cover
Contact Name
Kana Safrina Rouzi
Contact Email
ijeeti@almaata.ac.id
Phone
+6285328766419
Journal Mail Official
anisajnkiaa11@gmail.com
Editorial Address
Redaksi Journal IJEETI (Indonesian Journal of Elemantary Education and Teaching Innovation) Jl. Brawijaya No.99, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation
ISSN : -     EISSN : 28283538     DOI : 10.21927/ijeeti
Core Subject : Education,
Focus and Scope 1. Innovation of Curriculum, 2. Instructional Design, 3. Learning Styles, 4. Learning and Teaching, 5. Media Development, 6. Teaching Methods and Strategies, 7. Developing Teaching Materials, and 8. Developing Learning Evaluation Peer Review Process Review Policy of IJEETI Every articles will be reviewed by the reviewer. The review process using a double Blind Review, meaning that the reviewer does not know the identity of the author, and the author did not know the identity of the reviewer. In the process of review, the reviewer gave consideration related to the suitability of the title, abstract, introduction, research methods, results and discussion and conclusions. Addition reviewer also gave consideration associated with novelty, scientific impact, and references used.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Nilai–Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Doraemon Serta Relevansinya dengan Psikologi Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar Eni Widi Astuti; Ni'mah Afifah; Kana Safrina Rouzi
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2022.1(1).9-25

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai karakter dalam film kartun Doraemon dan untuk mengetahui relevansi nilai-nilai karakter dalam film kartun Doraemon terhadap psikologi perkembangan anak usia Sekolah Dasar.Jenis penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam dalam penelitian ini adalah dokumentasi meliputi data primer yakni isi film kartun Doraemon dan data sekunder yakni hasil tulisan yang membahas tentang film kartun Doraemon baik berupa buku maupun jurnal dan artikel. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis isi, yaitu analisis isi pesan dan metode pengolahan pesan, atau alat untuk mengamati dan menganalisis isi perilaku komunikasi terbuka komunikator yang dipilih. Berdasarkan hasil penelitian, nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film Doraemon mengandung penerapan nilai-nilai pendidikan karakter yang digambarkan oleh hampir semua tokoh yang berada di film kartun doraemon. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada film kartun doraemon yaitu antara lain : 1) Nilai peduli sosial, nilai rasa ingin tahu, nilai peduli lingkungan, nilai kreatif, nilai tanggungjawab, dan nilai menghargai prestasi. 2) Nilai-nilai karakter dalam film kartun Doraemon relevan diterapkan dalam pendidikan di Sekolah Dasar  karena pengimplikasiannya dalam pendidikan sering dilakukan oleh guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar seperti halnya : meningkatkan kreatifitas di kelas, selalu ingin mempelajari tentang hal baru yang ditemui, mempertanggung jawabkan segala perbuatan dan keputusan yang telah diambil, tidak mudah bergantung dengan orang lain, mengajarkan kebersamaan dan kepedulian dalam diskusi/kerja kelompok, mengajarkan untuk saling menjaga lingkungan sekitar, menghormati dan menghargai orang lain.Kata kunci : Nilai-Nilai karakter, Film Doraemon, Anak Usia Sekolah Dasar
The Problem with the Implementation of Cooperative Learning in Speaking Classes for Elementary School Anissa Salsabilla; Ardya Rigita Cahyani; Rabbyani Ramaita Rahmah; Yulia Fuji Astuti; Izzah Supeni
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2022.1(2).1-11

Abstract

Despite the well-established benefits of cooperative learning, implementation remains a challenge. This research aims to know the problems teachers face in implementing cooperative learning in speaking classes in elementary school. This study used a qualitative design with an interview approach with teachers to investigate problems in implementing cooperatives. This study report involves one teacher who has participated and has implemented cooperative learning for at least three years. The current study uses the interview data collection method to investigate the implementation of cooperative learning in MI TPI Keramat. The result indicates some problems the teacher faced in implementing cooperative learning in the classroom. The main problem faced by students in cooperative learning is group conflict.Keyword :  cooperative learning, speaking class, elementary school
Peran Pendampingan Kerabat Di Masa Pandemic Covid Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Sekolah Dasar Siti Khotijah; Putri Rahadian Dyah Kusumawati
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(1).10-19

