cover
Contact Name
Noviati
Contact Email
noviati.novy@gmail.com
Phone
+6287866159980
Journal Mail Official
noviati.novy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No G-37
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28093151     DOI : DOI : https://doi.org/10.54883/jikmw
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) universitas Mandala Waluya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) terbit setiap 6 Bulan yaitu Juni dan Desember. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) merupakan Open Journal System yang yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik dalam bidang Kesehatan. Bidang kajian ilmu yang masuk dalam ruang lingkup yaitu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Teknologi Elektro Medis, Psikologi
Articles 126 Documents
Hubungan Evaluasi, Keyakinan Normatif, dan Sikap terhadap Minat Menjadi Peserta BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Morosi Kabupaten Konawe Dode, Hartian; Azlimin, Azlimin; Asri, Andi; Iswanto, Rolly
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i1.1100

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya minat masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, yang diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti evaluasi program, keyakinan normatif, dan sikap masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara evaluasi, keyakinan normatif, dan sikap terhadap minat masyarakat menjadi peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik analisis data Structural Equation Modeling (SEM). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling, di mana wilayah penelitian dikelompokkan berdasarkan desa/kelurahan yang berada di bawah cakupan Puskesmas Morosi. Besar sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 398 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara evaluasi terhadap sikap dengan koefisien sebesar 0,146 namun tidak signifikan secara statistik. Sementara itu, keyakinan normatif berpengaruh signifikan terhadap sikap dengan koefisien sebesar 0,326. Sikap juga memiliki hubungan yang signifikan dengan minat menjadi peserta BPJS dengan koefisien sebesar 0,182. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor sosial seperti dorongan keluarga dan lingkungan sekitar berperan penting dalam membentuk sikap masyarakat, yang pada akhirnya mempengaruhi minat mereka untuk berpartisipasi dalam program BPJS Kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keyakinan normatif dan sikap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi oleh pihak terkait untuk memperkuat persepsi positif masyarakat terhadap program BPJS.
Hubungan Ditinggal Pasangan dengan Kecemasan Lansia di Wilayah Puskesmas Bungku Tengah Kabupaten Morowali La Ode Ardiansyah; Masriwati, Sitti; Noviati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i1.1101

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun keatas yang telah masuk ke tahap  akhir dari fase hidupnya. Fase hidup lansia sering mengalami permasalahan psikologis sebagai akibat ditinggal pasangan hidupnya. Di wilayah kerja Puskesmas Bungku tengah Kabupaten Morowali cakupan jumlah lansia yang ditinggal pasangan berjumlah 347 lansia baik laki-laki dan perempuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis hubungan ditinggal pasangan dengan kecemasan lansia di wilayah Puskesmas Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan desain Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian adalah adalah seluruh lansia ditinggal pasangan di wilayah Puskesmas Bungku Tengah tahun 2023 sebanyak 347 lansia dan sampel 78 orang yang diambil secara Stratified Random Sampling. Metode analisis hubungan menggunakan uji chi-square serta dilanjutkan dengan uji phi (φ) untuk melihat keeratan hubungan kedua variabel. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square pada variabel ditinggal pasangan diperoleh p value (nilai signifikan) < α = 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai φ (0,306), sehingga disimpulkan ada hubungan yang lemah antara variable ditinggal pasangan dengan kecemasan lansia  wilayah Puskesmas Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Saran dalam penelitian ini adalah bagi keluarga hendaknya sering meluangkan  waktu bersama sehingga lansia merasa dicintai keberadaanya dan bagi penelitian selanjutnya dapat dijadikan acuan untuk melakukan penelitian permasalahan kecemasan pada lansia namun dengan skala penelitian yang lebih luas.
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Hot flashes Pada Wanita Menopause Karuniadevi, Gusti Ayu Made Wid; Lestari, Ni Putu Yunita Sri; Widiastini, Luh Putu; Susila, I Made Dwie Pradnya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1126

