Jurnal Medicare
Medicare Journal, ISSN 2828-352X (media online) contains writings taken from the results of research in obstetrics and nursing, pregnancy, childbirth, postpartum; baby; family plans; reproduction health; complementary midwifery care. This journal is published four times a year. Medicare Journal is published by CV. Rena Cipta Mandiri Malang City. Publication schedule: January, April, July, October
Articles
27 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026"
:
27 Documents
clear
Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kehamilan Pada Remaja Di Upt Puskesmas Curahtulis
Adiyanti, Ike Novita;
Ermawati, Iit;
Sary, Yessy Nur Endah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.339
Pada tahun 2022 World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa, setiap tahun, diperkirakan 21 juta anak perempuan berusia 15-19 tahun di negara berkembang hamil dan sekitar 12 juta di antaranya melahirkan. Diwilayah kecamatan tongas khususnya puskesmas curahtulis jumlah seluruh kehamilan baru tahun 2024 ada 352 ibu hamil dengan prosentase kehamiln remaja (usia <19 tahun) 27% (96) dan kehamilan diatas usia 19 tahun sebanyak 256 ibu hamil atau 72,7%. Faktor-faktor seperti pernikahan dini, rendahnya pendidikan, dan status ekonomi rendah mempengaruhi kehamilan remaja. Faktor adat istiadat, pendidikan, dan ekonomi berkontribusi pada kehamilan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei deskriptif Retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan pada remaja dan sampel menggunakan teknik metode slovin yaitu sampling jenuh berjumlah 36 jiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa data sekunder yang didapat dari data kuesioner. Hasil univariat dari survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden putus sekolah (54%), ekonomi kurang baik (86%), pendidikan rendah(SD) (72%), mengikuti adat istiadat (78%), dari hasil penelitian terdapat hubungan antara factor adat perkawinan usia muda (X1), faktor ekonomi (X2), faktor pendidikan (X3) dan faktor putus sekolah (X4) dengan kehamilan pada remaja di UPT Puskesmas Curahtulis
Pengaruh Kelas Ibu Hamil Terhadap Kecemasan Ibu Primigravida Di Desa Tambakrejo
Harmuningtyas, Irma;
Zakiyyah, Muthmainnah;
Widayati, Agustina
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.336
Kecemasan merupakan salah satu gangguan emosional yang sering dialami ibu hamil, terutama pada primigravida. Salah satu program pemerintah dalam upaya peningkatan kesehatan pada ibu hamil adalah dengan mengadakan kelas ibu hamil. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan tingkat kecemasan pada ibu primigravida yang diberi eksperimen kelas ibu hamil dengan yang tidak diberi eksperimen kelas ibu hamil. Desain penelitian menggunakan desain ekperimen kuasi. Rancangan kuantitatif dengan control group design melalui total sampling. Jumlah sampel sebanyak 10 ibu primigravida pada kelompok kelas ibu hamil dan 10 ibu primigravida pada kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di wilayah desa tambakrejo kecamatan tongas pada bulan juni 2025. Analisis data kuantitatif menggunakan uji wolcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor kecemasan pada kedua kelompok berbeda, dengan kelompok kelas ibu hamil terbanyak mengalami kecemasan rendah sedangkan kelompok kontrol terbanyak mengalami kecemasan sedang. Hasil uji wolcoxon didapatkan p value 0,045 dengan a 0,05. Karena nilai signifikan < a maka H0 di tolak dan H1 diterima yang artinya adanya pengaruh kelas ibu hamil terhadap kecemasan ibu primigrvida di desa tambak rejo. Kesimpulan: keikutsertaan dalam kelas ibu hamil berpengaruh dalam menurunkan kecemasan pada ibu primigravida
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Pertumbuhan Bayi Usia 6 Bulan Berdasarkan Kenaikan Berat Badan Di Upt Puskesmas Curahtulis
Arisandi, Novia;
Yuliana, Wahida;
Zakiyyah, Muthmainnah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.337
World Health Organization (WHO) merekomendasikan bayi harus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pemberian ASI eksklusif Dengan Pertumbuhan Bayi Usia 6 Bulan Berdasarkan Kenaikan Berat Badan Di UPT Puskesmas Curahtulis, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 32 bayi usia 6 bulan dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk menilai pemberian ASI Eksklusif dan KMS untuk menilai pertumbuhan bayi berdasarkan berat badan bayi. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak bayi usia 6 bulan diberikan ASI eksklusif yaitu sebesar 87,5% dan bayi dengan pertumbuhan naik berat badan sebesar 71,9%. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara hubungan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 bulan dengan pertumbuhan bayi berdasarkan kenaikan berat badan di UPT Puskesmas Curahtulis (p = 0,039 < α = 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 bulan berpengaruh pada pertumbuhan bayi berdasarkan kenaikan berat badan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi dan konseling kepada semua ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan untuk memberikan ASI ekslusif.
Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Dengan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Desa Pandean Kabupaten Probolinggo
Miftahul Jennah;
Ekasari, Tutik;
Zakiyyah, Muthmainnah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.342
Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi kurangnya asupan energi dan protein dalam jangka panjang yang sering dialami ibu hamil, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi ini berdampak pada kesehatan ibu dan janin serta dapat memicu gangguan psikologis, salah satunya kecemasan selama kehamilan. Kecemasan yang tidak tertangani dapat memengaruhi kondisi fisik ibu, perkembangan janin, dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara KEK dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil di Desa Pandean, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menentukan status KEK dan kuesioner HARS untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan KEK mengalami kecemasan sedang hingga tinggi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara KEK dan tingkat kecemasan (p < 0,05). Diperlukan edukasi gizi dan pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah KEK dan menurunkan kecemasan ibu hamil.
