cover
Contact Name
Zainal Abidin
Contact Email
jurnal.ngarsa@gmail.com
Phone
+6285236214368
Journal Mail Official
jurnal.ngarsa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No. 1 Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Indonesia 68136.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
NGARSA: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
ISSN : 27759776     EISSN : 2775782X     DOI : https://doi.org/10.35719/ngarsa.v1i1
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom merupakan jurnal yang menerbitkan artikel-artikel hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam penerapan berbagai bidang keilmuan (multidisiplin), antara lain sosial, agama, pendidikan, budaya, ekonomi, politik, dan lain-lain.
Articles 129 Documents
Pemberdayaan Masyarkat Melalui Peningkatan Mutu Desa Wisata, Pendidikan Agama Dan Ekonomi Di Desa Banjar Baharuddin, Fahmi; Al Ahsani, Nasirudin
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.48

Abstract

Desa Banjar merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Desa Banjar memiliki luas 829,46 Ha dan memiliki jumlah penduduk 2.917 jiwa. Desa Banjar memiliki empat Dusun yang terdiri dari Dusun Krajaan, Dusun Salakan, Dusun Putuk, Dusun Rembang. Secara geografis letak Desa Banjar berada di wilayah yang berpotensi sekali sebagai desa wisata sebagai bukti yang konkret harga tanah di Desa Banjar meroket dan banyak investor-investor luar kota yang menanamkan modalnya di Desa Banjar. UMKM juga potensi yang dapat di kembangkan di desa Banjar karena Desa Banjar ini memiliki Makanan dan juga minuman yang khas yang menjadi ikon Desa Banjar yaitu nasi lemeng, kopi uthek, dan gula aren. Tujuan pengabdian kali ini adalah untuk memecahkan permasalahan melalui potensi-potensi yang ada di lokasi KKN, pada kesempatan pengabdian kali ini untuk melancarkan program kegiatan kami di bantu oleh Pemerintah Desa dan Karang Taruna. Pada hasil pengabdian kami memberikan terobosan baru untuk perekonomian Desa Banjar yaitu mengoptimalkan pemasaran baik dari segi wisata dan juga produksi UMKM dengan membuat Infrastruktur penunjuk arah baik tempat wisata maupun produksi UMKM yang berada di Desa Banjar khususnya Dusun Rembang. Kata Kunci: Wisata; Pendidikan; UMKM Banjar Village is a village located in Licin District, Banyuwangi Regency. Banjar Village has an area of 829.46 hectares and has a population of 2,917 people. Banjar Village has four hamlets consisting of Krajaan Hamlet, Salakan Hamlet, Putuk Hamlet, Rembang Hamlet. Geographically, the location of Banjar Village is in an area that has the potential to become a tourist village as concrete evidence that land prices in Banjar Village have skyrocketed and many out-of-town investors have invested in Banjar Village. MSMEs also have the potential to be developed in Banjar Village because Banjar Village has special food and drinks that have become the icons of Banjar Village, namely lemeng rice, uthek coffee, and palm sugar. The purpose of this service this time is to solve problems through the potentials that exist in the KKN location, on this occasion of service to launch our program of activities assisted by the Village Government and Youth Organization. In the results of our dedication, we provide a new breakthrough for the economy of Banjar Village, namely optimizing marketing both in terms of tourism and also UMKM production by making direction infrastructure for both tourist attractions and UMKM production located in Banjar Village, especially Dusun Rembang. Keywords: Tourism; Education; UMKM
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan Di Desa Blimbing Kecamatan Besuki Situbondo Wicaksono, Bagas Satria; Alfiyah, Siti
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.71

