ability to cope with and adapt to difficult situations or life challenges, including enduring pressure and overcoming suffering or trauma experienced throughout life.This study aims to explore resilience among inmates at Class IIB Padang Correctional Facility. The research employs a qualitative approach by distributing surveys using an open-ended questionnaire, divided into three stages: preparation, development, and implementation.The findings illustrate various factors contributing to resilience among inmates in the Class IIB Women's Correctional Facility in Padang. A total of 25 factors were identified, with the three most significant being family support, sentence duration, and acceptance (sincere acceptance of their situation). Additionally, the study highlights activities that help inmates maintain resilience, including sports, religious practices, and artistic activities.The study also indicates that demographic factors such as age, education level, length of sentence, and occupation influence inmates' resilience.
Hubungan Antara Online Self Presentation dengan Psychological Well Being Pada Gen Z Pengguna Second Account Instagram Fusvinda, Tri; Rizal Kurniawan
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 1 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i1.508

Abstract

Gen Z rentan mengalami masalah mental seperti kecemasan dan tekanan sosial, sehingga mendorong pencarian kesejahteraan psikologis. Sebuah faktor yang memengaruhinya ialah cara menampilkan diri di media sosial. Di Instagram, banyak Gen Z membuat second account untuk mengekspresikan diri secara lebih autentik, berbeda dari citra ideal di akun utama. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah guna mengetahui hubungan antara online self presentation dengan psychological well being. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan jumlah partisipan 388 Gen Z pengguna second account instagram. Penelitian ini memakai instrumen Psychological well being Scale dari Ryff untuk mengukur psychological well being, melainkan guna mengukur online self presentation memakai Self-Presentation on Facebook Questionnaire dari Michikyan dkk. Hasil penelitian menggunakan analisis spearman’s rho yang menunjukkan  adanya korelasi positif yang signifikan antara online self presentation dengan psychological well being pada Gen Z pengguna second account Instagram.
Pengaruh Self Control terhadap Toxic Online Disinhibition Effect pada Generasi Z Pengguna Aplikasi X Khairani, Alya; Guspa, Anindra
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 1 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i1.525

Abstract

Toxic online disinhibition effect ialah kecenderungan negatif dari fenomena online disinhibition effect, yakni kondisi di mana individu berperilaku yang tidak sesuai dengan dirinya yang biasa di dunia nyata ketika online. Generasi Z merupakan kategori usia yang memiliki keaktifan tinggi dalam menggunakan internet dan media sosial dengan rata-rata penggunaan lebih dari empat jam sehari. Tingginya intensitas penggunaan ini berpotensi dapat menyebabkan individu mengalami penurunan self control ketika berinteraksi di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana self control berpengaruh terhadap toxic online disinhibition effect pada generasi Z pengguna aplikasi X. Self control merupakan salah satu prediktor terhadap munculnya toxic online disinhibition effect. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan 478 subjek generasi Z pengguna aktif aplikasi X. Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan dua instrumen penelitian, yaitu Skala Kontrol Diri Singkat Versi Indonesia (Operasionalisasi De Ridder et al., 2011) yang dikembangkan oleh Arifin dan Milla (2020) dan Online Disinhibition Scale-Toxic (ODS-T) yang telah dikembangkan oleh Udris (2014) berdasarkan dimensi online disinhibition effect yang digagas oleh Suler (2004) dan telah diadaptasi oleh Kiswantomo et al. (2022) ke dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis data penelitian menemukan bahwa self control berpengaruh negatif signifikan terhadap toxic online disinhibition effect sebesar 3.4% (R2), di mana semakin meningkat self control, maka semakin menurun toxic online disinhibition effect-nya dan begitu pula sebaliknya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan self control dalam membentuk interaksi digital yang lebih aman dan sehat, terutama bagi generasi muda seperti generasi Z.
Pengaruh Kesepian dan Harga Diri terhadap Kebutuhan  Afiliasi pada Pengguna Aplikasi Dating online Miftahul; Izzanil Hidayati
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 1 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i1.540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesepian dan harga diri terhadap kebutuhan afiliasi pada pengguna aplikasi dating online. Latar belakang penelitian ini berangkat dari maraknya penggunaan aplikasi dating online sebagai sarana pemenuhan kebutuhan relasional, khususnya di kalangan dewasa awal yang rentan mengalami kesepian serta memiliki dorongan untuk menjalin koneksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional kausal. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria partisipan yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18–25 tahun, dan merupakan pengguna aktif aplikasi dating online. Total partisipan dalam penelitian ini berjumlah 152 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari tiga skala psikologis skala kebutuhan afiliasi, skala kesepian, dan skala harga diri yang telah melalui uji validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, dan daya diskriminasi item. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.1.1.2. Hasil menunjukkan bahwa harga diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebutuhan afiliasi, sedangkan kesepian tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap kebutuhan afiliasi dengan kontribusi sebesar 49,4%. Temuan ini mengindikasikan bahwa individu dengan harga diri tinggi cenderung lebih aktif dalam menjalin dan mempertahankan hubungan sosial melalui aplikasi dating online. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai aspek psikologis penggunaan aplikasi dating online, khususnya terkait kebutuhan afiliasi pada masa dewasa awal
Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, dan Persepsi Kontrol Perilaku terhadap Aktivitas Menonton MPL Indonesia Refah, Abdul Aziz; Ilham Gemiharto; Meria Octavianti
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 1 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i1.562

