cover
Contact Name
alvi roelanda
Contact Email
alviroelanda9@gmail.com
Phone
+6289655962737
Journal Mail Official
alviroelanda9@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober, Siantan Hulu
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH
ISSN : 26550024     EISSN : 26556731     DOI : DOI : 10.30602/sjnr
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of Nursing. Jurnal SCIENCTIFIC JOURNAL OF NURSING RESEARCH particularly focuses on the main problems in the development of the midwifery areas as follows: Nursing Care. Nursing Community Nursing Maternal Nursing Management Nursing Critical Medical surgical nursing Nursing Gerontic SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH (SJNR) is an electronic journal published by the Department of Midwifery in Poltekkes Kemenkes Pontianak which has ISSN: 2655-0024 (Print) and ISSN: 2655-6731 (Online). Articles submitted to this journal will be reviewed by a team of editors and peer-reviewer teams. Check plagiarism using plagiarism checker or other. Articles received will be available online. Those in need can download articles on this website. This journal contains scientific articles on maternal and child health. Jurnal Kebidanan Khatulistiwa (JKK) was first published in January 2019. This journal stop publish from 2019 until 2022, and start active again in 2023. This journal is published twice a year, as in April and October. Authors must comply with the Nursing Journal writing guidelines for submitting articles. Every writer must register before submitting articles. And, for those who already have an account in the Journal of Midwifery, they can log in immediately.
Articles 65 Documents
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Di Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Kecamatan Singkawang Selatan 1 Tahun 2016 Usman Seri
SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v1i1.261

Abstract

Gaya hidup merupakan faktor yang sangat penting untuk dikaji karena merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat yang pada akhirnya akan mempengaruhi tercapai atau tidaknya derajat kesehatan masyar- akat tersebut. Health behavior merupakan perilaku nyata dari anggota masyarakat yang secara langsung ber- kaitan dengan kesehatan masyarakat itu sendiri, dalam hal ini adalah gaya hidup dan kepribadian masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi, meliputi gambaran gaya hidup, kejadian hipertensi dan hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Unit Pelayanan  Terpadu  Puskesmas  Kecamatan  Singkawang  Selatan  1  tahun  2016.  Penelitian  ini  menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode korelasi analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Variabel independen adalah gaya hidup, makan/diet, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga. Variabel dependen adalah kejadian  hipertensi.  Berdasarkan  hasil  penelitian  gambaran  kejadian  hipertensi  di  wilayah  kerja  puskesmas kecamatan  singkawang  selatan  1  tahun  2016,  didapatkan  hasil  persentase  tertinggi  dengan  kategori  cukup sebanyak 8 responden (24.2%), dan didapatkan hasil persentase tertinggi dengan kategori sedang sebanyak 15 responden ( 45.5%). Sedangkan menurut hasil penelitian  uji statistik kolerasi chi-square didapatkan nilai p = 0.001 (p< 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Kecamatan Singkawang Selatan 1 tahun 2016. 
RENDAM KAKI AIR JAHE HANGAT MENGURANGI INTENSITAS NYERI ANKLE PADA PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGKAWANG TENGAH I nurbani, nurbani; Ramayanti, Ramayanti
Scientific Journal of Nursing Research Vol 4, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v4i1.1299

Abstract

Rheumatoid Arthritis adalah terjadinya kerusakan dan proliferasi pada membran sinovial, yang menyebabkan kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas sehingga menyebabkan nyeri. Tindakan non-farmakol- ogis untuk penderita Rheumatoid Arthritis diantaranya adalah hidroterapi dan kompres jahe.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rendam kaki air jahe hangat terhadap intensitas nyeri ankle pada pen- derita Rheumatoid Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasy experiment. Metode pendekatan mengguna- kan rancangan Pre and Post test Control Group Design. Analisis data menggunakan uji statistik Independent T-Test. Teknik pengambilan sampel berupa consecutive sampling pada pasien nyeri ankle Rheumatoid Arthritis dengan jumlah sampel sebanyak 14 responden terdiri dari 7 responden kelompok intervensi dan 7 responden kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa standar operasional prosedur rendam kaki air jahe hangat dan lembar observasi intensitas nyeri skala numerik. Hasil penelitian menunjukkan p value sebesar 0,00 den- gan nilai signifikansi sebesar 0,05. Jadi P<0,005 (Ha diterima). Ada pengaruh rendam kaki air jahe hangat terhadap intensitas nyeri ankle pada penderita Rheumatoid Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I tahun 2018.
MANAJEMEN INTRA OPERATIF TERKAIT PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2021 Vebiani, Anita; Zaini, Sarliana; Juniartati, Erni
Scientific Journal of Nursing Research Vol 3, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v3i1.1196

