cover
Contact Name
Noviati
Contact Email
noviati.novy@gmail.com
Phone
+6287866159980
Journal Mail Official
noviati.novy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No G-37
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28093151     DOI : DOI : https://doi.org/10.54883/jikmw
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) universitas Mandala Waluya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) terbit setiap 6 Bulan yaitu Juni dan Desember. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) merupakan Open Journal System yang yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik dalam bidang Kesehatan. Bidang kajian ilmu yang masuk dalam ruang lingkup yaitu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Teknologi Elektro Medis, Psikologi
Articles 92 Documents
Pengaruh Pijat Tuina terhadap Kesulitan Makan pada Balita di Desa Sampuabalo Kabupaten Buton La Ode Ardiansyah; Zoahira, Wa Ode Aisa; Latief, Wa Ode Nova Tuba
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v4i1.750

Abstract

Kesulitan makan pada balita merupakan gangguan psikologis tumbuh kembangnya yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Dampak dari kesulitan makan balita yaitu gangguan fungsi organ tubuh dan penyakit berupa kelainan fisik, maupun psikis. Salah satu upaya untuk mencegah kondisi kesulitan makan balita yaitu dengan memberikan terapi pijat tuina. Pijat tuina yang dilakukan secara teratur meningkatkan efektivitas sirkulasi hormon epinefrin dan norepinefrin yang dapat merangsang stimulasi proses tumbuh kembang balita sehingga meningkatkan nafsu makan, meningkatkan berat badan, dan merangsang perkembangan struktur tubuh maupun fungsi motorik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat tuina terhadap kesulitan makan pada balita di Desa Sampuabalo Kabupaten Buton. Jenis penelitian ini adalah Pra eksperiment dengan desain One Group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 62 balita, dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling dengan jumlah 16 balita. Metode analisis menggunakan uji statistik Paired Sampel t-test. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks test diperoleh nilai statistik P Value = 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pijat tuina terhadap kesulitan makan pada balita di Desa Sampuabalo Kabupaten Buton. Diharapkan bagi masyarakat untuk menerapkan pijat tu ina pada balita yang mengalami kesulitan nafsu makan dan tenaga kesehatan dapat memberikan sosialisasi terhadap pentingnya pijat tu ina pada balita di masyarakat.
Faktor-Faktor yang yang Berhubungan dengan Rendahnya Minat Ibu dalam Menggunakan Kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kabupaten Konawe Fety, Yulli; Mulyani, Sri; Moita, Firda Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v4i1.751

Abstract

Tidak semua ibu berminat menggunakan kontrasepsi IUD dikarenakan berbagai alasan yang berbeda-beda seperti takut efek samping, takut proses pemasangan, dilarang oleh suami dan kurangnya pengetahuan tentang kontrasepsi IUD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Memhubungani Rendahnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi IUD Di Wilayah Kerja Puskesmas Amonggedo Kabupaten Konawe. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini akseptor kontrasepsi aktif di wilayah kerja puskesmas amonggedo berjumlah 1214 jiwa dengan sampel sebanyak 92 responden Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Hasil penelitian responden terdapat 43 responden berminat menggunakan IUD sementara 49 responden lainnya tidak berminat. 39 responden memiliki pengetahuan cukup sementara 53 responden lainnya memiliki pengetahuan kurang. 41 responden mendapat dukungan dari suami sementara 51 responden lainnya tidak didukung oleh suaminya dalam menggunakan kontrasepsi IUD. Mayoritas responden memiliki penghasilan dibawah UMR sejumlah 58 orang sementara 34 responden lainnya memiliki penghasilan diatas UMR. Berdasarkan data dan hasil analisis diketahui sebanyak 52 responden memiliki kepercayaan terhadap kontrasepsi IUD sementara 40 responden lainnya tidak percaya dengan kontrasepsi IUD. Saran penelitian ini perlu dilakukan untuk mengkaji hubungan BPJS terhadap minat ibu menggunakan kontrasepsi IUD di Wilayah kerja Puskesmas Amonggedo. Selain itu Puskesmas Amonggedo perlu melakukan penyuluhan terhadap ibu usia produktif tentang manfaat IUD untuk meningkatkan pengetahuan dan minat ibu dalam pemilihan alat kontrasepsi.
Sikap, Perilaku Manajemen diri Diabetes dan Kontrol Glikemik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli saltar, La Ode
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v4i1.762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara sikap, keterampilan manajemen diri, dan kontrol glikemik pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, dengan 77 pasien DM tipe 2 sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur sikap dan keterampilan manajemen diri, serta pengukuran kadar glukosa darah sewaktu (GDS) menggunakan glucometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sikap negatif (63,6%) terhadap manajemen diabetes, sementara 36,4% memiliki sikap positif. Sebanyak 62,3% responden menunjukkan keterampilan manajemen diri yang buruk, dan 37,7% memiliki keterampilan yang baik. Analisis statistik menunjukkan bahwa responden dengan sikap positif lebih cenderung memiliki kadar GDS yang terkontrol (<200mg/dl) dibandingkan dengan mereka yang memiliki sikap negatif (71,4% vs. 22,4%). Demikian pula, responden dengan keterampilan manajemen diri yang baik lebih cenderung memiliki kadar GDS yang terkontrol dibandingkan dengan mereka yang memiliki keterampilan yang buruk (79,3% vs. 16,7%). Karakteristik demografis menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia antara 45-59 tahun (44,1%), dengan mayoritas perempuan (61%) dan berpendidikan terakhir SMA (57,1%). Pekerjaan utama responden adalah ibu rumah tangga (45,5%), dengan mayoritas telah menderita DM tipe 2 selama 11-15 tahun (36,3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sikap positif dan keterampilan manajemen diri yang baik secara signifikan berhubungan dengan kontrol glikemik yang lebih baik. Diperlukan intervensi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan sikap dan keterampilan manajemen diri pasien DM tipe 2. Edukasi kesehatan yang interaktif, dukungan psikologis, dan pelatihan praktis sangat diperlukan untuk membantu pasien mencapai kontrol glikemik yang optimal dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Baula Kabupaten Kolaka Nawawi; Zahalim; Indra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v4i1.763