Abstract

Dalam Perpres Nomor 19 Tahun 2024, pemerintah menerbitkan kebijakan terkait pengembangan industri gim Indonesia. Esports dikenal sebagai olahraga elektronik berbasis teknologi yang dilakukan dengan bermain sebuah gim yang bersifat kompetitif. Sebagai bagian dari industri gim, esports telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Hingga Mei 2025, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) merupakan gim dengan esports paling populer tahun ini. Di Indonesia, esports MLBB dijalankan melalui liga yang bernama Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL Indonesia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap aktivitas menonton MPL Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif eksplanatif dengan teknik pengambilan data simple random sampling yang dilakukan terhadap 91 responden pengikut akun Instagram @revivaltvid.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku memiliki pengaruh positif terhadap motivasi menonton MPL Indonesia dan aktivitas menonton MPL Indonesia.
Hubungan Antara Penyesuaian Diri Dengan Nomophobia Pada Mahasiswa Rantau Di Kota Padang justment And Nomophobia In Overseas Students In Padang Cityahasiswa Rantau di Kota Padang Restu Fadhillah Handayani; Rinaldi
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 2 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i2.510

Abstract

Mahasiswa rantau merupakan individu yang menjalani pendidikan tinggi jauh dari daerah asal dan keluarga. Kondisi ini sering menimbulkan tekanan psikologis akibat perbedaan budaya, lingkungan baru, serta tuntutan adaptasi. Ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dapat memicu ketergantungan terhadap smartphone yang berujung pada kondisi psikologis yang dikenal sebagai nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dengan nomophobia pada mahasiswa rantau di Kota Padang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel incidental sampling. Jumlah partisipan sebanyak 384 mahasiswa rantau. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen, yaitu skala penyesuaian diri berdasarkan teori Scheneiders (1955) dan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q 10) oleh Yildirim & Correia (2015). Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara penyesuaian diri dan nomophobia. Semakin tinggi kemampuan penyesuaian diri, semakin rendah tingkat nomophobia yang dialami. Penelitian ini menegaskan pentingnya kemampuan adaptasi dalam menghadapi tekanan sosial dan emosional di lingkungan baru guna mencegah ketergantungan terhadap perangkat digital.
PERBEDAAN SOCIAL COMPARISON PENGGUNA MEDIA SOSIAL BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN TAHAP PERKEMBANGAN Selvia; Rizal Kurniawan
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 2 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i2.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan social comparison pengguna media sosial berdasarkan jenis kelamin dan tahap perkembangan. Penelitian ini menggunakan skala UDACS (The Upward and Downward Apperance Comparison Scale) yang dikembangkan oleh O’Brien et al., (2009). Sampel pada penelitian berjumlah 384 pengguna aktif media sosial dengan rentang usia 18-30 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data digunakan pada penelitian ini menggunakan uji non-parametrik mann-whitney U test. dengan bantuan IBM SPSS Statistic 25 for window. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada H1 sebesar 0,003 (p < 0,05) yang berarti Ha1 diterima dan H01 ditolak artinya terdapat perbedaan social comparison pada pengguna media sosial berdasarkan jenis kelamin, sedangkan pada H2 sebesar 0,111 (p > 0,05) yang berarti Ha2 ditolak dan H02 diterima artinya tidak terdapat perbedaan social comparison pengguna media sosial berdasarkan tahap perkembangan. 
