cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 178 Documents
PELATIHAN TEKNIK RELAKSASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN MELAKSANAKANNYA PADA PENDERITA HIPERTENSI Yustina Kristianingsih
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2014): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v4i1.136

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat diIndonesia. Untuk membantu mengedalikan tekanan darah dapat dilakukan denganmenejemen stress salah satunya dengan melakukan teknik relaksasi nafas dalam. Desainpenelitian pra eksperimental dengan one group pre dan post test desingn. Respondenyang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 90 penderita Hipertensi yang telah didiagnose dokter. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dan lembar observasi untukmengukur tingkat pengetahuan dan kemampuan pelaksanaan teknik relaksasi sebelumdan sesudah pelatihan. Hasil uji menggunakan Wilcoxon didapatkan hasil p=0.000 baikuntuk tingkat pengetahuan maupun kemampuan pelaksanaannya sehingga didapatkanpengaruh pelatihan teknik relaksasi dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dankemampuan pelaksanaanya pada penderita hipertensi di posyandu Mawar RW IVKelurahan Pakis Kecamatan Sawahan Surabaya. Sehingga di harapkan Kader posyanduLansia memotivasi penderita hipertensi untuk tetap melaksanakan teknik relaksasi napasdalam untuk menurunkan tekanan darah baik secara individu maupun kelompok. Aplikasirelaksasi napas dalam secara kelompok bisa dilakukan sebelum kegiatan olahraga rutinlansia.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU TENTANG PAP SMEAR SEBAGAI DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Raditya Kurniawan Djoar; Ni Luh Dian Meiliantariasih
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2014): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v4i1.137

Abstract

Penyakit kanker serviks semakin meningkat dan merupakan pembunuh nomor satubagi perempuan di Indonesia. Sampai saat ini banyak ibu yang berpikir kanker serviks itutidak dapat disembuhkan. Kanker serviks dapat dideteksi dini dengan menggunakan papsmear, sehingga kanker serviks dapat disembuhkan. Sampai sekarang masih kurangnyakesadaran ibu untuk mengikuti pap smear.Tujuan dari penelitian ini adalah mencarihubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu tentang pap smear sebagai deteksi dinikanker serviks. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional.Pengambilan sampel menggunakan tehnik cluster random sampling dilanjutkan dengansimple random sampling didapatkan sebanyak 106 responden. Variabel independen adalahtingkat pengetahuan dan variabel dependen adalah sikap. Tehnik pengumpulan data padapenelitian ini menggunakan kuesioner. Dilakukan analisa data didapatkan hasil respondenterbanyak memiliki pengetahuan cukup, responden terbanyak bersikap positif dan hasil ujistatistik rank spearman didapatkan hasil ?= 0,000 maka hasilnya ? < ? dimana ?=0,05berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang pap smearsebagai deteksi dini kanker serviks. Dilihat dari hasil penelitian didapatkan hubungan searahantara tingkat pengetahuan dengan sikap. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuanadalah informasi maka peneliti menyarankan mengadakan penyuluhan kesehatan tentang papsmear sehingga meningkatkan pengetahuan yang masih cukup dan kurang disertai denganmengadakan pemeriksaan pap smear.
EFFETIVITAS JUS TOMAT TERHADAP PENINGKATAN KADAR ESTRADIOL Yhenti Widjayanti
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2014): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v4i1.138

Abstract

Keadaan hipoestrogen pada masa menopause mengakibatkan atropi vagina dandapat menimbulkan keluhan rasa panas pada vulva, disuria, pruritus, dispareunia dan nyeri.Keluhan menopause dapat dikurangi dengan konsumsi fitoestrogen. Buah tomat merupakanfitoestrogen jenis lignan. Namun pengaruh jus tomat terhadap kadar estrogen, proliferasifibroblas dan ketebalan dinding vagina tikus belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalahmembuktikan pengaruh pemberian jus tomat (Lycopersicum commune) terhadap kadarestradiol tikus Wistar pasca ovariektomi dengan menggunakan teknik ELISA. JenisPenelitian ini adalah eksperimen laboratoris dengan rancangan Post test Only ControlGrupDesign. Penelitian ini menggunakan Rattus norvegicus strain Wistar betina yang telahdiovariektomi sebanyak 24 eko terbagi dalam 4 kelompok secara random yaitu 1 kelompokkontrol dan kelompok perlakuan d pemberian jus tomat 110 mg/kgBB/hari (P1), 220mg/kgBB/hari (P2) dan 330 mg/kgBB/hari (P3) selama 28 hari. Hasil penelitian didapatkanpeningkatan kadar estrogen darah seiring dengan peningkatan pemberian dosis jus tomatdengan rerata terendah pada kelompok kontrol sebesar 40,73± 9,08 pg/ml dan reratatertinggi pada kelompok P3 sebesar 167,33± 13,49pg/ml. Hasil uji Anova satu arahdidapatkan perbedaan yang bermakna antara semua kelompok kontrol dan semua kelompokperlakuan. Pemberian jus tomat terbukti meningkatkan kadar estrogen dalam darah. Perludilakukan uji secara kualitatif tentang kandungan dan jenis fitoestrogen yang ada dalam buahtomat, penelitian dengan dosis yang berbeda dan waktu pemberian yang lebih lama.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL EVALUASI BELAJAR MAHASISWA Cicilia Wahju Djajanti
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2014): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v4i1.139

