cover
Contact Name
alvi roelanda
Contact Email
alviroelanda9@gmail.com
Phone
+6289655962737
Journal Mail Official
alviroelanda9@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober, Siantan Hulu
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH
ISSN : 26550024     EISSN : 26556731     DOI : DOI : 10.30602/sjnr
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of Nursing. Jurnal SCIENCTIFIC JOURNAL OF NURSING RESEARCH particularly focuses on the main problems in the development of the midwifery areas as follows: Nursing Care. Nursing Community Nursing Maternal Nursing Management Nursing Critical Medical surgical nursing Nursing Gerontic SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH (SJNR) is an electronic journal published by the Department of Midwifery in Poltekkes Kemenkes Pontianak which has ISSN: 2655-0024 (Print) and ISSN: 2655-6731 (Online). Articles submitted to this journal will be reviewed by a team of editors and peer-reviewer teams. Check plagiarism using plagiarism checker or other. Articles received will be available online. Those in need can download articles on this website. This journal contains scientific articles on maternal and child health. Jurnal Kebidanan Khatulistiwa (JKK) was first published in January 2019. This journal stop publish from 2019 until 2022, and start active again in 2023. This journal is published twice a year, as in April and October. Authors must comply with the Nursing Journal writing guidelines for submitting articles. Every writer must register before submitting articles. And, for those who already have an account in the Journal of Midwifery, they can log in immediately.
Articles 65 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN SSPADA PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANG SANTA ANNA RSU SANTO VINCENTIUS SINGKAWANG TAHUN 2020 Hari, Muhammad
Scientific Journal of Nursing Research Vol 3, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v3i1.1193

Abstract

Operasi sectio caesarea merupakan suatu cara melahirkan janin dengan cara sayatan dinding uterus depan perut yang memiliki indikasi, kepala bayi lebih besar dari ukuran panggul ibunya dan demi kemudahan proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea diruang kebidanan santa anna RSU Santo Vincentius Singkawang tahun 2020. Penelitian bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian Analitik Korelasi, menggunakan desain cross sectional, cara pengambilan sampel dengan sistem consecutive sampling. Penelitian dilakukan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan populasi 209 dan jumlah sampel 37 responden. Hasil penelitian ini diuji secara statistik dengan menggunakan program SPSS dengan uji chi square. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Dari 37 orang responden yang memiliki dukungan keluarga baik dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 12 responden (32%). Dukungan keluarga cukup dengan tingkat kecemasan sedang 18 responden (49%) dan berat 1 responden (3%). Dukungan keluarga kurang dengan tingkat kecemasan berat sebanyak 6 responden (16%). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan chi-square menunjukan bahwa ada hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea. Ini dapat dibuktikan dari hasil (p value = 0.00) kurang dari (α = 0.05). Hasil, Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya ada hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di Ruang Santa Anna RSU Santo Vincentius Singkawang tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea, agar lebih mendukung keluarga untuk memberikan dukungan kepada pasien yang akan melakukan tindakan opersi sectio caesarea.
PENGARUH AIR REBUSAN SELEDRI PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK TIMUR TAHUN 2021 Mather, Mather; Maharani, Asri; Triyani, Irma
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i1.1338

Abstract

Angka kejadian hipertensi pada lansia semakin meningkat, komplikasi hipertensi pada lansia adalah risiko stroke, aneurisma, gagal jantung, infark miokard akut dan penyakit ginjal. Penatalaksanaan hipertensi meliputi farmakologi dan non farmakologi, salah satu penatalaksanaan non farmakologi adalah rebusan seledri. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test and post-test nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia hipertensi dengan jumlah 16 responden pada masing-masing kelompok. Kelompok intervensi (rebusan seledri 200 cc dalam sehari selama lima hari) dan kelompok kontrol (intervensi standar). Analisis univariat menggunakan frekuensi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan hasil pengukuran tekanan darah. Dan analisis bivariat menggunakan Paired T-test dan Independent T-test. Hasil penelitian didapatkan p-value 0,000 < α, (α=0,05) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sehingga pada penelitian ini H˳ ditolak dan Hα diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan rebusan seledri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol tanpa intervensi air rebusan seledri tetapi minum obat hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Senyawa aktif pada seledri dapat menurunkan tekanan darah, sehingga rebusan seledri dapat digunakan sebagai intervensi non farmakologi untuk pasien hipertensi.
PENGARUH PSIKOEDUKASI MOBILISASI DINI TERHADAP LAMANYA HARI RAWAT PADA PASIEN POST OPERASI APPENDIKSITIS TAHUN 2020 LITERATURE REVIEW Oktavia, Maria; Rangkuti, Winnellia FS; -, Marsia
Scientific Journal of Nursing Research Vol 2, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v2i1.1174

