cover
Contact Name
Muhammad Azmi
Contact Email
azmi@fkip.unmul.ac.id
Phone
+6282110908360
Journal Mail Official
azmi@fkip.unmul.ac.id
Editorial Address
JL. Banggeris No. 89, Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Amarthapura: Historical Studies Journal
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 29625335     DOI : https://doi.org/10.30872/amt
Core Subject : Education, Social,
Amarthapura: Historical Studies Journal published by the Department of History Education, the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Mulawarman, which is published twice a year in June and December. It contains articles of research or study of literature in History Education. Articles are written in Indonesia or English.
Articles 39 Documents
Dinamika Pers Pasca Reformasi di Kota Samarinda: Sebuah Kajian Historis Tahun 1998-2003 Ananova, Olfia; Sopyan, Muhamad; Jamil, Jamil
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v3i1.3429

Abstract

Pers menurut UU Nomor 40 Tahun 1999 yaitu lembaga sosial yang menyelenggarakan kegiatan jurnalistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan informasi, pers sebagai media komunikasi cetak maupun elektronik. Penelitian ini difokuskan pada kondisi pers Pasca Reformasi di Kota Samarinda tahun 1998-2003. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara mendalam dan studi kepustakaan dari beberapa buku dan jurnal yang relevan. Dinamika pers umum melalui perjalanan yang cukup panjang, dimulai dari zaman Orla dan Orba yang dapat dikatakan kebebasan pers cukup sulit didapat, hingga munculnya kebebasan pers masa pemerintahan BJ Habibie dengan disahkannya UU Nomor 40 Tahun 1999. Pers di Kota Samarinda tahun 1998-2003 ditandai dengan banyaknya bermunculan media lokal, surat kabar, bahkan organisasi-organisasi yang jumlahnya lebih dari 100, hal ini tidak dapat terlepas dari adanya kebijakan kebebasan pers di Indonesia masa Pasca Reformasi.
Runtuhnya Kejayaan Kesultanan Turki Utsmani Menurut Teori Filsafat Sejarah Malik Bennabi Apriliani, Resty; Azmi, Muhammad; Rahuma, Aulia
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v3i1.3553

Abstract

The second peak of Muslim glory occurred during the reign of three great empires: the Ottoman, Safavid and Mughal Sultanates in India (Muhammad, 2015). During the reign of Murad I (3rd Ottoman Sultan) 761 AH/359 AD-789 AH/1389 AD, in 2018 he further expanded his territory to the European continent and strengthened internal security. At that time the Ottoman Turks were a nation that dynamic and has extensive knowledge supported by the Sultanate which has a strong army to expand its territory. The greatest success was that the Ottoman Turks managed to occupy the most strategic area, namely Constantinople, which was a strategic area for trade at that time which was located on land between the continents of Asia and Europe. This article aims to examine the cycle of collapse of the Ottoman Empire according to Malik Bennabi's philosophical theory of history. The method used by the author in this article is the historical research method. The historical method used in this article consists of four stages, namely heuristics, verification, interpretation and writing. The results of this research can be concluded that the factors causing the collapse of the Ottoman Turks are in line with Malik Bennabi's theory of civilization which states that the Islamic Ummah experienced modeling because it did not always renew its civilization. At that time, Ottoman Türkiye was satisfied with its glory and was seen as an Empire that was feared by the nation. The reforms that the Sultan wanted to carry out in the military sector at that time were rejected by the imperial army. Thoughts that were not developed and tended to be primitive and satisfied with the achievements that had been achieved were what brought weakness to various aspects of the Ottoman Empire.
Perspektif Epistemologis Dalam Interpretasi Sejarah Ramadani, Jerry; Marfuah, Siti; Kusumawijaya, Rizal Izmi
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v3i1.3575

Abstract

Pengetahuan dalam sejarah merupakan aspek yang kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti nilai budaya, perspektif politik, dan kepentingan ideologis. Perspektif epistemologis memainkan peran penting dalam memahami dan menginterpretasikan sejarah dengan membahas proses dan cara memperoleh pengetahuan sejarah. Melalui analisis berbagai aliran epistemologi, seperti Realisme, Idealisme, Empirisisme, Rasionalisme, Kritisisme, Epistemologi Islam, dan lainnya, interpretasi sejarah menjadi lebih luas dan dapat dipandang dari berbagai sudut pandang. Epistemologi tidak hanya membahas bagaimana pengetahuan diperoleh, tetapi juga menyoroti hakikat dan nilai ilmu pengetahuan itu sendiri. Dengan demikian, pemahaman kita tentang sejarah dapat diperkaya dan diperluas melalui pendekatan epistemologis yang mendalam.
Peran Manusia Dalam Sejarah Menurut Pandangan Dan Teori Ali Syariati Mbara, Herlina; Pertiwi, Fathimah Dayaning; Rahuma, Aulia
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v3i1.3585

