cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 178 Documents
PENERAPAN TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) PADA LANSIA PENDERITA GOUT ARTRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS DI UPT PSTW JOMBANG Abidin, Faridl Zainal; Leo Yosdimyati Romli; Arif Wijaya; Tiara Fatma Pratiwi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.348

Abstract

Abstrak: Lanjut usia merupakan kelompok yang rentan mengalami penyakit degeneratif, salah satunya gout arthritis yang ditandai oleh nyeri sendi akibat penumpukan kristal monosodium urat. Kondisi ini dapat menurunkan mobilitas, kualitas hidup, serta memengaruhi aspek psikologis lansia. Tujuan: Mengetahui efektivitas penerapan PMR dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia penderita gout arthritis dengan masalah keperawatan nyeri kronis.Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi data Subjektif, objektif dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah dilakukan terapi PMR selama 4 hari secara rutin, kedua responden menunjukkan penurunan skala nyeri dari kategori nyeri sekala 5&6 sedang menjadi sekala nyeri 2 ringan. Responden juga melaporkan kondisi tubuh lebih rileks, berkurangnya ketegangan otot, serta dapat meningkatkan kemampuan aktivitas secara mandiri. Kesimpulan: Terapi PMR terbukti efektif mengkontrol nyeri pada lansia penderita gout arthritis.
POLA ASUH IBU DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK PADA USIA 4-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA PUTRA PERTIWI BOJONEGORO Anin, Anin Wijayanti; Endang Yuswatiningsih; Hartatik
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.350

Abstract

Kemampuan sosialisasi merupakan proses belajar berinteraksi, memahami orang lain dengan lebih baik, dan terbentuknya sebuah pengaruh sebagai hasil interaksi, sehingga penting bagi anak untuk diberikan stimulus dan dilatih sejak usia dini. Fenomena kurangnya kemampuan sosialisasi anak dapat dilihat ketika anak masih takut bertemu orang lain dengan sering menundukkan kepalanya, menutup mata dan tidak melepaskan pegangan dari tangan ibunya. Hal tersebut salah satunya merupakan cerminan dari pola asuh selama di rumah, terutama ibu sebagai orang yang menjadi sumber pertama pembelajaran anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh ibu dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-6 tahun di TK Dharma Wanita Putra Pertiwi tahun 2025. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini semua ibu yang memiliki anak usia 4-6 tahun sejumlah 43 orang. Sampel dalam penelitian ini sebagian ibu dengan jumlah 39 orang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Variabel independen pola asuh ibu dan variabel dependen kemampuan sosialisasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data melalui proses editing, coding, scoring, tabulating dan analysis menggunakan uji statistik rank spearman dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pola asuh otoriter sebanyak 20 responden (51,3%) dan memiliki kemampuan sosialisasi baik sebanyak 14 responden (35,9%). Hasil uji statistik rank spearman didapatkan nilai p = 0,001 < ? = 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini, ada hubungan antara pola asuh ibu dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-6 tahun di TK Dharma Wanita Putra Pertiwi Bojonegoro. Saran bagi ibu, diharapkan untuk memberikan pola asuh otoriter sehingga anak mempunyai kemampuan sosialisasi yang baik.  
TERAPI DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG GATOTKACA RSUD JOMBANG Nur Laili, Hanifah; Dina Camelia; Erna Ts Fitriyah; Leo Yosdimyati Romli
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.352

Abstract

Abstrak: Asma adalah penyakit paru-paru kronis yang disebabkan karena adanya peradangan dan penyempitan otot di sekitar saluran nafas, sehingga membuat pernapasan menjadi lebih sulit. Pasien asma yang mengalami kekambuhan akan mengalami sesak napas sehingga dapat diterapkan terapi non farmakalogi seperti Teknik diapraghmatic breathing exercise. Tujuan penelitian mampu melakukan penerapan intervensi Teknik diapraghmatic breathing exercise pada pasien asma dalam mengatasi masalah Pola Napas Tidak Efektif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus dengan pendekataan asuhan keperawatan, responden penelitian ini adalah dua pasien asma dengan masalah pola napas tidak efektif. Penelitian dilakukan selama 3 hari menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pasien pertama mengalami penurunan sesak napas pada hari ke-2 dengan ditemukan RR 26x/menit dan pada hari ke-3 sudah tidak sesak dengan RR 22x/menit, sedangkan pasien kedua mengalami penurunan sesak napas pada hari ke-1 dengan RR 26x/menit dan pada hari ke-3 pasien sudah tidak sesak dengan RR 22x/menit. Kesimpulan yang didapat adalah teknik diapraghmatic breathing exercise dapat diterapkan pada pasien asma yang mengalami sesak napas dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif
PENERAPAN TERAPI SLEEP HYGIENE DAN SLOW DEEP BREATHING PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR DI UPT PSTW JOMBANG Dea permata, Eva; Faishol Roni; Tiara Fatma P; Erna Ts. Fitria
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.354