Abstract

Problem Based Learning (PBL)/belajar berbasis masalah adalah suatu metode ataucara pembelajaran yang ditandai oleh adanya masalah nyata sebagai sebuah konteks bagipara pelajar untuk belajar berpikir kritis dan ketrampilan memecahkan masalah sertamemperoleh pengetahuan. Tujuan penelitian ini membuktikan efektifitas pembelajaranberbasis masalah (Problem Based Learning) terhadap hasil evaluasi belajar mahasiswakesehatan. Desain penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan rancangan pra testposttest control group design. Metode pengambilan sampel menggunakan tehnik simpleradom sampling. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon didapatkan p = 0,005 dengannilai signifikan alpa = 0,05 oleh karena p < alpha, maka ada pengaruh pembelajaran PBLterhadap hasil evaluasi belajar. Pembelajaran PBL merupakan metode yang efektif terhadappeningkatan evaluasi hasil belajar. Maka peneliti menyarankan untuk lebih menggunakanmetode PBL dalam pembelajaran fisiologi dengan beberapa model yang menarik sehinggamahasiswa lebih tertarik dan termotivasi untuk meningkatkan hasil evaluasi belajar.
PERSEPSI MAHASISWA ILMU KEPERAWATAN TENTANG MANAJEMEN BIMBINGAN KLINIK Yustina Kristianingsih
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2015): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v5i1.140

Abstract

Proses pembelajaran klinik melibatkan banyak pihak, diantaranya pembimbing klinik, pasien dan mahasiswa. Peran ketiganya harus jelas sehingga terjadi hubungan yang harmonis dalam menempuh proses pembelajaran klinik yang begitu kompleks. Untuk mencapai tujuan pembelajaran klinik diperlukan Manajemen bimbingan klinik yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa program studi Ilmu Keperawatan angkatan 2015 tentang manajemen bimbingan klinik di STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Desain penelitian yang digunnakan adalah diskriptif dengan jumlah sampel 55 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan angkatan 2011. Teknik sampling menggunakan total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah persepsi mahasiswa tentang manajemen bimbingan Klinik. Hasil penelitian dapat didapatkan persepsi mahasiswa S1 Angkatan 2011 tentang manajemen bimbingan Klinik Lebih dari 50 % (58%) memiliki persepsi yang positif tentang manajemen bimbingan klinik. Berdasarkan hasil penelitian, perlu diperhatikan pentingnya kerjasama yang lebih baik khususnya dalam pengaturan kegitan pembelajaran klinik baik pembimbing akademik dan klinik serta pihak pelayanan kesehatan yang dijadikan lahan praktik sehingga tujuan belajar dapat tercapai secara optimal dan mutu pelayanan kesehatan semakin baik.
LATIHAN FISIK (SENAM AEROBIK) MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 Yustina Kristianingsih; Maria S.C.W.J
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2011): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v2i1.141

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah suatu keadaan hiperglikemia yang disebabkan gangguan pada resistensi insulin dan sekresi insulin sehingga metabolisme tubuh juga terganggu. Pada DM tipe 2, latihan fisik atau olahraga berperan sebagai glykemic control yaitu mengatur dan mengendalikan kadar gula darah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental one group pre post test design. Responden yang menjadi subyek penelitian adalah 30 orang yang menderita DM tipe 2. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang berisi tentang data demografi responden dan lembar observasi untuk mengetahui kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan. Hasil uji menggunakan t test didapatkan hasil p = 0.00 berarti ada pengaruh latihan fisik: senam aerobik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2 di wilayah Puskesmas Pakis Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan Surabaya. Karena manfaat senam yang dapat mengontrol kadar glukosa darah maka diharapkan Puskesmas dapat memberikan informasi tentang manfaat senam sehingga dapat meningkatkan minat penderita DM untuk berolahraga.
PERMAINAN STIMULASI OTAK MENINGKATKAN KEAKTIFAN LANSIA MENGIKUTI KEGIATAN DI PANTI WERDHA Widayani Yuliana
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2015): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v5i1.142

