cover
Contact Name
M. Abi Mahrus Ubaidillah
Contact Email
mahrusabi@gmail.com
Phone
+6285731650471
Journal Mail Official
jurnalabnauna@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. A. Wahab Hasbulloh Gg. II No. 120 A Tambakberas Jombang Jawa Timur 61451, Indonesia.
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Abnauna
Core Subject : Education,
Abnauna Journal of Child Education Science is a journal dedicated to the exchange of high quality research results in all aspects of child education science. The journal publishes articles and papers in fundamental theory, experiments and simulations, as well as applications, with systematically proposed methods, adequate reviews of previous works, extended discussions and concise conclusions. As our commitment to the advancement of science and technology, the Abnauna Journal follows an open access policy and will be published periodically, namely every January and July. Abnauna: Journal of Childrens Education focuses on the following research areas Education and child development science, Development of childrens moral and religious values, Learning design at the elementary level, Learning strategies and innovation at the elementary level, Use of learning media at the elementary level, Use of learning technology at the elementary level, Evaluation of learning at the elementary level, and Development of learning curriculum at elementary level
Articles 95 Documents
Implementasi Teknologi Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Muhammad Nasrul Waton
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2251

Abstract

ABSTRAK Teknologi dalam dunia pendidikan dijadikan sebagai alat untuk memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan pendidikan di Indonesia yang memberikan kebijakan agar sekolah lebih mandiri dalam menentukan isi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Keberagaman siswa tersebut menjadi tantangan bagi seorang pendidik untuk melakukan berbagai upaya agar proses pembelajaran yang dilaksanakan membawa keberhasilan bagi setiap siswa di kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan seorang pendidik untuk memastikan bahwa pembelajaran berlangsung dengan cara yang paling efektif untuk memenuhi beragam kebutuhan belajar siswa adalah pembelajaran yang dibedakan. Pembelajaran yang dibedakan sebagai suatu pendekatan memungkinkan pendidik mempertimbangkan perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa, serta memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Metode penelitian yang penulis gunakan untuk membuat artikel ini adalah penelitian kepustakaan. .teknologi pembelajaran ada berdasarkan alasan (1) teknologi pembelajaran dapat lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan; (2) teknologi pembelajaran lebih menunjukkan penekanan pada masalah belajar dan mengajar. Salah satu permasalahan pembelajaran pada kurikulum mandiri yang dihadapi pendidik adalah model pembelajaran yang berdiferensiasi. Pembelajaran terdiferensiasi merupakan suatu model pembelajaran yang menyikapi kemajuan yang sedang berlangsung dari setiap model pembelajaran siswa berdasarkan apa yang telah diketahui dan dipelajari siswa, kemudian siswa dapat memilih model pembelajaran sesuai dengan kegemarannya. Mereka membayangkan confabulate menciptakan rencana merancang pembelajaran yang dibedakan meliputi 1) diferensiasi konten; 2) diferensiasi proses; 3) diferensiasi produk. Kata Kunci : Teknologi Pendidikan, Pembelajaran Berdiferensiasi   ABSTRACT Technology in the world of education is used as a tool to provide convenience in the learning process. the Merdeka curriculum is one of the education policies in Indonesia that provides policies for schools to be more independent in determining content and learning methods that suit the needs of students. The diversity of these students is a challenge for an educator to make various efforts to ensure that the learning process carried out brings success to every student in the class. One strategy that an educator can use to ensure that learning takes place in the most effective way to meet the diverse learning needs of students is differentiated learning. Differentiated learning as an approach allows educators to consider differences in learning styles, interests, and abilities of students, and provide learning experiences that suit their individual needs. The research method that the author used to create this article is library research. .learning technology exists based on the reasons (1) learning technology can more accurately describe the function of technology in education; (2) learning technology shows more emphasis on learning and teaching problems. One of the learning problems in the independent curriculum faced by educators is the differentiated learning model. Differentiated learning is a learning model that responds to the ongoing progress of each student's learning model based on what students already know and have learned, and then students can choose a learning model according to their passion. Their them imagine confabulate invent plan contrive differentiated learning includes 1) content differentiation; 2) process differentiation; 3) product differentiation. Keywords : Educational Technology, Differentiated Learning