Abstract

Desa Blimbing merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo. Desa Blimbing memiliki luas 829,46 Ha dan memiliki jumlah penduduk 2.917 jiwa. Desa Blimbing memiliki empat Dusun yaitu terdiri dari Dusun Krajan, Kesambi, Sagaran, dan Sarkojuk. Desa Blimbing merupakan desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa Blimbing juga memiliki potensi dan ciri khas yang cukup besar mulai dari UMKM, beberapa wisata, serta ciri khas makan dan minuman. Sebagai suatu daerah yang memiliki potensi yang sangat bagus maka salah satu yang perlu ditingkatkan adalah  kebersihan dan penataan lingkungan. Berangkat dari hal tersebut, maka pengabdian ini berfokus untuk Peningkatan kesadaran masyarakat sekitar wisata terhadap kebersihan lingkungan, Untuk itu dalam kegiatan ini dilakukan trobosan baru yakni pengembangan dan peningkatan potensi yang ada di Desa Blimbing Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo untuk wisata.  Hasil dari pengabdian adalah semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan Dusun sagaran melalui kegiatan kerja bakti dan pengerukan saluran irigasi. Kata Kunci : Kebersihan Lingkungan; Kesadaran Masyarakat; Lingkungan Bersih Blimbing Village is located in Besuki District, Situbondo Regency. Blimbing village has an area of 829.46 Ha and a population of 2,917 inhabitants. Blimbing Village has four hamlets: Krajan, Kesambi, Sagaran, and Sarkojuk Hamlets. Blimbing village is a village where the majority of the population work as farmers. Blimbing Village also has considerable potential and characteristics ranging from MSMEs and several tours, as well as eating and drinking characteristics. As an area that has excellent potential, one that needs to be improved is cleanliness and environmental management. Departing from this, this service focuses on increasing community awareness around tourism and environmental cleanliness; for this reason, in this activity, a new breakthrough is made, namely the development and improvement of existing potential in Blimbing Village, Besuki District, Situbondo Regency for tourism.  The result of the service is the increasing awareness of the community to maintain the cleanliness of the Sagaran Hamlet environment through charitable work activities and dredging irrigation canals. Keywords: Environmental Cleanliness; Public Awareness; Clean Environment
Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Peluang Bisnis Ikan Hias Dan Sektor Pariwisata Desa Az-Zahra, Annisa Ahya; Badriyah, Lailatul; Hasanah, Uswatun
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.84

Abstract

Kampoeng ikan adalah wisata alami yang identik dengan budidaya ikan hias, terbentuk dari kesadaran masyarakat yang tinggi untuk merubah lingkungan sekitar menjadi lebih baik. Cara budidaya yang dilakukan cukup unik dengan merubah saluran irigasi yang dulunya disalah gunakan menjadi tempat budidaya ikan hias yang lebih menarik dan tertata rapi, dan budidaya juga dilakukan di persawahan tanaman padi yang berdampak baik untuk padi yang dapat menghasilkan beras organik tanpa bahan kimia atau nama lainnya “mina padi”. Selain untuk merubah saluran irigasi dan lingkungan sekitar kampoeng ikan hadir untuk memajukan perekonomian warga sekitar yang sudah pasti akan mendapatkan imbas baik dari adanya wisata kampoeng ikan ini. Metode yang kami gunakan untuk penelitian ini adalah metode ABCD yang dimana kami berkolaborasi langsung dengan masyarakat untuk menyelesaikan problematika yang belum terpecahkan. Terjun langsung kepada masyarakat untuk berkerjasama memecahkan masalah yang terjadi. Hasil dari temuan ini bahwa kampoeng ikan akan tetap bertahan karena adanya kesadaran yang tinggi akan lingkungan berdampak positif pada perekonomian dan sektor pariwisata desa. Kata Kunci: Kampung Ikan Hias; Mina Padi; Pariwisata Desa   Kampoeng ikan is natural tourism that is synonymous with ornamental fish farming, formed from high public awareness to change the surrounding environment for the better. The way of cultivation is quite unique by changing irrigation channels that were once abused into a more attractive and neatly arranged ornamental fish farming, and cultivation is also carried out in rice fields, which has a good impact on rice that can produce organic rice without chemicals or other names “mina padi.” In addition to changing irrigation channels and the environment around kampong ikan, it is present to promote the economy of local residents, who will definitely get a good impact from this kampong ikan tourism. The method we used for this study is the ABCD method, in which we collaborate directly with the community to solve unsolved problems. Plunge directly into the community to work together to solve the problems that occur. The result of this finding is that Kampoeng Ikan will survive because the high awareness of the environment has a positive impact on the village's economy and tourism sector. Keywords: Ornamental Fish Village; Mina Padi; Village Tourism
Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat dalam Kepdulian Lingkungan di Dusun Rembang Desa Banjar Banyuwangi Alhsani, Nasirudin Al; Susanto, Reynaldi Pangestu
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.92