Abstract

Pemberlakuan dan peralihan sistem pembelajaran, pergantian metode pembelajaran akibat pandemi Covid-19 memerlukan adaptasi semua unsur dalam pendidikan. Kesibukan orang tua dalam bekerja dan mengurus rumah tangga menyebabkan anak tidak mendapatkan bimbingan secara penuh. Orang tua mengambil inisiatif dan atas dasar kekhawatiran keluarga, kerabat sebagai orang kedua terdekat anak melakukan pendampingan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan dampak pendampingan kerabat dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia SD di Kabupaten Pekalongan. Pendekatan penelitian yang dipilih yakni penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data berasal dari siswa, kerabat, dan orang tua.Teknik analisis data meliputi reduksi data, data disajikan dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian peran pendampingan kerabat dalam meningkatkan motivasi belajar yaitu kerabat berperan sebagai pengawas, peran sebagai pembelajar, peran sebagai penasehat dan pengarah. Selanjutnya dampak positif adanya pendampingan yaitu mempererat tali persaudaraan, anak merasa diperhatikan, anak menjadi antusias belajar, dan pendampingan/pengawasan oleh kerabat membantu orang tua Kata Kunci: covid19, pendampingan kerabat, motivasi belajar, anak usia SD
Implementasi Computational Thingking pada Pembelajaran Tematik Gerak Keseharian dan Alam dalam Tari serta Mengukur Berat Benda dalam Satuan Baku Kelas 2 Tema 6 Subtema 2 Ika Muslimawati; Edga Mahatma Kafi; Christiyanti Aprinastuti; Mike Wadina
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).72-86

Abstract

Implementasi konsep Computational Thinking (CT) pada kegiatan pembelajaran di SD Negeri Bhaktikarya, Jl. Gambir Anom, Manukan, Condongcatur, Depok, Sleman, DI Yogyakarta adalah kegiatan untuk memberikan pelatihan konsep berpikir dengan konsep Computational Thinking kepada siswa agar mampu memahami dan mengimplementasikan konsep berpikir Computational Thinking pada mata pelajaran tematik materi gerak tari yang dipelajarinya dan mengukur berat benda dalam satuan baku. Minimnya praktik dan minimnya pemahaman dalam mengimplementasikan konsep berpikir Computational Thinking memberikan kesempatan bagi peneliti untuk berkontribusi. Computational Thinking (CT) sebagai keterampilan kognitif dalam mengidentifikasi pola, memecahkan masalah yang rumit menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana, mengatur dan membuat rangkaian langkah-langkah dalam memberikan solusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pondasi pengenalan pola,abstraksi, algoritma, dan dekomposi pada siswa sekolah dasar melalui penerapan pendekatan Computational Thinking. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian study case. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 27 siswa kelas II SD Negeri Bhaktikarya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Computational Thinking (CT) pada hasil lembar kerja peserta didik (LKPD) yang menerapkan beberapa pondasi Computational Thinking (CT) diperoleh rerata persentase sebesar 85% pada setiap pondasi dengan rincian : Pondasi pengenalan pola 85%, 96% pada pondasi abstraksi, 85% pada pondasi  algoritma, dan 96% pada pondasi abstraksi, dimana keseluruhan pondasi masuk dalam kategori sangat baik. Kata Kunci: Computational Thinking, Studi Kasus 
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Monster University Eva Maria Ulpah; Mufida Awalia Putri; Laelatul Badriah
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2022.1(1).39-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter yang terdalam film monster university. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif  dengan  content analisis dan pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi,  dan study pustaka. hasil penelitian, menunjukan terdapat banyak nilai-nilai pendidikan karakter, diantaranya: 1. Jujur, 2. Toleransi, 3. Disiplin, 4. Kerjakeras, 5. Kreatif, 6. Mandiri, 7. Demokrasi, 8. Rasa Ingin Tahu, 9. Menghargai prestasi, 10. Bersahabat dan komunikatif, 11. Cinta damai, 12.Gemarmembaca, 13. Peduli sosial, 14. Peduli Lingkungan,15. Tanggungjawab.Kata Kunci: Nilai-nilai pendidikan karakter, Film Monster University.
Kontribusi Paradigma Pendidikan Islam Hasan Langgulung terhadap Pembentukan Karakter Muslim Moderat Mahmudah Mahmudah
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2022.1(2).12-23