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) kesehatan adalah perlengkapan yang berfungsi melindungi penggunaanua dari bahaya atau gangguan medis tertentu, seperti infeksi penyakit yang disebabkan oleh virus atau abkteri. Intra operatif adalah fase dimana pasien sudah berada dimeja pembedahan sampai keruang pulih sadar. Manajemen intra operatif dilakukan Ketika pembedahan elektif dan manajemen bedah kasusu terduga atau terkonfimasi COVID-19 dengan menggunakan APD yang lengkap sesuai prosedur. Virus corona merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit dari gejala ringan sampai berat hingga kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen intra operatif terkait penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pada masa pandemic COVID-19. Metode dalam pencarian sumber data artikel dilakukan melalui database e-resources Pubmed, Science direct, dan Google scholar (2020-2021) untuk mengambil artikel yang relevan yang diterbitkan dalam Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia. Istilah dan frasa kunci yang terkait dengan kejadian manajemen intra operatif, COVID-19 dan pembedahan digunakan dalam pencarian subjek terkait. Inklusi study design menggunakan observasional analitik dengan studi Literature Review. Hasil literature review dari 14 jurnal yang direview yang membahas topik manajemen intra operatif terkait penggunaan APD pada masa pandemi COVID-19, dengan Ha atau hipotesis diterima yaitu ada hubungan dampak penggunaan APD dalam manajemen intra operatif pada masa pandemi COVID-19. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh penggunaan APD dengan manajemen intra operatif pada masa pandemic COVID-19. Saran dalam penelitian ini yaitu peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan faktor-faktor pencetus lainnya
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF DI RSUD dr. ABDUL AZIZ KOTA SINGKAWANG TAHUN 2023 Maufisya ibrahim, Muhammad; Yuniar, Lily; Umbu Ndeta, Egidius
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i2.1345

Abstract

ABSTRACT Surgical procedures can cause fear and anxiety because they can threaten the integrity of the body, soul and can cause pain in perioperatives This includes the preoperative phase where the first stage will begin with the arrival of the patient from the patient reception room and surgery. Surgery is a fairly complex and stressful event that can result in physical and mental trauma, many events have a negative impact on patients who will be operated on related to success at the time of surgery, a problem that often occurs when experienced by someone who will undergo surgery is anxiety. To determine the factors related to the anxiety level of preoperative patients at RSUD dr. Abdul Aziz. This research method is descriptive analysis research with a cross-sectional approach. The sample used was 30 respondents with accidental sampling technique. The data were analyzed using the SPSS 25 program with the formula Chi-Square Test (α = 0.05). The characteristics of respondents aged mostly the elderly, namely 23 people (76.7%), the characteristics of respondents of the sex were mostly women, which were as many as 16 people (53.3%), the characteristics of respondents of most elementary school education were as many as 16 people (53.3%), the characteristics of respondents were mostly farmers / laborers, namely 11 people (36.7%). This study showed that knowledge had  no significant relationship with the level of anxiety, experience of surgery and informed consent  was associated with the level of anxiety, this was shown from the results of the research sample of respondents studied there was no significant relationship between knowledge and anxiety level obtained value p = 0.0443. There was a significant relationship between the experience of surgery and the level of anxiety obtained p value = 0.036. There was a significant relationship between informed consent and anxiety levels obtained p = 0.036. In this study there was no relationship between knowledge and anxiety levels, there was a relationship between surgery experience and anxiety levels, there was a relationship between informed consent and anxiety levelsKeywords : Surgery, Preoperative, Knowledge, Operating experience, Informed consent ABSTRAKProsedur operasi dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan karena dapat mengancam integritas tubuh, jiwa dan dapat menimbulkan rasa nyeri pada perioperatif ini mencakup fase pre operatif dimana tahap pertama yang akan dimulai dengan kedatangan pasien dari ruang terima pasien dan pembedahan. Tindakan pembedahan merupakan peristiwa yang cukup kompleks dan menegangkan yang dapat mengakibatkan trauma fisik dan mental banyak kejadian yang berdampak negatif pada pasien yang akan dioperasi terkait keberhasilan pada saat akan dioperasi masalah yang sering terjadi ketika dialami seseorang yang akan mengalami pembedahan adalah kecemasan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien pre operatif di RSUD dr. Abdul Aziz. Metode penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan potong lintang atau cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dianalisis menggunakan program SPSS 25 dengan rumus Chi-Square Test (α = 0.05). Karakteristik responden usia sebagian besar lansia yaitu sebanyak 23 orang (76,7%), Karakteristik responden jenis kelamin sebagian besar perempuan yaitu sebanyak 16 orang (53,3%), Karakteristik responden pendidikan sebagian besar SD yaitu sebanyak 16 orang (53,3%), Karakteristik responden pekerjaan sebagian besar petani /buruh yaitu 11 orang (36,7%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak ada hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan, pengalaman operasi dan informed consent ada hubungan dengan tingkat kecemasan hal ini ditunjukan dari hasil penelitian sampel responden yang diteliti tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0,0443. Ada hubungan yang signifikan antara pengalaman operasi dengan tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0,036. Ada hubungan yang signifikan antara informed consent dengan tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0,036. Dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan, ada hubungan antara pengalaman operasi dengan tingkat kecemasan, ada hubungan antara informed consent dengan tingkat kecemasanKata Kunci : Pembedahan , Pre Operatif, Pengetahuan, Pengalaman Operasi, Informed Consent
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN LATIHAN MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERASI APPENDIKTOMI DI RUANG BEDAH RSUD dr. ABDUL AZIZ SINGKAWANG TAHUN 2020 Sari, Delsy Cantika; Susito, Susito; Limson, Leonatus
Scientific Journal of Nursing Research Vol 2, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v2i1.1182