Abstract

Lingkungan sering menjadi kumuh karena pembuangan sampah sembarangan dan sikap acuh tak acuh masyarakat terhadap kebersihan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah, bukan hanya dalam pemilahan tetapi juga dalam mengurangi penggunaannya. Kebiasaan membuang sampah sembarangan juga dapat dipengaruhi oleh kurangnya rasa memiliki terhadap daerah tempat tinggal. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan guna menjaga keberlangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan, mengingat kurangnya perawatan dapat mengakibatkan kerusakan alam yang mengancam kehidupan makhluk hidup. Tujuan penelitian ini untuk Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat dalam Kepdulian Lingkungan di Dusun Rembang Desa Banjar Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah Pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) adalah suatu metode pengembangan masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan aset dan potensi yang telah ada dalam komunitas masayrakat dusun Rembang Desa Banjar Kabupaten Banyuwangi. Pendekatan ini tidak melihat masyarakat sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan, melainkan sebagai entitas yang memiliki sumber daya sendiri. Tehnik pengeumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat dengan Sosialisasi lingkungan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. 2) Pembangunan Infrastruktur Pendukung: a) Kegiatan kerja bakti, seperti Jumat Bersih, dilakukan untuk membangun infrastruktur pendukung kebersihan lingkungan. b)Pembuatan bak sampah dan pembersihan lingkungan, termasuk selokan, semak belukar, dan fasilitas umum, juga dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebersihan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan kombinasi upaya sosialisasi dan pembangunan infrastruktur sebagai langkah positif dalam menciptakan kesadaran dan kondisi lingkungan yang bersih. Kata Kunci: Kebersihan Lingkungan; Kesadran Masyarakat; Metode ABCD The environment often becomes slum due to careless dumping of rubbish and people's indifferent attitude towards cleanliness. To overcome this problem, public awareness is needed to care more about waste, not only in sorting it but also in reducing its use. The habit of littering can also be influenced by a lack of sense of ownership of the area where you live. Therefore, it is important for every individual to show concern for the environment in order to maintain the survival of humans, animals and plants, considering that lack of care can result in natural damage that threatens the lives of living creatures. The aim of this research is to increase public awareness regarding environmental concerns in Rembang Hamlet, Banjar Village, Banyuwangi. The method used is the ABCD (Asset-Based Community Development) Approach, a community development method that focuses on utilizing assets and potential that already exist in the Rembang hamlet, Banjar Village, Banyuwangi Regency. This approach does not see society as a group that needs help, but rather as an entity that has its own resources. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The results of this research show that 1) Raising Public Awareness through environmental outreach has succeeded in increasing public awareness of the importance of maintaining environmental cleanliness. 2) Development of Supporting Infrastructure: a) Community service activities, such as Clean Friday, are carried out to build supporting infrastructure for environmental cleanliness. b) Construction of rubbish bins and cleaning of the environment, including ditches, bushes and public facilities, are also carried out as part of efforts to improve environmental cleanliness. The results of this research show the combination of outreach efforts and infrastructure development as a positive step in creating awareness and clean environmental conditions. Keywords: Environmental Hygiene; Community Awareness; ABCD Method
Pendampingan Masyarakat dalam Upaya Preventive Terhadap Dampak Pernikahan Dini Di Desa Segobang Wafi, Uly Risda; Atika, Nur; Baidlowi, Baidlowi
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.107

Abstract

Desa Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi, memiliki tingkat pernikahan dini yang cukup tinggi dibandingkan dengan desa-desa lain di Banyuwangi. Hal ini menjadi masalah yang serius di desa tersebut. Melalui kehadiran mahasiswa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq dalam pengabdian mereka, masyarakat didorong untuk secara kolektif melakukan upaya pencegahan dengan menyosialisasikan dampak pernikahan dini bagi remaja. Dengan menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development), mahasiswa memetakan aset-aset berharga, termasuk aset sosial dan keagamaan untuk mengatasi masalah yang ada. Mereka berkoordinasi dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat dengan harapan menurunkan angka pernikahan dini di Desa Segobang. Dampak dari pernikahan dini dapat dilihat dari beberapa aspek, termasuk kesehatan fisik dan mental. dalam hal kesehatan fisik, risiko kehamilan pada usia dini cukup besar, yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya. sedangkan dalam hal kesehatan mental, ketidaksiapan mental dalam menghadapi persoalan dalam pernikahan dapat menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Melalui upaya pengabdian kolaboratif antara berbagai pihak dan didukung oleh keinginan masyarakat, diharapkan bahwa masalah pernikahan dini di Desa Segobang dapat diatasi dengan baik di masa mendatang. Kata Kunci: Pernikahan Dini; Dampak; Pengabdian Kolaboratif Segobang Village, Licin District, Banyuwangi, has a significantly high rate of early marriage compared to other villages in Banyuwangi. This poses a serious problem in the village. Through the presence of UIN Kiai Haji Achmad Siddiq students in their dedication, the community is encouraged to collectively take preventive measures by raising awareness about the impact of early marriage on adolescents. Utilizing the ABCD (Asset Based Community Development) approach, students map out valuable assets, including social and religious assets, to address the existing issues. They coordinate and collaborate with local healthcare workers in hopes of reducing the rate of early marriage in Segobang Village. The impacts of early marriage can be seen from various aspects, including physical and mental health. In terms of physical health, the risk of pregnancy at a young age is significant, threatening the safety of both the mother and the baby. Meanwhile, in terms of mental health, unpreparedness to handle marital issues can lead to domestic violence. Through collaborative efforts involving various stakeholders and supported by the community's willingness, it is hoped that the issue of early marriage in Segobang Village can be effectively addressed in the future. Keywords: Early Marriage; Impact; Collaborative Service
Pemanfaatan Website Desa Sebagai Media Komunikasi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Sumber Canting Wringin Bondowoso Afidah, Dahimatul; Ismayawati, Ina; Ro’yi, Nabila
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.115