Abstract

Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami, biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 40-58 tahun  yang menimbulkan gejala fisik salah satunya adalah hot flashes. Kondisi menopause disertai hot flashes bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan bila tidak ditangani segera maka akan berdampak buruk bagi kesehatan yaitu dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, osteoporosis, demensia, dan stroke. Upaya yang dilakukan untuk penanganan hot flashes secara non farmakologi yaitu senam lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap hot flashes pada wanita menopause di Banjar Celuk, Desa Adat Kapal. Metode penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental dengan desain one group pretest. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel adalah 35 responden. Intervensi senam lansia diberikan 2 kali seminggu selama 3 minggu dengan durasi 30 menit. Uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil penelitian didapatkan p-value = 0,001 < α 0,05 yang artinya ada pengaruh senam lansia terhadap hot flashes pada wanita menopause di Banjar Celuk, Desa Adat Kapal. Pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai senam lansia yang mudah diterapkan di rumah untuk membantu mengatasi hot flashes tanpa ketergantungan pada obat-obatan sehingga dapat memiliki pilihan yang lebih alami dan terjangkau untuk mengatasi hot flashes
Perbedaan Keterampilan Sebelum dan Sesudah Diberikan Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri Dengan Metode Demonstrasi Ni Kadek Meriyanti; Ni Komang Erny Astitia; Listina Ade Widya Ningtyas; Regina Tedjasulaksana; Ni Wayan Armini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1196

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kematian dan kesakitan perempuan di Indonesia. Optimalisasi keterampilan deteksi dini menjadi opsi penting untuk mencegah peningkatan angka tersebut yang dapat dilakukan dengan pemberian edukasi melalui beberapa metode, salah satunya demonstrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan keterampilan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan metode demonstrasi terhadap remaja putri. Metode penelitian menggunakan pre-experimental one group pretest and posttest design. Sampel dalam penelitian ini 33 siswi yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan Bulan Mei 2025 di SMA Negeri 1 Nusa Penida Kabupaten Klungkung. Instrumen penelitian berupa check list keterampilan SADARI yang valid dan reliabel. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan skor keterampilan dari mean  54,55 menjadi 74,55. Nilai signifikan ( p-value) 0,00 (p<0,05) bermakna terdapat perbedaan keterampilan pemeriksaan payudara sendiri sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang pemeriksaan payudara sendiri dengan metode demonstrasi terhadap remaja putri. Pemberian edukasi dengan metode demonstrasi dapat diterapkan secara konsisten dalam teknik pembelajaran di sekolah.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Depo Lokomotif PT. Kereta Api Indonesia Divre I Medan Muhammad Sahputra; Wahyudi; Syafran Arrazy; Susilawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1311

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja seperti pekerja depo lokomotif. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa pekerja di Depo Lokomotif PT.KAI Persero Medan mengalami 12 kejadian kecelakaan kerja pada tahun 2020, 18 kejadian pada tahun 2021 dan 20 kejadian pada tahun 2022 serta terjadi 1 kejadian kecelakaan berat pada tahun 2024 yang disebabkan oleh ketidaklengkapan pekerja dalam memakai APD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan kenyamanan dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja depo lokomotif PT. Kereta Api Indonesia Divre I Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelatif dan menggunakan teknik sampling total sampling, dengan sampel sebanyak 43 pekerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD dengan p-value = 0,553 dan ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan p-value = 0,025, dan kenyamanan dengan p-value = 0,010.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control pada Pekerja di Depo Lokomotif PT. KAI (PERSERO) Divre I Medan Ade Irma Seftyani Lubis; Tri Niswati Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1314

Abstract

Kecelakaan kerja di industri transportasi seperti Depo Lokomotif PT KAI Divre I Medan masih sering terjadi akibat berbagai potensi bahaya. Terjadi peningkatan kecelakaan yang terjadi di Depo Lokomotif PT KAI Divre I Medan, dimana pada tahun 2020 tercatat 12 kasus kecelakaan, kemudian meningkat menjadi 18 kasus di tahun 2021, dan bertambah lagi menjadi 20 kasus pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya fisik, mekanik, kimia, dan ergonomi, dengan tingkat risiko yang bervariasi, dimana terdapat 6 risiko kategori tinggi (high), 25 kategori sedang (medium), dan 8 kategori rendah (low). Salah satu potensi bahaya dengan kategori risiko tinggi (High) terdapat pada proses pemeriksaan sistem EFI (Electronic Fuel Injection), yakni risiko sengatan listrik akibat tegangan tinggi. Tingkat kemungkinan kejadian (likelihood) berada pada skor 2 (Unlikely), namun tingkat keparahan (severity) dinilai 5 (Catastrophic), sehingga total nilai risiko mencapai skor 10. Risiko ini sangat signifikan karena berpotensi menyebabkan cedera berat hingga kematian apabila pekerja tidak mengikuti prosedur kerja aman dibandingkan dengan risiko tinggi lainnya.
Hubungan Status Gizi dan Modal Peralatan Nelayan Pesisir dengan Produktivitas Kerja di Kapal Pukat Apung Tanjung Balai Aldi syahputra Nasution; Romiza arika; Nurhanifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1315