Abstract

Ali syari'ati, seorang cendekiawan muslim iran terkemuka, menawarkan presektif unik dan kritis tentang peran manusia dalam sejrah. Dia mengemukakan teori filsafat sejarah yang komprehensif yang menekankan peran aktif manusia dalam membentuk sejarah. Teorinya didasarkan pada beberapa pilar utama yaitu: penciptjaan dan kebebasan manusia : manusia bukan hanya korban atau penonton pasif dalam sejarah, melainkan agen aktif yang memiliki kemampuan untuk membentuk dan mengubah sejarah. Kemampuan ini berasal dari kebebasan dan kreativitas yang dianugrahkan Tuhan kepada manusia. Sejarah sebagai arena perjuangan : sejarah bukan hanya catatan peristiwa melainkan arena perjuangan antara kekuatan berpikir,eksploitasi, dan ketidakadilan, sedangkan disislain terdapat kekuatan kedamaian, keadilan, dan kesetaraan. Manusia memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam perjuangan ini untuk mencapai masyarakat yang lebih baik. Peran Agama: Agama, menurut Syari'ati, dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi manusia dalam perjuangan mereka untuk keadilan dan pengampunan. Dia mengkritik interpretasi agama yang statis dan dogmatis, dan menekankan peran agama dalam mendorong perubahan sosial yang positif. Penggerak Perubahan Melalui Dialektika: Syari'ati melihat sejarah sebagai proses dialektis, di mana konflik dan konflik mendorong perubahan. Melalui proses ini, manusia dapat mencapai kemajuan dan mewujudkan potensi penuh mereka. Iman dan Aksi yang Saling Menguatkan : Bagi Syari'ati, iman dan perjuangan berjalan seiring. Iman memberikan kekuatan dan tekad bagi manusia untuk memperjuangkan keadilan, dan perjuangan itu sendiri memperkuat iman mereka. Iman tanpa aksi adalah sia-sia, dan aksi tanpa iman adalah buta arah. Teori Syari'ati tentang peran manusia dalam sejarah telah menerima berbagai kritik, termasuk kekurangan dasar empiris, keterbatasan yang berlebihan, dan potensi yang dibahas. Terlepas dari kritik tersebut, teorinya menawarkan perspektif yang unik dan inspiratif. Dia menekankan tanggung jawab manusia untuk terlibat aktif dalam membentuk sejarah mereka sendiri dan memperjuangkan masyarakat yang lebih adil dan manusiawi.
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Sejarah Kelas X di SMA Negeri 13 Samarinda Nur Samsiah; H. Asnar; Siti Marfuah
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Amarthapura: Historical Studies Journal
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/7mfapx69

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sejarah kelas X di SMA Negeri 13 Samarinda. Di sekolah ini telah menerapkan kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka, berdasarkan hasil observasi peneliti di kelas X dan XI bahwa sistem pembelajarannya sudah menggunakan Kurikulum Merdeka. Kemudian, untuk kelas XII masih menggunakan Kurikulum 2013. Kemudian peneliti ingin mengetahui bagaimana Implementasi Kurikulum Merdeka Kelas X di SMA Negeri 13 Samarinda. Selain itu peneliti juga ingin mengetahui hambatan apa saja yang mempengaruhi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode: wawancara, ibservasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan serta guru mata pelajaran sejarah mengatakan Implementasi Kurikulum di SMA Negeri 13 Samarinda sudah berjalan dengan baik.
Sejarah Perkampungan Lidung Payau tahun 1955-1980 di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau Iban Sedin; Muhammad Sopyan; Sainal A.
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Amarthapura: Historical Studies Journal
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/g0fc0127

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui sejarah perkampungan Lidung Payau dari tahun 1955-1980. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif, yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Fokus penelitian membahas tentang sejarah awal perkampungan Lidung Payau mulai dari penyebab perpindahan masyarakat Lidung Payau dari Long Uroq, berdirinya perkampungan Lidung Payau dan perkembangan serta perubahan kehidupan masyarakat Lidung Payau dari tahun 1955-1980. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, sejarah perkampungan Lidung Payau berawal dari konflik kepercayaan waktu masih satu kampung dengan Long Uroq dan keinginan tokoh adat lain untuk memimpin yang menyebabkan perpindahan sebagian masyarakat Long Uroq menuju Lidung Payau. Karena konflik sering terjadi antara agama Kristen Protestan dengan warga yang masih percaya dengan kepercayaan lama nenek moyang mereka. Akhirnya, para tokoh adat ambil inisiatif untuk berpindah ke suatu tempat yang dekat dengan sanak saudara mereka. Sehingga, Lidung Payau yang paling tepat untuk pindah agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Konflik agama hanya lah masalah kedua, masalah yang paling utama adalah keinginan sebagian keluarga bangsawan untuk memimpin sehingga mereka ambil kesempatan saat terjadi konflik agama.
Peran Guru Sejarah dalam Menanamkan Sikap Nasionalisme Siswa SMA Negeri 1 Kota Bangun Wahyu Restu Irobbi; Norhidayat; Sainal A
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Amarthapura: Historical Studies Journal
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cqev9c88