Abstract

Peradaban saat ini telah memasuki era revolusi industry 4.0 yang dicirikan dengan digitalisasi setiap unsur kehidupan. Peradaban 4.0 sudah semestinya menjangkau seluruh elemen masyarakat. Akan tetapi faktanya, tidak semua tempat telah terjamah peradaban 4.0. Salah satu tempat yang tidak terjamah peradaban 4.0 adalah Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Oleh karena itu, peneliti tergugah untuk melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat desa dalam hal ini adalah perangkat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain peningkatan wawasan terkait website dan social media serta teknik penulisan berita. Kata Kunci: Peradaban 4.0; Website Desa; Media Komunikasi Civilization today has entered the industrial 4.0 revolution of which is characterized by a digitization of every element of life. Civilization 4.0 is supposed to cover all elements of society. The fact is, however, not all places have been explored in civilization 4.0. One of the unexplored areas of civilization 4.0 is the canting source village, wringin district, bondowoso county. Hence, researchers moved to perform empowerment of village communities in this regard is a rural tool through the use of information technology. Results obtained during these public works of devotion include increased insight on websites and social media as well as in news writing techniques. Keywords:Civilization 4.0; Village Website; Communication Media
Pengembangan Kesenian Hadrah Sebagai Upaya dalam Membentuk Karakter Islami Para Pemuda Desa Sumber Canting Afidah, Dahimatul; Faradila, Rizky; Lupi, Moh. Bahtiar; Lami, Muhammad Dliyaul
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 2 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i2.120

Abstract

Artikel ini membahas mengenai kesenian Islam yang berupa kegiatan hadrah yang dibentuk oleh peneliti dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia di desa Sumber Canting. Penelitian dilaksanakan ketika pandemi Covid, sehingga dalam penelitian ini terdapat beberapa kendala yang salah satu poin pentingnya yakni tidak adanya izin untuk mengumpulkan masyarakat guna memperkenalkan program kerja yang akan dilaksanakan. Sumber Daya Manusia terbanyak di desa tersebut berupa pemuda, yang mana para pemuda kurang mendapat perhatian khusus dalam hal kegiatan yang akan berdampak positif untuk kedepannya. Sehingga dengan alasan tersebut, pemuda yang masih memiliki semangat yang menggebu-gebu diharap mampu mengembangkan kesenian hadrah di desa Sumber Canting. Selain itu, kesenian hadrah juga merupakan sebuah media untuk berdakwah melalui musik. Dengan aktivitas yang baru ini, pemuda Sumber Canting lebih memiliki jiwa keagamaan yang kuat. Sebab, didalam kesenian hadrah tidak hanya belajar mengenai musik akan tetapi terdapat sholawat ,penguatan mental dan skill. Maka pemilihan pemuda dalam pelestarian kesenian hadrah ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Jika dilihat, akhir-akhir ini banyak sekali pemuda pengangguran dan hanya bermain game serta bermedia sosial. Waktu yang mereka gunakan terbuang begitu saja tanpa adanya timbal balik yang bersifat positif bagi mereka. Adapun penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan yakni metode ABCD (Asset Based Community Development). Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk menemukan potensi dalam setiap elemen kehidupan berupa aset.
Optimalisasi Penggunaan Marketplace Untuk Meningkatkan Hasil Penjualan Gula Aren Desa Banjar Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi Ali, Abd Mukti; Al Ahsani, Nasirudin
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.121