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa saat memberikan pelayanan tampak petugas dengan wajah tidak ramah, sampah terlihat berserakan di ruang tunggu pasien, kamar mandi terlihat belum dibersihkan, ruang / kamar obat sempit, kursi ruang tunggu pasien kurang karena terlihat pasien berdiri saat menunggu antrian, petugas sudah datang ke Puskesmas namun pelayanan tidak segera dibuka sehingga terlihat penumpukan pasien Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Baula Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah 538 orang, dengan teknik penarikan sampel secara teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 77 orang. Metode analisis menggunakan uji Statistik yakni uji chi square dan cramer’s. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Tangible (bukti fisik) dengan kepuasan pasien rawat jalan Puskesmas Baula Kabupaten Kolaka. diperoleh nilai (X2 Hit= 1,223 > X2 tabel 3,841, phi= 0,156), ada hubungan sedang antara Reliabity (Kehandalan) dengan kepuasan pasien rawat jalan Puskesmas Baula Kabupaten Kolaka, diperoleh nilai (X2 Hit= 9,114 > X2 tabel (3,841, phi= 0,374 tidak ada hubungan antara Respomsivenes (Ketanggapan) dengan kepuasan pasien rawat jalan Puskesmas Baula Kabupaten Kolaka diperoleh nilai (X2 Hit= 0,000> X2 tabel (3,841, phi= 0,025), ada hubungan sedang antara Assurance (Jaminan) dengan kepuasan pasien rawat jalan Puskesmas Baula Kabupaten Kolaka diperoleh nilai (X2 Hit= 4,635 > X2 tabel (3,841, phi= 0,274), dan ada hubungan sedang antara empaty (Empati) dengan kepuasan pasien rawat jalan Puskesmas Baula Kabupaten Kolaka diperoleh nilai (X2 Hit= 5,146 > X2 tabel (3,841, phi= 0,287), Diharapkan bagi pihak Puskesmas Baula melakukan upaya perbaikan sarana dan prasaranan penunjang agar pelayanan yang di berikan maksimal sehingga pasien akan merasa nyaman ketika berkunjung dan berobat.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Paparan Kromium Heksavalen (Cr6+) pada Masyarakat yang mengonsumsi Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kawasan Industri Morosi Kabupaten Konawe Solihin, Solihin; Ardiansyah, La Ode; Noviati; Hadju, Lodes
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/g622ex88

