cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 178 Documents
EFEKTIVITAS LATIHAN EKSENTRIK SESAAT TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH Dwi Purwantini
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2015): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v5i1.146

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Latihan eksentrik dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan merupakan tipe latihan yang aman untuk meningkatkan pemakaian glukosa pada otot skeletal bagi penderita diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan pengaruh latihan eksentrik sesaat terhadap penurunan kadar glukosa darah. Penelitian ini menggunakan 28 mencit (Mus musculus) Galur balb/c yang dibagi dalam 4 kelompok, kelompok kontrol dengan perlakuan lari pada sudut 0° (K0), kelompok perlakuan latihan eksentrik sesaat/ lari downhill pada sudut -5° (K1), kelompok perlakuan latihan eksentrik sesaat/ lari downhill pada sudut -10°, dan kelompok perlakuan latihan eksentrik sesaat/ lari downhill pada sudut -15°. Latihan eksentrik dilakukan dengan lari downhill pada treadmill dengan durasi 18 menit termasuk pemanasan 5 menit dan kecepatan 31 cm/detik. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan dengan mengukur kadar glukosa darah. Rerata kadar glukosa darah pada kelompok perlakuan K1 (293,71±50,07),K2 (233,29±54,81), dan K3 (216,43±66,32) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol K0 (305±77,46). Rerata kadar glukosa pada darah mencit K1 menunjukkan ada perbedaan dibandingkan dengan K2 dan K3, sedangkan K2 dan K3 menunjukkan tidakada perbedaan. Latihan eksentrik sesaat/ lari downhill dengan sudut deklinasi -5°, -10°, dan -15° terbukti menurunkan kadar glukosa pada darah, sedangkan perbedaan antar sudut tidak menyebabkan perbedaan penurunan kadar glukosa pada darah.
PARTISIPASI PAUD DAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH Anasthasia Seruni; Yeni Ardya Garini
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2011): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v2i1.147

Abstract

Usia prasekolah merupakan masa golden age, saat itu anak membutuhkan stimulasi yang maksimal untuk perkembangan bahasa, motorik kasar-halus, dan personal social. Stimulasi yang maksimal ini bisa didapatkan dirumah maupun di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Pada kenyataannya masih ada ibu yang tidak mengikut sertakan anaknya dalam PAUD dengan berbagai alasan seperti sibuk bekerja, masalah ekonomi, dan menganggap stimulasi yang diberikan orang tua dirumah sudah cukup. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan partisipasi PAUD dengan perkembangan anak usia prasekolah. Desain penelitian ini adalah Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan teknik Simple Random sampling, besar sampel 34 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi partisipasi PAUD dan Denver II . Hasil analisa data dari 34 responden, sebanyak 59% mengikuti PAUD dan 41% tidak mengikuti PAUD, sedangkan perkembangan anak 65% menunjukan perkembangan normal dan 35% suspect. Hasil uji statistic Range Spearman didapatkan ? = 0.002 dan Correlation Coefisient 0.508, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara partisipasi PAUD dengan perkembangan anak usia prasekolah. PAUD sangat membantu orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa, motorik halus-kasar, dan personal social anak,untuk itu diharapkan kader di RW 09 Desa Trosobo, Taman-Sidoarjo memotivasi orang tua dalam mengikut sertakan anaknya dalam PAUD.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KADER ASUH DI KABUPATEN PASURUAN Much. Alyyuddin
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2015): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v5i1.148

Abstract

Sejak tahun 2013 Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mengembangkan Program Kader Asuh di 1(satu) desa atau kelurahan setiap Puskesmas. Kader asuh adalah kader kesehatan yang kegiatannya lebih fokus pada pendampingan dan pemantauan terhadap sasaran kesehatan yang ditentukan dalam satu wilayah Posyandu. Pelaksanaan Program Kader Asuh di Kabupaten Pasuruan masih belum optimal. Tujuan penelitian yaitu mengetahui gambaran evaluasi pelaksanaan Program Kader Asuh di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini termasuk model penelitian evaluasi dengan menggunakan metode kuantitatif. Keberhasilan implementasi Program Kader Asuh ditentukan banyak faktor. Faktor tersebut meliputi pengetahuan kader asuh, sikap kader asuh, sikap bidan desa, sikap bidan koordinator dan pemanfaatan buku catatan kader asuh. Saran dari penelitian ini yaitu hendaknya Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan memperhatikan hasil evaluasi untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Kader Asuh.
DUKUNGAN SUAMI MENURUNKAN KECEMASAN IBU PRIMIPARA DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN Veronica Silalahi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2011): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v2i1.149

