cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 164 Documents
PERBEDAAN TINGKAT RISIKO JATUH PADA LANSIA YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI SENAM DI POSYANDU
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.88

Abstract

Jatuh adalah penyebab kecelakaan yang paling sering pada orang yang berusia >65 tahun, dan keadaan ini merupakan penyebab utama mortalitas karena cedera pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat risiko jatuh pada lansia yang mengikuti dan tidak mengikuti senam di Posyandu. Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu 33 lansia yang mengikuti senam dan 17 lansia yang tidak mengikuti senam. Instrumen yang digunakan adalah observasi dengan Berg Balance Scale. Hasil penelitian pada kelompok lansia yang mengikuti senam di Posyandu mayoritas 100% risiko rendah jatuh, sedangkan kelompok lansia yang tidak mengikuti senam sebagian besar 71% risiko moderat jatuh. Analisa data menggunakan Mann Whitney U Test, didapatkan nilai p: 0,000 dengan nilai Z: -5,481. Kesimpulannya terdapat perbedaan yang signifikan tingkat risiko jatuh pada lansia yang mengikuti dan tidak mengikuti senam di Posyandu. Peneliti menyarankan kepada kader Posyandu agar memotivasi lansia yang tidak ikut senam untuk berpartisipasi senam di posyandu dan kunjungan lansia yang mengikuti senam ke rumah lansia yang khususnya menderita penyakit untuk mengajarkan gerakan senam.
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN BRISK WALKING PADA SISWA Devia Rosita Lestari; Cicilia Wahju Djajanti; Veronica Silalahi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.89

Abstract

Kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan berbentuk seperti lilin yang diproduksi di dalam liver. Salah satu Intervensi yang dilakukan untuk mengurangi kadar kolesterol adalah melakukan aktivitas fisik yang terukur seperti jalan cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol pada siswa sebelum dan sesudah dilakukan jalan cepat. Desain penelitian ini adalah Pra Eksperimental One Group Pretest-Posttestdengan populasi terjangkau berjumlah123 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik Simple Random samplingdiambil 54 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakanPoint Of Care Test (POCT).Hasil penelitian sebelum dilakukan jalan cepatkadar kolesterol responden sebagian besar (52%) kategori tinggi. Sesudah dilakukan jalan cepat didapatkan kategori ideal 76%. Data dianalisa dengan uji Pair T Test dengan signifikan ? = 0,05 p = 0,000. Oleh karena harga p<? maka H1 diterima artinya ada perbedaan kadar kolesterol sebelum dan sesudah dilakukan jalan cepat. Peneliti menyarankan kepada kepala sekolah agar aktivitas jalan cepat dimasukkan ke dalam mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, melakukan sosialisasi pentingnya aktiivtas fisik dan olahraga, serta mneyarankan kantin untuk menjual makanan sehat.
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA LANJUT USIA (LANSIA) DALAM PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA Raditya Kurniawan Djoar
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i2.93

Abstract

Dukungan sosial keluarga adalah sebagai suatu proses hubungan antara keluarga dengan lingkungan sosial. Dukungan sosial keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Di Posyandu terdapat lansia yang tidak rutin mengikuti kegiatan. Mereka mengatakan bahwa keluarga mereka sudah sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga lupa mengingatkan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tentang dukungan sosial keluarga dalam pemanfaataan posyandu lansia RW 11 kelurahan Pacarkembang Kota Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskripstif. Variabel yang diteliti adalah dukungan sosial keluarga Jumlah sampel penelitian sebanyak 52 lansia yang dikumpulkan di posyandu lansia dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Hasil analisa statistik deskriptif proporsi prosentase penelitian ini didapatkan 54% lansia mendapatkan dukungan yang rendah, dan 46% mendapatkan dukungan yang tinggi. Rendahnya dukungan sosial keluarga diesbabkan karena sebagain besar anggota keluarga yang tinggal dengan lansia adalah para pekerja, selain itu juga banyak lansia yang menderita penyakit kronis yang memerlukan dukungan social lebih dalam penatalaksanaan terapi mereka yang beragam.
TINDAKAN PENENTUAN WAKTU PENYAPIHAN ASI OLEH IBU Widayani Yuliana
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i2.94