Abstract

Akumulasi logam berat pada ikan dapat terjadi karena adanya kontak antara medium yang mengandung toksik dengan ikan Bandeng (Chanos chanos). Logam kromium Heksavalen (Cr6+) yang masuk ke lingkungan dapat berasal dari berbagai sumber, tetapi sumber umum yang diduga paling banyak berpengaruh yaitu dari aktivitas industri, pertambangan, kegiatan rumah tangga dan zat sisa pembakaran serta mobilitas bahan bakar. Di sekitar Kawasan industri morosi terdapat tambak masyarakat untuk budidaya ikan bandeng yang hasilnya akan dijual di pasar dan dikonsumsi oleh masyarakat yang ada di sekitar kawasan industri. Hal tersebut memungkinkan bahwa tambak di sekitar Kawasan industri tersebut dapat tercemar oleh logam berat khususnya Cr6+. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko Kesehatan lingkungan paparan Cr+6 pada Masyarakat yang Mengkonsumsi Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kawasan Industri Morosi Kabupaten Konawe. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasional dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Populasi dalam penelitian adalah ikan bandeng dan Masyarakat yang mengkonsumsi ikan bandeng di Kawasan industri Morosi yang jumlahnya tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rata-rata konsentrasi logam berat Cr6+ yang terkandung dalam ikan bandeng yang berasal dari tambak sekitar Kawasan industri Morosi Kabupaten Konawe sebesar 0,152 mg/kg, nilai R= 93 gr/hari, nilai fE sebesar 96 hari/tahun, nilai Dt = 26 tahun, nilai Wb = 49,84 kg dan nilai Intake (I) sebesar 0,0646475 mg/kg/hari. Nilai RQ > 1. Kesimpulannya bahwa Masyarakat yang mengkonsumsi ikan bandeng yang berasal dari tambak di sekitar Kawasan industri Morosi memiliki risiko terjadinya gangguan kesehatan seperti reaksi alergi, ruam kulit, bisul, gagal ginjal, kerusakan hati dan sampai pada kematian apabila dikonsumsi melebihi dari durasi 30 tahun dengan laju asupan >93 gr/hari dengan frekuensi pajanan >96 hari/tahun.
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Personal Hygiene saat Menstruasi dengan Kejadian Pruritus Vulvae pada Siswi MTs Pesri Kendari Ardiansyah, Laode; Ridwani, Yulieni; Noviati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/q7j8yw23

Abstract

Menurut data dari World Health Organization di beberapa negara menyebutkan remaja putri berusia 10-14 tahun mempunyai permasalahan terhadap reproduksinya salah satunya pruritus vulvae. Pruritus vulva merupakan gatal yang terjadi pada kulit di daerah vulva menyebabkan goresan atau gesekan yang dapat merusak kulit, menimbulkan rasa sakit, pendarahan hingga mengalami infeksi pada kulit. Pada dasarya salah satu penyebab dari pruritus. Berdasarkan data Klinik MTs Pesri Kendari tahun 2023 terdapat 28 kasus yang mengalami pruritus vulvae. Hal ini disebabkan karena vulvae karena kurangnya pengetahuan dan perilaku personal hygiene pada organ reproduksi saat mengalami menstruasi. Metode penelitian ini adalah penelitian ini Observasional Analitik dengan desain Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian adalah adalah siswi MTs Pesri Kendari kelas VII dan VIII sebanyak 172 siswi dan sampel 62 responden siswi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Metode analisis menggunakan uji chi-square dan uji φ. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square pada variabel pengetahuan dengan kejadian pruritus vulvae diperoleh X2 hit (5,022) > X2Tab (3,841) dan nilai φ (0,285), dan perilaku personal hygiene dengan kejadian pruritus vulvae X2 hit (7,738) > X2Tab (3,841) dan nilai φ (0,353). Sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan yang lemah antara variabel pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan kejadian pruritus vulvae pada siswi MTs Pesri Kendari. Saran dalam penelitian ini adalah bagi siswi MTs Pesri mempunyai pengetahuan dan perilaku tentang  personal hygiene sehingga tidak terjadi pruritus vulvae, bagi tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi kesehatan agar siswi mempunyai pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi, dan bagi penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian dengan permasalahan pruritus vulvae dengan variabel-variabel yang lain.
Hubungan Pola Makan, Pola Asuh dan Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi pada Balita di Desa Niitanasa Kecamatan Lalonggasumeeto Tahun 2024 Ali, Leniarti; Yasmin, Laode Muhamad; Saparina, Titi; Noviati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/mdt54h46

Abstract

Kurang gizi yang terjadi pada awal masa kanak-kanak memiliki konsekuensi yang serius. Anak yang mengalami gizi kurang cenderung mengalami sakit yang lebih parah. Terdapat hubungan kuat antara kurus pada anak dengan kematian pada anak. Kurus pada anak Balita menyumbang kematian sebesar 4,7 persen atau 2 juta kematian dari seluruh kematian anak Balita di dunia. Hasil survei pendahuluan terdapat anak yang mengalami kekurangan gizi sebanyak 15 orang anak yang tersebar di 4 Desa yang ada di Kecamatan Lalonggasumeeto dan terbanyak berada di Desa Niitanasa berjumlah 7 Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan pola asuh anak dengan status gizi balita di Desa Niitanasa Kecamatan Lalonggasumeeto. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah populasi sebanyak 58 responden dan sampel yang diambil adalah 35 responden. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik inferensial, dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian yang diperoleh ada hubungan yang signifikan antara Pola Makan (p-value = 0. 004), pola asuh (p-value = 0.009), pengetahuan (p-value = 0.002) dengan status gizi pada balita di Desa Niitanasa Kecamatan Lalonggasumeeto. Bagi pihak puskesmas diharapkan bisa memberikan sosialisasi yang lebih komprehensif tentang upaya pencegahan Gizi Kurang terutama kepada keluarga yang tergolong berpendapatan rendah.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Riwayat Infeksi dengan kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mataoleo Kabupaten Bombana Fety, Yulli; Setiawan, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/n5bf6244