Abstract

Kecemasan saat menghadapi persalinan dapat dialami oleh semua ibu, terutama ibu primipara karena ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Salah satu usaha untuk mengurangi kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan adalah kehadiran dan dukungan dari suami. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu primipara dalam menghadapi persalinan. Penelitian menggunakan studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dan sampel dala penelitian ini berjumlah 30 responden. Data dianalisa dengan uji statistik Rank Spearman, SPSS 16 for Windows. Dari hasil penelitian didapatkan hasil uji statistik p = 0,001 dengan nilai ? = 0,05, yang berarti ada hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu primipara dalam mengahadapi proses persalinan.
PENGARUH PEMBELAJARAN MULTIMEDIA PADA KETRAMPILAN MEMASANG FOTO TERAPI Marcellina Rasemi Widayanti
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2015): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v5i1.150

Abstract

Pembelajaran ketrampilan membutuhkan metode yang sesuai serta harus dilakukan secara berulang-ulang, hal ini tidak cukup hanya di demonstrasikan di depan kelas atau laboratorium saja. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka dalam pembelajaran ketrampilan dibutuhkan alat bantu multimedia.Desain dalam penelitian ini adalah pra – experiment, dengan populasi mahasiswa semester IV STIKES Katolik St.Vincentius a Paulo, kriteria inklusi bersedia diteliti dan hadir pada saat pengambilan data, menggunakan sampling jenuh jumlahnya 53 responden, Variabel bebas dalam penelitian adalah pembelajaran multimedia, variable terikat yaitu hasil ketrampilan memasang fototerapi. Data dikumpulkan menggunakan cheklist.Hasil uji statistic Wilcoxon dengan tingkat signifikan ? = 0.05 dan didapatkan harga p = 0.000 maka p < ? maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh pembelajaran multimedia terhadap ketrampilan memasang fototerapi pada mahasiswa STIKES Katolik St.Vincentius a Paulo Surabaya. Berdasarkan hasil maka disarankan pada dosen pengajar ketrampilan keperawatan untuk membuat multimedia /video guna membantu mahasiswa untuk belajar mandiri.
INDEKS MASSA TUBUH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 PAGUYUBAN DIABETES MELLITUS Yuni Kurniawaty
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i1.151

Abstract

Risiko terjadinya Diabetes Mellitus (DM) meningkat tepatnya pada nilai indeksmassa tubuh (IMT) yang relatif tinggi. IMT sendiri merupakan penilaian yang digunakan untukmenilai status gizi seseorang dengan mengukur tinggi badan dan berat badan.Oleh karenaterdapat kaitan antara kejadian obesitas dengan DM maka tujuan dari penelitian inimenganalisis IMT pada DM tipe 2 di paguyuban Diabetes Mellitus. Penelitian inimenggunakan metode observasional dengan pengukuran antropometri tinggi dan berat badan.Desain pada penelitian menggunakan metode deskripsi pada 50 responden ibu-ibu dipaguyuban DM rumah sakit swasta Surabaya dengan variabel tunggal yaitu IMT padapenderita DM tipe 2. Penentuan sampel dengan menggunakan pendekatan purposivesampling.Hasil penelitian diperoleh data IMT pada DM tipe 2 di paguyuban DM dimana 4%kurus ringan, 4% kurus berat, 44% normal, 18% gemuk ringan, 30% gemuk berat.Berdasarakan data tersebut menunjukkan bahwa obesitas sentral berdasarkan lingkar pingganglebih berperan sebagai faktor risiko DM dibandingkan dengan obesitas umum berdasarkanIMT. Berdasarakan analisis tersebut sebaiknya dalam menentukan obesitas pada DM tipe 2akan lebih sesuai apabila menggunakan ketentuan obesitas sentral dari pada denganmenggunakan pengukuran antropometri, karena selain tinggi dan berat badan terdapat lingkarpinggang yang merupakan lemak visceral.
PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL (KELUARGA, GURU, TEMAN SEBAYA, IDOLA DAN BUDAYA) TERHADAP PERILAKU MEROKOK REMAJA Diah Wijayanti Sutha
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i1.152

Abstract

Jumlah perokok usia remaja dengan rentang usia 14-19 tahun, di Indonesia terusmeningkat. Banyak faktor yang menyebabkan remaja merokok salah satu alasan agar diterimadikalangan kelompoknya, pengaruh lingkungan sosialnya (keluarga, teman sebaya dan guruyang merokok). Tujuan penelitian menganalisis kondisi lingkungan sosial terhadap perilakumerokok remaja. Jenis penelitian adalah explanatory research dengan rancangan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelajar remaja yang berada di KecamatanPangarengan Kabupaten Sampang Madura yaitu sebanyak 1.610. Teknik pengambilan sampeldilakukan menggunakan Simple Random Sampling, maka diperoleh sampel penelitian sebesar214. Analisis data menggunakan Chi Square dan analisis Regresi Logistik. Variabellingkungan sosial yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap perilaku merokokadalah semua variabel yang ada yaitu lingkungan keluarga, teman sebaya, guru, idola, danlingkungan budaya, karena mempunyai nilai P yang lebih kecil dari ?= 0,05. Lingkungan sosialyaitu lingkungan keluarga, teman sebaya, dan budaya mempunyai pengaruh terhadap perilakumerokok, dan untuk karakteristik yang mempengaruhi perilaku merokok adalah jenis kelamindan usia. Kekuatan hubungan dapat dilihat dari nilai OR (EXP{B}). Kekuatan hubungan dariyang terbesar ke yang terkecil adalah dukungan teman sebaya/peer (OR=1,988), dan budaya(1,103).
PENGARUH MUSCLE ENERGY TEHNIQUE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA IBU PASCASEKSIO SESARIA Nungki Marlian Yuliadarwati; Gadis Meinar Sari; Tjitra Wardani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i1.153