Abstract

Waktu penyapihan ASI kurang dari 2 tahun menyebabkan nutrisi yang terkandung dalam ASI tidak dapat diserap oleh tubuh bayi. Hasil survei di RW 06 Keluarahan Jagir Wonokromo didapatkan masih banyak ibu belum mengetahui dengan jelas tentang ASI dan ibu menghentikan pemberian ASI atau menyapih kurang dari 2 tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tindakan penentuan waktu penyapihan ASI oleh ibu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Variabel adalah tindakan penentuan waktu penyapihan ASI oleh ibu. Populasi adalah ibu yang memiliki anak balita. Sampel penelitian ini adalah 36 responden dan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner wawancara terstruktur. Data dianalisa dengan Analisa statistik deskriptif proporsi prrosentase. Hasil penelitian adalah 50% responden melakukan penyapihan ASI ? 2 tahun sebanyak 50% melakukan penyapihan ASI < 2 tahun. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI, Ketua RW 06 bekerja sama dengan Petugas Puskesmas mengadakan penyuluhan sehingga penyapihan ASI dapat dilakukan ? 2 tahun.
GAMBARAN TAKUT JATUH PADA LANSIA DI PANTI WREDHA SURABAYA Anastasia Putu Martha Anggarani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i2.95

Abstract

Kejadian jatuh yang sering dialami lansiadipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor personal yaitu takut jatuh. Takut jatuh akan menghambat kualitas hidup lansia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. di Panti 6 Wredha Surabaya pada 155 responden dengan metode proportional random sampling. Kriteria responden penelitian ini adalah lansia yang bersedia menjadi responden, berusia ?60 tahun, bisa berkomunikasi dengan baik, bisa membaca dan menulis serta bisa menjawab pertanyaan dalam kuesioner. Data didapatkan melalui kuesioner dengan hasil sebanyak 49,7% responden mengalami kekhawatiran yang tinggi akan jatuh. Oleh karena terjadi perubahan fisiologis, lansia akan mengalami penurunan kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan saat melakukan aktivitas. Hal tersebut yang akan menyebabkan lansia takut jatuh saat melakukan aktivitas fungsional.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DI STIKES KATOLIK ST. VINCENTIUS A PAULO SURABAYA Ni Luh Agustini Purnama
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i2.97

Abstract

Para calon tenaga kesehatan diharapkan mimiliki keahlian kolaborasi sejak masa sekolah melalui InterprofessionalEducation (IPE) agar siap memasuki dunia kerja ke dalam tim collaborative practice. Persepsi mahasiswa tentang IPE akan menetukan penerapan IPE dalam kurikulum pembelajaran. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi persepsi mahasiswa mengenai Interprofessional Education di STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Subjek penelitian 104 mahasiswa semester IV STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya yang memenuhi kriteriainkusi. Persepsi mahasiswa tentang Interprofessional Education dinilai menggunakani interdisciplinary education perception scale (IEPS). Hasil penelitian menunjukkn skor rata-rata yang tertinggi dari persepsi mahasiswa tentang IPE pada komponen bukti kerjasama dengan nilai mean 4,16 yaitu pada rentang setuju sampai sangat setuju yang menunjukkan bahwa masing-masing profesi baik perawat maupun fisioterapi mampu berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya atau dengan sektor terkait lain. Skor rata-rata yang terendah dari persepsi mahasiswa tentang IPE adalah komponen pemahaman terhadap profesi lain dengan nilai mean 3,74 yaitu pada rentang ragu-ragu sampai setuju. Hal ini menunjukan bahwa masing-masing profesi melihat profesi lain berharga, tidak menilai profesinya lebih tinggi dari profesi lain.
MOTIVASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN MENGUKUR TTV MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN Yuni Kurniawaty
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i2.98

Abstract

Keberhasilan mahasiswa dalam proses pendidikan dipengaruhi beberapa hal, diantaranya adalah motivasi belajar. Beberapa mahasiswa di STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo didapatkan 39% (dari 41 mahasiswa) kurang terampil dalam melakukan TTV di laboratorium. Karena itu, penulis mencoba melakukan penelitian tentang hubungan motivasi belajar dengan penilaian keterampilan mengukur TTV mahasiswa Prodi D3 Stikes Katolik St. Vincentius a Paulo.Desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian 34 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Variabel independent yaitu penilaian keterampilan mengukur TTV, variabel dependent yaitu motivasi belajar. Analisa data dengan uji statistik Rank Spearman dengan signifikan ? = 0,05. Hasil uji statistik Rank Spearman didapatkan p = 0,269. Hasil p > ?, yaitu tidak ada hubungan motivasi dengan penilaian keterampilan TTV pada mahasiswa D3 Keperawatan Angkatan 2013 STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo.Disimpulkan bahwa tidak adanya hubungan motivasi dengan penilaian keterampilan TTV pada mahasiswa D3 Keperawatan Angkatan 2013 STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo, dikarenakan adanya faktor yang mempengaruhi pencapaian target keterampilan, maka kesiapan secara utuh yang terdiri dari kesiapan fisik, kesiapan emosi (motivasi), kesiapan pengalaman dan kesiapan pengetahuan tidak bisa dipisahkan.
TINGKAT PENGETAHUAN POSISI ERGONOMI DALAM PENCEGAHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH Dwi Purwantini
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i2.99