Abstract

Desa Banjar merupakan desa yang terletak di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Desa Banjar memiliki luas 82946 Ha dan memiliki jumlah penduduk 2.917 jiwa. Desa Banjar memiliki empat Dusun yang terdiri dari Dusun Krajan, Salakan, Putuk dan Rembang. Desa Banjar merupakan desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa Banjar memilki potensi yang cukup besar mulai dari kegiatan UMKM seperti kopi utek, dan produksi gula aren. Dimana salah satu dusun yang ada di desa Banjar yakni di Dusun Rembang memproduksi gula aren sebagai usaha yang dikelola langsung oleh masyrakat setempat. Sehingga usaha tersebut masih sangat sederhana dikarenakan  minimnya peralatan yang digunakan berdampak pada kurang optimalnya proses produksi. Dan juga dalam proses penjualan gula aren ini masih belum bisa dijangkau oleh masyarakat luar daerah karena pemasaran yang sederhana hanya dititipkan di toko-toko terdekat saja atau membuat gula aren jika ada pesanan sehingga produksi gula aren belum berkembang. Maka dari itu era yang semakin canggih ini penggunaan Marketplace atau platform pasar online sebagai upaya dalam meningkatkan penjualan produksi gula aren ini. Marketplace ini dikelola dan dibantu oleh anggota Karang Taruna sehingga bisa memudahkan warga yang ingin menjual produknya. Dalam penelitian bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa perlu adanya trobosan baru dengan menggunakan marketplace sebagai wadah bagi masyarakat mempromosikan dan menjual gula aren sehingga dapat dikenal oleh masyarakat umum. Dengan adanya pengelolaan secara maksimal diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada Desa Banjar Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Kata Kunci :Optimalisasi; Marketplace; Penjualan Gula Aren Banjar village is a village located in the slippery District of Banyuwangi Regency. Banjar village has an area of 82946 Ha and a population of 2,917 inhabitants. Banjar village has four hamlets consisting of krajan, Salakan, Putuk, and Rembang Hamlets. Banjar is a village where the majority of the population works as farmers. Banjar village has considerable potential ranging from MSME activities such as utek coffee, and palm sugar production. One of the hamlets in Banjar village, Rembang Hamlet, produces palm sugar as a business managed directly by the local community. So, the business is still very simple because the lack of equipment used has an impact on the less optimal production process. Also, the process of selling palm sugar is still not reachable by people outside the region because simple marketing is only deposited in the nearest stores or making palm sugar if there is an order, so the production of palm sugar has not developed. Therefore, this increasingly sophisticated era of the use of marketplaces or online market platforms is an effort to increase sales of palm sugar production. This Marketplace is managed and assisted by members of the youth so that it can make it easier for people who want to sell their products. The research shows that to increase economic growth in the village, there needs to be a new breakthrough by using the marketplace as a forum for people to promote and sell palm sugar so that it can be known by the general public. The maximum management is expected to increase economic growth in the village of Banjar, the slippery Sub-District of Banyuwangi. Keywords: Optimization; Marketplace; Palm Sugar Sales on
Pendidikan Sebagai Sarana Peningkatan Perekonomian Keluarga Pada Peserta PKH Tegalwangi Kecamatan Umbulsari: Education as Medium of Improving the Family Economy For PKH Participants in Tegalwangi Village Umbulsari District Khusnah, Laila
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 1 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i1.155