Abstract

Pendidikan dan psikologi merupakan dua ranah yang memiliki keterkaitan dalam upaya membentuk pribadi manusia yang berkarakter baik. Secara konseptual, dua ranah ini menurut Hasan Langgulung dapat menjadi kekuatan dalam mengonstruk paradigma pendidikan Islam. Keduanya saling memberikan kontribusi dan berimplikasi pada sistem pengetahuan, sikap dan perilaku manusia. Setiap tindakan yang dilakukan umat muslim sesungguhnya memiliki keeratan dengan sistem pengetahuan dan pemahaman keislaman yang dimilikinya. Karakter moderat dan atau sebaliknya yang dimiliki setiap pribadi muslim pada dasarnya sebagai bentuk ekspresi psikologi dan pemahaman keagamaannya. Hasan Langgulung merekomendasikan pentingnya pendekatan psikologi dalam studi keislaman sebagai ikhtiar mengantarkan pribadi muslim yang moderat, dinamis dan inklusif.  Kata Kunci: Pendidikan Islam, Psikologi, Fitrah dan Kebebasan
Perkembangan Kognitif Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran Tematik Di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Kasus di MIN 1 Bantul) Laelatul Badriah; Khamdan Nur Andi
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(1).40-53

Abstract

Perkembangan kemampuan peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan kognitif peserta didik. Kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran tematik sangat perlu memperhatikan perkembangan kognitif yang erat kaitanya dengan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik. MIN 1 Bantul berupaya untuk menerapkan proses pembelajaran dengan memperhatikan perkembangan peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah persiapan pembelajaran tematik di MIN 1 Bantul memperhatikan standar porses pendidikan, proses pembelajaran yang dengan berpegang pada teori perkembangan kognitif Piaget, proses pembelajaran tematik menggunakan dan memegang teori kognitif. Menurut Piaget proses pembelajaran pada usia 7-12 disebut pada tahap oprasional konkrit. Penelitian ini untuk mengetahui perkembangan kognitif dapat memberikan dampak pada kemajuan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini dalah penelitian kualitatif. Populasi penelitian ini adalah guru MIN 1 Bantul, Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan kognitif peserta didik akan memberikan efek yang baik bagi kemajuan hasil belajar peserta didik, baik proses pembelajaran maupun hasil akhir dari hasil belajar peserta didik. Dalam hal ini, usia minimal yang distandarkan untuk bisa memulai pendidikan dasar adalah umur 7 tahun, dengan alasan kesiapan secara matang dan kognitif anak dalam menerima materi ajar telah matang.Kata Kunci: perkembangan kognitif, pembelajaran tematik, Siswa MI 
Penerapan Model Problem-Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar Matematika pada siswa Kelas VI Mi Ma’arif Jekeling Binti Salamah; Dyahsih Alin Sholihah
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).87-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi operasi hitung campuran dengan menggunakan model problem-based learning. Penelitian dilaksanakan di MI Ma’arif Jekeling. Subjek penelitian adalah 13 siswa kelas VI MI Ma’arif Jekeling. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Alur masing-masing siklus PTK yang dilaksanakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain lembar observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes akhir di setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan langkah-langkah model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut sesuai dengan nilai rata-rata afektif pada siklus I sebesar 76,73% dan siklus II sebesar 80,77% dan terjadinya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 4,04%. Nilai rata-rata psikomotor siklus I sebesar 69,81% dan siklus II sebesar 75,58% dan terjadinya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 5,77%. Rata–rata nilai kognitif siswa pada siklus I sebesar 67,31, kemudian siklus II meningkat menjadi 76,54, dengan demikian terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 9,23. Kata kunci: Problem-Based Learning, Hasil Belajar, Matematika
Pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dan Relevansinya Dengan Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar Rinesti Witasari
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2022.1(1).1-8