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE RECIPROCAL TEACHING (PEMBELAJARAN TERBALIK) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS BACAAN SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH RIYADLATUL FALLAH Fitrotin Hasanah; Maudi'ir Rahmah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2293

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap suatu teks bacaan, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode reciprocal teaching (reverse learning) pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiiyah Riyadlatul Fallah. Madrasah Ibtidaiyah Riyadlatul Fallah dijadikan sebagai tempat penelitian karena diketahui banyak siswa yang kesulitan memahami suatu bacaan atau teks dalam pelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa yaitu sebelum pertemuan pertama (I) yaitu sebesar 57,2% dan peningkatan dengan penerapan metode reciprocal teaching (reverse learning) pada pertemuan pertama (I) yaitu sebesar 63,2% dan pada pertemuan II (II) penerapan metode reciprocal teaching (reverse learning) sebesar 71,3%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode reciprocal teaching ( reverse learning) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam memahami teks bacaan pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Kata Kunci : Efektivitas Pembelajaran, Pembelajaran Terbalik. Kemampuan Siswa   ABSTRACT This study aims to determine students’  understanding of a reading text, student activities, and student learning outcome using the reciprocal teaching method (reverse learning) in Indonesian subjects at Madrasah Ibtidaiiyah Riyadlatul Fallah. Madrasah Ibtidaiyah Riyadlatul Fallah was used as a place of research because it was known that many students had difficulty understanding a reading or teks in Indonesian lessons. This type of research with a descriptive approach. Data collection techniques, interviews, and documentation. The instruments in this study were observation sheets and interview sheets. Data analysis uses an interactive model which includes data reduction, data presentation, verification and conclusion drawing. The results showed that there was an increase in student learning outcomes, namely before the first meeting (I) which was 57,2% and an  increase with the application of the reciprocal teaching method (reverse learning) at the first meeting (I) which was 63,2% and at the second meeting (II) the application of the method of reciprocal teaching (reverse learning) is 71,3%. Bassed on these results, it can be concluded that the application of the reciprocal teaching method ( reverse learning) can improve student learning outcomes in understanding a reading text in Indonesian subjects. Keywords : Learning Effectiveness, Reciprocal Teaching Method (Reverse Learning), Student Understanding
PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ ‘AMMA METODE ‘UMMI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MENGHAFAL AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MIN I JOMBANG) Intan Nadiroh; Iftahul Farikhah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2491

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran Juz 'Amma di MIN 1 berbeda dengan sekolah pada umumnya, karena menggunakan metode Ummi yang mana sebelum sampai di kelas Tahfidz Juz 'Amma mereka sudah menyetorkan Tajwid dan ghorib (menghafal dan memahami ilmu-ilmu tersebut), serta telah melalui ujian disebut munaqosyah. Proses menghafal dan menyetorkan hafalan juga dilakukan secara langsung dan apabila belum hafal maka dilakukan pengulangan pada saat proses muroja’ah. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif atau yang sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitian dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting), dan sering berkembang setelah peneliti terjun ke lapangan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai suatu proses penyelidikan atau pemeriksaan yang mendalam, terperinci, dan terperinci terhadap suatu peristiwa tertentu atau sosial yang terjadi. Pembelajaran tahfidz juz ‘Amma metode Ummi terdiri dari 7 tahap, yaitu : a) pembukaan, menurut sukiman dan kasmad pembukaan bertujuan untuk menciptakan suasana kegembiraan mental, dan memusatkan perhatian siswa. b) apersepsi, mengulangi materi yang telah diajarkan sebelumnya, c) pelapisan konsep, d) pemahaman, e) keterampilan mengamalkan, F) evaluasi, g) penutup mengkondisikan anak agar tertib kemudian membaca doa penutup, dan diakhiri dengan a kata penutup dan diakhiri dengan salam penutup dari ustadz atau ustadzah. Jadi, pembelajaran tahfidz juz Amma dengan metode Ummi sebagai alasan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menghafal Al-Qur’an, untuk memperoleh bacaan yang berkualitas telah melalui proses yang cukup panjang dan melibatkan para ahli, serta disiplin untuk selalu muroja’ah, demi kepentingan menjaga hafalan Al-Quran. Kata Kunci : Menghafal Juz ‘Amma, Metode Ummi, Kedisiplinan Menghafal Qur’an ABSTRCT Juz ‘Amma lerning at MIN 1 is different from schools in general, because it uses the Ummi method whinch before arriving at the Tahfidz Juz ‘Amma class they have deposited Tajweed and ghorib (memorized and understands these sciences), and has gone trough a test called munaqosyah. The