Abstract

Mobilisasi dini dilakukan pada pasien post operasi appendiksitis setelah sadar dari pengaruh anastesi untuk membantu proses penyembuhan pasca operasi. Tetapi akibat nyeri, takut jahitan sobek, dan ketidaktahuan mengenai pentingnya mobilisasi dini, pasien post operasi appendiksitis takut dan binggung untuk melakukan mobilisasi dini. Hal ini dapat berdampak pada lamanya hari rawat pasien dirumah sakit menjadi lebih dari 4 hari dan beresiko mengalami luka akibat tirah baring lama dan komplikasi lainnya. Psikoedukasi berupa pemberian pengetahuan dan mendemonstrasikan langsung mengenai mobilisasi dini sesuai dengan standar operasional prosedur, sehingga pasien dapat melakukan mobilisasi dini dengan baik dan dapat mempengaruhi lamanya hari rawat pasien di rumah sakit menjadi lebih singkat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap lamanya hari rawat pada pasien post operasi appendiksitis. Jenis penelitian yang digunakan adalah study literature menggunakan tipe kajian systematic review. Pencarian artikel menggunakan Science Direct dan Google Scholar untuk menemukan artikel sesuai kriteria kemudian dilakukan review. Artikel dalam penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pra-eksperimen, quasi eksperiment, dan observasi analitik. Pencarian berbatas mulai dari tahun 2010 hingga tahun 2019 yang diakses fulltext dalam format pdf. Hasil penelitian yang di ambil dari kedua jurnal dan kedua skripsi menunjukkan bahwa pemberian mobilisasi berpengaruh pada memendeknya lama hari rawat pasien post operasi appendiksitis selama perawatan di rumah sakit. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pemberian mobilisasi terbukti dapat memberikan efek terhadap memendeknya lama hari rawat pada pasien post operasi appendiksitis di rumah sakit.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi Di Puskesmas 2 Singkawang Utara Tahun 2017 Winnelia FSR; Halina Rahayu
SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v1i1.264

Abstract

Data WHO tahun 2015 menunjukkan di seluruh dunia sekitar satu miliar orang atau 26,4% penduduk bumi menderita hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Angka ini kemungkinan akan men- ingkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Dari satu miliar penderita hipertensi, 350 juta berada di Negara maju dan 650 juta sisanya berada di negara sedang berkembang, temasuk Negara Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet pasien hipertensi di- Puskesmas Singkawang Utara 2 tahun 2017. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian adalah Puskesmas Singkawang Utara 2, dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Tehnik sampling menggunakan Accidental  sampling  yaitu mengambil sampel yang kebetulan datang berkunjung ke Puskesmas Singkawang Utara 2 pada saat melakukan penelitian. Sebanyak 55 responden atau 73,33% yang memiliki dukungan sosial keluarga baik sedangkan sebanyak 20 responden atau 26,67 % memiliki dukungan sosial keluarga kurang. Sebanyak 56 responden atau 74,67% yang memiliki kepatuhan diet,19 responden atau 25,33%  memiliki ketidak patuhan diet. Ada hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet pasien hipertensi diPuskesmas Singkawang Utara 2 tahun 2017 dengan nilai p value = 0,001. 
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI LAPARATOMI DI RUANG BEDAH RSUD DR. ABDUL AZIZ SINGKAWANG TAHUN 2022 lestari, dwi indah
Scientific Journal of Nursing Research Vol 4, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v4i2.1302

