cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalijar@gmail.com
Phone
+6285229198163
Journal Mail Official
jurnalijar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IJAR : Indonesian Journal of Action Research
ISSN : 29857333     EISSN : 29856078     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal focuses its scope on the issues of Islamic Education in Southeast Asia. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Southeast Asia. Deradicalization of Islamic Education Philosophy of Islamic Education Islamic Education Policy Gender and Islamic Education Comparison of Islamic Education Islamic Education and Science Nusantara Islamic Education Pesantren Education Islamic Education and Social Transformation Leadership of Islamic Education Figure of Islamic Education Islamic Education Management Curriculum of Islamic Education Innovation of Islamic Education Madrasah Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Urgensi Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan dalam Merancang Masa Depan Manusia: Perspektif Islam tentang Akal, Khalifah, dan Perencanaan Rohmaniyyah, Ummi Alfiyyatur; Susanti, Elina
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.32-03

Abstract

Tujuan –  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan dan ilmu pengetahuan dalam merancang masa depan manusia berdasarkan perspektif Islam. Fokus diarahkan pada peran akal, fungsi kekhalifahan, dan integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dalam membentuk individu yang religius, visioner, dan bertanggung jawab secara sosial. Metode – Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah relevan, diklasifikasikan secara tematik, dan dianalisis secara interpretatif dalam bingkai studi Islam dan pendidikan. Validitas dijaga melalui triangulasi sumber dan telaah kritis terhadap kualitas referensi. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam harus diarahkan pada pengembangan akal dan spiritualitas secara seimbang untuk mewujudkan peran manusia sebagai hamba dan khalifah. Pendidikan menjadi instrumen ibadah dan perencanaan hidup strategis yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani. Integrasi ilmu agama dan ilmu umum penting untuk membentuk individu yang adaptif terhadap perubahan zaman, memiliki kesadaran ekologis, dan berorientasi pada kesejahteraan dunia dan akhirat. Implikasi – Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkuat paradigma integratif antara iman, ilmu, dan amal dalam pendidikan Islam. Implikasi praktisnya mendorong pengembangan kurikulum yang responsif terhadap tantangan sosial-kultural dan teknologi modern. Keterbatasan utama penelitian ini adalah belum mencakup data empiris, sehingga dibutuhkan studi lanjutan dengan pendekatan lapangan untuk menguji efektivitas konsep-konsep tersebut secara praktis.
Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru di SMA Negeri 3 Yogyakarta Fawaiz, Aiz Affawa; Machali, Imam
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.32-04

Abstract

Tujuan –  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompensasi terhadap kinerja guru di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh guru tetap di SMA Negeri 3 Yogyakarta yang berjumlah 40 orang, ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Teknik analisis data meliputi uji t parsial dan uji F simultan, dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil – Hasil uji t menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan demokratis kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (thitung = 4,186; p-value = 0,000 < 0,05), (2) kompensasi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (thitung = 4,294; p-value = 0,000 < 0,05). Selanjutnya, uji F membuktikan bahwa kepemimpinan demokratis dan kompensasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (Fhitung = 36,968; p-value = 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,666 menunjukkan bahwa 66,6% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kedua variabel bebas tersebut. Implikasi – Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan model kepemimpinan sekolah berbasis demokratis dan sistem kompensasi sebagai faktor penting dalam peningkatan kinerja guru. Studi ini relevan untuk pengembangan kebijakan pendidikan yang berbasis pada peningkatan mutu sumber daya manusia di tingkat sekolah.
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris melalui Model Project-Based Learning: Studi Tindakan pada Siswa Kelas XI MAN 1 Yogyakarta Surini, Surini
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.32-02

Abstract

Tujuan – Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas XI MIPA 1 MAN 1 Yogyakarta melalui penerapan model pembelajaran Project-Based Learning (PBL). Metode – Penelitian dilakukan selama semester genap tahun ajaran 2022/2023 dalam dua siklus. Tahapan dalam setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, motivasi belajar, serta hasil belajar Bahasa Inggris. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 32,14% pada pra-siklus menjadi 78,57% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas PBL dalam menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan bermakna. Model ini memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi, berpikir kritis, dan bekerja dalam tim sehingga mendorong keterlibatan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran. Temuan ini memberikan implikasi positif bagi pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis kompetensi. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan subjek yang terbatas pada satu kelas di satu sekolah, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati.
Sinergi Guru Pendidikan Agama Islam dan Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Efikasi Diri Siswa di MAN 3 Bantul Rohman, Khusni Nur
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.32-05

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan bentuk sinergi antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru Bimbingan Konseling (BK) dalam menumbuhkan efikasi diri siswa di MAN 3 Bantul. Fenomena yang diamati menunjukkan bahwa sebagian siswa yang berlatar belakang pondok pesantren memiliki kecenderungan merasa telah menguasai ilmu agama, sehingga cenderung menyepelekan proses pembelajaran formal di sekolah. Hal ini berdampak pada rendahnya efikasi diri dan minat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran Akidah Akhlak. Desain/metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain studi kasus, yang menggali proses kolaborasi antara guru PAI dan BK serta efektivitas strategi yang diterapkan dalam konteks pendidikan madrasah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan – Temuan penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara guru PAI dan BK mampu memberikan pengaruh positif terhadap penguatan efikasi diri siswa, dengan adanya berbagai program kolaboratif yang berbasis spiritual dan psikologis. Faktor pendukung sinergi antara lain komunikasi yang terbuka, antusiasme siswa, serta komitmen guru, sedangkan kendala utama mencakup keterbatasan anggaran dan beban kerja guru.
Habitus dan Kebahagiaan dalam Pendidikan Alternatif: Studi Naratif tentang Proses Habituasi di Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta Hasyim, Wakhid
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-01