Abstract

Penelitian ini menjelaskan peran guru sejarah dalam menanamkan sikap nasionalisme di kalangan siswa SMA Negeri 1 Kota Bangun. Selain itu untuk mengetahui sikap nasionalisme siswa SMA Negeri 1 Kota Bangun serta kendala yang dihadapi oleh guru dan upaya apa yang dilakukan dalam meningkatkan sikap nasionalisme siswa SMA Negeri 1 Kota Bangun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, alur metode dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Keabsahan data diperiksa dengan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan secara interaktif, mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan Kesimpulan, dengan fokus pada pemahaman holistik terhadap fenomena sikap nasionalisme siswa. Hasil penelitian menunjukkan tentang sikap Nasionalisme siswa SMA Negeri 1 Kota Bangun yang baik, meskipun masih belum sepenuhnya siswa mengimplementasikan nilai-nilai tersebut. Guru sejarah, berperan dalam menanamkan sikap nasionalisme kepada siswa dengan pendekatan yang baik. Meskipun dihadapi kendala seperti latar belakang keluarga yang berbeda dan pengaruh lingkungan pergaulan, guru sejarah berupaya mengatasi hal tersebut dengan menekankan pentingnya meninggalkan perbuatan yang merusak moral, menanamkan nilai-nilai kebaikan dan karakter seperti sikap nasionalisme dalam pembelajaran Sejarah. Adapun hal lain dengan memberikan nilai-nilai agama, mereka diajarkan seperti landasan spiritual siswa.
Migrasi Suku Toraja di Desa Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung 1970-2010 Mariana Rosaria; Muhammad Azmi; Michael Silvester Mitchel Vinco
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Amarthapura: Historical Studies Journal
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mg1y7369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Migrasi Suku Toraja di Desa Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung Tahun 1970-2010. Permasalahan dalam penelitian ini untuk mengetahui latar belakang, proses, dan dampak dari migrasi Suku Toraja di Desa Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung Tahun 1970-2010. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan teknik pengumpulan data yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi, pada penelitian ini terdapat 10 narasumber yang diantaranya terdapat 8 pelaku migrasi dan 2 orang mantan ketua lembaga adat suku Tidung dan suku Dayak Bulusu. Hasil dari penelitian ini pertama faktor utama yang mendorong orang Suku Toraja bermigrasi adalah faktor ekonomi dan kondisi alam di tempat asal, sehingga menyebabkan orang Suku Toraja bermigrasi. Kedua, proses perpindahan orang Suku Toraja di pengaruhi oleh pendapatan upah, lapangan pekerjaan dan penerimaan di tempat tujuan. Ketiga, dampak daerah tujuan menjadi sanggat beragam kerena percampuran suku bangsa, terdapat juga pembangunan infrastruktur, dan dampak ekonomi.
Artikel Kampung Teluk Semanting Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau (1987-2018): Sosial Ekonomi Nabila Oktavia Putri; Muhammad Sopyan; Muhammad Azmi
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Amarthapura: Historical Studies Journal
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/7qdz7t88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kehidupan sosial ekonomi masyarakat kampung Teluk Semanting Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau (1987-2018). Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian sejarah yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Fokus penelitian membahas tentang kehidupan sosial ekonomi Kampung Teluk Semanting, mencakup sejarah awal, kehidupan sosial, dan ekonomi masyarakat. Kampung ini terbentuk pada tahun 1938 dengan kedatangan Kapiten Daeng di Teluk Pangkul, diikuti oleh perpindahan penduduk ke Teluk Semanting pada tahun 1965 yang menandai awal perkembangan pertanian. Perubahan signifikan terjadi pada 1974 dengan peningkatan akses pendidikan dan pembentukan pemerintahan kampung pada 1987. Sejak 1995, masyarakat mulai beralih dari pola kerja individu ke usaha kelompok dalam sektor perikanan, perkebunan, dan produksi kerupuk ikan. Peningkatan pendidikan, solidaritas sosial, dan pembangunan infrastruktur menjadi pendorong utama perubahan sosial ekonomi hingga saat ini.

Page 4 of 4 | Total Record : 39