Abstract

Operasi usus buntu atau operasi pengangkatan usus buntu adalah operasi perut darurat yang sering dilakukan di berbagai negara di dunia. Latihan mobilisasi pada pasien pasca operasi dapat mempertahankan keadaan homeostasis dan komplikasi yang timbul akibat imobilisasi dapat dikurangi seminimal mungkin. Ketakutan akan mengendur atau robeknya luka pasca operasi menyebabkan informan menjadi malas untuk melakukan mobilisasi dini. Suatu latihan gerak memerlukan motivasi atau rangsangan dorongan serta daya pembangkitan yang dimiliki oleh seseorang agar orang tersebut menunjukkan perilakunya terhadap latihan gerak. Semakin kuat motivasi seseorang maka akan semakin cepat mencapai tujuan dan kepuasan. Mengetahui hubungan motivasi dengan latihan mobilisasi dini pada pasien post operasi apendektomi di Ruang Operasi RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang pada tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Metode pendekatan menggunakan studi penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi chi square. Teknik pengambilan sampel berupa non probability sampling pada pasien post operasi usus buntu dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket tahapan motivasi dan observasi latihan mobilisasi. Hasil menggambarkan bahwa di ruang bedah RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang tahun 2020 sebagian dari responden mempunyai motivasi yang kurang yaitu terdapat 15 responden (50%) dan kurang melakukan mobilisasi dini yaitu terdapat 12 responden (40%). Dari penghitungan statistik dengan uji chi square dengan nilai p value 0,020 yang berarti bahwa, nilai tersebut lebih kecil dari nilai signifikansi yaitu 0,05 oleh karena itulah maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan motivasi dengan latihan mobilisasi dini.
Rendam Kaki Air Jahe Hangat Mengurangi Intensitas Nyeri Ankle Pada Penderita Rheumatoid Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I Nurbani, Nurbani; Ramayanti, Ramayanti; Fittarsih, Niya
Scientific Journal of Nursing Research Vol 1, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v1i2.924

Abstract

Rheumatoid Arthritis adalah terjadinya kerusakan dan proliferasi pada membran sinovial, yang menyebabkan kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas sehingga menyebabkan nyeri. Tindakan non-farmakol- ogis untuk penderita Rheumatoid Arthritis diantaranya adalah hidroterapi dan kompres jahe.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rendam kaki air jahe hangat terhadap intensitas nyeri ankle pada pen- derita Rheumatoid Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasy experiment. Metode pendekatan mengguna- kan rancangan Pre and Post test Control Group Design. Analisis data menggunakan uji statistik Independent T-Test. Teknik pengambilan sampel berupa consecutive sampling pada pasien nyeri ankle Rheumatoid Arthritis dengan jumlah sampel sebanyak 14 responden terdiri dari 7 responden kelompok intervensi dan 7 responden kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa standar operasional prosedur rendam kaki air jahe hangat dan lembar observasi intensitas nyeri skala numerik. Hasil penelitian menunjukkan p value sebesar 0,00 den- gan  nilai  signifikansi  sebesar  0,05.  Jadi  P<0,005  (Ha  diterima). Ada  pengaruh  rendam  kaki  air  jahe  hangat terhadap intensitas nyeri ankle pada penderita Rheumatoid Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I tahun 2018. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN DIIT PADA PASIEN APENDISITIS DI POLI BEDAH RSUD dr. ABDUL AZIS SINGKAWANG TAHUN 2019 april, eka
Scientific Journal of Nursing Research Vol 4, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v4i2.1305

