JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles
178 Documents
SENAM HAMIL DAN KEMAMPUAN MENGENDALIKAN NYERI PERSALINAN PADA IBU BERSALIN KALA I
Magdalena Astrid;
Angela Muryanti Gatum
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v1i1.126
Nyeri persalinan akan mengakibatkan kekhawatiran dan biasanya karena ketidaktahuan akan proses yang terjadi menyebabkan orang merasa takut dan stress. Untuk membantu mengatasi nyeri persalinan pada ibu bersalin, ibu dianjurkan untuk teratur mengikuti senam hamil khususnya latihan relaksasi dan pernapasan dalam, dan pengalihan perhatian terhadap nyeri persalinan saat proses bersalin. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan hubungan frekuensi senam hamil dengan kemampuan mengendalikan nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu consecutive sampling dengan jumlah 15 responden. Variabel independen adalah frekuensi senam hamil dan varibel dependennya adalah kemampuan mengendalikan nyeri pada ibu bersalin kala I. Hasil uji statistik korelasi dengan Rank Spearman, didapatkan ?=0,109 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi senam hamil dengan kemampuan mengendalikan nyeri persalinan pada ibu bersalin kalaI. Faktor lain yang mempengaruhi hal tersebut karena nyeri itu sesuatu yang subyektif, mekanisme koping ibu dalam mengendalikan nyeri berbeda, pengalaman masa lalu dengan nyeri, kelelahan, persalinan yang berlangsung lama, dan ibu melahirkan tanpa pendamping.
PENGETAHUAN IBUTENTANG GIZI DAN STATUS GIZI BALITA
Marcellina Rasemi Widayanti;
Magdalena Astrid;
Luh Wiryani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v1i1.127
Pengetahuan tentang gizi balita akan mempengaruhi pola pemenuhan gizi dan status gizi anaknya. Fenomena yang terjadi pada bulan Juni 2010 di RW V Bumiarjo, kelurahan Sawunggaling, kecamatan Wonokromo bahwa dari 130 balita ditemukan 35 balita, mengalami berat badan dibawah garis merah dan dibawah garis titik-titik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita.Populasi terdiri dari semua ibu yang tinggal di RW V Bumiarjo, dan populasi terjangkau sebanyak 130 responden, dengan sampel 67 responden.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional yang bersifat korelasion.Tehnik sampling yang digunakan adalah simple random sampling.Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan observasi.Data dianalisa dengan uji statistik Rank Spearman. Dari penelitian didapatkan hasil uji statistik 0,183 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan status gizi balita.Berdasarkan hasil tersebut diharapkan pengetahuan yang didapat, baik pendidikan formal ataupun non formal dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita, sehingga dapat diterapkan pada anaknya.
PEMBERIAN INFORMASI PERIOPERATIF MENURUNKAN KECEMASAN PASIENPRAOPERASI
Sr Susana SSpS;
Ni Luh Agustini Purnama;
Maria Lupita
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v1i1.128
Prosedur pembedahan akan memberikan suatu reaksi kecemasan yang muncul sebagai respon antisipasi terhadap suatu pengalaman yang dapat dianggap pasien sebagai suatu ancaman terhadap kehidupanya. Bila pasien mengalami kecemasan berlebihan, perawat perlu memberikan informasi yang membantu menyingkirkan kecemasan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian informasi perioperatif terhadap penurunan tingkat kecemasan praoperasi.Desain yang digunakan adalah quasy-eksperiment dengan rancangan non-randomized control group pre-test posttest design.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 24 responden. Hasil penelitian menunjukan pada kelompok perlakuan 92% responden mengalami kecemasan berat sebelum diberikan informasi dan setelah diberikan informasi 58% responden mengalami kecemasan ringan. Pada kelompok kontrol tidak tidak terjadi penurunan kecemasan dimana pada saat masuk rumah sakit 67% responden mengalami kecemasan berat sedangkan pengukuran tingkat kecemasan 2 jam sebelum dioperasi menunjukkan 67% responden mengalami kecemasan berat. Hal ini menunjukan ada pengaruh pemberian informasi terhadap tingkat kecemasan pasien. Perawat perlu meningkatkan pemberian informasi pada pasien praoperasi dengan memberikan informasi yang meliputi pengalaman selama proses preoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif sehingga dapat menurunkan kecemasan pasien.