Abstract

Education is able to affect the level of the community's economy. Linier with the low level of public education, the knowledge and skills of the community are also low and then the income they obtain tends to be low. Most of the PKH participants in Tegalwangi village are elementary school graduates and work as farm laborers. They tends to think that to send their children to higher education requires a lot of money. It is not surprising that they are apathetic to support their children to get the highest possible education. Therefore, it is necessary to provide counseling in order to give understanding and motivation to them that obtaining education to the highest level can be achieved with scholarships and the many benefits obtained when children they are highly educated, one of which is to improve the family's economy. Counseling is done by lecture and dialogue methods. Counseling is carried out in groups consisting of 10 groups with each group consisting of 20 people and counseling is delivered in turns. The activity was carried out with full enthusiasm from the participants as evidenced by the many questions they asked. From here they can finally understand that higher education is not as expensive as they think and they also understand how important education is in improving the family's economy. Pendidikan dapat mempengaruhi tingkat perekonomian masyarakat. Linier dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, ilmu pengetahuan dan keterampilan masyarakat juga rendah sehingga ini berimplikasi pada ragam pekerjaan yang dapat dilakukan cenderung kasar dan berpenghasilan rendah. Sebagian besar peserta PKH desa Tegalwangi itu adalah lulusan SD dan bekerja sebagai buruh tani. Mereka cenderung berpikir bahwa untuk menyekolahkan anak hingga Perguruan Tinggi membutuhkan banyak biaya. Tidak heran jika mereka apatis untuk mendukung anak-anak mereka mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Oleh karenanya perlu memberikan penyuluhan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan motivasi kepada mereka bahwa mengenyam pendidikan hingga tingkatan tertinggi dapat diraih dengan beasiswa serta banyaknya manfaat yang diperoleh ketika anak-anak mereka berpendidikan tinggi salah satunya adalah dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan Tanya jawab. Penyuluhan dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari 10 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 20 orang dan penyuluhan disampaikan secara bergiliran. Kegiatan dilakukan dengan antusias penuh dari peserta dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan mereka. Dari sini mereka akhirnya dapat memahami bahwa pendidikan tinggi tidak semahal yang mereka pikirkan dan merekapun paham betapa pentingnya pendidikan dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
Pemberdayaan Masyarakat Sakinah dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kampung Sakinah: Empowerment of The Sakinah Community In Efforts to Eradicate Al-Qur'an Illumination in Sakinah Village Kurniawan, Rivo Alfarizi; Ismiyanti, Neny; Rofiqoh, Qutsiati; Irawan, Ferry; Tahta A., Fikria; Musyarofa, Khoiriyatul; Azrina, Nuril; Fitri K.R., Diana; Bulan A.S., Retno; Risqiyah, Sayyidatur; Ubhih Y, Abdullah; U.S., Azza Myla; Nur K., Nuva; Robich B., Achmad; Hayatur R., Tirza; Dwi T., Feliya; Solehani, Alfiyanti; Handika D.A., Putri; Alwi, Muhammad Muhib
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 1 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i1.161

Abstract

Seeing the high level of Qur'an illiteracy survivors in the village of Sakinah and the very limited number of teaching staff to read the Qur'an, it is necessary to have a Qur'an illiteracy eradication program to support government programs in reducing the number of survivors. illiteracy of the Koran. The purpose of this research is to know the empowerment of the people of the sakinah village in an effort to eradicate illiteracy in the Qur'an in the sakinah village. The method used is descriptive qualitative method. The results of the service were obtained by several activities to eradicate al-Qur'an illiteracy in the sakinah village, namely socialization activities on the importance of learning the Qur'an, debriefing the knowledge of tajwid and makhorijul literacy, community empowerment in eradicating illiteracy in the Qur'an and reading competitions. - Quran. The activities carried out run smoothly and well, this can be seen from the enthusiasm of the participants of Al-Qur'an illiterate survivors who continue to increase in participating in the activities carried out. Another result of the activities carried out was getting teachers to teach the Qur'an taken directly from the people of the Sakinah village. To maintain the continuity of the program implemented, students collaborate and coordinate with the KUA team in Tanggul sub-district. Melihat tingkat penyintas buta huruf al-qur’an di kampung sakinah yang cukup tinggi serta jumlah tenaga mengajar membaca al-qur’an yang sangat terbatas, maka diperlukan adanya program pemberantasan buta huruf al-qur’an guna mendukung program pemerintah dalam menekan jumlah penyintas buta huruf al-qur’an. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui pemberdayaan masyarakat kampung sakinah dalam upaya memberantas buta huruf al-qur’an di kampung Sakinah. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif deskriptif. Hasil pengabdian diperoleh beberapa kegiatan guna memberantas buta huruf al-qur’an di kampung Sakinah yakni kegiatan sosilaisasi pentingnya belajar al-qur’an, pembekalan ilmu tajwid dan makhorijul huruf, pemberdayaan masyarakat dalam memberantas buta huruf al-qur’an serta lomba baca al-qur’an. Kegiatan yang dilakukan berjalan dengan lancar dan baik, hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta penyintas buta huruf al-qur’an yang terus meningkat dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan. Hasil lain dari kegiatan yang dilakukan yakni mendapatkan guru mengajar alqur’an yang diambil langsung dari masyarakat kampung sakinah. Untuk menjaga keberlanjutan program yang dilaksanakan, mahasiswa melakukan kolaborasi dan koordinasi bersama tim KUA Kecamatan Tanggul.

Page 9 of 13 | Total Record : 129