Abstract

Operasi atau pembedahan adalah suatu penanganan medis secara invansive yang dilakukan untuk mendiagnosa atau mengobati penyakit, injuri, atau deformitas tubuh. Salah satu jenis operasi besar dilakukan adalah laparatomi. Laparatomi merupakan jenis operasi bedah mayor yang dilakukan di daerah abdomen. Pasien dalam menghadapi pembedahan dapat mengalami kecemasan. Hal tersebut dapat terjadi karena takut nyeri dan operasi yang gagal. Komunikasi terapeutik memberikan pengertian antara perawat dan klien dengan tujuan membantu klien memperjelas dan mengurangi beban pikiran serta diharapkan dapat menghilangkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi laparatomi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik correlation dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang yang diambil secara Non Probability Sampling dengan pendekatan Consecutive Sampling. Hasil uji chi-square didapatkan p value 0,008 < 0,05 (Ha diterima). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi laparatomi di ruang bedah RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang. Saran hasil penelitian dapat digunakan bagi profesi keperawatan, bagi institusi rumah sakit, bagi responden dan bagi peneliti selanjutnya. Semoga penelitian yang telah dilakukan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk pemberian pelayanan kesehatan kedepannya. Serta diharapkan lebih meningkatkan lagi komunikasi terapeutik dalam pemberian informasi tentang pra bedah.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN LATIHAN MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERASI APPENDIKTOMI DI RUANG BEDAH RSUD dr. ABDUL AZIZ SINGKAWANG TAHUN 2021 Sari, Delsy Cantika; Susito, Susito; Limson, Leonatus
Scientific Journal of Nursing Research Vol 3, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v3i2.1291

Abstract

ABSTRAK Operasi usus buntu atau operasi pengangkatan usus buntu adalah operasi perut darurat yang sering dilakukan di berbagai negara di dunia. Latihan mobilisasi pada pasien pasca operasi dapat mempertahankan keadaan homeostasis dan komplikasi yang timbul akibat imobilisasi dapat dikurangi seminimal mungkin. Ketakutan akan mengendur atau robeknya luka pasca operasi menyebabkan informan menjadi malas untuk melakukan mobilisasi dini. Suatu latihan gerak memerlukan motivasi atau rangsangan dorongan serta daya pembangkitan yang dimiliki oleh seseorang agar orang tersebut menunjukkan perilakunya terhadap latihan gerak. Semakin kuat motivasi seseorang maka akan semakin cepat mencapai tujuan dan kepuasan. Mengetahui hubungan motivasi dengan latihan mobilisasi dini pada pasien post operasi apendektomi di Ruang Operasi RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang pada tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Metode pendekatan menggunakan studi penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi chi square. Teknik pengambilan sampel berupa non probability sampling pada pasien post operasi usus buntu dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket tahapan motivasi dan observasi latihan mobilisasi. Operasi usus buntu atau operasi pengangkatan usus buntu adalah operasi perut darurat yang sering dilakukan di berbagai negara di dunia. Latihan mobilisasi pada pasien pasca operasi dapat mempertahankan keadaan homeostasis dan komplikasi yang timbul akibat imobilisasi dapat dikurangi seminimal mungkin. Ketakutan akan mengendur atau robeknya luka pasca operasi menyebabkan informan menjadi malas untuk melakukan mobilisasi dini. Suatu latihan gerak memerlukan motivasi atau rangsangan dorongan serta daya pembangkitan yang dimiliki oleh seseorang agar orang tersebut menunjukkan perilakunya terhadap latihan gerak. Semakin kuat motivasi seseorang maka akan semakin cepat mencapai tujuan dan kepuasan. Mengetahui hubungan motivasi dengan latihan mobilisasi dini pada pasien post operasi apendektomi di Ruang Operasi RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang pada tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Metode pendekatan menggunakan studi penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi chi square. Teknik pengambilan sampel berupa non probability sampling pada pasien post operasi usus buntu dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket tahapan motivasi dan observasi latihan mobilisasi.
PENERAPAN EVIDENCE BASED NURSING TERAPI MADU UNTUK PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA TAHUN 2023 ariansyah, ariansyah; Agustina, Mita; Baedlawi, Azhari
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i2.1350