Adaptasi dan Properti Psikometris pada Creature of Habit Scale (COHS) Versi Indonesia Putri; Putri Andini; Rinaldi
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 2 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i2.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi dan mengevaluasi properti psikometris dari Creature of Habit Scale (COHS) ke dalam versi Bahasa Indonesia. COHS, yang dikembangkan oleh Ersche et al. (2017), dirancang untuk mengukur kecenderungan individu dalam membentuk kebiasaan sehari-hari, yang meliputi dimensi rutinitas dan otomatisitas. Proses adaptasi dilakukan secara sistematis mengikuti pedoman International Test Commission (ITC, 2017) untuk memastikan bahasa dan budaya. Penelitian ini melibatkan sebanyak 771 subjek dewasa (berusia 18 tahun ke atas) dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai partisipan dalam pengumpulan data. Evaluasi psikometris melibatkan uji validitas isi menggunakan metode Aiken’s V, analisis faktor eksploratori (EFA), analisis faktor konfirmatori (CFA), dan uji reliabilitas menggunakan koefisien Alpha Cronbach. Hasil uji validitas isi menunjukkan bahwa seluruh 27 item memiliki koefisien Aiken’s V di atas 0,60, mengindikasikan relevansi yang tinggi. EFA dan CFA mengkonfirmasi struktur dua faktor COHS (rutinitas dan otomatisitas) yang konsisten dengan model teoritis aslinya. Model CFA menunjukkan goodness of fit yang baik (RMSEA = 0,069; SRMR = 0,061; CFI = 0,958; TLI = 0,954). Selain itu, reliabilitas skala keseluruhan dan subskala menunjukkan nilai Alpha Cronbach yang sangat baik (skala total = 0,918; rutinitas = 0,891; otomatisitas = 0,882). Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Creature of Habit Scale versi Bahasa Indonesia adalah instrumen yang memiliki Tingkat validitas dan reliabilitas yang baik untuk mengukur kecenderungan kebiasaan pada populasi dewasa di Indonesia.
Adaptasi dan Properti PsikometrisPublic Speaking Anxiety Scale (PSAS) Fito Janua Putra; Fito; Rinaldi, Rinaldi
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 2 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i2.523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi dan mengidentifikasi properti psikometris Public Speaking Anxiety Scale (PSAS) versi Indonesia. Skala PSAS dikembangkan oleh Bartholomay dan Houlihan (2016) dan terdiri atas 17 item yang mengukur tiga aspek kecemasan berbicara di depan umum, yaitu kognitif, perilaku, dan fisiologis. Penelitian ini melibatkan 600 mahasiswa sebagai partisipan. Proses adaptasi skala dilakukan berdasarkan pedoman dari International Test Commission (ITC) untuk memastikan kesetaraan bahasa dan budaya. Validitas isi dianalisis menggunakan Aiken’s V, dengan koefisien berkisar antara 0,66 hingga 1,00. Hasil menunjukkan bahwa seluruh item dinyatakan valid secara isi. Validitas konstruk diuji melalui dua tahap, yaitu analisis faktor eksploratori (EFA) dan analisis faktor konfirmatori (CFA). Reliabilitas skala dievaluasi menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha. EFA menghasilkan tiga faktor yang konsisten dengan struktur teoretis skala, dan CFA menunjukkan bahwa model pengukuran memiliki kecocokan yang baik dengan data (RMSEA = 0,075; CFI = 0,950; TLI = 0,941; SRMR = 0,052). Skala juga menunjukkan konsistensi internal yang tinggi dengan nilai alpha total sebesar 0,872. Berdasarkan hasil tersebut, PSAS versi Indonesia dinyatakan memiliki properti psikometris yang baik dan layak digunakan untuk mengukur kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Indonesia.