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan proses habituasi yang membentuk habitus peserta didik di Sanggar Anak Alam (SALAM), sebuah sekolah alternatif di Nitiprayan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kaitannya dengan kebahagiaan mereka dalam konteks pendidikan. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif dan perspektif psikologis, studi ini merekonstruksi pengalaman hidup peserta didik melalui observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi selama periode penelitian di tahun 2019 dan masa pandemi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman, dengan prinsip triangulasi untuk menjamin validitas temuan.. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses habituasi di SALAM menghasilkan pembentukan habitus kebebasan, eksplorasi, religiositas, kepedulian, dan kolaborasi, yang semuanya terbangun melalui praktik pembelajaran reflektif, partisipatif, dan kontekstual. Pembelajaran di SALAM menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang belajar dari pengalaman nyata, berinteraksi dengan lingkungan hidup, dan terlibat dalam proses sosial yang bermakna. Kebahagiaan peserta didik ditumbuhkan melalui ruang otonomi, penghargaan atas keberagaman, penguatan nilai spiritual yang non-dogmatis, serta praktik hidup berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa model pendidikan berbasis habitus yang terbentuk melalui habituasi reflektif dapat menjadi alternatif yang relevan dan transformatif bagi sistem pendidikan formal yang cenderung kognitif dan kompetitif. Meski temuan ini bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasi secara luas, pendekatan SALAM memberikan landasan konseptual untuk pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai lokal, pengalaman hidup, dan partisipasi komunitas. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menguji penerapan model ini dalam konteks institusi lain guna memahami dinamika habitus dan kebahagiaan dalam pendidikan yang lebih i
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Kelas III SD N 1 Bantul Melalui Implementasi Model Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Penelitian Tindakan Kelas Wafiyah, Ngatiyatul Wafiyah; Reny Esmiyati
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-02

Abstract

Tujuan - Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam kelas III di SD Negeri 1 Bantul melalui implementasi model pembelajaran Berdifferensiasi. Metode - Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan selama semester genap tahun ajaran 2024/2025 dalam dua siklus. Tahapan dalam setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes, serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil – hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 62% pada pra-siklus menjadi 77% pada siklus I dan mencapai 96% pada siklus II. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pembelajaran berdifferensiasi dalam menciptakan suasana belajar yang bermakna dan kolaboratif. Model ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing anak, belajar sesuai dengan tingkat kesiapannya dan mengembangkan potensi anak secara optimal.
Implementasi Kurikulum berbasis Cinta dalam adat budaya baritan di Banjarsari Samigaluh Kulon Progo: Implementasi Kurikulum berbasis Cinta dalam adat budaya baritan di Banjarsari Samigaluh Kulon Progo Ismunandar, Ismunandar; Aska, Muhammad Aska Al Varo; Hasna, Hasna Fidelya
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-03

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul: "Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Adat Budaya Baritan di Kalurahan Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo". Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep, mekanisme implementasi, serta relevansi nilai-nilai dalam tradisi Baritan sebagai bentuk kurikulum pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah arus modernisasi dengan menggali potensi kearifan lokal yang hidup di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus etnografis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para sesepuh, pinisepuh, tokoh masyarakat, dan pemuda, observasi partisipan dalam seluruh prosesi adat Baritan, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkap bahwa: (1) Tradisi Baritan merupakan sebuah "kurikulum hidup" (living curriculum) yang mengonstruksi konsep "Cinta" dalam tiga dimensi, yaitu cinta kepada Tuhan (rasa syukur), cinta kepada alam (pelestarian lingkungan), dan cinta kepada sesama (gotong royong dan solidaritas). (2) Implementasi kurikulum ini berlangsung secara informal melalui tiga saluran pembelajaran: pengalaman langsung (experiential learning) dalam persiapan dan pelaksanaan ritual, keteladanan (modeling) dari para sesepuh, dan penuturan narasi (storytelling). (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam Kurikulum Berbasis Cinta Baritan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, menjadikannya fondasi pendidikan karakter yang kontekstual dan holistik. (4) Tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan orientasi nilai generasi muda dan desakralisasi makna ritual, yang diantisipasi dengan strategi seperti integrasi ke pendidikan formal dan pemanfaatan media digital. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa adat budaya Baritan tidak hanya sekadar ritual seremonial, tetapi berfungsi sebagai sebuah sistem pendidikan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai cinta dan karakter luhur. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian kearifan lokal dengan pendekatan yang adaptif, serta integrasinya ke dalam kerangka pendidikan nasional untuk memperkuat jati diri dan ketahanan budaya bangsa. Kata Kunci: Kurikulum Berbasis Cinta, Baritan, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter, Profil Pelajar Pancasila, Etnografi, Banjarsari.