process of memorizing and depositing memorization is also carried out immediately and if you have not memorized it, then is the repeated durin the muroja’ah process. The research used is a type of qualitative research, or what is often called a naturalistic research method because the research is carried out in natural conditions (natural settings), and often develops after the researcher enters the field. This type of research uses a case study approach. This type of research uses a case study approach. A case study is simply defined as an in-depth, detailed, and detailed investigation or examination process on a particular or secial event that occurred..Tahfidz juz ‘Amma’s learning in the Ummi method consists of 7 stages, namely: a) opening, according to sukiman and kasmad, the opening aims to create an atmosphere of mental radiness, and to focus students’ attention. b) apperception, repeating the material that has been taught previously, c) concept plating, d)understanding, e) skills of practice, F) evaluation, g) closing conditioning the child to be orderly then reading closing prayer, and ending with a closing pryer and ending with a closing greeting from the ustadz or ustadzah. So, learning tahfidz juz Amma with the Ummi method as a reason to improve student discipline in memorizing the Qur’an, to obtain quality reading has gone through a fairly long process and involves experts, and discipline to always muroja’ah, for the sake of maintaining memorization of the Qur’an. Keywords: Tahfidz Juz ‘Amma, Ummi Method, Disciplin to Memorize the Qur’ane.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG PENJULAHAN BILANGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEMPOA PADA MATA PELAJARAN TEMATIK KELAS II MI MA’ARIF PENDOWOKUMPUL Citra Putri Sari; Priceski Cahya Pertiwi
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2492

Abstract

ABSTRAK Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah keterampilan berhitung. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentingnya, maka perlu ada perhatian besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Salah satu tujuan Kurikullum 2013 adalah terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan adanya media pembelajaran, diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna sesuai salah satu dari tujuan K13 tersebut. Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah kemampuan berhitng. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentinya, maka perlu ada perbaikan besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik Kelas II MI Ma’arif Pendowokumpul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam memperoleh data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data (Data Display), dan tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Subyek dari penelitian ini adalah guru mata pelajaran Tematik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik kelas ii MI Ma’arif Pendowokumpul sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan penggunaan sempoa dengan metode kooperatif tipe STAD dapat mempercepat pemahaman berhitung dan keaktifan peserta didik dalam merespon materi dari guru didalam dalam pembelajaran.. Peningkatan kualitas belajar secara lebih jelas dapat dilihat melalui peningkatan kegiatan nilai harian maupun penilaian tengah semester peserta didik. Kata kunci: Media Sempoa, Keterampilan Berhitung ABSTRACT One of the basic skills that must be mastered at the basic education stage is numeracy skills. In addition, in everyday life a person cannot be separated from mathematical problems. Because it is so important, there needs to be great attention to the success of elementary school children's numeracy learning. One of the objectives of the 2013 Curriculum is the creation of more meaningful learning. With the learning media, it is expected that learning will be more meaningful according to one of the objectives of the K13. In this study, the authors wanted to know the improvement of addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of Class II MI Ma'arif Pendowokumpul. This study uses a descriptive qualitative approach. In obtaining data, researchers used the methods of observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study includes the data reduction stage, the data display stage, and the conclusion drawing stage. Checking the validity of the data using triangulation of data sources. Subject of this research is the teacher of Thematic subjects. The results of this study concluded that the increase in addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of class II MI Ma'arif Pendowokumpul has been going well. This can be proven by the use of the abacus with the STAD type cooperative method can accelerate the understanding of arithmetic and the activeness of students in responding to the material from the teacher in learning. The improvement in the quality of learning can be seen more clearly through the increase in daily value activities and mid- semester assessments of students. Keyword : Abacus Media, Counting Skills
PENGEMBANGAN BUKU DONGENG BERGAMBAR PADA MATA PELAJARAN TEMATIK TEMA 2 KELAS III DALAM MENINGKATKAN KARAKTER SOSIAL SISWA Bashirotul Hidayah; Ummu Salamah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2546