Abstract

 ABSTRACTBackground: Diabetes mellitus (DM) is a disease characterized by an increase in blood sugar levels (hyperglycemia) due to a deficiency of the hormone insulin, both absolute and relative. Honey is one of the dressings for topical wound care that can inhibit bacterial colonization, such as Staphylococcus aureus and pseudomonas, so that it can accelerate the wound healing process. Purpose: The purpose of writing this final scientific work is to find out the application of honey therapy for healing diabetic wounds in Patients. With diabetes mellitus type II. Overview of Cases Managed: Patient with a diagnosis of diabetes mellitus. During the study, the main complaint was that there was a wound on the right foot, on the back of the foot, and between the middle and little fingers. There is a wound with a length of 7 cm, a wound area of 3 cm, and a wound depth of 3 cm. The wound looks reddish, and there is push. The patient's history of DM disease began a year ago. EBNP results: the results of the implementation After being given honey therapy, there were wounds that improved; namely, before being given honey therapy, the patient's wounds were dirty; there were necrotic and pus (pus). Based on the results above, it was found that giving honey therapy was effective in healing diabetic wounds. This is in line with the research conducted. The implementation of calliandra honey dressings for five days on the diagnosis of skin integrity disorders showed that honey dressings were effective in healing wounds and improving skin integrity where the client's wound was red and no longer smelly and the size of the wound had started to shrink. Conclusion: After the intervention of honey therapy in patients once every day for 15 minutes. The result was that the patient wound improved wound area by 2 cm, wound length by 5 cm, no necrosis, no push, granulation around the wound improved, and reduced hematoma. Keywords : Diabetes mellitus, honey therapy, diabetic ulcer   ABSTRAK  Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemi) akibat kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif. Madu merupakan salah satu dressing untuk perawatan luka yang bersifat topical yang dapat menghambat kolonisasi bakteri seperti Staphylococcus aureus dan pseudomonas sehingga akan dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: penulisan karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Terapi Madu Untuk Penyembuhan Luka diabetes melitus dengan ulkus. Gambaran Kasus Kelolaan: Pasien perempuan 55 terdiagnosa diabetes melitus dengan ulkus diabetes, saat pengkajian didapatkan keluhan utama terdapat luka di kaki sebelah kanan di bagian punggung kaki dan sela jari tengah dan jari kelingking. Terdapat luka dengan panjang luka 7 cm, luas luka 3 cm, kedalaman luka 3 cm, luka tampak kemerahan, terdapat push, pasien memiliki riwayat penyakit DM sejak 1 tahun yang lalu. Hasil EBNP:  hasil implementasi setelah diberikan terapi madu terdapat luka yang membaik yaitu sebelum diberikan terapi madu luka pasien kotor terdapat nekrotik dan pus (nanah), Berdasarkan hasil di atas didapatkan bahwa pemberian terapi madu efektif dalam penyembuhan luka diabetik. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan. pelaksanaan implementasi dressing madu kaliandra selama lima hari pada diagnosa gangguan integritas kulit menunjukkan dressing madu efektif dalam penyembuhan luka dan memperbaiki integritas kulit dimana luka klien sudah memerah dan tidak berbau lagi dan ukuran luka sudah mulai mengecil. Kesimpulan: setelah dilakukan intervensi terapi madu pada pasien selama 1 hari sekali selama 15 menit. Di dapatkan hasil bahwa: luka pada NY. E membaik luas luka 2 cm,panjang luka 5 cm, tidak terdapat nekrotik, tidak terdapat push,granulasi di sekitar luka membaik, hematoma berkurang.Kata Kunci :  Diabetes melitus, terapi madu, ulkus diabetes
PENGARUH TEHNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA Saputri, Livia Echa; FSR, Winnelia; Juniartati, Erni
Scientific Journal of Nursing Research Vol 2, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v2i2.1185