Abstract

ABSTRACT Appendicitis in general is inflammation due to infection in the appendix or tufts of worms (appendix). The level of one's knowledge has a positive relationship to the compliance of the diit that someone feels. If the knowledge of the concept of appendicitis is expected to influence the patient's actions in managing the disease, knowledge of the concept of disease and compliance is also important for the patient, the more positive the patient's attitude towards managing appendicitis, the better the practice of appendicitis patients in preventing more complications serious. This makes the level of knowledge against adherence to appendicitis diit reduced. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge to adherence of diit in appendicitis patients in the surgical clinic of RSUD dr. Abdul Azis Singkawang in 2019. Correlation research using a cross sectional research design with a sample of 35 respondents with consecutive sampling and measurement methods using a questionnaire measuring instrument. From the results of research with statistical tests using ChiSquare obtained the value of ρ = 0.007 means that it is smaller than the value of ρ = 0.1. This value shows that there is a relationship between knowledge on adherence of diit in appendicitis patients in the poly surgery at RSUD dr. Abdul AzisSingkawang in 2019. The conclusion is that most appendicitis patients have insufficient knowledge of poor compliance with diit. His advice is that it is expected that the leaders and staff at the Poli Surgery Hospital of Dr. Abdul Azis Singkawang, in order to be able to provide better nursing education to patients with appendicitis on diit compliance in order to reduce the lack of patient non-compliance with the right dii, and minimize further complications. Keywords: Knowledge, Compliance with Diit. ABSTRAK Apendisitis secara umum adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks).Tingkat pengetahuan seseorang memiliki hubungan positif terhadap kepatuhan diit yang dirasakan seseorang. Jika pengetahuan tentang konsep penyakit apendisitis baik diharapkan akan mempengaruhi tindakan pasien dalam mengelola penyakit. Oleh karena itu pengetahuan tentang konsep penyakit dan kepatuhan diit juga penting bagi pasien, semakin positif sikap pasien dalam menghadapi pengelolaan apendisitis, maka semakin baik praktik pasien apendisitis dalam mencegah komplikasi lebih serius. Hal ini membuat tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan diit apendisitis berkurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan diit pada pasien apendisitis di poli bedah RSUD dr. Abdul Azis Singkawang tahun 2019. Penelitian ini adalah jenis penelitian asosiatif dengan jenis penelitian Analitik Korelasi menggunakan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 35 responden dengan metode consecutive sampling dan pengukuran menggunakan alat ukur kuisioner. Dari hasil penilitian dengan pengujian statistic dengan menggunakan Chi-Square diperoleh nilai ρ=0,007 ini berarti lebih kecil dari nilai ρ=0,1. Nilai ini menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan diit pada pasien apendisitis di poli bedah RSUD dr. Abdul Azis Singkawang tahun 2019. Kesimpulan yaitu sebagian besar pasien apendisitis memiliki pengetahuan kurang dengan kepatuhan diit yang kurang. Sarannya yaitu diharapkan pimpinan maupun staf di Poli Bedah RSUD dr. Abdul AzisSingkawang, supayadapatmemberikanedukasikeperawatan yang lebih baik lagi kepada pasien apendisitis terhadap kepatuhan diit agar dapat mengurangi kurangnya ketidakpatuhan pasien terhadap diit yang tepat, serta meminimalkan komplikasi lebih lanjut. Kata kunci: Pengetahuan, Kepatuhan Diit
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI ELEKTIF DI RUANG BEDAH RSUD PEMANGKAT TAHUN 2021 Susanty, Novy; Seri, Usman; Juniartati, Erni; Rangkuti, Winellia FS
Scientific Journal of Nursing Research Vol 3, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v3i2.1290