Abstract

ABSTRAK Kurangnya intensitas interaksi saat ini menyebabkan peserta didik membentuk kelompok pertemanan tertentu sehingga sulit menumbuhkan kerjasama serta karakter sosial dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengembangkan buku dongeng bergambar pada mata pelajaran tematik tema 2 kelas III dalam meningkatkan karakter sosial siswa di MI PPI Bintang Sembilan Babat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (penelitian dan pengembangan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan angket. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswi kelas III MI PPI Bintang Sembilan Babat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Penerapan dongeng fabel bergambar menggunakan dongeng fabel dengan cuplikan ilustrasi. 2. Peserta didik sangat antusias saat pembelajaran menggunakan produk buku dongeng bergambar. Peserta didik mampu memahami serta menerapkan nilai-nilai karakter yang telah diajarkan model pengembangan borg and gall dengan melalui berbagai prosedur pengembangan. 3. Bentuk peningkatan kepedulian social siswa dapat dilihat melalui beberapa sikap peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 66.97% sebelum pelaksanaan pengembangan buku dongeng bergambar, sedangkan nilai rata-rata sebesar 87.10% diperoleh setelah pelaksanaan pengembangan buku dongeng bergambar. Kata Kunci: Buku Bergambar, Dongeng, Pendidikan Karakter, Karakter Sosial ABSTRACT The current lack of interaction intensity causes students to form certain friendship groups, making it difficult to foster cooperation and social character in the classroom. This research aims to find out and develop picture fairy tale books in thematic subjects of theme 2 class III in improving the social character of students at MI PPI Bintang Sembilan Babat. This research is a type of R&D (research and development) research. The data collection instruments used were interviews, observations and questionnaires. The subjects in this research were class III students at MI PPI Bintang Sembilan Babat. The results of this research show that 1. The application of illustrated fables uses fables with illustrated excerpts. 2. Students are very enthusiastic when learning using picture fairy tale book products. Students are able to understand and apply the character values that have been taught in the borg and gall development model through various development procedures. 3. Forms of increasing students' social awareness can be seen through several student attitudes with an average score of 66.97% before the development of the illustrated fairy tale book, while an average score of 87.10% was obtained after the implementation of the development of the illustrated fairy tale book. Keywords: Picture Books, Fairy Tales, Character Education, Social Character
PERAN GURU DALAM PEMBIASAAN SHALAT BERJAMAAH SISWA SISWI DI MADRASAH IBTIDAIYAH AN-NUR KELAS I MANCAR PETERONGAN JOMBANG MELALUI PROGRAM FULLDAY Natasya Anisa Salsabilah; Putri Sari, Citra
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Full day school adalah konsep sekolah yang meniru struktur sekolah formal dan bertujuan memberikan harapan kepada masyarakat. Kegiatan di full day school meliputi latihan belajar kelompok, latihan berjamaah shalat, latihan membaca doa bersama, serta latihan menghafal ayat Al-Qur'an. Istilah "full day school" berasal dari bahasa Inggris, yang artinya sekolah sepanjang hari, dimulai dari pukul 07.00 hingga 16.00, dengan istirahat setiap dua jam sekali.. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peran guru dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur kelas 1 Mancar Peterongan Jombang melalui program fullday?, (2) Apa saja faktor penghambat bagi guru dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur kelas 1 Mancar Peterongan Jombang melalui program fullday?, (3) Bagaimana cara menanggulangi hambatan dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur kelas 1 Mancar Peterongan Jombang melalui program fullday?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Teknik dalam penelitian kualitatif ini yaitu dengan cara perpanjangan keikutsertaan, ketekunan observasi, trianggulasi, dan diskusi dengan teman. Adapun hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa (1) Guru memiliki peran penting dalam pembiasaan shalat berjamaah bagi siswa-siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur. Mereka berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa-siswi yang belum memahami pentingnya shalat berjamaah, serta sebagai teladan dengan mengikuti shalat berjamaah dan memberikan contoh gerakan shalat yang benar. (2) Faktor-faktor yang menghambat guru dalam pembiasaan shalat berjamaah antara lain perbedaan karakteristik siswa, kurangnya motivasi dan penanaman karakter, serta kurangnya dukungan dan pengarahan dari orang tua di rumah. (3) Beberapa langkah untuk mengatasi hambatan dalam pembiasaan shalat berjamaah antara lain menerapkan kurikulum yang mendukung, memiliki pendidik yang berkualitas, menyediakan sarana prasarana yang memadai, menggunakan metode pembiasaan dan keteladanan, memberikan hukuman bagi siswa yang kurang disiplin, dan meningkatkan kerja sama antara guru dan orang tua untuk mendukung pembiasaan shalat berjamaah di rumah.