PSIKOMOTOR PERAWAT DALAM PEMBERIAN OBAT ORAL DENGAN PRINSIP ENAM TEPAT
Sisilia Indriasari Widianintyas;
Yohana
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v1i1.129
Kesalahan pengobatan masih banyak dilakukan oleh perawat dan terjadi saat perawat gagal mengikuti prosedur rutin, misalnya didapatkannya pendokumentasian yang tidak lengkap. Prinsip enam tepat merupakan prinsip yang harus diperhatikan oleh perawat dalam pemberian obat untuk menghindari kesalahan pemberian obat dan keberhasilan pengobatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psikomotor perawat dalam pemberian obat oral dengan prinsip enam tepat di ruang rawat inap.Desain yang digunakan adalah deskriptif.Responden pada penelitian ini adalah semua perawat ruang rawat inap yang berperan dalam pemberian obat. Pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling dilanjutkan dengan simple random sampling berjumlah 51 responden di Paviliun 4, 5, 6 dan 7 Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Pengumpulan data dengan observasi tentang psikomotor perawat dalam pemberian obat oral. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat psikomotor perawat dalam pemberian obat oral pada umumnya baik dengan didapatkan 82% responden memiliki psikomotor adposi, dan 18% tingkat mekanisme. Hal ini disebabkan karena adanya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang telah diberikan dari pihak direksi Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya kepada para perawat tentang pemberian obat.
PERSEPSI DOSEN TERHADAP INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE)
Ignata Yuliati
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2014): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v4i1.130
Dosen sebagai fasilitator dalam proses pendidikan memiliki peran yang sangatpenting dalam proses pembelajaran IPE. Sikap dan penerimaan mahasiswa terhadapprofesi lain maupun proses IPE dipengaruhi oleh pemahaman dosen dalam memfasilitasipelaksanaan IPE. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dosen mengenaiinterprofessional education. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasipenelitian dosen tetap STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya yang memenuhikriteria inklusi yaitu sebanyak 20 responden. Instrument yang digunakan adalah kuisioneryang mengacu pada Interdisciplinary Education Perception Scale (IEPS). Berdasarkananalisis statistik didapatkan hasil persepsi dosen tentang IPE; Pada komponen buktibekerjasama memiliki nilai mean tertinggi yaitu 4,45; Persepsi kebutuhan untukbekerjasama memiliki nilai mean 4.20; Kompetensi dan otonomi memiliki nilai mean4.13; Pemahaman terhadap profesi lain memiliki nilai mean 3,39. Hasil tersebutmenunjukan bahwa rata-rata dosen memiliki persepsi yang baik terkait dengan IPE.Penerapan IPE dalam proses pembelajaran penting sehingga dapat meningkatkanpemahaman mahasiswa dalam fungsi kolaborasi sehingga pada akhirnya dapatmeningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
PENDIDIKAN KESEHATAN MERUBAH PERILAKU PASIEN TBC DALAM PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKITNYA
Bernadetta Bella;
Wijar Prasetyo
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v1i1.131
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang mudah ditularkan melalui dahak penderita yang mengandung basil tuberkulosis. Penyebab peningkatan angka kejadian infeksi dari satu orang ke orang lain disebabkan karena perilaku pasien. Penelitian menggunakan desain pratest-post test dengan jumlah 35 sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan wawancara dengan check list. Data dianalisis menggunakan uji T pair dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebelum responden diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku pencegahan infeksi TB mereka diberi kuisioner dan didapatkan nilai tertinggi 34 dan skor terendah 12, setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang perilaku pencegahan infeksi penyakit tuberculosis responden skor tertinggi 43 dan terendah 24 dari total nilai 50. Setelah dianalisa dengan uji T pair didapatkan p=0,000 berarti ada perbedaan perilaku pencegahan infeksi sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan pada pasien TB. Perubahan perilaku pencegahan infeksi oleh pasien TB dari masyarakat dianggap perlu dilakukan untuk mencegah infeksi pada orang lain terutama pada keluarga mereka dengan kemampuan yang mereka miliki.
TRYPTOPHAN DALAM SUSU FORMULA MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA
Raditya Kurniawan Djoar
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v1i1.132
Insomnia pada lansia memberikan efek tidak baik pada fisik dan psikologisnya. Susu formula merupakan salah satu cara untuk mengurangi gangguan tidur pada lansia karena mengandung tryptophan Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen dalam satu kelompok (One-group pra-test post-test design). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara teknik purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 23 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan p=0,005 pada level p < 0.05 yang berarti ada pengaruh pemberian susu formula terhadap peningkatan kualitas tidur lansia yang mengalami insomnia.