Abstract

Seksio Sesaria merupakan pilihan terakhir yang harus segera diambil untukmenyelamatkan ibu dan janin apabila persalinan normal mengalami hambatan.Tindakan seksiosesaria juga berkomplikasi nyeri yang dirasakan sebagai respon akibat kerusakan jaringan.Nyeri pascaseksio sesaria bersifat akut, segera diatasi karena dapat mempengaruhi hubunganpersonal, keterbatasan dalam melakukan aktivitas harian dan menganggu proses penyembuhan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh MET terhadap intensitas nyeri pada ibupascaseksio sesaria. MET dilakukan dalam kala waktu 2 jam sekali dengan 8 kali hitungan 5 –10 pengulangan selama 4 hari selama perawatan dirumah sakit.Penelitian ini menggunakanmetode quasi eksperimen dengan rancangan pre and post test control group design. Sampelterdiri dari 26 orangkelompok perlakuan MET dan 26 orang kelompok kontrol denganmobilisasi dini. Untuk mengukur intensitas nyeri menggunakan skala VAS (Visual AnalogScale).Uji beda intensitas nyeri antar kelompok MET dan kelompok kontrol pada ibupascaseksio sesaria didapatkan hasil tidak bahwa terdapat perbedaan dengan nilai p=0,429(p=>0,05). Kesimpulan pada p
PENYULUHAN KESEHATAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI Sr Susana SSpS; Warana Abaya
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2011): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v2i1.154

Abstract

Penyuluhan kesehatan dilakukan agar ibu dapat memiliki pengetahuan dan pengertian yang lebih baik tentang pijat bayi dan dapat memanfaatkanya. Penyuluhan kesehatan tentang pijat bayi belum pernah dilakukan Posyandu Dukuh Ngrobyong Desa Jiwud Kecamatan Nglegok Blitar. Pengetahuan tentang pijat bayi yang mereka dapat berasal dari orang tua dan lingkungan sekitar, bahwa pijat bayi dilakukan bila bayi rewel atau sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi. Desain penelitian menggunakan pra-experiment dengan rancangan one group pre test – post test design. Kelompok ibu-ibu di ukur tingkat pengetahuan nya tentang pijat bayi sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan. Populasi terjangkau berdasarkan kriteria inklusi (ibu yang memiliki bayi yang berusia 0-7 bulan dan hadir saat Posyandu diadakan) berjumlah 34 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling dengan jumlah sampel 31 responden. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan wilcoxon dengan piranti software SPSS 16. Hasil uji statistik dengan nilai signifikasi ? = 0.05. hsil penelitian diperoleh p = 0.000, p < ?. Ini berarti ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi. Peneliti memberikan saran agar penyuluhan kesehatan tentang pijat bayi menjadi program tetap posyandu untuk ibu-ibu khususnya yang memiliki bayi.
SENAM AEROBIK MENINGKATKAN KELINCAHAN Anastasia Putu Martha Anggarani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i1.155

Abstract

Sebagian pekerjaan-pekerjaan yang ada, tidak menuntut untuk menggerakkan badandengan normal sehingga menyebabkan kelincahan menurun dan akan menyebabkanperformance menurun dalam melakukan aktivitas. Latihan fisik akan meningkatkan kualitaspenampilan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam aerobikterhadap kelincahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental one group prepost test design. Subjek yang digunakan adalah 16 mahasiswa DIV Fisioterapi PoliteknikKesehatan Surakarta semester 6 yang memenuhi kriteria inklusi. Data kelincahan diambildengan instrument Agility t test. Data tersebut diambil 2 kali (sebelum dan sesudah senamaerobic). Setelah data terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dankemudian secara bertahap menggunakan uji normalitas data One Sample Shapiro Wilk Test danuji beda paired t test untuk kategori pria dan wilcoxon untuk kategori wanita. Tingkatsignifikansi sebelum perlakuan pada kategori pria adalah 0,654 dan nilai signifikansi sesudahperlakuan adalah 0,618 (p > 0,05) sehingga data berdistribusi normal. Pada kategori wanitaadalah 0,024 dan signifikansi sesudah perlakuan adalah 0,582 (data berdistribusi tidak normal).Sedangkan pada uji beda p = 0,032 ( P < 0,05) pada kategori pria, p = 0,003 (p < 0,05) padakategori wanita. Kesimpulan pada penelitian saat ini ada pengaruh senam aerobik terhadapkelincahan

Page 7 of 18 | Total Record : 178