Abstract

Penurunan keaktifan lansia menjadi pemicu makin menurunnya fungsi kognitif. Permainan stimulasi otak merupakan kegiatan yang direkomendasikan untuk mempengaruhi lansia aktif mengikuti kegiatan. Berdasarkan survey di Panti Werdha Bhakti Luhur ditemukan sedikitnya lansia yang aktif mengikuti kegiatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh permainan stimulasi otak terhadap keaktifan lansia mengikuti kegiatan. Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimental one group pre - post test design. Populasi penelitian adalah lansia di panti werdha Bhakti Luhur dengan sampling yang digunakan simple random sampling dan besar sampel sebanyak 59 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar obeservasi yang digunakan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian setelah dilakukan uji statistik menggunakan Paired Sample T Test dengan tingkat signifikan ? = 0.05 didapatkan harga p = 0.00 oleh karena harga p < ?, maka H0 ditolak, H1 diterima artinya ada perbedaan keaktifan lansia melakukan kegiatan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Sesudah dilakukan permainan stimulasi otak, lansia lebih aktif mengikuti kegiatan dan peneliti menyarankan kepada pihak yayasan dan panti werdha Bhakti Luhur untuk melakukan variasi kegiatan dengan menggunakan metode permainan dalam melakukan kegiatan stimulasi otak agar keaktifan lansia tetap dapat dipertahankan.
PERILAKU ORANG TUA DALAM PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN Ni Luh Agustini Purnama
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2015): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v5i1.143

Abstract

Perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi asupan nutrisi anak. Perilaku pemberian makan orang tua yang tidak tepat bukan hanya menyebabkan masalah kurang gizi pada anak tetapi juga berat badan berlebihan. Tujuan penelitian mengidentifikasi gambaran perilaku orang tua dalam pemberian makan anak usia 2-5 tahun. Desain penelitian observasional. Subjek penelitian 30 orang tua dengan anak usia 2-5 tahun yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi di PAUD Tunas Bangsa RT 02 RW 07 Pulosari Surabaya. Perilaku orang tua dalam pemberian makan dinilai menggunakan Comprehensive Feeding Practices Questionnaire (CFPQ). Hasil penelitian penunjukkan perilaku pemberian makan dengan nilai rata tertinggi adalah mendorong asupan makanan seimbang dan bervariasi (3,76±0,85) yaitu pada rentang kadang-kadang sampai sering. Skor rata-rata yang terendah dari perilaku orang tua dalam pemberian makan adalah pembatasan asupan makanan untuk mengontrol berat badan (2,35±0,98) artinya pada rentang jarang sampai kadang-kadang. Perawat dan tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan bimbingan antisipasi kepada orang tua melalui kegiatan penyuluhan atau konseling di posyandu dengan menyediakan informasi tentang perilaku pemberian makan yang efektif.
METODE PEMBELAJARAN TUTOR TEMAN SEBAYA (PEER GROUP) DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA Sisilia Indriasari Widianingtyas; Bernadetta Bella
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2015): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v5i1.144

Abstract

Proses pembelajaran di STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya tidak hanya diberikan melalui perkuliahan saja. Beberapa kompetensi keperawatan (psikomotor) yang harus dilatih, diasah oleh mahasiswa agar semakin terampil dengan tindakan keperawatan. Hanya saja terkadang yang sering terjadi mahasiswa terkesan melatih diri pada saat akan ujian praktikum saja. Penelitian ini menggunakan pre-post test design. Variabel penelitian ini adalah penerapan metode pembelajaran tutor teman sebaya (peer group) dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Keperawatan semester 4. Pengumpulan data dengan lembar observasi ceklist mengenai kompetensi mahasiswa pada tindakan pemberian oksigen dan nebulizer. Penilaian kompetensi dilakukan 2 kali sebelum diterapkan metode peer group dan sesudahnya. Hasil uji statistik wilcoxon dengan tingkat signifikan ? = 0.05, didapatkan harga p = 0.000. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pembelajaran model peer group terhadap kompetensi mahasiswa dalam penerapan tindakan keperawatan pada mata kuliah Sistem Respirasi II. Hal ini berarti perlu pengenalan teknik pembelajaran peer group learning pada setiap mata kuliah yang khususnya membutuhkan penerapan dalam tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan kompetensi keperawatan.
MEDIA POSTER TERHADAP PENINGKATAN SIKAP DAN NIAT UNTUK BERTINDAK KESEHATAN GIGI Donny Tri Wahyudi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2015): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v5i1.145

Abstract

Prevalensi masalah gigi pada usia 12 tahun di Indonesia terus meningkat. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya masalah gigi. Salah satunya adalah tingkat kebersihan gigi individu. Usia sekolah dasar merupakan kelompok beresiko terhadap masalah gigi karena usia tersebut merupakan masa transisi pergantian gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas media poster kesehatan gigi. Penelitian ini mengunakan penelitian pra eksperimen dengan one grouppretest–posttest. Metode penelitian dengan total sampling. Metode analisis statistik dengan uji Wilcoxon dengan p=<0,05. Nilai signifikan p= 0,000 menujukan bahwa media poster efektif meningkatkan sikap dan niat bertindak siswa. maka dari itu peneliti mengharapakan pihak yang terkait memberikan akses media kesehatan gigi yang lebih bervariasi sehingga berefek lebih jauh terhadap perubahan perilaku.

Page 6 of 18 | Total Record : 178