Abstract

Produktivitas kerja nelayan merupakan salah satu indikator penting dalam sektor perikanan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi dan modal peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan modal peralatan dengan produktivitas kerja nelayan di kapal pukat apung di Kota Tanjung Balai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 105 orang nelayan sebagai responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan produktivitas kerja nelayan (p = 0,192; r = –0,128), sedangkan modal peralatan memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan produktivitas kerja (p = 0,000; r = 0,766). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan modal peralatan dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kerja nelayan, meskipun status gizi tidak terbukti berpengaruh secara langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah atau lembaga terkait dalam merancang program edukasi gizi dan penguatan modal peralatan yang tepat bagi komunitas nelayan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Gangguan Pernapasan Penyapu Jalan Di Kabupaten Batu Bara Oppy Oktavianty Windari; Putra Apriadi Siregar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1330

Abstract

Penyapu jalan berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, namun mereka menghadapi risiko tinggi mengalami gangguan pernapasan akibat paparan debu dan polusi, terutama di Kabupaten Batu Bara yang memiliki aktivitas industri dan lalu lintas tinggi. Keluhan gangguan pernapasan, seperti sesak napas, batuk, dan nyeri dada, menjadi masalah umum di antara mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pernapasan pada 62 penyapu jalan di Kabupaten Batu Bara menggunakan desain cross-sectional. Variabel independen meliputi usia, jam kerja, masa kerja, riwayat gangguan pernapasan, dan penggunaan masker. Data terlebih dahulu diuji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dengan hasil data berdistribusi normal (p = 0,184), sehingga dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa usia (p = 0,008; r = 0,334) dan masa kerja (p = 0,000; r = 0,649) memiliki hubungan signifikan dengan keluhan gangguan pernapasan. Sebaliknya, jam kerja, riwayat penyakit, dan penggunaan masker tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan keluhan tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program kesehatan kerja yang lebih efektif di Kabupaten Batu Bara.
Hubungan Safety Talk Dan Pengawasan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PT. PLN UP3 Medan Fahira Ramadhani Saragih; Fatma Indriani; Putra Apriadi Siregar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1331

Abstract

Sebanyak 79% kecelakaan kerja di PLN, dari kejadian tersebut 25,5% disebabkan oleh ketidakpatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan Safety talk dan pengawasan terhadap kepatuhan penggunaan APD pada pekerja PDKB di PT. PLN (Persero) UP3 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional), Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai PDKB (Pekerja dalam keadaan bertegangan) sebanyak 30 orang, penentuan sampel penelitian ini melalui teknik total sampling, sehingga diperoleh 30 responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% pekerja belum menerapkan Safety talk secara optimal, dan 66,7% berada dalam kategori pengawasan rendah. Tingkat kepatuhan terhadap penggunaan APD juga masih tergolong rendah, yakni hanya 36,7%. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan Safety talk (p = 0,001) dan pengawasan (p = 0,002) dengan kepatuhan penggunaan APD. Sehingga diperoleh hasil bahwa efektivitas Safety talk dan rendahnya tingkat pengawasan berkontribusi pada rendahnya kepatuhan pekerja. Oleh karena itu, pelaksanaan Safety talk yang konsisten dan pengawasan yang aktif sangat diperlukan guna meningkatkan keselamatan kerja pada pekerja PDKB.
Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Padangsidimpuan Utara Rezki Safitri Harahap; Dewi Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1332

Abstract

Indonesia tergolong sebagai negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Berdasarkan estimasi global, sekitar 22% atau sekitar 149,2 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting pada tahun 2020. Sementara itu, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2022, angka stunting balita di Indonesia mencapai 21,6%, menurun dari 24,4% pada tahun. Ibu hamil menjadi sasaran utama dalam upaya pencegahan stunting karena asupan gizi selama kehamilan sangat mempengaruhi tumbuh kembang janin. Puskesmas Padangsidimpuan Utara telah melaksanakan program pencegahan stunting melalui berbagai intervensi gizi dan edukasi kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan program pencegahan stunting pada ibu hamil di Puskesmas Padangsidimpuan Utara, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan teknik triangulasi. Hasil: Program telah dilaksanakan melalui penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan, dan pemeriksaan kehamilan rutin. Faktor pendukung meliputi peran aktif kader kesehatan dan dukungan lintas sektor. Kesimpulan: Pelaksanaan program pencegahan stunting di Puskesmas Padangsidimpuan Utara telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan dalam edukasi dan akses layanan.

Page 10 of 13 | Total Record : 126