SIKAP IBU TERHADAP OBESITAS PADA BALITA
Arief Widya Prasetya
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2014): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v4i1.133
Orang tua terutama ibu kadang tidak menyadari bahwa obesitas pada anak yang dapatmempenyaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Para ibu tidak tahu dan beranggapanbahwa hal tersebut wajar saja. Pada Penelitian ini peneliti mengunakan desain deskriptif dengantujuan untuk menggambarkan sikap ibu terhadap balita yang obesitas. Penelitian inimenggunakan tehnik simple random sampling dengan besar sampel 29 responden. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala likert. Pada akhir penelitian ditemukan hasilbahwa sebagian besar ibu 72% (21 responden) bersikap negatif terhadap obesitas dan hanya28% (8 responden) yang bersikap positif. Guna menciptakan sikap ibu yang lebih positif padabalita yang obesitas perlu kiranya memberikan informasi melalui kegiatan penyuluhan pada saatmelaksanakan kegiatan Posyandu untuk meningkatkan pengetahuan para ibu tentang obesitasdan nutrisi pada balita.
TINGKAT DEPRESI DAN KETERGANTUNGAN ADL (ACTIVITY OF DAILY LIVING) PADA LANSIA
Yustina Kristianingsih;
Yhenti Widjayanti;
Suryagustina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v1i1.134
Depresi sering dialami lansia sebagai suatu kondisi medis-psikiatris yang menyebabkan terganggunya aktivitas sosial dan aktivitas kehidupan sehari-hari (Activity of Daily Living/ADL). Lansia yang tidak mengalami keterbatasan fisik, yang sebenarnya mampu melakukan kebutuhan aktivitas sehari-harinya tetapi tidak mau melakukannya, sehingga perawatan dirinya hanya tergantung pada orang lain saja. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan rancangan cross sectional yang bertujuan untuk mempelajari hubungan tingkat depresi dengan ketergantungan ADL pada lansia. Teknik sampling yang digunakan Simple Random Sampling, dengan besar sampel 31 lansia.Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan lembar inventaris depresi Beck dan observasi menggunakan Indeks ADL’s Barthel.Hasil penelitian didapatkan terbanyak lansia dengan tingkat depresi ringan 35%.tingkat ketergantungan ADL terbanyak ketergantungan ringan 66%. Data dianalisa menggunakan Rank Spearman didapatkan +0,479 dengan p sebesar 0,006< p 0,05 berarti ada hubungan antara tingkat depresi dengan ketergantungan ADL. Pada lansia di Panti Werdha Bakti Luhur Sidoarjo yang mengalami depresi mengalami penurunan minat untuk memenuhi ADL secara mandiri, semakin tinggi tingkat depresi yang dialami maka tingkat ketergantungan untuk pemenuhan ADLnya juga semakin tinggi.
METODE ROLE PLAYING MENINGKATKAN PENGETAHUAN MANAJEMEN PENERIMAAN PASIEN BARU PADA MAHASISWA
Sri Winarni
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2014): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v4i1.135
Manajemen penerimaan pasien baru merupakan peristiwa yang sangat pentinguntuk membangun relasi antara perawat, sehingga bisa meningkatkan kooperatif pasiendan peningkatan mutu layanan. Fenomena yang terjadi rumah sakit masih ada perawatmenerima pasien baru tidak sesuai dengan prosedur karena mereka tidak tahu.Tujuanpenelitian ini untuk menganalisa pengaruh metode pembelajaran role playing terhadaptingkat pengetahuan maasiswa tentang manajemen penerimaan pasien baru. DesainPenelitian pra eskperimental One Group Pra Test Post Test Design dengan besar sample32. Hasil penelitian sebelum pembelajaran role playing 88% berpengetahuan kurang dansesudah pembelajran role playing 53% berpengetahuan baik. Hasil uji statistik diperolehdengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan nilai signifikan ? = 0,05 dandidapatkan harga p = 0,000. Hal ini berarti ada pengaruh metode pembelajaranroleplaying terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai manajemen penerimaanpasien baru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan bahwa metodepembelajaran role playing efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang manajemenpenerimaan pasien baru karena mahasiswa langsung memerankan diri sesuai denganperannya sehingga terdapat integrasi antara kognitif, afektif dan psikomotor.