Abstract

Stunting pada balita merupakan salah satu masalah kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Mataoleo Kabupaten Bombana, jumlah penderita stunting pada balita tahun 2017 berjumlah 66 balita, tahun 2018 berjumlah  58 balita, dan 2019 berjumlah 67 balita. Februari  2020  total berjumlah 67 balita yang mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang asupan makanan dan riwayat infeksi dengan kejadian stunting pada balita diwilayah kerja Puskesmas Mataoleo Kabupaten Bombana. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah balita umur 25 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mataoleo periode Januari sampai Mei 2020 sebanyak 228  balita, dengan jumlah sampel 56 balita umur 25 – 59 bulan, pengambilan sampel dilakukan secara Proportional Random Sampling. Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang asupan makanan dengan kejadian stunting pada balita diwilayah kerja Puskesmas Mataoleo diperoleh nilai X2 hitung > X2 tabel (14,266>3,841), dan nilai p=0,000 < a = 0,05. Ada hubungan antara riwayat infeksi terhadap kejadian stunting pada balita diwilayah kerja Puskesmas Mataoleo, diperoleh nilai X2 hitung > X2 tabel (11,979>3,841), dan nilai p = 0,001 <  a = 0,05. Disarankan agar masyarakat khususnya ibu balita dapat mengolah asupan makanan yang baik buat balita dengan memanfaatkan sumber makanan lokal, mampu mengenali jenis jenis makanan yang baik untuk pertumbuhan, dan memiliki pengetahuan perawatan balita infeksi  agar tidak terjadi stunting.
Hubungan Dukungan Keluarga dalam Pencegahan Risiko Bunuh Diri Pada Remaja di Kelurahan Kemaraya RT 4 Purnama, Prawara Aros; Rispayati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/5wv4r264

Abstract

Masalah bunuh diri di kalangan remaja adalah isu kesehatan mental yang serius dan kompleks. Peran keluarga dalam pencegahan bunuh diri pada remaja sangat penting, karena kehadiran keluarga dapat secara signifikan mempengaruhi kesehatan mental remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui hubungan dukungan keluarga dalam pencegahan risiko bunuh diri pada remaja di Kelurahan Kemaraya RT 4. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah populasi sebanyak 38 pasien dan sampel sebanyak 35 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan uji fisher exact. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dalam pencegahan risiko bunuh diri pada remaja di Kelurahan Kemaraya RT 4 dengan nilai p = 0,003 (p < 0,05). Disarankan agar perawat dapat memberikan edukasi kepada remaja dan keluarga tentang tanda-tanda risiko bunuh diri dan cara untuk mencari bantuan.
Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemandirian Menggosok Gigi Pada Anak Tunagrahita Kategori Ringan Di Sekolah Luar Biasa(SLB) Mandara –BF Kendari Zoahira, Wa Ode Aisa; Tasrun, La Ode; Yusnayanti, Cici
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/g2gyw264

Abstract

Data jumlah anak penyandang tunagrahita pada tahun 2019 di Sekolah Luar Biasa Mandara Kendari Kota Kendari berjumlah 35 orang.Berdasarkan wawancara dengan guru di Sekolah Luar Biasa Mandara Kendari,ditemui permasalahan yaitu siswa tunagrahita kategori ringan masih merasa kesulitan dalam menggosok gigi bagian-bagian gigi yang letaknya berada di dalam seperti gigi bagian kanan dan kiri serta bagian dalam,siswa hanya mampu menggosok bagian tertentu saja seperti bagian depan dan bagian gigi geraham atau gigi pengunyah.Hal ini dikarenakan belum adanya kegiatan rutin menggosok gigi di sekolah. Penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap kemandirian menggosok gigi pada anak tunagrahita  kategori  ringan di Sekolah Luar Biasa Mandara Kendari. Penelitian quasi eksperimen dengan control group pretest-design.Populasi penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita yang terdaftar sebagai siswa di Sekolah Luar Biasa Mandara Kendari pada tahun 2020 sebanyak 35 orang dengan jumlah sampel 16 orang.Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling, Metode analisis menggunakan Uji Paired T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap kemandirian menggosok gigi pada anak tunagrahita kategori ringan pada kelompok perlakuan di Sekolah Luar Biasa Mandara Kendari (p value = 0,000 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap kemandirian menggosok gigi pada anak tunagrahita kategori ringan pada kelompok perlakuan.

Page 8 of 10 | Total Record : 92