Abstract

Penelitian ini memberikan perhatian yang cukup serius terhadap dukungan keluarga dengan kecemasan pasien pre operasi elektif, menurut WHO jumlah pasien bedah meningkat setiap tahunnya. Dimana jumlah operasi pada tahun 2018 di RSUD Pemangkat adalah 1,280 orang dan tahun 2019 sejak Januari hingga Oktober berjumlah 993 orang menjalani tindakan pembedahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kecemasan pasien pre operasi elektif di Ruang Bedah RSUD Pemangkat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Non Probability Sampling yaitu Consecutive Sampling. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 43 responden dari pasien yang akan menjalani operasi elektif. Hasil dari analisa data menggunakan Chi-Square, menghasilkan ρ-value sebesar 0,000 dengan signifikansi sebesar 0,05. Jadi ρ-value < 0,05 (Ha diterima). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap kecemasan pasien pre operasi elektif di Ruang Bedah RSUD Pemangkat. 
EFEKTIVITAS SELIMUT ELEKTRIK DALAM PENINGKATAN SUHU TUBUH PASIEN PASCA OPERASI YANG MENGALAMI HIPOTERMIA : LITERATURE REVIEW Febriani, Fenni; Agustina, Mita; Kapadia, Raju
Scientific Journal of Nursing Research Vol 2, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v2i2.1187

Abstract

Latar belakang: Hipotermia pasca operasi adalah keadaan suhu tubuh di bawah suhu normal (<36ºC) karena operasi. Selimut listrik menggunakan listrik sumber daya telah digunakan sebagai intervensi untuk mencegah komplikasi hipotermia. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efektifitas selimut elektrik di meningkatkan suhu tubuh pasien pasca operasi hipotermia. Metode Penelitian: Menggunakan desain literature review. Pencarian data artikel sumber dilakukan melalui 3 database Pubmed, Proques, dan Google sarjana (2011-2021) untuk mengambil artikel relevan yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Hasil Penelitian: Setelah meninjau literatur dari 10 jurnal, elektrik selimut terbukti efektif dalam meningkatkan suhu tubuh pasien pasca operasi dibandingkan dengan selimut biasa. Selain itu, listrik selimut juga menaikkan suhu pasien hipotermia lebih cepat Kesimpulan dan saran: Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa listrik selimut secara efektif dapat meningkatkan suhu tubuh pasien pasca operasi di kisaran rata-rata 1,50°C - 1,96°C dibandingkan selimut biasa dalam kisaran tersebut dari 0,85°C -1,05 °C Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam penerapan intervensi selimut listrik pasca operasi dengan memperhatikan durasi penggunaan dan pengaturan suhu.
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MANAJEMEN DIRI PASIEN HIPERTENSI Baedlawi, Azhari; Ardiansyah, Fakrul; Hustra, Tika Desvicasari; Prasetyo, Restu Dwi
Scientific Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v5i1.1319

Abstract

Pendahuluan. Hipertensi atau biasa disebut dengan darah tinggi kian menunjukkan peningkatan prevalensi. Data riskesdas menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Diprediksi tahun 2025 sekitar 29% populasi dunia menderita hipertensi. Sepertiga total populasi Indonesia menderita hipertensi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan manajemen diri penderita hipertensi. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional. Sampel berjumlah 149 responden. Penderita hipertensi yang memiliki keparahan berat tidak dilibatkan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kuesioner data demografi dan kuesioner manajemen diri yang dimodifikasi oleh peneliti. Hasil. Sebagian besar responden berusia 47-59 tahun, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga, penghasilan dibawah UMR, lama mengidap hipertensi > 5 tahun, memiliki Riwayat hipertensi, belum pernah mendapatkan edukasi terkait hipertensi, tidak memiliki penyakit penyerta, mengkonsumsi obat hipertensi, tidak mengkonsumsi obat herbal, dan memiliki hipertensi tidak terkontrol. Terdapat hubungan antara Riwayat pekerjaan dan Riwayat hipertensi dikeluarga dengan manajemen perawatan diri hipertensi (p = 0,01 dan p = 0,03). Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, Tingkat pendidikan, penghasilan, lama mengidap hipertensi, edukasi tentang hipertensi, riwayat penyakit penyerta, konsumsi obat hipertensi, konsum herbal, dan status hipertensi dengan manajemen diri penderita hipertensi (p > 0,05). Kesimpulan. Pasien hipertensi perlu meningkatkan manajemen perawatan diri utamanya pengidap hipertensi yang memiliki riwayat hipertensi di keluarga.