Hubungan Pendidikan dan Paritas Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi KB Suntik di Polindes Tongas Wetan
Fitrianingsih;
Irayani, Tri;
Ekasari, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.393
Pendidikan memiliki peran penting terhadap pandangan dan pengetahuan dalam pengambilan keputusan. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas akan melakukan penilaian terhadap keputusan yang dipilih, salah satunya yakni pemilihan akseptor KB. Menurut WHO, 2020 penggunaan alat kontrasepsi didunia sebesar 87%, dengan pemilihan kontrasepsi hormonal 75% dan 25% non hormonal. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pendidikan dan paritas dengan pemilihan akseptor KB. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 50 PUS dengan akseptor KB, menggunakan accidental Sampling. Analisis data menggunakan Chi Square. Berdasarkan uji Chi Square didapatkan hasil yakni pendidikan (p-value 0,000 < 0,05) paritas (p-value 0,000 < 0,05), dengan demikian dapat diputuskan bahwa H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dan paritas dengan pemilihan akseptor KB Suntik di Polindes Tongas Wetan. Tingginya jumlah pengguna KB suntik yang hanya berpendidikan tingkat SD menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap pilihan kontrasepsi masih terbatas. Selain itu, faktor biaya menunjukkan keterbatasan akses responden terhadap kontrasepsi yang lebih aman dan ramah tubuh.
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Remaja di SLTP 3 Sukapura
Utami, Hesti Rini;
Ermawati, Iit;
Sary, Yessy Nur Endah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.394
Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat dipengaruhi oleh perilaku kebersihan diri (personal hygiene) yang kurang baik. Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami keputihan akibat perubahan hormonal, kurangnya pengetahuan, serta kebiasaan menjaga kebersihan organ reproduksi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SLTP Negeri 3 Sukapura. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SLTP Negeri 3 Sukapura sebanyak 35 orang, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah disusun sesuai variabel penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki personal hygiene kategori cukup dan mengalami keputihan sebanyak 21 responden (65,6%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan untuk mendorong perilaku kebersihan diri yang lebih baik pada remaja putri.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Minat Wanita Usia Subur Melakukan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Maron
Susanti, Maria Ulfa;
Ekasari, Tutik;
Hanifah, Iis
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.395
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, terutama di negara berkembang. Pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) direkomendasikan sebagai metode skrining karena bersifat sederhana, murah, dan efektif. Namun, partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA masih tergolong rendah, salah satunya dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan minat WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Maron, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 95 WUS dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak mendapat dukungan keluarga (64,2%) dan tidak berminat melakukan pemeriksaan IVA (86,3%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan minat pemeriksaan IVA (p = 0,000). Keterlibatan keluarga sangat penting dalam meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker serviks.
Hubungan Pernikahan Dini dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Anyar Kabupaten Probolinggo
Rusmayanti, Ana;
Sary, Yessy Nur Endah;
Irayani, Tri
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.396
Kehamilan merupakan proses fisiologis ketika seorang perempuan mengandung embrio hingga janin di dalam rahim selama kurang lebih sembilan bulan. Pernikahan dini pada ibu hamil berpotensi menyebabkan kebutuhan gizi tidak terpenuhi secara optimal sehingga meningkatkan risiko anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), perdarahan, serta Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 28 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan instrumen berupa checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,6% ibu hamil menikah pada usia 15–18 tahun dan 46,4% pada usia ≥19 tahun. Kejadian anemia ditemukan pada 50% responden. Uji chi-square menunjukkan nilai p value 0,021 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi tentang pentingnya pernikahan pada usia matang.
Hubungan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan dengan Kejadian Keputihan Pada Akseptor KB di Ponkesdes Sariwani
Puspitasari, Hanik Eka Ratna;
Irayani, Tri;
Ekasari, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.397
Penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan merupakan salah satu metode keluarga berencana hormonal yang paling banyak dipilih di Indonesia karena praktis dan efektif. Namun, penggunaan metode ini dapat menimbulkan efek samping, salah satunya keputihan, yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis dan berpotensi mengganggu kesehatan reproduksi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di Ponkesdes Sariwani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 33 akseptor KB suntik tiga bulan, dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang menggunakan KB suntik ≥6 bulan mengalami keputihan, yaitu sebanyak 23 responden. Uji Chi-square memperoleh nilai p = 0,012 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai efek samping kontrasepsi hormonal dan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi.
Hubungan Usia Pengenalan MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Maron
Laifa, Nurul;
Yuliana, Wahida;
Hidayati, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.398
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor risiko stunting adalah pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai waktu. Pengenalan MP-ASI yang terlalu dini maupun terlambat dapat memengaruhi status gizi dan pertumbuhan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Maron, prevalensi stunting masih mencapai 9,5%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia pengenalan MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 179 balita yang dipilih secara stratified random sampling dari populasi 324 balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar WHO. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia pengenalan MP-ASI dan kejadian stunting (p < 0,05). Pemberian MP-ASI tepat waktu pada usia 6 bulan penting sebagai upaya pencegahan stunting.