PEGARUH PENGGUNAAN METODE INQUIRI DENGAN MEDIA ALAT PERAGA BANGUN RUANG PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI MI MUHAMMADIYAH 4 KEDUNGLOSARI TEMBELANG JOMBANG Faridatun Nikmah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran matematika memerlukan metode pembelajaran yang efektif supaya dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran adalah metode inquiri dan penggunaan alat peraga bangun ruang di MI Muhammadiyah 4 Kedunglosari Tembelang Jombang. Terdapat tiga permasalahan dalam penelitian ini, yakni: (1) pengaruh metode inquiri pada pembelajaran matematika terhadap minat belajar siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 4 Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang?, (2) Bagaimana pengaruh media alat peraga bangun ruang pada pembelajaran matematika terhadap minat belajar siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 4 Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang?, (3) Bagaimana pengaruh metode inquiri dengan media alat peraga bangun ruang pada pembelajaran matematika terhadap minat belajar siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 4 Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang? Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inquiri berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 4 Kedunglosari dengan nilai thitung 2,714. Penggunaan alat peraga berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 4 Kedunglosari dengan nilai thitung 4,676. Kombinasi metode inquiri dengan alat peraga bangun ruang berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 4 Kedunglosari dengan nilai thitung 48,276.
IMPLEMENTASI MATEMATIKA MODEL RME DENGAN MEDIA RODA PUTAR DALAM MENGATASI KEJENUHAN SISWA Firdausi Fitri, Refita; Asrori Mahsum, Muhammad
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) dalam pelajaran matematika digunakan untuk membuat para siswa terbiasa belajar dengan berdiskusi dan musyawaroh. Sehingga mereka bisa berpikir kritis tentang apa yang mereka pikirkan, dan fahami. Sedangkan media roda putar adalah media yang digunakan untuk membuat para siswa mudah mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari dan juga membuat para siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Untuk melakukan penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dan Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang (1) penggunaan, (2) langkah-langkah serta (3) kelebihan dan juga kekurangan model pembelajaran RME dengan media roda putar untuk mengajar matematika di MI Roudlotul Banat Pereng Sepanjang Sidoarjo, khususnya materi bangun datar, di kelas IV. Namun nyatanya beberapa siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran dan masih kesulitan dalam memecahkan konsep yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.. hal ini disebabkan karena berbagai faktor seperti siswa tidak memperhatikan karena jenuh dengan rutinitas kelas yang monoton atau dari siswa sendiri yang memang malas dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini akan  memastikan, bahwa peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran dan menikmati proses pembelajaran yang tidak monoton dengan cara yang menarik dan relevan. Kata Kunci : Bangun Datar, Matematika, Media Roda Putar Realistic Mathematic Education (RME)   ABSTRACT The Realistic Mathematic Education (RME) learning model in mathematics lessons is used to make students accustomed to learning through discussion and deliberation. So they can think critically about what they think and understand. Meanwhile, the spinning wheel media is a medium used to make it easy for students to relate mathematical concepts to everyday life and also makes students play an active role in learning. To conduct this research, a qualitative approach was used and the type of this research was a case study. The main objective of this research is to find out about (1) the use, (2) steps and (3) the advantages and disadvantages of the RME learning model using a rotating wheel as a medium for teaching mathematics at MI Roudlotul Banat Pereng Throughout Sidoarjo, especially the material on flat figures, in class IV. However, in fact, some students are not actively involved in learning and still have difficulty solving concepts related to everyday life. This is due to various factors, such as students not paying attention because they are bored with the monotonous class routine or the students themselves being lazy in following along. learning. Therefore, this research will ensure that students can be actively involved in learning and enjoy a non-monotonous learning process in an interesting and relevant way. Keywords : Flat Figures, Mathematics, Rotating Wheel Media Realistic Mathematic Education (RME)