Abstract

Nyeri Punggung Bawah dapat disebabkan oleh karena posisi tubuh yang tidak benar (ergonomi) saat beraktivitas baik kerja maupun aktivitas keseharian, oleh karena itu diperlukan pengetahuan yang cukup untuk memahami posisi ergonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat Binaan Putri Kasih di Tanjung Sari Surabaya tentang posisi ergonomi dalam pencegahan nyeri punggung bawah. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jumlah sampel 30 masyarakat Binaan Putri Kasih di Tanjung Sari Surabaya. Teknik sampling menggunakan total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat tentang posisi ergonomi untuk mencegah nyeri punggung bawah. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan masyarakat Binaan Putri Kasih di Tanjung Sari Surabaya lebih dari 50% (66%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang posisi ergonomi. Berdasarkan penelitian perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga dapat mengurangi resiko kejadian nyeri punggung bawah yang dapat menurunkan produktivitas.
HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA DENGAN KESIAPAN STIKES ‘AISYIYAH YOGYAKARTA TERHADAP PELAKSANAAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) Veronica Silalahi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i2.100

Abstract

Interprofessional Education(IPE) merupakan pembelajaran yang interaktif, berbasis pembelajaran kelompok profesi, dengan menciptakan suasana belajar yang kolaboratif sehingga antar profesi dapat melakukan interaksi untuk menyampaikan pemahaman tentang interpersonal, kelompok, organisasi sebagai proses profesionalisme profesi. Interprofessional Education(IPE) dapat terjalin jika terdapat dua atau lebih mahasiswa kesehatan dengan bidang yang berbeda untuk belajar bersama untuk meningkatkan kualitas kolaborasi tenaga kesehatan pada lingkungan praktik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana hubungan persepsi dengan kesiapan mahasiswa mengenai Interprofessional Education (IPE)di STIKES „Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional dan menggunakan rancangan penelitian cross sectional pada 65 mahasiswa di STIKES „Aisyiyah Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel pada kelompok penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil uji statistik Rank Spearman didapatkan bahwa p= 0.644 dengan nilai p>? yang berarti H0 diterima artinya tidak ada hubungan yang siginifikan antara persepsi dengan kesiapan mahasiswa terhadap IPE di STIKES „Aisyiyah Yogyakarta. Saran yang dapat diberikan adalah perlu mensosialisasi kepada seluruh mahasiswa tentang IPE dan mulai menerapkan IPE sebagai salah satu mata kuliah dalam kurikulum pendidikan tinggi kesehatan.
GAMBARAN SLEEP HYGIENE PADA MAHASISWA STIKES KATOLIK ST.VINCENTIUS A PAULO SURABAYA Fara Nisa’; Sr. Sri Winarni SSpS
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i2.101

Abstract

Remaja memerlukan 8-10 jam waktu tidur setiap malam untuk mencegah keletihan dan membantu mendapatkan tidur yang efektif harus meningkatkan sleep hygiene. Sleep hygiene adalah suatu perilaku yang harus dilakukan sebelum tidur untuk membantu mendapatkan kualitas tidur yang paling baik. Di STIKES Katolik ST. Vincentius A Paulo Surabaya, didapat mahasiswa yang mengalami sulit tidur dimana mahasiswa tersebut melakukan aktivitas sebelum tidur seperti belajar di tempat tidur sampai larut malam, bermain hand phone, dan mendengarkan musik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran sleep hygiene pada mahasiswa di STIKES Katolik St.Vincentius A Paulo Surabaya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yakni gambaran sleep hygiene. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling pada 49 responden. Instrumen untuk pengumpulan data adalah Adolescent Sleep Hygiene Scale. Hasil analisis data didapatkan rata-rata tertinggi pada faktor zat 5,59 sebagian besar (73,5%) menjawab tidak pernah tidak melakukan sleep hygiene dan rata-rata terendah pada faktor perilaku 1,88 menjawab pada rentan <50% (42,9%) selalu tidak melakukan sleep hygiene.

Page 2 of 17 | Total Record : 164