Abstract

Dunia pendidikan saat ini tentu tidak terlepas dari pemikiran tokoh pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara. Tokoh yang memiliki peran besar dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Baginya pendidikan merupakan media untuk mencapai tujuan perjuangan yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batin. Merdeka secara lahir artinya tidak dijajah secara fisik, politik, ekonomi dan lain-lain, sedangkan merdeka secara batiniah artinya mampu mengendalikan diri dan mandiri dengan tanpa melanggar kemerdekaan golongan ataupun orang lain. Seiring dengan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat telah mempengaruhi perubahan kebijakan yang diterapkan. Perubahan kebijakan tentu selalu mengarah pada perbaikan sistem pendidikan. Pada saat ini salah satu perubahan kebijakan tersebut tertuang dalam program “Merdeka Belajar”. Kebijakan program “Merdeka Belajar” meliputi empat pokok kebijakan yaitu Penilaian USBN Komprehensif, UN diganti dengan assessment penilaian, RPP dipersingkat dan zonasi PPDB lebih fleksibel. Kesimpulannya bahwa kebijakan merdeka belajar sejatinya telah mengacu pada pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa dalam kebijakan merdeka belajar guru harus memiliki jiwa merdeka untuk bisa memerdekakan siswanya.Kata Kunci: Pendidikan, Ki Hajar Dewantara, dan Merdeka Belajar.
Implementasi Pendidikan Pancasila di SDNegeri Bakulan Isti Septiani; An-Nisa Apriani; Lathifatul Izzah
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2022.1(2).33-42

Abstract

Implementasi pendidikan nilai Pancasila di sekolah dasar sangat penting dilakukan. Hal ini mengingat bahwa karakter yang dimiliki setiap individu berbeda-beda, perbedaan karakter dapat menimbulkan perselisihan, perpecahan, serta memicu perilaku menyimpang. Mengatasi penyimpangan karakter dapat dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami implementasi pendidikan nilai Pancasila, nilai-nilai Pancasila, serta karakter siswa di SD Negeri Bakulan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian implementasi pendidikan nilai Pancasila di SD Negeri Bakulan menunjukkan bahwa, pendidikan nilai Pancasila diimplementasikan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan pendidikan nilai Pancasila menyusun perencanaan. Pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan pembelajaran, kegiatan diluar pembelajaran, pembiasaan, dan kedisiplinan. Evaluasi dilakukan melalui evaluasi siswa yang mencakup evaluasi pembelajaran dan pengamatan sikap sedangkan evaluasi tenaga pendidik dilakukan dengan pemantauan serta pemberian tugas. Nilai-nilai Pancasila yang diterapkan di SD Negeri Bakulan meliputi nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Nilai-nilai Pancasila ditunjukkan dengan sikap dan perilaku siswa sesuai dengan indikator nilai-nilai Pancasila. Penerapan nilai-nilai Pancasila di SD Negeri Bakulan membentuk siswa kelas V (lima) memiliki nilai karakter religius, toleransi, tanggung jawab, nasionalis, gotong royong, peduli sosial dan menghargai prestasi. Hasil penelitian dapat memberikan implikasi bagi guru dan kepala sekolah dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pendidikan pancasila baik di dalam pembelajaran maupun luar pembelajaran lebih baik lagi sehingga hasil yang dicapai lebih optimal. Hasil penelitian juga dapat dijadikan rekomendasi bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan dan pendampingan bagi praktisi pendidikan dalam mengimplementasikan pendidikan pancasila baik di dalam pembelajaran maupun luar pembelajaran yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi agar tujuan pendidikan pancasila tercapai sesuai harapan.Kata kunci: Pendidikan Pancasila, Nilai Karakter