IMPLEMENTASI MODEL HABIT FORMING (PEMBIASAAN) TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI KEGIATAN SHALAT DHUHA BERJAMA’AH (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS IV MI AL ANWAR CANGKRINGRANDU) syamsudin, afrianti fauziah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengimplementasikan kegiatan keagamaan dapat bertujuan untuk menjaga karakter religius yang sudah tertanam dalam diri siswa dengan menggunakan model pembiasaan. Pembiasaan merupakan model yang spontan dan terprogram. Sehingga, dengan adanya pembiasaan kegiatan keagamaan dapat melalui kegiatan shalat dhuha berjama’ah yang diharapkan agar pendidikan dapat lebih maksimal lagi dalam membentuk maupun mempertahankan karakter religius siswa. Penelitan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di MI Al Anwar dengan subjek guru Waka kesiswaan dan siswa kelas IV dalam mengambil data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dan menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa(1) implementasi pembiasaan melalui kegiatan shalat dhuha berjama’ah dilaksanakan di pagi hari sekitar jam 06.30 – 06.45 dengan membaca pancasila sebelum melaksanakan shalat Dhuha dan diakhiri dengan do’a setelah Shalat Dhuha berjama’ah serta dilanjutkan dengan pembiasaan lainnya saat sudah memasuki kelas,(2) masih ada beberapa siswa saat melaksanakan shalat dhuha datang terlambat dan bermain sendiri dan tidak khusyu’ saat melaksanakan shalat tersebut. Sedangkan faktor pendukungnya adalah adanya kerjasama yang baik antara guru dan orang tua siswa sehingga implementasi pembiasaan dapat mempengaruhi karakter religius siswa dengan baik,(3) solusi yang diberikan oleh MI Al Anwar adalah memberikan nasehat dan menyuruh mengulangi lagi untuk shalat dari awal atau shalat sendirian.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NAHWU AL-JURUMIYAH DENGAN METODE BERNYANYI PADA SISWA MI AL-ANWAR CANGKRING RANDU JOMBANG Hidayah, Bashirotul; Farida, Durotul
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Motivasi adalah dorongan dalam diri masing-masing untuk melakukan suatu hal, motivasi belajar adalah dorongan dalam diri masing-masing siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar siswa mengalami penurunan, disebabkan kurang edukatif dan kurangnya refleksi terhadap bahan ajar dan metode yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengembangkan bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah dengan metode bernyanyi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (penelitian dan pengembangan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan angket. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV MI Al-Anwar Cangkring Randu Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1. Penerapan bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah. 2. Para siswa sangat antusias saat pembelajaran menggunakan produk pengembangan bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah. Para siswa lebih mudah dalam memahami dan menghafal materi nahwu lewat lagu yang dimuat dalam bahan ajar. 3. Bentuk peningkatan motivasi belajar siswa dapat dilihat melalui hasil latihan soal sebelum dan sesudah produk diterapkan, dengan nilai rata-rata sebesar 76,9%    sebelum  pelaksanaan  pengembangan  bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah,  sedangkan  nilai  rata-rata  sebesar  87.5%  diperoleh  setelah pelaksanaan pengembangan bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah Kata kunci: Nahwu, Metode Bernyanyi, Motivasi Belajar     ABSTRACT Motivation is the encouragement within each student to do something, learning motivation is the encouragement within each student to carry out learning activities. Students' learning motivation has decreased, due to lack of education and lack of reflection on the teaching materials and methods used. This research aims to find out and develop teaching materials for the book Nahwu Al-Jurumiyah using the singing method to increase students' learning motivation. This research is a type of R&D (research and development) research. The data collection instruments used were interviews, observations and questionnaires. The subjects in this research were fourth grade students at MI Al-Anwar Cangkring Randu Jombang. The results of this research show that, 1. Application of teaching materials from the book Nahwu Al-Jurumiyah. 2. The students were very enthusiastic when learning using the product of developing teaching materials for the book Nahwu Al-Jurumiyah. It is easier for students to understand and memorize nahwu material through the songs included in the teaching materials. 3. The form of increased student learning motivation can be seen through the results of practice questions before and after the product is implemented, with an average score of 76.9% before the implementation of the development of the Nahwu Al-Jurumiyah book teaching materials, while an average score of 87.5% was obtained after implementation of the development of teaching materials for the book Nahwu Al-Jurumiyah Keywords: Nahwu, Singing Method, Learning Motivation.

Page 2 of 10 | Total Record : 95