Abstract

Sectio Caesarea menjadi sebuah pilihan bagi ibu yang mengalami kesulitan melahirkan sehingga angka kejadian sectio caesarea meningkat. Nyeri yang dirasakan klien merupakan gejala sisa yang diakibatkan oleh sectio caesarea sekitar 60% klien menderita nyeri hebat 25% nyeri sedang dan 15% klien nyeri ringan.Terapi relaksasi genggam jari merupakan teknik relaksasi dengan jari tangan serta aliran energy didalam tubuh.Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap intensitas nyeri pada ibu post sectio caesarea. Metode dalam pencarian sumber data artikel dilakukan melalui database elektronik, yakni Google Scholar, PubMed, dan Proquest seseuai dengan kriteria inklusi dengan kata kunci yang dicari dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel dalam penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperiment, pra-exsperiment, pre-experiment dan quasi eksperiment. Hasil literature review dari 10 jurnal yang membahas topik Pengaruh Tehnik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di review bahwa dengan tindakan Tehnik Relaksasi Genggam Jari dapat mengurangi nyeri pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada Pengaruh Tehnik Relaksasi Genggam jari dapat mengurangi rasa nyeri pada pasien Post Sectio Caesarea.
PENGARUH VIDEO KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG BAHAYA KEHAMILAN USIA DINI DI SMAN 2 SELAKAU Haulia, Haulia; Marsia, Marsia; Rangkuti FSRH, Winnellia
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i1.1335

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi kesehatan yang memuat tentang masalah kesehatan organ reproduksi yang persiapannya dimulai dari masa remaja ditandai dengan menstruasi pertama untuk gadis remaja.Masa remaja merupakan masa transisi antara anak-anak dan orang dewasa, mulai dari usia sekolah menuju usia kerja, serta memasuki usia reproduksi. Kehamilan remaja merupakan kehamilan yang terjadi pada wanita yang berusia 14-20 tahun baik pada remaja yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Kehamilan remaja memberikan risiko yang sangat tinggi terhadap kematian ibu dan bayi, hal ini dikarenakan kehamilan remaja bisa menyebabkan terjadinya perdarahan pada saat hamil yang berisiko terhadap kematian ibu. Oleh karena itu, untuk menghindari risiko yang berbahaya bagi remaja, diperlukan adanya pencerahan, perhatian, dan perlindungan yang khusus, agar remaja memahami cara memproteksi diri dari berbagai bahaya yang dapat merugikan masa depannya melalui video kesehatan reproduksi.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Experiment, yaitu penelitian yang menguji coba suatu intervensi pada suatu objek dengan atau tanpa kelompok pembanding namun tidak dilakukan randominasi untuk memasukan subjek ke dalam kelompok perlakuan atau kontrol. Desain eksperimental dalam penelitian ini menggunakan rancangan pre test and post test without control group design dimana pada desain ini, peneliti hanya melakukan intevensi pada satukelompok tanpa kelompok pembanding. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan mengambil data secara langsung. Hasil penelitian sebelum diberikan media video kesehatan reproduksi dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 70.33% dengan klasifikasi pengetahuan paling banyak kategori cukup yaitu sebanyak 31 responden (52.5%). Adapun hasil penelitian setelah diberikan media video kesehatan reproduksi dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 81.49% dengan klasifikasi pengetahuan paling banyak dengan kategori baik yaitu sebanyak 43 responden (72.9%).Terdapat perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui video tentang bahaya kehamilan usia dini dengan p value (0,000) pada uji wilcoxon.  Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan remaja sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui video lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui video.
Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Panti Werdha Sinar Abadi Susito, Susito; Susanti, Nikki; Sari, Dian Eka
Scientific Journal of Nursing Research Vol 1, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v1i2.1062

Abstract

Hipertensi dikategorikan sebagai The silent killer karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hi- pertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Padahal bila terjadi hipertensi terus-menerus bisa memicu stroke, seiring dengan bertambahnya usia maka tekanan darah akan bertambah tinggi, karena pada lansia ter- jadi perubahan pada pembuluh darah yang menyebabkan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeta- hui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian quasy experiment dengan pre and post without control. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Werdha Sinar Abadi Singkawang pada tanggal 13 – 26 Februari 2017. Analisa data menggunakan uji statistik Paired T test dan Teknik pengambilan sampel beru- pa purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 17 responden. Berdasarkan hasil penelitian setelah pemberian jus jambu biji merah didapatkan nilai tekanan darah sistolik dengan nilai p value =0,002 (p value<0.05) dan tekanan darah diastolik dengan nilai p value =0,001 (p value<0,05). Dapat disimpulkan bahwa dengan meminum jus jambu biji merah secara rutin dapat menurunkan tekanan darah. Diharapkan jus jambu biji merah ini dapat dijadikan alternatif pengobatan non farmakologis dalam menangani kasus hipertensi serta petugas kesehatan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat tentang manfaat jus jambu biji merah.