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia. Lansia dengan diabetes tipe 2 sering mengalami gangguan tidur akibat komplikasi seperti neuropati, poliuria, dan merusak glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan terapi sleep hygine dan slow deep breath pada penderita lanjut usia diabtes melitus dengan masalah penyebab gangguan pola tidur di UPT PSTW Jombang. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan proses perdarahan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 klien yang menderita diabetes melitus dengan masalah gangguan pola tidur, penelitian dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut dengan intervensi sleep hygine dan slow deep breath selama 20-30 menit. Pengumpulan data yang meliputi pengkajian,menentukan diagnosa, melakukan intervensi, melakukan implementasi, dan menyebarkan. Hasil menunjukkan perbaikan kualitas tidur pada kedua klien setelah intervensi selama enam hari.Kesimpulan penelitian menunjukkan Keduanya mengalami gangguan pola tidur dengan penyebab berbeda, intervensi menggunakan teknik nonfarmakologi sleep hygine dan slow deep breath yang dilakukan enam hari menunjukkan peningkatan kualitas tidur pada kedua klien.
PENERAPAN TERAPI SENAM TERA PADA LANSIA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DI DUSUN BANGLE DESA DAPUR KEJAMBON JOMBANG Mardaenatuz Zahro, Umi; Dina Camelia; Leo Yosdimyati; Tiara Fatma
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.355

Abstract

Abstract: Gout arthritis adalah bentuk peradangan sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat, yang memicu respon inflamasi dan menyebabkan nyeri hebat serta pembengkakan, terutama pada sendi penopang berat badan seperti lutut, panggul, dan pergelangan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Penerapan Terapi Senam Tera Pada Lansia Penderita Gout Arthritis Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di Desa Dapur Kejambon. Desain penelitian di penelitian ini adalah studi kasus. Subjek penelitian dalam penelitian ini Lansia yang masih mampu untuk berdiri dan mampu melakukan gerakan senam tera dan lansia dengan nyeri pada bagian sendi-sendi yang nyerinya hilang timbul. Penelitian karya ilmiah ini dimulai dengan penyusunan proposal sampai akhir yaitu dari bulan Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan di Desa dapur Kejambon pada September 2025. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terapi senam tera dapat menjadi terapi alternatif untuk mengatasi nyeri akut pada lansia penderita gout arthritis, pada klien 1 Ny.S skala nyeri menurun di hari ke tujuh dengan skala nyeri (1), dan pada klien 2 Ny.T skala nyeri menurun di hari ke tujuh dengan skala nyeri (1). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah senam tera dapat menjadi terapi non farmakologi pada lansia penderita gout arthtritis dengan masalah keperawatan nyeri akut. Saran bagi responden dapat meningkatkan pengetahuan klien tentang bagaimana menangani masalah Gout Arthritis dengan tindakan yang benar sehingga masalah dapat teratasi.
INTERVENSI PENDIDIKAN KESEHATAN OLEH PERAWAT DALAM PENCEGAHAN STROKE PADA POPULASI RISIKO TINGGI: SEBUAH LITERATURE REVIEW Mare, Agustina Chriswinda Bura; Manungkalit, Maria
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.359

Abstract

Stroke is a major risk factor for global morbidity and mortality. Lifestyle modification and medication adherence are essential strategies for primary and secondary stroke prevention. Nurse-led interventions have been widely evaluated to improve patient knowledge, adherence, and healthy lifestyle behaviors. This literature review examines recent studies on the effectiveness of nurse-led interventions in lifestyle modification, medication adherence, and stroke prevention. This reviewed literature includes quantitative, qualitative, and mixed-method studies published between 2019 and 2025. Literature searches were conducted through EBSCOhost and Google Scholar databases. Most studies indicate that comprehensive, continuous, and multimodal nurse-led interventions—combining face-to-face sessions, digital communication, and theory-based education (TTM, PMT, SCT, TPB)—significantly improve patient knowledge, medication adherence, and lifestyle behaviors. Family and community support also play a crucial role in maintaining long-term behavior change. However, intervention effectiveness may vary depending on population context, program duration, and intervention methods. Nurse-led interventions are an effective strategy for stroke prevention and management of metabolic syndrome, particularly when implemented in a structured, theory-based manner and supported by social networks. Further research is needed to evaluate long-term effectiveness and adaptation of interventions across diverse local contexts.
PERILAKU PENGGUNAAN TERAPI KOMPLEMENTER PADA PASIEN KANKER YANG SEDANG MENJALANI PENGOBATAN (STUDI KUALITATIF) Werdani, Yesiana Dwi Wahyu; Sari, Nia Novita
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.360

Abstract

Cancer is a disease that easily metastasizes. This disease requires various modalities of therapy to minimize the spread. Side effects of cancer treatment can arise physically and mentally which often disrupt the patient's life. This triggers patients to try complementary therapy, although not all patients undertake this effort. This study aims to explore the behavior of using complementary therapy in cancer patients undergoing cancer treatment. This study has a qualitative design with a phenomenological approach. The population is all cancer patients living at the Indonesian Cancer Foundation East Java Branch who are undergoing cancer treatment in the form of surgery/chemotherapy/radiation/chemoradiotherapy. A sample of 22 people was taken using the snowball sampling technique. Data collection was carried out through in-depth interviews, followed by data transcription and coding to group the themes found. The results of the study obtained two major themes: theme 1 medical therapy is the main choices, with a sub-theme that medical therapy is better than complementary therapy. Meanwhile, theme 2, complementary therapies, complement medical therapy, identified two sub-themes: herbal complementary therapies are good for reducing the side effects of cancer treatment, and non-herbal complementary therapies can increase the body's positive response. Conclusion: Cancer patients have different perspectives on medical treatment and complementary therapies. The use of complementary therapies is driven by the need for cancer patients to reduce the side effects of treatment and increase their body's positive response.
BEBAN CAREGIVER DAN STRES DALAM MERAWAT LANJUT USIA DENGAN SINDROM GERIATRI DI RUMAH Marcello, Steven Aldo; Prabasari, Ninda Ayu; Juwita, Linda
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.362

Abstract

Proses aging atau penuaan yang dialami oleh lansia beresiko menyebabkan sindrom geriatri, sindrom geriatri sendiri dapat menyebabkan penurunan fungsi fisiologis dan dan kognitif. Sehingga, hal tersebut tentunya perlu pendampingan dari caregiver. Keluarga dapat dikatakan caregiver yang memiliki peran penting dalam proses perawatan lansia yang ada di rumah. Beban fisik maupun psikologis dapat terjadi pada caregiver dalam merawat lansia. Disamping itu, tekanan emosional juga beresiko menyebabkan stres, sehingga mempengaruhi caregiver dalam proses perawatan lansia di rumah. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui beban caregiver dan tingkat stres pada caregiver, serta hubungan diantara keduanya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional study pada 76 family caregiver di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran Surabaya, yang menggunakan kuesioner The Zarith Burden Interview untuk mengukur beban caregiver dan kuesioner Perceived stres scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres caregiver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata caregiver mengalami beban ringan, sedangkan untuk rata-rata tingkat stres dalam kategori stres sedang. Hubungan antar beban caregiver dan tingkat stres diuji menggunakan uji korelasi rank spearman dan didapatkan hasil p= 0.043, r= -0.232, dan dapat diartikan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara beban caregiver dan tingkat stres caregiver dalam merawat lansia dengan sindrom geriatri di rumah. Beban yang dirasakan oleh caregiver dapat menyebabkan perubahan tingkat stres pada caregiver.